Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 46


__ADS_3

Melihat Akira yang berada tepat di depan mata yujin membuat dirinya terdiam tidak berkedip sedikit pun.


Merasa tidak percaya dengan apa yang kedua matanya lihat, yujin mulai menampar dirinya sendiri sebanyak beberapa kali sampai, akira menghentikannya.


"Kau merindukan ku?" tanya Akira.


"Ini tidak mungkin, ini hanya khayalan ku saja" ujar yujin yang berdiri lalu menjauh dari Akira.


"Tapi apa kau yakin akan mengabaikan diriku?" sahut Akira yang kembali bertanya.


Dalam hatinya yujin ingin sekali menghampiri untuk melihat Akira tapi pikirannya mengira kalau Akira yang ada di depan matanya hanyalah ilusi labirin yang di buat iblis tadi saja.


..............................................


Terlepas dari yujin yang sedang dilema, Furuno yang terus berjalan di dalam labirin cermin, selama dirinya  berjalan tidak ada yang terjadi.


Ketika sedang berjalan tiba-tiba ia melihat seorang anak laki-laki yang berlari di depannya.


Melihat itu Furuno pun mengikuti anak itu kemanapun iya berlari.


Ketika anak itu menghilang di antara banyaknya cermin, dari arah belakang muncul seorang remaja laki-laki  berjalan menjauh.


Dan ia pun mengikuti remaja tersebut sampai akhirnya remaja yang ia ikuti berhenti lalu menghilang seperti anak tadi.


Beberapa saat kemudian seseorang kembali muncul dan kali ini adalah seorang pria dewasa berjalan bersama kedua orang tuanya yang sudah tua.


Seperti halnya tadi kali ini Furuno juga kembali mengikutinya.


Saat mereka bertiga berhenti tampa di duga sang nenek tua itu menjulurkan tangannya ke arah Furuno dengan tersenyum.


Dengan wajah terkejut ia pun perlahan mengapai tangan yang terlihat penuh kasi sayang itu.


Tapi ketika tangannya menyentuh tangan nenek, itu tiba-tiba mereka menghilang.


"Aku merindukan kalian" batin Furuno dengan wajah kesal bercampur sedih.


Tidak lama kemudian suara teriak pun terdengar.


Dengan cepat ia pun berlari ke asal suara dan terlihat pria tadi telah terkapar berlumuran darah sedangkan orang tuanya tidak berdaya karena telah lanjut usia.


Tidak lama kemudian hal yang tidak terduga lagi pun muncul yaitu agraris berjalan mendekati orang tua dari sang pria yang tidak sadarkan diri itu.


Terlihat mulut agraris yang bergerak seperti berbicara tapi tidak terdengar apapun.


Dan dengan sadis nya agraris membunuh kedua orang tua itu, Furuno yang melihat itu pun langsung menundukkan kepalanya dengan menutup mata.


Ketika membuka matanya kembali terlihat agraris yang sedang meminumkan darahnya ke pria yang terkapar lemah itu.


Seketika saja pria itu kembali bangun dengan tingkah laku yang buas iya mencoba mengendalikan diri dan berhasil.


Saat melihat orang tuanya tewas mengenaskan pria itu pun mengamuk dan menyerang agraris tapi dirinya berhasil di tahan dengan mudah.

__ADS_1


Dan sebuah kata pun terdengar dari mulut agraris.


"Mulai saat ini kau menjadi iblis tingkat kuartal ketiga dan nama mu adalah Furuno" ujar agraris kemudian menghilang dengan membawa pria yang ternyata adalah  Furuno.


"Sudah ku duga tempat ini membuat ku mengingat masa lalu" ujar Furuno yang kembali berjalan setelah melihat kisah masa lalu dirinya sendiri.


............................................


Di banding mereka berdua yang tidak perlu untuk bertarung dengan orang yang di temuinya.


Sedangkan Mitsuki, ia harus melawan dirinya sendiri yang memiliki kemampuan lebih dari dirinya yang asli.


Ketika sedang saling bertatapan di dalam labirin yang sangat sempit, tiba-tiba saja seluruh cermin yang ada di sana bergerak.


Dan membentuk sebuah lingkaran yang cukup besar, mengitari mereka berdua yang berada di tengah.


Tak lama kemudian, aura kesedihan memulai di rasakan Mitsuki dari pedangnya tengoku,


Merasakan hal tersebut, membuat Mitsuki bertanya-tanya bagai mana sebuah pedang dapat menangis.


Tanpa berpikir panjang lagi, ia berlari dan mencoba mencabut tengoku, anehnya Mitsuki tak dapat mencabutnya padahal hanya tertancap sedikit.


"A-apa yang terja?" bisik Mitsuki.


"Semua yang kau lihat saat ini akan segera kau rasakan di masa depan, semua warna di dalam hidup mu akan berubah menjadi merah, seseorang yang sangat kau sayangi akan menjadi musuh mu di masa depan"sahur bayangan Mitsuki.


"Aku tidak mengeti apa yang diri ku sendiri katakan" jawab Mitsuki yang asli.


Apa yang di lakukan Mitsuki asli membuat bayangan Mitsuki melemparkan pedangnya, dan memilih untuk mengunakan tangan kosong.


Dan duel tangan kosong pun terjadi di antara dua Mitsuki, yang satu asli dan satunya lagi palsu.


Jual beli pukulan terus terjadi di antara mereka berdua, sampai akhirnya, Mitsuki yang asli terkena pukulan, membuat Mitsuki asli terlempar ke belakang.


"Uhuk.. Unuk.. Uhuk.. Astaga!!"


Darah pun terus menetes dari hidung Mitsuki asli, membuat sebuah genangan kecil.


Perlahan darah yang menetesnya mulai berhenti, Melihat itu Mitsuki yang palsu pun bergegas menyerang kembali.


Dan iya di buat terkejut karena secara tiba-tiba Mitsuki yang asli menghindari serangannya lalu menangkap tangannya.


Kemudian mengarahkan pukulan yang sangat keras ke arah Mitsuki palsu, membuat yang palsu seketika berubah menjadi abu dan menghilang.


Setelah mengalahkan dirinya sendiri, seluruh cerminnya menghilang dan Mitsuki terbebas dari labirin cermin itu.


Tapi ia harus tetap waspada karena iblis tingkat cembung akhir itu masih ada di depannya.


........................................


Sementara itu yujin yang terlihat sedang bercengkrama dengan Akira sambil berjalan menyusuri labirin.

__ADS_1


Di banding Mitsuki dan Furuno, yujin yang paling bahagia berada di dalam labirin cermin tersebut karena ia dapat bertemu Akira.


"Oh yah!! Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu kepada ku?" tanya akira.


"Maksud mu?" jawab yujin yang berbalik bertanya.


"Yah!! Contonyah saat kau menangis sambil berteriak di dekatku"


"Soal itu aku tidak bersungguh-sungguh" jawab yujin dengan wajah malu.


"Ternyata dugaan ku salah, kalau begitu sampai jumap" sahut Akira kemudian menghilang.


"Tunggu!!" teriak yujin yang melihat Akira tiba-tiba menghilang.


"Jadi apa kua akan mengatakan nya sekarang?" tanya Akira yang kembali muncul di belakang yujin.


Dengan pipi memerah, yujin pun menatap kedua mata Akira.


Ia mulai menarik nafas panjang sebelum mengatakan apa yang ingin


Akira dengar darinya secara langsung.


....................................


sementara itu paradoks  yang berjalan keluar kamar dengan membawa kepala gadis yang tadi bersenang-senang bersamanya.


Banyak orang yang terkejut melihat hal tersebut beberapa orang ada yang menghentikan langkah paradoks


Tapi nasib mereka sangat mengenaskan hanya dengan di tatap, mereka yang menghalangi parafosk pun meledak, hancur tampa ada secuil bagian tubuh mereka yang masih utuh.


Semakin panik karena melihat itu semua orang pun mencoba menjauh dan menelpon polisi akan tetapi.


Mereka harus mati dengan cara yang sama seperti beberapa orang tadi dan seluruh tempat dan sudut yang ada di tempat itu tertutup dengan darah.


Dengan dinginnya Paradoks  melemparkan kepala gadis yang ia bawa kelantai kemdian berjalan keluar dari dalam tempat tersebut.


"Pikir dua kali sebelum memukul kepala ki" ujar paradoks yang berjalan menjauh dari tempat itu.


..............................................


"A-aku, a-aku, ya ampun mulutku serasa di kunci" ujar yujin.


"Apa kau tidak niat dengan ku? Yah sudah aku" sahut Akira yang kana kembali pergi.


Tapi kali ini yujin menghentikan Akira dengan cara memegang erat tangannya.


Tatapan yang penuh keseriusan pun di tunjukan yujin dan akhirnya.


"Aku menyukai mu" ujar yujin dengan lantang.


Mendengar hal tersebut Akira pun tersenyum dan menjawab.

__ADS_1


"Aku juga" jawab Akira lalu menghilang.


__ADS_2