
Di saat hampir tengah malam dan Marika juga sudah tidur, Mitsuki dan yujin bersiap untuk pergi keluar.
Ketiga sedang berkeliling suasananya begitu tenang tak ada bau atau pun aura dari iblis.
Sayangnya ketenangan seperti itu harus hancur karena tiba-tiba seorang iblis tingkat bulan purnama muncul dan langsung menyerang.
"Waspadalah" ucap yujin dan berubah menjadi cincin.
Sesaat kemudian iblis bulan purnama itu kembali menyerang dengan berutal, tak lama kemudian dari arah belakang muncul iblis tingkat bulan baru yang mulai ikut menyerang.
Sayangnya karena lengah, perut Mitsuki terkena luka gores dari dua arah yang berbeda Mitsuki terus di serangan tanpa henti.
Beberapa menit kemudian satu lagi iblis dengan tingkat kuartal pertama muncul dan ikut menyerang, karena kalah jumlah dan mereka terus menyerang bergantian.
Membuat Mitsuki hanya dapat menghindar dan menangkis semua serangan yang mengarah kepadanya.
Tidak berselang lama setelah ke muncul iblis kuartal pertama, tiba-tiba seseorang menyerang dari arah atas tapi yujin memberitahu Mitsuki untuk segera menghindar.
"Siapa?" bisik Mitsuki setelah melihat orang tersebut.
Dan iya adalah itazuya dengan topeng barunya seperti biasa iya sedang di bawah kendali topeng itu, meski di kendalikan itazuya kasih sadar dan atau apa saja yang di lakukannya.
"Coba lihat itu! Dia akan mengambil ketenaran dan penggemarmu, apa kau tidak marah? Cepat singkirkan dia dan jadilah satu-satunya pahlawan di dunia ini" bisik topeng itu kepada itazuya.
Dengan di bantu tiga iblis tadi, itazuya mulai menyerang Mitsuki, dari segala arah berbagai serangan datang, beberapa serangan ada yang berhasil menggores Mitsuki.
Kali ini itazuya tidak membawa rombongan kamera-mennya(teman-temannya), gerakan itazuya kali ini sudah lebih baik dari sebelumnya, mungkin iya sedikit di bantu oleh topeng pemarah itu.
"Apa kau bisa membantu?" tanya Mitsuki setelah mengambil jarak dengan mereka bertiga.
"Jika kau membantu, kemampuan penyembuhan tuan akan menjadi sedikit lambat" jawab yujin yang masih menjadi cincin.
"Hanya lambat beberapa detik tidak masalah, sekarang aku sedang terdesak" jelas Mitsuki mendengar itu yujin pun kembali ke bentuk manusianya.
Baru saja yujin memanggil tiga senjatanya, tiba-tiba saja itazuya melesat menyerangnya tapi untungnya yujin berhasil menghindar.
"dia sangat brutal kali ini" batin yujin setelah menghindari serangan dari itazuya.
__ADS_1
"Yujin!! Di belakangmu" teriak Mitsuki yang memperingati yujin bahwa iblis pulan purnama bergerak menyerangnya.
Karena tidak sempat untuk menghindar, yujin bergegas menghalangi pukulan itu mengunakan pedang susanoo.
Dan membaut iblis itu tersengat aliran yang bertegangan listrik lebih dari lima juta watt.
"Hehehehe" ekspresi yujin saat melihat iblis itu sempoyongan setelah tersengat aliran listrik yang begitu tinggal barusan.
Sementara yujin mengurus tiga iblis yang berbeda peringkat itu, Mitsuki sedang berhadapan dengan itazuya.
Selama pertarungannya melawan itazuya, Mitsuki hanya bisa menangkis setiap serangan yang mengarah padanya, dari gerakan Mitsuki sepertinya tidak tak ingin membalas serangan bahkan melukai itazuya.
saat mereka berdua mengambil jarak, terlihat tangan Mitsuki yang bergetar saat menggenggam erat tengoku.
Ketika itazuya kembali menyerang, iya terdengar mengucapkan sebuah kata yang terdengar seperti "lepaskan" dan dalam sepersekian detik, itazuya telah berada di delan Mitsuki dengan pedangnya yang suda menusuk Mitsuki.
"Cih!" kemudian yujin pun melepaskan anak panah amaterasunya ke arah itazuya tapi iya berhasil menghindarnya.
Hal yang sama terus terjadi sebanyak tiga kali, saat akan kembali melakukan yang sama untuk keempat kalinya, gerakan itazuya langsung melambat karena.
dan tombak itu pun berhasil menusuk bahu itazuya, ketika ada kesempatan yujin langsung membawa Mitsuki untuk mundur, karena tidak mungkin baginya untuk terus bertarung dengan ketakutannya terhadap itazuya.
Ketika itazuya akan mengejar tapi iya di hentikan oleh Ghoul yang melarangnya untuk mengejar Mitsuki dan yujin mungkin karena habu itazuya juga sedang terluka..................
"Maaf! Aku masih belum bisa mengendalikan Perasaan takutku" ucap Mitsuki.
"Tidak masalah, masih ada lain waktu untuk menaklukkan mereka, lebih baik kits pulang dulu dan menyusun rencana" jawab yujin................
Keesokan pagi harinya, setelah Mitsuki bangun dan membuat sarapan dari luar rumah terdengar seseorang yang mengetuk pintu dan memanggil namanya beberapa kali.
saat ia membuak pintu ternyata itu adalah kanami dengan seragam sekolah rapih, yang berdiri dengan melemparkan senyumannya pada Mitsuki.
Melihat kanami, Mitsuki pun mulai bertanya maksud dari kedatangannya pagi-pagi dan kanami menjawab bahwa dirinya ingin pergi ke sekolah bersama Mitsuki.
"Tapi aku belum mandi, kalau begitu ayo masuklah" cakap Mitsuki yang mengajak kanami masuk ke dalam.
"ngomong-ngomong dari mana kau tau rumah ku?" lanjut Mitsuki yang bertanya.
__ADS_1
"soal itu ada yang memberitahu ku" jawab kanami.
"Tunggu sebentar, aku akan mandi sebentar" kemudian Mitsuki pun naik ke atas untuk mandi.
Selama menunggu Mitsuki yang mandi, kanami terlihat berkeliling melihat-lihat rumah dan ketika ia bertemu Marika yang sedang bermain dengan yujin di ruang keluarga.
Iya pun mencoba berkenalan dengan Marika dan salam perkenalan dari Marika adalah sebuah tamparan kecil di wajah Marika.
Yujin yang saat itu dalam bentuk rubahnya seketika terkejut dengan apa yang di lakukan Marika terhadap orang dewasa.
Kanami yang merasa kalau Marika sedang tidak ingin di ganggu pun kembali berjalan ke ruang tamu.
Tapi kanami berhenti berjalan di depan beberapa foto keluarga Mitsuki, setiap foto yang ada di sana di lihat oleh kanami.
"Apa aku baru sadar yah? Dari tadi aku belum bertemu dengan orang tuanya" ucap kanami yang baru menyadari kalau ayah dan ibu Mitsuki tidak ada di rumah.
"Apa mereka pergi yah?" lanjutnya kemudian kembali melanjutkan berkelilingnya.
Karena penasaran dengan lantai dua, kanami pun berjalan menaiki tangga menuju lantai dua, di lantai dua kanami dengan mudahnya menemukan kamar Mitsuki.
Karena saat itu pintu kamar Mitsuki terbuka dan di dalamnya ada beberapa foto dirinya.
Beberapa menit berada di lantai dua, kanami pun kembali ke bawah untuk menunggu Mitsuki di ruang tamu.
Baru saja sampai, kanami di buat ketakutan pada saat melihat seekor kecoa di lantai, sontak iya berteriak kekuat mungkin.
Teriakannya membuat Mitsuki yang ada di dalam kamar mandi langsung keluar hanya dengan mengunakan sebuah handuk.
"Ada apa?" tanya Mitsuki dengan wajah panik kemudian berjalan menuruni anak tangga.
Karena kakinya basah, ia pun terpeleset dan jatuh di atas di atas kanami yang lebih parahnya kepala Mitsuki mendata di gunung milik kanami,
Sesaat kemudian ayumi dan katsugi tiba-tiba masuk ke dalam.
"Mitsuki! Apa kau sudah~~" seketika katsugi terdiam setelah melihat Mitsuki dan kanami.
" apa yang kalian berdua lakukan di lantai seperti itu!!" teriak Ayumi yang histeris melihat hal tersebut
__ADS_1