Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 82


__ADS_3

"Yamato! jika kalian bisa mengambil kembali mata ku, mungkin dengan itu aku dapat keluar" ujar akuma.


"Eng... Tuan kami permisi sementara" sahut agraris kemudian membawa yang lain sedikit menjauh dari akuma.


"Bagai mana? Apa kita akan pergi mengambil mata tuan?" bisik paradoks yang bertanya.


"Tidak ada cara lain, mungkin kita berempat akan kewalahan saat menghadapinya, tapi jika tidak ada yang melakukan siapa lagi?" jawab polaris.


"Bagai mana? Semua tergantung padamu agraris!" tanya ayaris.


"Baiklah, sepertnya kita sebagai bulan sabit akhir harus turun tangan" jawab agraris kemudian mereka memberitahu akuma tentang hasil diskusi barusan.


Bayangkan pertarungan yang sangat epic antara empat iblis bulan sabit akhir dengan kemampuan setra dewa melawan Yamato pengguna mata raja azir, mata milik akuma.


Ngomong-ngomong mata raja azir itu bukan berarti milik seorang raja yang bernama azir tapi itu hanya sebutan.


Jika beruntung mungkin agraris akan mengunakan teknik khususnya saat melawan Yamato, jika mereka sudah sangat terdesak.


bersama, mereka berempat pergi mencari Yamato, tak butuh waktu lama mereka berhasil menemukannya yang sedang berjalan-jalan di hutan.


Tanpa basa-basi beberapa serangan jarak jauh di arahkan ada Yamato, menciptakan sebuah ledakan yang cukup besar.


Tapi saat asap dari ledakan itu menghilang, Yamato terlihat baik-baik saja dengan mata yang masih terpejam, bahkan tak ada debu di bajunya.


"Kalian berempat rupanya, apa kakek tua itu menyuruh kalian untuk mengambil kembali matanya" ujar Yamato setelah melihat mereka.


"Kembalikan mata itu atau kami smbil secara paksa" jawab agraris.


"Menyedihkan! Agraris kau sangat kuat, bagai mana kau bisa di peralat oleh akuma, bahkan dalam kondisinya seperti ini kau dapat dengan mudah membunuhnya, bergabunglah dengan ku agraris" hasut Yamato.


"pfff, maaf tapi aku hanya setia pada satu tuan" jawab agraris kemudian menjentikkan jarinya.


Dan wossss, dalam sekejap mata mereka berpindah ke dimensi lain, agar pertarungan ini tidak menimbulkan kehancuran yang sangat parah.


"Hohow, menarik! Majulah".


Lalu pertarungan pun di bukan oleh paradoks yang menyerang dari jarak dekat di susul oleh yang lain.


Meski di serangan secara bersamaan tapi Yamato masih terlihat santai, bahkan sekali iya dapat berbicara dan tersenyum.


Karena ini masih terlalu awal untuk menggunakan teknik.

__ADS_1


Setelah mengunakan tangan kosong, sekarang mereka terlihat memegang senjata masing-masing dan pertarungan kembali di lanjutkan.


Beberapa menit kemudian, mereka pun saling mengambil jarak satu sama lain, sepertinya Yamato ingin segera menyelesaikan semua ini.


Dan mata sebelah kiri pun iya buka, terlihat sebuah mata yang terlihat seperti mata biasa pada umumnya, tidak ada ciri special dari mata itu.


Kemudian agraris dan yang lainnya tiba-tiba muncul, mengitari Yamato, tapi di saat bersamaan yamato menghilang dan muncul di dekat paradoks lalu melayangkan pukulannya.


Meski masih bisa di tangkis, efek serangannya membuat paradoks terhempas jauh kebelakang.........


Lima belas jam kemudian, masih belum ada pemenang di antara mereka, keadaan para iblis bulan sabit akhir terlihat kacau.


Tapi Yamato masih santuy, menatap mereka berempat.


"Sekarang aku akan memulainya, kalian keluarlah" ucap agraris lalu menjentikkan jari,


Dan mereka bertiga pun di keluarkan dari dalam dimensinya


"Cih, sok keren" ucap ayaris lalu mereka berempat berjalan pergi.


"Teknik darah iblis, dentuman sang waktu!!" ucap agraris yang mengunakan tekniknya.


"Sekarang! Aku akan menghakimimu" lanjut agraris yang kembali menyerang.....................


Tapi akuma tidak menggubris mereka dan hanya terdiam, melihat hal tersebut mereka bertiga pun kembali berjalan pergi entah kemana.


"Agraris, kau satu-satunya harapanku" ucap akuma setelah kepergian trio esek-esek itu..............


Keesokan harinya karena hari libur jadi Mitsuki masih berbaring di kasurnnya talu malah rdengar suara seseorang menggedor pintu cukup keras.


Bergegas ia pergi ke bawah, saat di buka itu adalah Ayumi yang terlihat panik.


"Ada apa datang pagi-pagi buta seperti ini?" tanya Mitsuki dengan rambut yang berantakan.


"ha? Apa maksud mu pagi? Ini sudah hampir siang, lebih baik kau cepat bersiap karena kita akan pergi" jawab Ayumi lalu mendorong Mitsuki menuju kamar mandi.


"Ta-tapi" sayangnya Mitsuki tidak sempat meneruskan perkataannya karena yumj langsung menutup pintu kamar mandi.


Beberapa manis kemudian, Mitsuki selesai mandi dan berganti pakaian, dengan cepat Ayumi menyambar tangan Mitsuki lalu menariknya ke suatu tempat.


Saat Mitsuki menanyakan tentang tempat tujuan mereka, tapi Ayumi tidak menjawabnya dan malah makin cepat berjalan.

__ADS_1


Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah taman bunga sakura yang sangat indah, suasana yang begitu canti saat melihat bunga sakura yang terbawa tertipu hembusan angin.


"Tempat ini....." wajah Mitsuki tepaku melihat tempat tersebut.


Ia malah merasa kembali ke masa lalu saat ayahnya masih ada karena dulu ayah Mitsuki sering mengajaknya ke sini untuk melihat sakura.


Perlahan Mitsuki melangkahkan kakinya mengikuti sebuah jalanan yang di penuhi kelopak bunga.


Mitsuki jadi teringat perkataan ayahnya setiap kali datang ke taman ini " Mitsuki apa kamu tau arti bunga sakura?" tanya sang ayah.


"Arti?" jawab Mitsuki kecil yang berada di pundak ayahnya.


"Bunga yang cantik ini selalu di artikan sebagai harapan, kenangan, dan perpisahan" jawab sang ayah.


"Apa memang seistimewaan itu?" tanya lagi Mitsuki kecil.


"Hahah, kau memang anak yang penuh pertanyaan, mereka hanya ada satu tahun sekali itu pun hanya sepuluh hari".


"Kenapa hanya sepuluh hari, musim semikan lama?"


"Itulah mengapa sakura melambangkan perpisahan, kenangan, harapan dan keindahan"


"karena mereka hanya datang dalam waktu yang singkat, lalu itu akan menjadi kenangan, dan kita akan berharap bisa melihat keindahan bunga sakura lagi".................


Ayumi yanh berjalan mengikut di belakang hanya tersenyum bahagia saat melihat Mitsuki yang sedang mengingat masa lalunya.


"Katsugi ternyata kau ada gunanya juga, tidak sia-sia aku bertanya padamu" batin Ayumi.


Flashback..............................


"Ayolah katsugi beri tau aku tempat masa lalu Mitsuki" tanya Ayumi yang berdiri di depan pintu rumah katsugi.


"Eng..... Baik akan ku beri tau tapi ingat jangan memberitahu orang lain kalau, Mitsuki punya kenangan di tempat itu".


"Taman sakura yang tidak jauh dari sini, dulu Mitsuki sering di ajak oleh ayahnya ke sana" jelas katsugi.


"Baik aku mengerti" kemudian ayumi pun bergegas kembali ke rumahnya.


And flashback........................


"Ayah! Apa aku bisa menemukanmu? Aku berharap kita akan segera bertemu" bisik Mitsuki lalu meliha ke belakah yaitu ke arah Ayumi.

__ADS_1


"Apa katsugi yang memberitahu mu, soal tempat ini?" tanya Mitsuki yang membuat Ayumi binggung harus menjawab apa.


"Eng... Soal itu.."


__ADS_2