
Dari sekian banyak roh yang mengantri untuk melewati sungai, lima roh yaitu para pemburu yang mati serangan jantung, di tangkap dan di tarik oleh rantai-rantai tersebut.
Melihat hal tersebut dewa kematian yang mengawasi semua roh yaitu shinigami mencoba untuk menangkap kembali lima roh tersebut.
Tapi usahanya gagal karena ada masalah dengan roh-roh yang akan melewati sungai sanzu jadi shinigami pun membiarkan lima roh itu pergi.
Tidak lama kemudian lima roh itu pun terlihat di rantai sedemikian rupa agar tidak kembali ke sungai sanzu.
"Tuan!! Untuk apa semua ini?" tanya agraris setelah melihat apa yang di lakukan akuma.
"Kau tau yang harus di lakukan bukan?" tanya akuma kepada Ghoul. Ghoul.
Lalu Ghoul pun berjalan kemudian melakukan sebuah segel tangan dan semua roh itu pun berubah menjadi
sebuah topeng dengan bentuk yang sama dan sebuah tulisan kecil pada bagian atasnya, masing-masing memiliki tulisan yang berbeda.
Tidak lama kemudian empat roh lainnya datang setelah di tarik oleh akuma, sama seperti sebelumnya roh
yang baru saja datang pun langsung berubah menjadi sebuah topeng dengan bentuk yang sama dan sebuah tulisan yang berbeda satu dengan yang lainnya.
...................
"Ayolah!! Yang benar saja, bisa-bisa aku di pecat" ujar shinigami setelah melihat beberapa roh yang terbang menjauh.
..................
"Yah terimakasih sudah repot-repot membawakan semua ini untuk ku, tapi ini aneh bukan" ujar Ghoul setelah memasukkan semua topeng itu kedalam sembilan lingkaran
"Aku suka dengan orang peka seperti mu, begini aku punya tugas untuk mu~~" tapi perkataan akuma di potong Ghoul.
"Jika itu menyangkut tempat yang jauh, aku tidak punya waktu untuk itu, karena besok adalah hari besar bagi ku" jawab Ghoul lalu berjalan meninggalkan mereka semua.
"Dia benar-benar menyebalkan" ujar paradoks setelah perginya Ghoul.
"Tapi dia itu anak yang tampan kau tau" sahut ayaris dengan tersenyum.
"Hentikan senyuman mu itu, kau membuatku merasa tidak nyaman" jawab paradoks dengan terus menunjuk-nunjuk wajah ayaris.
"Kalian! Bereskan mayat-mayat itu" ujar akuma
...................................................
dan pagi harinya, ketika pukul lima pagi tiba-tiba telpon pribadi milik Mitsuki berbunyi dan membuat dirinya terbangun.
Dengan mata yang masih terlihat mengantuk dan rambut acak-acak kan ia pun mengangkat telpon dari katsugi.
__ADS_1
"Yah! Ada apa menelpon ku sepagi ini?" tanya Mitsuki yang kelihatan masih mengantuk.
"Apa kau sudah bersiap-siap? Astaga, aku sangat gugup~" ujar katsugi yang terus mengoceh.
Mendengar ocehan katsugi, membuat Mitsuki menjadi semakin mengantuk tampa di sengaja ia tertidur di atas meja belajarnya dengan di temani ocehan katsugi.
Bermenit-menit iya terus berbicara tampa henti dan tiba-tiba katsugi berteriak.
Mendengar teriakan dari katsugi membuat Mitsuki terbangun dengan wajah terkejut.
"Astaga!! Ya ampun!! Kau membuat jantung ku hampir copot" ujar Mitsuki.
"Kau tadi tidur yah? Sudah! Cepat bersiap oke" jawab katsugi kemudian menutup telponnya.
Dengan terpaksa, Mitsuki pun berjalan menuju kamar mandi setelah mengambil handuknya.
Beberapa menit mandi akhirnya ia pun keluar, berhubung yujin belum bangun jadi Mitsuki harus sangat hati-hati.
Karena jika yujin bangun dan melihat dirinya sedang tidak memakai baju bisa-bisa yujin melihat adik kecil milikinya.
Tapi untungnya yujin tidak bangun sampai dirinya selesai mengenakan baju, Mitsuki pun berjalan ke bawah untuk sarapan.
Sekaligus menyiapkan sarapan untuk yujin dan Marika
Beberapa saat ketika sedang memsaka telpon rumah pun kembali berbunyi dan itu ternyata katsugi.
"Ya ampun!! Ayolah! Coba lihat ini baru jam setengah enam dan kau sudah seheboh ini" ujar Mitsuki sambil mengaduk-ngaduk masakannya.
"Oke-oke nanti aku telpon lagi" jawab katsugi lalu menutup telponnya.
Lalu Mitsuki pun menyimpan telpon rumah dan kembali ke dapur untuk sarapan.
Ketika sarapan, yujin bangun dan berjalan mesndekatinya, dengan wajah yang masih kusut iya pun duduk.
Dengan sesekali kedua matanya tertutup karena masih mengantuk.
"Lebih baik kau mencuci muka mu dulu" ujar Mitsuki yang melihat yujin sambil sarapan.
Yujin tidak menjawabnya tapi melakukan apa yang di suruh, Mitsuki.
Setelah mencuci mukanya, yujin menjadi terlihat lebih baik dari pada sebelumnya.
"Oh yah, ingat yah jaga y
Marika dan rumah dengan baik" ujar Mitsuki setelah sarapannya.
__ADS_1
"Yah aku mengerti, jangan khawatir" jawab yujin.
"Jika kalian lapar aku sudah membuatkan makanan di kulkas jadi kau tinggal menghangatkannya kembali" jawab Mitsuki lalu membersihkan bekas makannya.
Tidak lama kemudian telpon rumah kembali berbunyi, mungkin kalian juga sudah tau siapa itu.
"Yah! Aku sudah selesai, oke aku ke sana" ujar Mitsuki yang berbicara kepada katsugi melalui telpon.
"Mau berapa hari tuan di sana?" tanya yujin.
"Mungkin sehari atau dua hari, kalau begitu aku berangkat, jika Marika merindukan ku telpon saja dan ini uang sebagai pegangan kalau ada apa-apa" jawab Mitsuki setelah memasukkan hp pribadinya ke dalam tas.
"Tapi ingat jika Marika ingin makan cemilan jangan beri dia makanan yang mengandung terlalu banyak gula apa lagi yang bepadas oke" lanjut mitsuki kemudian pergi ke rumah katsugi.
Di luar rumah terlihat katsugi, Ayumi, dan ayahnya yang sedang memasukkan barang-barang ke dalam mobil.
Selesai memasukan semua barang ke dalam mobil mereka pun berangkat menuju kota nagano.
"Apa kau ingat tentang kejadian kemarin di sekolah?" tanya katsugi.
"Yah aku masih ingat, memangnya kenapa?" jawab Mitsuki yang berbalik bertanya.
"Kini itazuya semakin terkenal, karena mengaku sebagai pemburu di bawah rembulan" tapi omongan katsugi di potong Mitsuki.
"tunggu apa Maksud mu dengan pemburu di bawah rembulan?" tanya Mitsuki.
"Yah!! Orang yang baru-baru ini masuk berita karena selalu terlihat menolong orang dari mahkluk aneh" sahut Ayumi.
"Dan semua omongannya di perkuat setelah itazuya menunjukkan pedang, topeng, dan baju yang mirip dengan orang yang ada di berita" lanjut katsugi.
"Dia pasti sangat terkenal bukan?" tanya Mitsuki.
"Benar beberapa kali dia di undang ke acara tv dan oleh YouTuber untuk di wawancara" Timbal Ayumi.
"Tapi baru kali ini aku melihat pahlawan yang mengungkap identitas sendiri, ke semua orang apa itu tidak terasa aneh bagimu?" lanjut katsugi yang bertanya.
"Memang tapi itu kehidupannya, baik atau buruk dia yang menentukan, kita tidak dapat berbuat banyak, hanya diam dan menonton" jawab Mitsuki.
Dan itu membuat katsugi dan Ayumi tidak memiliki topik untuk di bicarakan selama di dalam mobil.
"Oh yah!! Kapan sekolah kita akan di perbaiki!" tanya Mitsuki yang memulai topik pembicaraan.
"Hanya rusak sedikit masalahnya?" jawab Ayumi yang duduk di antara Mitsuki dan katsugi.
"How" dan mereka bertiga pun kembali tidak punya topik untuk di bicarakan.
__ADS_1
Satu jam kemudian, mereka pun berhenti di sebuah restoran untuk mengisi perut, karena perjalanan ke kota nagano masih harus memakan waktu tiga jam perjalanan dari tokyo.