Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 66


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, pak arikawa pun sampai di hotel, iya langsung masuk ke dalam kemar Mitsuki dan yang lain.


"Dari aman saja?" tanys katsugi setelah melihat sang ayah.


"Ayah ada urusab kantor sebentara, dan Anak-anak bawa koper kalian kita akan pulang" ujar pak arikawa yang bersemangat.


dan mereka pun bergegas kembali ke tokyo,


Tiga jam kemudian akhirnya, mitsuki pun sampai di rumah, baru membuka pintu terlihat Marika yang sudah berdiri menunggunya.


Dan Mitsuki hanya bisa tersenyum lalu berjalan ke kamarnya sambil membawa tasnya.


Ketika di dalam kamar ia bergegas untuk melihat halaman yang telah berubah.


Tidak lama kemudian yujin datang dengan wajah yang kotor dengan tanah.


"Oh! Ternyata sudah pulang, kapan sampai nya?" tanya yujin setelah melihat Mitsuki.


"Baru saja, tapi ya ampun! Kau bau pupuk! Cepat mandi sana" jawab Mitsuki lalu meyuruh yujin untuk mandi.


"Maaf saja soalnya aku habis dari kebun belakang, ngomong-ngomong apa tuan tau maksud kalimat ini?" ujar yujin yang kembali bertanya.


"Tidak! Yang pasti, takdir memiliki kejutan untuk kita di masa depan, sudah cepat mandi sana"


"Baik-baik aku akan mandi" jawab yujin kemudian pergi mandi.


Dalam pikirannya, Mitsuki hanya memikirkan dan mempertanyakan arti dari dua halaman yang sudah dapat di baca.


Apa maksud dari, Cahaya bulan menerangi apa yang tidak dapat di lihat dalam kegelapan, Anugrah Inari turun memberkati matsuyma, dua jiwa melebur menjadi satu menggapai jutuan yang sama,


juga maksud dari, setiap sisi memiliki pembukanya, setiap pembuka memiliki pemiliknya masing-masing.


Ini semua menjadi tanda tanya utama dalam benak Mitsuki, sekeras apapun ia mencoba untuk memahami artinya tapi tidak ada satupun yang dapat Mitsuki mengerti.


Hanya ada satu kesimpulan kalau ia harus menunggu ampai satu setengah halaman lagi dapat di baca, sayangnya kejadian itu tidak dapat di prediksi, bisa nanti, besok, atau tahun depan tidak ada yang mengetahuinya.


Di dalam kebingungannya, Marika datang dan menanyakan janji yang pernah di katakan Mitsuki ke padanya yaitu.


"kapan kita pergi?" tanya Marika.


"Lain kali saja yah? sekarang aku mau istirahat" jawab Mitsuki lalu berbaring di kasurnya.


Mendengar jawaban sang kakak, Marika pun menangis histeris, awalnya Mitsuki tidak mendengarkan tangisan marika


Tapi lama kelamaan akhirnya Mitsuki pun mengalah dan berjanji kalau besok mereka akan pergi ke pantai.


Seketika Marika pun berhenti menangis dan kembali tersenyum manis.

__ADS_1


"Aku sayang kakak" ujar marika lalu pergi untuk bermain di luar.


"Padahal aku baru pulang tapi ya sudah aku ajak saja yang lain" ujar Mitsuki lalu kembali tidur....


Beberapa jam kemudian, Mitsuki pun bangun dan melihat hari yang akan segera berganti menjadi malam.


Karena akan segera malam Mitsuki pun bergegas pergi ke dapur untuk membuat makan malam.


Selama Mitsuki sibuk memasak, terlihat yujin yang sedang menemani Marika bermain di ruang tamu.


Tidak lama kemudian, Mitsuki memanggil yujin dan Marika untuk makan malam.


"Tidak biasanya tuan masak sedikit!" ujar yujin yang telah duduk di kursinya.


"Sudah makan saja yang ada, hari ini aku sedang tidak bersemangat untuk masak" jawab Mitsuki yang sedang menuangkan air di gelas yataro.


Beberapa menit kemudian mereka pun selesai makan malam, mereka duduk untuk sedang menunggu makan malamnya di cerna.


.............................................


Sementara itu terlihat Ghoul yang sedang berdiri di atap sebuah rumah, menatap bulan yang sedang bersinar indah.


Tidak lama kemudian seorang iblis muncul di belakangnya dan memberitahukan agar dirinya segera menemui akuma untuk membicarakan sesuatu dengannya.


Sekejap mata mereka berdua menghilang dan muncul di dekat paradoks.


Melihat Ghoul yang telah tiba, ia pun mulai rapat yang hanya di hadiri oleh paradoks Ghoul dan dirinya yang masih di segel, katena beberapa alsan akuma tidak memanggil agratis dan yang lainnya.


"Benar" jawab paradoks.


"Berarti tinggal empat ledakan lagi maka halamannya akan terpecahkan" ujar akuma yang membuat mereka berdua binggung.


"Apa maksud mu?" tanya Ghoul.


"Tiga halaman dengan tulisan yang tidak di mengerti tapi dengan adanya ledakan itu maka tulisannya berubah dan dapat di mengerti, kini halaman-halaman itu ada di tangan penakluk iblis yang baru"


"Jadi kau ingin kami mengambilnya?" tanya Ghoul.


"Tapi kenapa tuan baru sekarang memberitahu kami tentang tiga halaman itu? Jika saja tuan langsung memberitahu kami lebih awal mungkin sekarang tiga halaman itu ada di sini" sahut paradoks yang bertanya juga.


"kau pikir aku mau berlama-lama menunggu tiga kertas itu berubah? Biarkan saja sampai semuanya berubah, baru kita ambil untuk sekarang aku butuh mainan baru" jawab akuma.


"Dan Ghoul kau tau kan siapa yang ku maksud?" lanjut akuma.


Dengan cepat iya menyadari siapa yang di maksud akuma dan tampa berkata banyak Ghoul pun menghilang untuk melakukan tugasnya.


"Dia benar-benar anak yang peka" bisik paradoks.

__ADS_1


"dia pintar tidak seperti mu otak sebesar biji jagung" sahut akuma yang mendengar ucapan paradoks lalu menghilang.


"Apa benar otak ku sebesar biji jagung?" tanya paradoks kepada dirinya sendiri, dan pergi menemui agraris dan yang lain.


Sesampainya di tempat mereka bertiga, dengan polosnya paradoks bertanya kepada mereka bertiga apakah benar otaknya seukuran biji jagung.


Mendengar itu ayaris langsung tertawa tidak karuan, sambil mengata-ngatai paradoks.


"Memangnya kau punya otak? Di tanya 2×2 saja kau tidak tau" ucap ayaris setelah tertawa.


"Memangnya kau tau 2×2 berapa?" jawab paradoks yang berbalik bertanya.


"dengan yah 2×2 itu sama dengan 20, dasar kau memenga bodoh itu saja tidak tau" lalu kembali tertawa.


Dengan wajah kesal paradoks pun melompat dan mulai menyerang ayaris, seperti biasa mereka berdua kembali berkelahi.


"Ku bunuh kau!! Teknik darah iblis! Sinar pemusnah" ucap paradoks lalu mengarahkan jarinya arah ayaris.


"Hoh, kau mau main lebih kasar rupanya, teknik darah iblis!! Telapak penarik jiwa" sahut ayaris lalu mengarahkan telapak tangan kerana paradoks.


Terlihat mereka yang sedang mengumpulkan kekuatan untuk nanti saling menyerang.


Beberapa barang yang ada di sekitar mereka berdua terhelas jauh, melihat itu agraris selaku iblis tertinggi kali hanya diam menonton.


Polaris yang mulai panik mencoba meminta agraris untuk menghentikan mereka berdua, tapi hal tersebut tidak di hiraukan agraris.


"Agraris cepat hentikan mereka berdua" ucap polaris lalu melemparkan agraris ke arah mereka berdua.


"Mati!! Kau" teriak mereka berdua lalu melepaskan teknik masing-masing.


Tepat saat itu agraris mendarat di antara mereka berdua tidak sempat menghindar, ia pun menjentikan jarinya seketika semuanya berhenti.


Semua barang, dan daun yang berterbangan pun berhenti di tempat tidak bergerak sams sekali, termasuk polaris, ayaris, dan paradoks.


"Ku bilang berhenti" dan tiba-tiba saja ayaris dan paradoks terhempas, lalu semuanya kembali normal.


Meski begitu mereka berdua masih berkelahi sampai akhirnya mereka merasakan aura dari agraris, dan perlahan mereka berhenti dan duduk di depan agraris.


Seperti biasa agraris kembali mengomel kepada mereja berdua.


.....................................................


Setelah mengetahui apa yang di maksud akuma, Ghoul pun muncul di dalam kamar seseorang yang sedang tidur, ternyata orang itu adalah itazuya.


Dengan sedikit guncangan yang di lakukan oleh Ghoul, itazuya pun bangun dari tidurnya.


Dan iya menjadi sangat terkejut saat melihat Ghoul yang ada di depannya, perasaan takut tidak bisa di sembunyikannya.

__ADS_1


"Siapa kau dan apa yang kau inginkan dari ku?" tanya itazuya dengan wajah takut.


"Apa kau ingin kekuatan untuk menjadi terkenal sepeti penakluk iblis yang asli?" jawab Ghoul yang berbalik bertanya 


__ADS_2