Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 58


__ADS_3

"Kalian cepat penggal kepala ku, berhubung kertas jiwa itu sudah tidak dapat menyerap jiwa yang aku miliki jadi cepatlah" ujar sisi baik dari Furuno yang mencoba menahan sisi jahatnya.


"Yujin! Bersiaplah, kita harus bergegas".


"Teknik penakluk iblis!! Tebasan sabit shinigami " lanjut Mitsuki yang mengunakan tekniknya.


Dan sosok berjubah hitam yang memegang sabit di tangannya muncul di belakang Mitsuki.


Secepat mungkin, Mitsuki berlalu untuk memenggal kepala Furuno.


Tidak seperti iblis pada umumnya yang mudah di penggal, untuk kali ini Mitsuki harus berusaha lebih keras untuk dapat menebas kepala Furuno.


Dengan di bantu sosok berjubah hitam yang juga mengayunkan sabitnya ke arah leher Furuno.


Sedikit demi sedikit pedangnya mulai bergerak memotong lehernya.


"Astaga!! Kenapa leher mu sekeras ini?!" teriak Mitsuki yang terlihat kesulitan untuk mengerakkan pedang tengoku.


Tidak lama kemudian, yujin datang untuk membantu dan pada akhirnya mereka berdua berhasil memenggal kepala Furuno.


Perlahan kepala dan tubuhnya mulai menghilang tapi sebelum menghilang Furuno memberikan sedikit pesan kepada mereka berdua.


"Hati-hati dengan Ghoul, dia adalah musuh dalam selimut, dan juga kalian harus mewaspadai empat iblis tingkat atas, karena mereka memiliki kekuatan yang tidak terbayangkan" ujar Furuno dan iya pun menghilang.


Dan kubah yang menutupi mereka juga mulai menghilang, terlihat matahari yang mulai terbenam dan garis polisi, juga terlihat masih banyak orang yang berada di sana.


Sorak-sorak pun terdengar dari banyak orang ada juga beberapa dari mereka mengambil foto dan mengambil video.


Dengan cepat yujin meledakan sebuah bom asap dan ketiak semua asapnya menghilang, semua orang di buat terkejut karena mereka berdua sudah menghilang.


Dan mereka berdua muncul di depan rumah, dengan perlahan mereka berjalan masuk ke dalam rumah.


Di ruang keluarga Mitsuki dan yujin saling mengobati luka satu sama lain, banyak obat merah, dan perban yang sudah mereka gunakan untuk menutupi semua luka yang ada.


Setela selesai terlihat banyak sekali, kain kasa yang penuh darah,


Ketika, yujin memperban bagian kepala Mitsuki tampa di sengaja ikatannya terlalu kuat, sontak Mitsuki berteriak karena kesakitan.


"Apa kau tidak bisa lebih lembut sedikit?" tanya Mitsuki setelah berteriak.


"Ya maaf, nah sudah selesai" jawab yujin.


Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari atas menuju ke bawah, mendengar itu Mitsuki langsung menyembunyikan topeng dan pedangnya.


Dan dari arah tangga, marika berlari dan langsung melompat menimpah mereka berdua.

__ADS_1


"Aaa!! Luka ku!!" teriak mereka berdua.


...............................................


Sementara itu, agraris yang berada di depan peti akuma bersama yang lain sedang membicarakan tentang kalahnya Furuno.


"Anak itu semakin memojokkan kita, jika kita tidak secepatnya membunuhnya akan menjadi masalah besar ke depannya" ujar agraris.


"Sepertinya ada yang datang!! Kalian pergilah cepat" sahut akuma setelah merasakan ada yang datang.


Mendengar hal tersebut mereka berempat pun langsung menghilang dari sana.


Dan benar saja beberapa saat kemudian suara langkah kaki terdengar dari dalam Hutan.


Terlihat beberapa pemburu dengan membawa senjata api, berjalan mendekati peti akuma.


Mereka terlihat begitu penasaran dengan peti mati tersebut, dalam pengelihatan mereka, peti mati itu di selimuti emas.


Dengan di hiasi sejumlah permata yang indah daan juga berkilau, seketika mereka berpikir kalau isi dari peti itu adalah emas dan Berlian.


Tampa berpikir panjang mereka mencoba membuka peti itu tapi tak ada satu pun yang berhasil membukanya.


Meski mengunakan senjata api seklia pun, malah yang hancur adalah peluruh yang di tembakkan.


Tiba-tiba salah satu dari mereka menjadi gila harta dan berdiat untuk membunuh teman-temannya yang lain.


"Kalian akan berguna" ucap akuma, dan tak lama kemudian agraris dan yang kembali.


Terlihat siluet wajah akuma dengan satu mata berwarna merah menyala, dan tersenyum menyeramkan, muncul di belakang petinya.


...............................................


Meski lukanya masih belum sembuh begitu juga dengan yujin, Mitsuki memaksakan diri untuk memperbaiki jendela rumahnya yang rusak.


Dengan di bantu yujin ia memperbaiki jendela tersebut, setelah beberapa menit jedelanya pun selesai di perbaiki.


Saat berjalan masuk ke dalam rumah, tiba-tiba Marika mengungkit tentang liburan yang pernah di janjikan Mitsuki ke dapannya.


"Ya ampun! Kenapa aku harus mengatakan hal itu? Baiklah tiga hari lagi kita akan pergi ke Okinawa bagai mana?" Jawab Mitsuki.


Mendengat jawab dari sang kakak, sesuai dengan apa yang di harapkannya selama ini, membuat Marika terlihat begitu senang.


Dengan senyum bahagia Marika mencium, Mitsuki kemudian berlari pergi ke atas.


"ngomong-ngomong besok aku titip Marika" ujar Mitsuki yang duduk di sofa.

__ADS_1


"Memangnya ada apa?" tanya yujin setelah duduk di dekatnya.


"Besok aku akan pergi ke nagano untuk menemani katsug " jawab Mitsuki.


"Baik serahkan saja kepada ku, lagi pula aku dan Marika sudah cukup akrab".


"Baguslah!! Kalau begitu aku akan pergi istirahat" ujar Mitsuki kemudian berjalan ke kamarnya.


"Tunggu aku ikut" sahut yujin yang bergegas mengikuti Mitsuki.


......................................................


Terlihat agraris dan yang lainnya sedang berdiri di depan lima orang pemburu tadi yang kini mereka sudah tiada.


Bingung dengan apa yang harus mereka lakukan terhadap lima orang tersebut membuat paradoks mengusulkan untuk memakan mereka.


"Kita makan saja mereka, berhubung mereka sudah mati, karena serangan jantung" ujar paradoks.


"Kau makan, aku tampar wajah mu" sahut ayaris yang menghentikan paradoks.


"Diam kau nenek tau, akan ku bungkam mulut bawel mu itu" teriak paradoks di depan ayaris.


"Ayo sini, kalau kau berani, ayo" respon ayaris.


"Kalian berdua diam!!" berntak agraris.


"Kau saja yang diam" bentak mereka berdua tepat di depan wajah agraris, yang tanpa mereka berdua sadari. 


"Kenapa kalian malah kembali membentak, ha??!!" lalu kepala mereka pun di pukul agraris sampai ada bekas merah.


"Ma'af" jawab mereka berdua dengan duduk di depan agraris, sementara polaris hanya menonton.


"Kau tau mahkluk yang paling bodoh itu adalah dia yang mengabaikan makanan" lanjut paradoks yang berbisik.


Tidak lama kemudian akuma pun kembali setelah beberapa saat terdiam dan lalu Ghoul datang.


Tampa basa-basi, akuma mulai melakukan sesuatu yang tidak bisa di lakukan iblis lain termasuk iblis tingkat atas yaitu.


"Teknik darah iblis!! Rantai penagkaap roh" ujar akuma


lalu dari sekitar petinya


terlihat beberapa rantai gaib muncul dan langsung melesat cepat entah kemana perginya.


Ternyata rantai-rantai itu pergi menuju sungai sanzu di mana tempat para roh berkumpul sebelum memasuki alam akhirat

__ADS_1


Agar lebih jelas Sungai Sanzu (三途の川 Sanzu-no-kawa) adalah kepercayaan religius Buddhisme Jepang yang mirip dengan Sungai Styx. Mereka meyakini bahwa sebelum mencapai akhirat, orang mati harus menyeberangi sungai, sehingga enam koin selalu ditempatkan dalam peti mati orang yang meninggal.


Dari sekian banyak roh yang mengantri untuk melewati sungai, lima roh yaitu orang yang di bunuh oleh akuma pun di tangkap dan di tarik oleh rantai-rantai tersebut.


__ADS_2