Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 30


__ADS_3

"Ibu macam apa ku ini? Aku telah gagal menjadi seorang ibu, maafkan ibumu ini nak" ujar sang ibu sambil menangis di dekat Mitsuki yang sedang berbaring tak sadarkan diri.


Di luar kamar pak arikawa dan bibi hanya bisa duduk dan mengedarkan, Sampai akhirnya dokter datang untuk mengecek keadaan Mitsuki.


Dan mereka pun di minta untuk menunggu di luar sampai pemeriksaannya selesai.


Beberapa menit kemudian, dokter pun keluar dan memberitahu jika ada yang akan menemani Mitsuki selama ia di rumah sakit.


Maka hanya satu orang yang boleh menemani Mitsuki selam ia masih di rawat.


Lalu dokter pun pergi. Mendengar itu Ibu Mitsuki meminta pak arikawa dan bibi untuk pulang saja.


Dan menyerahkan segalanya di sini kepadanya.


Keesokan harinya, bibi kembali datang bersama Marika, sementara.


Melihat sang ibu, Marika langsung menghampirinya dengan wajah senang.


"Apa kakak sudah membuat surat ke sekolah" tanya ibu Mitsuki.


"Tenang saja, aku sudah menitipkan pada katsugi" jawab bibi.


"Lebih baik kau pergi makan dulu biar aku yang disini" lanjutnya.


Kemudian ibu pun pergi untuk sarapan bersama Marika, di kantin rumah sakit.


Beberapa menit kemudian dokter datang bersama suster untuk kembali mengecek keadaan Mitsuki dan bibi pun di minta menunggu di keluar.


Tidak butuh waktu terlalu lama, dokter pun keluar dan memberitahu kalau keadaan Mitsuki mulai membaik dan tapi bekas oprasinya masih belum kering.


Dan jika Mitsuki telah sadar jangan biar akan dia terlalu banyak bergerak dan Mitsuki boleh melepas alat bantu pernafasannya.


Setelah itu bibi pun kembali masuk ke dalam.


Selama menunggu adiknya kembali, bibi meluangkan waktunya dengan mengupas beberapa apel


Sampai akhirnya.


"Arghh!! Astaga, kepala ku?" ucap Mitsuki yang mulai sadar.


Melihat itu bibi terlihat begitu senang,


"Sudah jangan banyak bergerak beristirahatlah" sahut bibi.


Tidak lama kemudian sang ibu datang setelah mendengar bahwa, Mitsuki telah sadarkan diri.

__ADS_1


Meliha sang ibu membuatnya amat terkejut dan berkata.


"Bukankah ibu sibuk untuk apa kemari? Jangan mengkhawatirkan diri ku, aku baik-baik jadi pergilah urus pekerjaan ibu" ujar Mitsuki dengan dindingnya.


Dan sang ibu hanya bisa terdiam lalu meminta kakaknya untuk menunggu di luar bersama Marika sebentar.


Lalu sang ibu pun duduk di dekat Mitsuki setelah bibi dan Marika keluar kemudian menjawab perkataan Mitsuki.


"Mitsuki!! Ibu paham dengan perasaan mu, selama ini ibu tidak pernah memikirkan dirmu dan Marika, karena ibu ingin memastikan masa depan kali berdua" ujar ibu dengan wajah tertunduk sedih.


"Bahkan ibu tidak tau makanan favorit mu, ibu macam apa aku. Maaf telah menjadi ibu yang buruk" lanjur sang ibu kemudian beranjak pergi.


Tapi saat akan membuka pintu Mitsuki mengentikannya dengan berkata.


"Selagi di sini apa ibu tidak ingin menyuapi ku?" tanya Mitsuki yang menunjukan senyum tipisnya.


Dengan rasa bahagia sang ibu kembali duduk di dekat Mitsuki untuk menyuapinya denga buah-buahan.


Tidak lama kemudian, bibi dan Marika masuk, mereka melihat anak dan ibu itu telah kembali akur.


...............................


Sementara itu di rumah, yujin yang di tinggal sendirian sedang sibuk mencuci majunya,


Setelah selesai diangkat dari mesin pengering, ia pun mulai menjemurnya di belakang rumah, saat selesai yujin pun merasa bosan.


Ketika akan keluar melalui jendela tib-tiba saja ia merasakan pancara aura dari batu miliknya.


"Tapi kenapa di saat seperti ini?" ujar kemudian berlari ke tempat aura tersebut berasal.


"Sepertinya di sini" lanjut yujin setelah sampai di sebuah gang kecil.


Di saat sedang melihat-lihat tiba-tiba saja sesuatu melintas di belakangnya.


Kemudian yujin pun mengejarnya, saat berhasil menyusul ia pun melihat Akira yang sedang mengejar siluman rubah padang rumput yang ke tiga.


"Kenapa harus di saat seperti ini?" tanya yujin yang berlari di dekat Akira.


"Aku tidak sengaja melihatnya lewat di depan rumah ku, maaf saja jika menganggu" jawab Akira lalu berlari lebih cepat meninggalkan yujin.


"Tapi lihat sisi baiknya, aku tidak lagi kesepian" bisik yujin kemudian kembali menyusul.


Dan akhirnya siluman itu pun  terpojok di ujung gang. Tapi kali ini siluman tersebut terlihat ketakutan dan meminta tolong untuk melepaskannya.


Merasa ada yanga aneh Akira pun mencoba menanyakan mengapa iya terlihat begitu ketakutan.

__ADS_1


Ketika siluman itu akan menjawab tiba-tiba siluman rubah padang rumput lainnya melompat turun dari atap.


"Ke-ketua!!" ujarnya dengan wajah ketakutan bercampur panik.


Dan siluman yang baru saja muncul itu ternyata pimpinan dari siluman rubah padang padang, juga siluman yang pernah datang menemui agraris kemarin malam.


Lalu sesuatu yang sangat mengejutkan pun di lakukannya, iya menusukan tangannya ke dada rekan silumannya.


Kemudian menariknya kembali dan terlihat sebuah permata berwarna hijau yang mirip seperti permata yang pernah di berikan yujin.


"A-apa..... Yang anda lakukan?" ujar siluman itu lalu tewas seketika berubah menjadi debu.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" sahut Akira


"Aku hanya melakukan apa yang aku anggap benar dan seluruh keluarga narukami akan merasakan akibat menganggu kami" jawab siluman itu kemudian pergi membawa permata yang di ambil dari dalam tubuh temannya.


Dan mereka berdua hanya terdiam karena masih terkejut dengan apa yang baru aja terjadi.


Lalu Akira pun bertanya kepada yujin soal permata yang mirip dengan yang perna ia berika sebelumnya.


Sambil berjalan pulang yujin menjelaskan semuanya tapi ia tidak mengerti untuk apa siluman itu mengambil permata miliki temannya sendiri.


"Jadi intinya permata itu adalah sumber kekuatan para siluman jadi aku minta kau menjaga miliki ku dengan baik"


"Tapi kenapa kau memberikannya kepada ku?" tanya Akira.


"Anggap saja sebagai jimat pelindung sekaligus sebagai alarm ku untuk datang membantu mu" Jawab yujin yang berjalan di dekat Akira.


Beberapa menit berjalan akhirnya Akira sampai di depan rumahnya dan mereka berdua pun berpisah.


Merasa ada yang mencurigakan dengan siluman yang baru saja mereka temu, membuat yujin terus memikirkan tentang apa yang di lakukan siluman itu terhadap temannya sendiri.


"Aku punya firasat buruk tentang hal ini, dia itu siluman rubah yang hampir mencapai kesempurnaan, untuk apa dia mengambil hoshi no tama milik temannya" ujar yujin sambil berjalan pulang.


......................................


Sementara itu, siluman yang tadi membunuh temannya sendiri, sedang berjalan dengan tangan yang masih berlumuran darah.


Tidak lama kemudian ia pun di hampiri oleh seorang pria dan dengan dinginnya pria itu langsung memukul wajahnya dan berkata.


"Untuk apa kau melakukan semua ini?" tanya pria itu yang ternyata masih satu kelompok dengannya.


"Apa hanya untuk menghadapi seorang gadis kecil, kau tega mengambil Hoshi no tama miliki teman kita" lanjutnya dengan wajah yang begitu marah.


"Kau tidak tau siapa yang sedang kita hadapi, aku sedang tidak membicarakan gadis itu" jawab siluman itu.

__ADS_1


"Memang kekuatan ku sudah lebih dari cukup untuk menghabisi seribu gadis sepertinya, tapi kau lihat siapa yang di dekatnya itu" lanjut siluman itu.


"Apa maksud mu"tanya temannya tersebut.


__ADS_2