
Iya malah memanggil semua murid untuk berkumpul dan menanyakan siapa yang mengganggu Mitsuki kali ini dengan membentak mereka semua.
Tapi tidak ada yang menganku, melihat badai yang semakin besar semua orang pun memilih untuk pergi ke desa.
Dan memutuskan untuk mencari Mitsuki setelah badai sedikit mereda.
.......................
Semenatar itu Mitsuki masih terikat di pohon berkali-kali dirinya mencoba untuk lepaskan ikatan itu.
Sampai akhirnya berhasil, Meksi pergelangan tangannya sedikit mengalami luka gores.
Di tengah badai Mitsuki berjalan, mencoba untuk mencari jalan kembali ke perkemahan.
Jarak pandang, Mitsuki mulia menjadi pendek membuat dirinya tidak bisa melihat apa yang ada di depannya.
Terlalu lama berada di suhu dingin detak jantung dan pernafasan Mitsuki semakin cepat sampai akhirnya si berhenti berjalan.
Lalu tersungkur dan pingsan tidak sadarkan diri, Hanya membutuhkan waktu kurang lebih lima menit setengah dari tubuh Mitsuki pun telah Tertutupi salju.
tidak lama kemudian seekor rubah putih datang berlari menghampirinya lalu rubah itu pun menggonggong, memanggil kawanannya.
Tidak lama kemudian enam ekor rubah putih lainnya pun datang menghampiri suara gonggongan dari temannya.
Lalu mereka semua berkumpul mengelilingi Mitsuki kemuisn mulai menggali tubuh Mitsuki yang setengah tertutup salju.
Beberapa saat kemudian seorang perempuan canti dengan berpakaian sebarba putih berjalan menghampiri dan iya pun lansung membawa Mitsuki bersamanya.
Sampai akhirnya mereka pun tiba di sebuah pondok dengan asap yang terus keluar dari cerobong asap.
Ketika terbangun dan melihat diri nya tidak memakai baju hanya perban yang melingkar di tubuhnya.
Di tambah adaa seorang perempuan di sana membua Mitsuki berpikir yang tidak-tidak.
"Di mana ini?" ujar Mitsuki yang bertanya kepada dirinya sendiri.
Lalu perempuan yang tadi membawa Mitsuki menjawab pertanyaan tersebut.
"Tenanglah kamu aman di sini" jawab perempuan itu lalu mendekat.
Se-saat Mitsuki berpikir bahwa perempuan itu adalah hantu karena iya memakai pakaian serba putih,a tapi perempuan itu memiliki bayangan dan kakinya tidak melayang.
"Ngomong-ngomong bagai mana kamu bisa ada di tengah badai?" tanya perempuan itu sambil merebus sesuatu.
"Soal itu ceritanya cukup panjang" jawab Mitsuki lalu kembali memakai pakaian nya.
__ADS_1
"Maaf jika aku tidak sopan membuka baju mu tampa izin tapi perban mu harus segera di ganti" ujarnya lalu memberikan Mitsuki secangkir teh hijau.
"Aaa! Yah, tapi terimakasih sudah menolong ku" jawab Mitsuki setelag kembali memakai baju.
Lalu perempuan itu pun pergi ke luar berjalan di bawah badai, Mitsuki yang melihatnya merasa aneh.
....................
Di tempat lain semua orang yang telah tiba di desa pun pergi ke sebuah penginapan karena jumlah dan kamar yang ada di penginapan itu terbatas jadi.
Murid yang tidak kebagian kamar akan di bawa ke penginapan yang lain.
"Bagai mana ini?" tanya katsugi kepada Ayumi.
"Lebih baik kita tunggu sampai badai sedikit tenang" jawab Ayumi.
Sementara mereka berdua mencoba mencari cara untuk menolong Mitsuki, yujin yang berada di samping Ayumi pun berjalan keluar kamar.
dengan wajah khawatir iya mencoba merasakan aura Mitsuki tapi sayangnya iya tidak dapat merasakannya karena badai.
Ketika berjalan di dekat pemandian air panas yujin pun mendengar suara karena penasaran iya pun mengintipnya.
Dan terlihat natsumi bersama geng nya sedang berbincang membicarakan Mitsuki.
Mendengar itu yujin pun menyadari bahwa mereka yang telah membuat Mitsuki terjebak badai.
"Apa kau akan menyakiti manusia?" tanya orang itu.
Merasa ada yang aneh yujin pun berbalik dan ternyata itu adalah Akira .
"Yujin!! Bukankah kau kemarin menelpon untuk sesuatu?" lanjut Akira yang bertanya.
" ikuti aku" jawab yujin yang berjalan mendahului Akira.
Dan mereka berdua pun pergi ke belakang penginapan, yujin pun mulai berbicara kepada Akira.
"Baru kali ini aku berada dalam dilema, di satu sisi tugas ku sebagai pendamping penakluk iblis, dan di sisi lain janji ku pada kakekmu" ujar yujin berjalan sambil mengibaskan ekornya.
"Apa maksud mu?" tanya Akira.
"apa kakek mu tidak memberitahumu? Waktu itu kakek mu memohon~~" tapi yujin berhenti berbicara
"Jadi kau yang membantu ku pada saat malam itu?" tanya akira.
"Yah begitulah dan akibatnya tuan ku hampir kehilangan nyawanya" Timbal yujin.
__ADS_1
"Dan untuk itu aku ingin kau menyimpan batu ini ketika berhadapan dengan siluman rubah padang rumput" kemudian yujin memuntahkan sebuah batu berwana emas.
Kemudian pergi meninggalkan Akira, karena tidak tau apa-apa tentang batu yang di muntahkan yujin, Akira mengambilnya lalu berjalan masuk ke dalam.
Berjalam-jam telah berlalu dan syukurlah badai telah berhenti tapi hujan saljunya masih turun.
Merasa sudah aman untuk keluar para guru pun kembali mencoba mencari Mitsuki.
"Selama kami pergi jangan ada yang keluar dari penginapan" ujar kepala sekolah kepada semua murid di penginapan.
Tidak lama kemudian mereka pun di susul oleh katsugi, Ayumi yang membawa yujin.
"Sudah bapak duga kalian memang sahabat sejati" ujar pak minamoto.
Setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai di tempat terakhir Mitsuki terlihat.
Dan pencarian pun di mulai.
............................
Sepertinya luka yang masih terbukan itu akhirnya tertutup dan Mitsuki pun membuka perban yang membalut luka nya.
Setelah selesai, ia berjalan ke luar pondok dan terliha gadis canti itu sedang duduk di atas hamparan salju bersama tujuh rubah putih yang ikut menyelamatkan dirinya.
Lalu, Mitsuki pun berjalan menghampirinya dan bertanya kepadanya.
"Apa kamu tidak merasa kedinginan?" tanya Mitsuki.
"Kamu sendiri?" jawab gadis itu yang berbalik bertanya.
"Eng.. Yah meski pakai baju tebal hawa dingin nya masih terasa" jawab Mitsuki lalu duduk di dekatnya.
"Ho..!! Sekarang aku yang bertanya apa kamu tidak merasa takut?" sahut gadis itu yang bertanya.
"Takut? Apa maksud mu?".
"Apa tidak pernah terlintas di pikiran mu, bagai mana bisa ada seorang gadis yang tinggal di tengah hutan seperti ini" jawab perempuan itu.
"Soal itu aku punya pemikiran sendiri, karena tidak mungkin hantu atau semacamnya sebaik dirimu, dan juga bisa saja ada yang tinggal di hutan seperti ini" jawab Mitsuki.
"Mungkin malam ini beberapa orang ada yang sedang mengkhawatirkan diri ku,, tapi kebanyakan tidak ada yang peduli" lanjut Mitsuki kemudian berdiri.
Dan kembali masuk ke dalam pondok karena merasa kedinginan. Mendengar jawaban dari Mitsuki membuat gadis itu terdiam dengan tatapan mata yang seperti memikirkan masa lalu.
Di dalam pondok, Mitsuki terus memperhatikan gadis itu dari jendela.
__ADS_1
"Sekarang aku terjebak di tempat ini, apa aku akan bisa pulang?" tanya Mitsuki kepada dirinya sendiri