
Tidak lama kemudian, Mitsuki dan ayumi datang setelah pak arikawa masuk ke kamarnya, mereka berdua melihat banyak tisu yang berserakan di lantai.
Berbaik hati, Mitsuki pun mengambil satu-persatu tisu yang ada di lantai, saat sedang sibuk mengambil tisu yang ada di lantai tiba-tiba saja katsugi memberitahu.
Sesuatu yang membuat niat baik, Mitsuki seketika saja hilang.
"Hati-hati ingus ku ada di sana" ujar katsugi.
Mendengar itu, perlahan Mitsuki pun meletakan kembali tisu yang baru saja ia ambil dan tampa sepengetahuan Ayumi, Mitsuki mengusapkan tangannya kepada baju Ayumi.
"Aku bercanda!! Duduklah aku ingin bicara dengan kalian" lanjut katsugi lalu meminta mereka berdua untuk duduk bersamanya.
....................................................
Sementara, Mitsuki sedang mendengarkan curhatan dari sahabatnya.
Terlihat agraris, polaris, dan ayaris sedang berkumpul di pabrik tua dengan membicarakan sesuatu, dari ekspresi wajah mereka bisa di katakan mereka sedang membahas sesuatu yang hanya dapat di jawab oleh akuma.
Tidak lama kemudian terdengar suara teriakan dari arah atas, yang asalnya kecil lama-lama menjadi terdengar begitu jelas.
"Aaaaaaaa....!!!!!"
Dan tiba-tiba saja paradoks pun jatuh di sebelah ayaris, lalu iya pun tertimpah berapa barang yang tadi ikut jatuh bersamanya
"Astaga!! Pinggang ku!" ucap paradoks yang perlahan mulai bangun.
"Hahaha!! Coba lihat, keadaan mu sangat malang, hahaha" sahut ayaris yang tidak bisa berhenti tertawa.
"Hentikan tertawa mu itu!! Atau akan ku bungkam untuk selamanya" bentak paradoks yang terlihat sangat marah.
"Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan di atas sana?" tanya agraris yang bertanya.
"Aku tidak sengaja membuka portal di sana, tapi ngomong-ngomong kalian sedang apa berkumpul di tempat kumuh seperti ini?" jawab paradoks lalu bertanya.
"Yah benar! Parat apa kau tau asal-usul si Ghoul?" sahut polaris yang bertanya pada paradoks.
"Asal-usulnya yah?! Soal itu aku tidak tau tapi kalau soal manusia yang menjual raganya kepada tuan aku tau" jawab paradoks yang berdiri di dekat ayaris.
"Bagai mana ku tau?" tanya agraris dengan wajah tidak percaya dengan apa yang di katakan paradoks.
"Kau tau akses ku terhadap tuan cukup besar tapi bukankah kau iblis yang harusnya mengetahui semua hal ini" jawab paradoks yang melihat agraris.
"A-aku tidak berani menanyakan semua itu"
"Baiklah dengarkan, aku akan menceritakan yang aku tau saja"
..................................
Malam itu sorang manusia datang ke tempat tuan di kurung dan mengucapkan beberapa patah kata kalo di saat itu meminta agar anak nya yang sedang lama koma dapat kembali sembuh.
__ADS_1
Yah kalian tau kan sifa tuan, tuan langsung menanyakan apa keuntungan bagi dirinya dan manusia itu menawarkan raganya.
Dan seterusnya aku tidak tau, karena tuan tidak ingin menceritakannya lebih lanjut.
Kalau mau lebih lengkap kalian tanyakan saja kepada tuan, mungkin kedudukan kalian akan membuat tuan ingin bercerita.
Terutama kau agraris kau kan anak emasnya, tak mungkin tuan menutup-nutupi semuanya darimu
.........................................
"Hah! Tidak ada gunanya juga bertanya kepadanya" sahut ayaris dan itu membuat paradoks jengkel terhadapnya.
"Ha? Apa kau bilang? Dasar tidak tau terimakasih, sudah untung aku menceritakan semua ini" jawab paradoks dengan wajah marah.
"Oh benarkah?" jawab ayaris yang membuat paradoks semakin marah.
"Dasar nenek tua!! Akan ku buat kau menyesal"
"Apa? Kau panggil aku nenek tua? Dasar larva" bentak ayaris.
lalu mereka berdua pun saling membenturkan kepala satu sama lain dengan saling mendorong.
"Agraris lakukan sesuatu" bisik polaris yang bersembunyi di belakang nya
"Kaliam berdua berhentikan!!" bentak agraris yang memukul kepala mereka berdua.
"Apa kalian tidak dapat berhenti bertengkar hanya sebenyata saja?" lanjur agraris yang memarahi mereka berdua.
"aku sudah pusing dengan kelakuan kalian berdua"
"Ma-maaf"
"Coba bersikap lebih dewasa sedikit"
"Maaf"
"Kalian berdua seperti anak-anak apa pantas menjadi iblis bulan sabit akhir"
"Maaf, kami berjanji tidak akan berkelahi lagi" jawab mereka berdua.
Selama mereka berdua di marahi agraris, polaris hanya bisa melihat dengan ekspresi menahan tawa.
Seketika saja polaris terdiam dengan wajah kaku dan mulai berkeringat, itu karena paradoks dan ayaris melihat ke arahnya dengan tatapan kelas.
"Heheh" lalu polaris pun bersembunyi di belakang agraris yang masih mengoceh.
.....................................................
Yah kita tinggalkan iblis-iblis itu dan mari kita lihat, Mitsuki yang sedang mendengarkan curhatan katsugi.
__ADS_1
Sampai akhirnya katsugi dan Ayumi pergi tidur, sementara Mitsuki masih duduk dengan di temani katsugi yang tidur.
Berselang beberapa saat setelah katsugi tidur, aura iblis pun terasa tidak jauh dari hotel.
Dan aura yang di rasakan Mitsuki adalah iblis special, karena aura nya berbeda dari semua iblis yang pernah di temui Mitsuki selama ini.
Bergegas Mitsuki mengikuti asal aura tersebut dan sampai lah ia di sebuah gang antara kantor dan sebuah toko.
Perlahan ia pun mengintip untuk melihat situasi di sekitar gang tersebut.
Dan terlihat iblis berwujud manusia sedang melakukan hubungan intim dengan seorang gadis remaja.
Terlihat pula anak kecil seumuran Marika tidak sadarkan diri, kemungkinan dia adalah adik dari gadis malang tersebut.
Darah pun terus keluar dari **** ***** perempuan itu karena iblis itu memasukkan alat kelaminnya dengan sedikit dorongan dan paksaan, kalian juga tau kalau gadis itu masih perawan jadi agak sempit.
Dengan suara kecil yang terus meminta tolong dan air mata yang mengalir karena menahan sakit.
"Ya ampun!! Seketika mata ku ternodai," ujar Mitsuki yang akan bertindak.
Tapi ia sadar kalau wajah akan terlihat, meski begitu ia harus tetap bertindak kalau tidak gadis itu bisa meninggal.
Tampa pikir panjang lagi, Mitsuki pun menghunuskan pedangnya ke arah iblis itu tapi iya berhasil menghindar menjauh.
"Aku tidak menyangka kalau iblis juga memiliki nafsu yang besar!" ujar Mitsuki yang menutupi bagian bawah gadis itu dengan beberapa koran bekas yang ada di sana.
Terlihat mata gadis itu melihat ke arah Mitsuki meski pengelihatannya mulia kabur lalu mengucapkan"terimakasih" dan akhirnya itu pun tidak sadarkan diri.
Entah pingsan atau mati intinya dia tidak sadarkan diri, karena sudah di wik-wik berkali-kali.
"Gadis itu milik ku!" sahut iblis tersebut lalu mencoba untuk mengambil kembali gadis malang yang ada di dekat Mitsuki.
Dan terjadilah jual beli serangan antara mereka berdua, meski iblis itu sudah melakukan wik wik tapi tidak terlihat kalau dia kelelahan sama sekali.
Yang ada malah Mitsuki kewalahan mengatasi setiap serangannya dan alhasil kepalanya pun terluka.
Dan sebagian wajah, Mitsuki tertutup dengan darahnya sendiri, sekali lagi ia harus terkana serangan iblis itu.
Yang membuat dirinya terlempar dan membentur sebuah mobil yang di parkit di pinggir jalan.
tapi untungnya pada saat itu tidak ada orang yang sedang melintas.
"Astaga!! Dia benar-benar cepat" ujar Mitsuki yang berdiri lalu kembali menyerang iblis itu.
"Teknik darah iblis! Asap darah racun!" ujar iblis tersebut yang mengunakan tekniknya sebelum Mitsuki menyerangnha.
Dan ketika Mitsuki tepat berada di depannya, iya pun mengeluarkan sejumlah kabut merah dan tampa sengaja Mitsuki menghirupnya.
melihta kabut itu, Mitsuki mengentikan serangannya dan menjauh dari iblis itu
__ADS_1
Tapi sayangnya ia terlah lebih dulu menghirupnya kabut itu, tidak lama kemudian efeknya pun mulai berkerja .