
"Apa kalian bisa pergi? Aku hanya ingin melihat-lihat saja" ucap paradoks kepada semua wanita yang menggodanya.
Tapi para wanita itu terus menggodanya, karena mereka tidak tau kalau mereka sedang menggoda malapetaka.
Merasa terganggu ia pun berjalan cepat menjauhi wanita-wanita itu dan memilih untuk pergi ke lantai atas.
Di lantai dua terdapat banyak kamar ada yang terkunci dan ada juga yang terbuka.
Setiap melewati kamar yang terkunci paradoks dapat mendengarkan suara detak jantung dan nafas dari mereka yang sedang melakukan hubungan.
Ketika sedang melihat-lihat, tiba-tiba dari belakang, seseorang memukul kepala paradoks, dan membuatnya pingsan.
Terlihat seorang gadis cantik, membawanya masuk kedalam sebuah kamar, beberapa wanita yang melihatnya tak melakukan apa-apa.
Bisa di bilang mereka tidak peduli dengan apa yang baru saja terjadi, di depan mata mereka.
Setelah mengunci pintu paradoks pun di baringkan, di atas tempat tidur
Perlahan wanita itu mulai membuak baju yang di guankan paradoks.
Ketika sadar, ia sudah melihat kalau dirinya tak memakai sehelai kain pun, dan seorang wanita yang telah bertelanjang di depan matanya
"Pfff, menarik, kau memukul ku hanya untuk ini?" ucap paradoks dengan tersenyum setelah mengetahui dirinya tak memakai baju.
"Tuan, kau terlalu bagus untuk wanita lain, biarkan saya yang melayani mu"jawab gadis itu dan berlahan mrndekat.
"Egois sekali" ujar paradoks. yang membuka bajunya.
Pada jam 21 malam paradoks berhenti untuk Menganti penghalangnya, dan ia lanjut part 2
Terlihat wajah mereka berdua yang memerah dan keringat mulai bermunculan di tubuh mereka berdua.
Awalnya gadis itu terlihat sangat bersemangat, begitu pula dengan paradoks sangat menikmatinya.
Bahkan dirinya memeluk erat paradoks sambil menjilati keringat yang ada di tubuhnya.
Di jam 22 malam paradoks kembali berhenti dan ketika akan Menganti penghalangnya untuk kedua kalinya.
Gadis itu beranjak dari tempat tidur, dan duduk di depan paradoks sambil membuak muluknya cukup kebawa.
memahami apa yang di maksud olehnya, membuat Paradiso tersenyum melihatnya.
.........................................
Terlepas dari mereka yang san9e, Mitsuki dan yujin yang akan pergi keluar setelah Marika tidur.
__ADS_1
Baru saja keluar aura iblis yang sangat kuat pun terasa, merasakan hal itu mereka berdua pun bergegas menuju asal aura yang sangat kuat tersebut.
Tidak butuh waktu lama mereka berdua menemukan asal aura itu dan itu berasal dari iblis tingkat cembung akhir yang sedang berjalan di bawah lampu jalan.
Merasa kedatangan tamu iya pun berhenti dan berbalik untuk melihatnya.
"Wah!! Wah!! Coba lihat siapa yang datang?! Sang penakluk iblis kita, telah datang untuk menaklukkan ku" ujar iblis itu setelah melihat Mitsuki dan yujin.
Sesaat kemudian Furuno datang dan menghampiri mereka berdua.
"Wah, si anak emas datang juga rupanya " ucap paradoks setelah melihat kedatang Furuno
Tampa menjawab Furuno melemparkan belatinya ke arah kepala iblis itu tapi dengan mudahnya iya menghindari belati tersebut.
"Teknik darah iblis, air laut darah pembusuk" ujar Furuno kemudian dari bawah kakinya air berwarna merah pekat dalam jumlah yang cukup banyak mengalir deras ke arah
Iblis itu
Dalam sekejap mata iblis tersebut menghilang dan muncul di belakang Mitsuki dan yujin
Melihat itu Furuno pun berhenti mengeluarkan air merahnya dan menyerang iblis itu yang ada di belakang Mitsuki dan yujin dari jarak dekat.
Mitsuki dan yujin melihat dua iblis tingkat atas itu saling baku hantam tapi di antara mereka belum ada yang terkena pukulan dari satu sama lain.
"Kita harus membantunya"ucap yujin.
Meski pun masih ada keraguan terhadap Furuno di dalam hatinya tapi Mitsuki tetap membantu.
Dan iblis itu pun harus merasakan dikeroyok, walaupun begitu iya masih terlihat begitu santai seperti sedang melawan satu orang saja.
Merasa harus membalas serangan iblis itu lalu melompat dan mengunakan tekniknya.
"Teknik darah iblis, labirin cermin keputusan" ujar paradoks lalu menyanyikan kedua telapak tangannya.
Seketika saja Mitsuki, yujin, dan Furuno berada di dalam sebuah labirin yang terbuat dari cermin.
Tapi mereka tidak berada di satu tempat yang sama, akan tetapi masing-masing berada di labirin yang berbeda.
Mitsuki yang binggung harus memilih jalan yang mana pun mencoba untuk mengikuti kata hatinya.
Dan hasilnya ia kembali ke tempat pertama kali berada di dalam labirin tersebut.
"Seharunya aku tidak mengikuti kata hati ku" ujar Mitsuki yang berdiri melihat ke sekelilingnya.
Yang terlihat hanyalah cermin dengan bayangan dirinya saja, tidak lama kemudian suara iblis tadi pun terdengar tapi tidak terlihat wujudnya.
__ADS_1
"Selamat menikmati wahananya, tapi ingat labirin ini akan menunjukan sebuah kebenaran yang tidak dapat kalian terima, sekian dan terimakasih".
Setelah beberapa menit berjalan tapi Mitsuki masih belum menemukan jalan untuk keluar dari labirin tersebut.
Sambil berpikir ia terus memandangi bayangan dirinya yang ada di dalam cermin.
Tidak lama kemudian Mitsuki di buat terkejut karena dirinya yang ada di dalam cermin tiba-tiba keluar.
Dan berdiri di depannya, lalu bayangannya itu perlahan membuka topeng yang menutupi wajahnya .
Terlihat di bahagia wajah sebelah kiri terdapat sebuah sisik hitam, sisik tersebut hanya menutupi Bagain sebelah kiri saja.
Lalu sebuah tanjut berukuran dan panjang yang lumayan pun muncul, tapi hanya satu yaitu masih di sebelah kiri.
Dan juga warna merah di mata kirinya menjadi sangat pekat seperti darah.
Tatapan dari bayangan dirinya, yang begitu haus akan darah, membuat Mitsuki begitu terkejut, perlahan ia mulai mundur sambil berkata.
"Ilusi apa ini?" tanya Mitsuki pada dirinya sendiri.
"Ini bukan ilusi tapi kebenaran" jawab bayangannya.
"Jika kau ingin keluar maka kau harus mengalahkan diri mu sendiri" lanjut bayangan Mitsuki.
Ketika masih mencerna apa yang sedang terjadi tiba-tiba saja bayangan dirinya menyerang dengan berutal.
Meski pun itu hanya bayangan tapi kekuatannya bisa di bilang melebihi yang asli.
Saat pedang Onigoro-tai tengoku berbenturan dengan pedang milik bayangan Mitsuki.
Tiba-tiba saja pedang tengoku bergetar, beberapa kali hal itu terjadi, sampai akhirnya pedang tengoku terlepas dari genggaman Mitsuki, terlempar cukup jauh.
Dan menancap di belakang.
"Te-tengoku, Menangis!?" ucap Mitsuki saat menyadari akan hal yang terjadi pada pedangnya.
...........................................
Sementara Mitsuki sedang kewalahan menghadapi bayangannya sendiri, di tempat lain yujin yang hanya duduk sambil menutup kedua matanya.
Dia juag di buat terkejut oleh tangan yang menyentuh hidungnya, ia pun membuka kedua matanya dan melihat.
Akira yang duduk di depannya sambil tersenyum ke arahnya.
Melihat Akira yang berada tepat di depan mata yujin membuatnya terdiam tidak berkedip sedikit pun.
__ADS_1