Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 26


__ADS_3

Dan mereka pun duduk mengelilingi lilin sayangnya yujin tidak dapat ikut karena ia sedang asik tidur.


dan kanami pun memulai ceritanya.


Dengan wajah yang serius Mitsuki, mendengarkan cerita Ayumi, sedangkan katsugi terus memegangin tangan Mitsuki sambil bergetar ketakutan.


Di saat serius-seriusnya tiba-tiba suara benda jatuh terdengar dari arah dapur dan ruang tamu. Seketika Mitsuki, katsugi, dan Ayumi terdiam.


Hal tersebut membuat katsugi semakin bergetar ketakutan, dan iya pun bersembunyi di belakang Mitsuki.


"Suara apa itu?" tanya Mitsuki.


"Lebih baik kita memeriksanya dulu" jawab Ayumi.


"Kau benar lebih baik kita melihatnya siapa tau itu pencuri" jawab Mitsuki.


Kemudian mereka pun di bagi menjadi dua kelompok, Mitsuki pergi untuk memeriksa ruang tamu


Sedangkan kanami dan katsugi pergi ke dapur.


Ayumi pun ragu kalau dirinya haru bersama katsugi pergi ke dapur, melihat katsugi yang ketakutan setengah mati di belakangnya.


Tampa berkata apa-apa lagi, Mitsuki pun berjalan menuju ruang tamu, untuk melihat keadaan di sana.


"Bau asap roko!!" ucap Mitsuki pada saat hampir sampai di ruang tamu.


tapi pada saat dirinya hampir sampai di ruang tamu, tiba-tiba saja di belakang Mitsuki sesuatu melintas dengan cepat.


Saat melihat ke sekelilingnya, dari dalam kegelapan sesuatu melompat ke atas kepalanya dan itu adalah.


"Sudah ku duga" ucap Mitsuki lalu menurunkan yujin dari atas kepalanya.


Di tempat yang berbeda tapi masih satu lokasi, ayumi dan kstsugi baru saja sampai di depan pintu dapur.


Untuk sedikit waspada mereka sedikit membuka pintunya lalu megintip kedalam. Dan terlihat cahaya lilin dengan bayangan seseorang di sana.


"Apa kita langsung tangkap atau kita panggil Mitsuki" tanya katsugi dengan berbisik.


"Kita? Bukankah kau ahli taekwondo, aku akan perempuan dan kau laki-laki, jadi kau saja yang pergi" jawab Ayumi yang tersenyum sambil menahan rasa kesalnya.


Kebetulan sekali Mitsuki  juga sedang berjalan ke arah dapur, saat sampai Mitsuki pun menanyakan keadaannya.


"Kalian harus masuk ke dalam" ucap Ayumi setelah Mitsuki datang.


"Kau harus memahami kondisinya apa kau tidak melihat siapa yang ada di belakang ku?" ujar Mitsuki.


"Kok bisa!?" jawab Ayumi.


"Kali ini katsugi sedang menghadapi ketakutan terbesarnya"


"Maksudnya?" tanya Ayumi.


"Dia takut dengan tempat-tempat gelap".

__ADS_1


Ketika sibuk mengawasi tiba-tiba saja hal yang sangat mengejutkan terjadi, seseorang dari belakang memegang pindah katsugi.


Ingin berteriak tapi tidak bisa dan katsugi hanya menepuk pundak Mitsuki beberapa kali untuk berbalik melihat ke belakangnya.


Pada saat Mitsuki dan Ayumi berbalik mereka berdua langsung berteriak karena melihat seorang perempuan perwajah putih


"Aaaaaaaaaa!! Hantu!!" teriak mereka bertiga.


Dan mereka pun terjatuh ke dalam dapur dengan posisi saling menimpah  satu sama lain.


Lalu mereka bertigs pun berdiri dan ternyata yang mereka kira pencuri ternyata kepala sekolah yang sedang membuat makanan ringan.


Juga setelah menyadari bahwa hantu itu adalah bu nagano yang sedang perawatan, merka pun menjadi tenang kembali.


"Sedang apa kalian malam-malam di sini?" tanya kepala sekolah.


"Nge... Anu~~" tapi mereka tidak sempat menjawab karena keburu di potong kepala sekolah.


"Sudah, cepat kembali ke kamar ini sudah lewat jam sepuluh" Lanjut kepala sekolah.


"Kalau begitu selamat malam" jawab mereka bertiga lalu kembali ke kamar masing-masing.


...................................


Di taman kota terlihat iblis yang pernah menyelamatkan Mitsuki berjalan sendirian.


Dan tidak sengaja ia bertemu dengan agraris yang sedang membawa beberapa potongan tubuh manusia.


"Yo!! Apa kau mau" sapa agraris lalu menawarkan potongan tubuh manusia yang iya bawa.


"Aku heran dengan mu semenjak kau menjadi iblis dan menjadi saudara ku, aku tidak pernah melihat mu memangsa manusia, aku ingin tau apa alasannya"


Sekali lagi iblis itu tidak menjawab perkataan yang di lemparkan agraris kepadanya dan memilih untuk kembali berjalan meninggalkannya.


"Furuno!!" dan iblsi itu pun berhenti setelah mendengar namanya di sebut.


"Ingat kau satu-satunya iblis yang kebal terhadap matahari dan itu membuat tuan sangat menyayangi mu jadi jangan pernah mengecewakannya" lanjut agraris kemudian berjalan meninggalkan Furuno.


"Nama ku bukan Furuno" bisiknya dengan wajah kelas.


..................................


Saat Mitsuki sedang tertidur, tiba-tiba ia terbangun karena merasakan aura dari iblis yang sangat kuat, tidak jauh darinya.


Setelah bangun, Mitsuki langsung membangunkan yujin, tapi iya sangat susah untuk bangun tidak punya pilihan lain, Mitsuki pun membawa yujin yang tertidur bersamanya keluar.


Bergegas dirinya menghampiri aura itu sampailah di dekat sebuah rumah dengan pintu yang terbuka.


Ketika akan lebih mendekat, seorang anak kecil yang kemarin berteriak kepadanya keluar dengan beberapa bercak darah di wajah dan bajunya.


Lalu di susul oleh seorang iblis yang memiliki empat wajah dan empat tangan sekaligus.


Melihat ada yang dalam bahaya, Mitsuki bergegas menyelamatkan anak itu tampa memakai topengnya.

__ADS_1


Dengan cepat Mitsuki mencabut kalungnya, dan menghunuskannys ke arah iblis itu tapi iya berhasil menghindar.


"Hampir saja bukan!?" ucap iblis itu.


Kemudian Mitsuki pun meminta ke arah anak yang ada di pangkuannya, seketika dirinya terkejut pada saat melihat tubuh anak itu telah terpotong-potong.


Di belakang yujin akhirnys bangun, melihat situasi yang serius iya bergegas menghampiri mitsuki dan memberitahu bawah iblis itu adalah tingkat bulan purnama.


"Kita harus sangat berhati-hati" ucap yujin lalu berubah menjadi sebuah topeng rumah, lalu Mitsuki memakainya.


Lalu empat senjata pun muncul di tangan iblis itu, dan menyerang tampa berkata apapun lagi.


Tidak di sangka setiap dari wajah iblis itu memiliki sifatnya masing-masing, terbukti pada saat menyerang setiap wajahnya selalu bertengkar, ada yang ingin menjadi wajah utama dan ada yang mencoba menenangkan mereka.


Meski bertengkar tapi gerakan tubuhnya sama sekali tidak ada yang terganggu, malah gerakannya sangat lancar seperti memiliki pikiran sendiri.


"Ada apa dengan iblis ini?" tanya Mitsuki lalu mengambil jarak dengannya.


"Sepertinya, setiap wajah dan tubuhnya memiliki pemikiran sendiri, kita bisa memanfaatkannya" jawab yujin.


Dari arah depan iblis itu kembali melesat cepat, mengayunkan senjatanya lalu berbenturan dengan pedang Mitsuki.


Setiap kali mereka menghantamkan senjata masing-masing sebuah percuma api kecil selalu tercipta.


Lalu dari belakang iblis itu terlihat sekelebat bayangan hitam yang bergerak sangat cepat entah ke arah mana.


Melihat itu yujin memperingatkan Mitsuki untuk berhati-hati karena iya merasakan ada yang tidak benar dengan iblis itu.


Ketika saling jual beli serangan, Mitsuki menyadari sesuatu bahwa ada yang aneh, yaitu satu wajah iblis itu hilang.


Dan tiba-tiba saja dari arah belakang Mitsuki.


"Uhuk... Uhuk..." sebuah pedang menebus dada Mitsuki.


Ternyata yang menususknya dari belakang adalah wajah iblis yang menghilang, dan ternyata bayangan hitam yang di lihat yujin adalah wajah iblis itu yang memisahkan dirinya.


Kemudian kembali menyatu dengan yang lain setelah berhasil menusuk Mitsuki dari belakang.


Perlahan Mitsuki kembali berdiri, lalu bersiap untuk menyerang dengan pedang yang masih menancap di punggungnya.


Dengan cepat ia mendekati iblis itu, kemudian melepaskan yujin dari wajahnya dan melemparkannya ke belakang iblis itu.


"Yujin! Sekarang!!" teriak Mitsuki lalu melompat ke belakang setelah melemparkannya.


Lalu yujin pun kembali menjadi siluman rubah dan menyatukan telapak tangannya dan mengucapakan.


"Teknik aura siluman!! Rantai pengikat raga!!" lalu dari dalam tanah beberapa rantai berdiri muncul lalu mengikat iblis itu.


"Teknik penakluk iblis!!! Tebasan pembelah langit" kemudian kepala iblis itu pun terpotong dan hembusan angin yang sangat kuat pun tercipta setelah terpotongnya kepala iblis itu.


"Kau marah? Tak ku sangka kemarahan akan membuat mu melebihi ekspetasi ku" ucap iblis itu lalu menghilang.


"Keterlaluan!! Anak yang tidak bersalah harus tiada" ucap Mitsuki yang terlihat kesal.

__ADS_1


"Baru kali ini aku melihatnya kesal" bisik yujin.


__ADS_2