Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 48


__ADS_3

"Aku harap kalian dapat percaya pada ku saat waktu itu tiba" lanjut Furuno kemudian pergi.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka berdua sampai di rumah.


Setelah keluar dari kamar mandi, Mitsuki pun mulai berbaring di kasurnya untuk pergi tidur.


Semalam tidak banyak yang terjadi sampai akhirnya pagi pun tiba ketika pukul lima, Mitsuki terbangun.


Karena mendengar suara seperti orang kesatikan, ternyata suara tersebut berasal dari yujin.


Seketika yujin pun berubah menjadi manusia dengan wajah menahan sakit dan keringat yang terus bercucuran, membuat Mitsuki kebingungan lalu bertanya.


"Ada apa dengan mu? Astaga!! Tubuh mu panas sekali!!" tanya Mitsuki yang di buat terkejut dengan suhu tubuh yujin yang tinggi.


"Tanggal berapa sekarang?" jawab yujin yang berbalik bertanya.


"Sekarang tanggal 11 mei, hari selasa" timbal Mitsuki.


"Pantas saja, maaf yah jika beberapa hari kedepan aku akan merepotkan" ucap yujin.


"Apa maksud mu? Aku tidak mengerti semua perkataan mu?".


"Hari ini adalah hari kelahiran ku itu artinya ekor ke tujuh ku akan tumbuh"


"Pantas saja kau jadi seperti ini!! Yah sudah berbaringlah dan istirahat aku akan membuatkan mu sesuatu" jawab Mitsuki, setelah memakaikan nya selimut.


Sesampainya di dapur, Mitsuki membuka kulkas dan mencari sesuatu yang dapat di berikan kepada orang yang sakit.


Karena tidak menemukan makanan yang tepat, ia pun memilih untuk membuatkan, yujin bubur.


Beberapa menit kemudian akhirnya bubur pun selesai ia buat, kemudian kembali ke kamar untuk memberikan bubur tersebut kepada yujin.


Sedikit demi sedikit, Mitsuki menyuapi yujin sampai akhirnya iya berhenti membuka mulutnya karena merasakan sakit yang luar biasa.


Juga suhu tubuhnya semakin panas saja, untuk menurunkan suhunya, Mitsuki pun mengompres yujin dengan air dingin.


Dan ketika handuk itu di ambil dari dahinya, seketika Mitsuki terkejut karena handuk tersebut terasa begitu panas meski hanya sebentar di letakkan di atas dahi yujin.


Hal yang lebih mengejutkan kembali terjadi, ketika handuk itu menyentuh dahinya, tiba-tiba saja air yang ada di hantul itu menguap dan dalam waktu sekejap handuk yang asalanya basah menjadi kering.


Karena penasaran dengan suhu tubuh yujin, Mitsuki pun mengambil termometer dan meminta yujin untuk membuka mulutnya.


Baru saja berada di dalam mulut yujin, termometer meter itu pun pecah karena terlalu kepanasan.


Dan keringat yang di keluarga yujin pun semakin baya, hal tersebut membuat selimut yang iya pakai basah seperti di siram air.

__ADS_1


"Astaga!! Sepertinya kau harus ke rumah sakit"ujar Mitsuki setelah membuta selimut yang basah tersebut.


"Itu percuma, bahkan dokter sehebat apapun tidak tau soal hal seperti ini" jawab yujin dengan wajah yang merah.


"Benar juga, terus bagai mana?"  sahut Mitsuki yang kembali bertanya.


"Tidak ada cara lain, selain menunggu sampai ekor ku tumbuh" jawab yujin.


...............................................


Tiga hari pun berlalu, Mitsuki harus ijin dari sekolah karena ia harus menjaga yujin


Meski sudah tiga hari tapi ekor yujin masih belum tumbuh juga dan demamnya semakin tinggi setiap harinya.


Meminta keadaan yujin yang terlihat buruk,  membuta Mitsuki khawatir dengan keselamatan nyawanya.


Ketika sedang memikirkan cara untuk membantu meringankan rasa sakit yang yujin rasakan.


Tiba-tiba saja yujin memuntahkan darah yang cukup banyak ke lantai dan beberapa cipratan dari darah yang di muntahkan yujin mengenai kasur, selimut, dan bantal.


Bergegas, Mitsuki pun datang menghampiri yujin.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Mitsuki dengan wajah panik.


"Uhuk.. Uhuk.. Sepertinya ekor ku akan segera tumbuh, aaaa!!" jawab yujin yang kembali memuntahkan darah.


Ketika berhenti muntah darah, Mitsuki pun meminta yujin untuk beristirahat, tidak banyak bergerak.


Setelah yujin tertidur, Mitsuki  memilih membersihkan darah yang berceceran di mana-mana.


Sesudah membersihkan semua darah yang ada di lantai tapi aroma amisnya masih tajam.


Dengan mengunakan pewangi, Mitsuki mulai mengempel semua lantai, sampai akhirnya aroma amis pun berganti menjadi aroma harum semerbak.


Karena capek ia pun duduk di kursi yang ada di meja belajarnya dan tampa di sengaja dirinya juga tertidur dengan tangan yang masih menggenggam empelan.


Beberapa jam kemudian, Mitsuki terbangun karena mendengar suara hp berdering di dekatnya.


Ketika di angkat, yang menelpon ternyata katsugi yang di sambungkan dengan Ayumi.


"Ada apa?" tanya Mitsuki setelah mengangkat telponnya.


"Kedengarannya kau seperti baru bangun tidur?" tanya Ayumi.


"Yah!! aku tidak sengaja ketiduran tadi tapi kenapa kalian menelpon? Bukannya ini masih jam pelajaran ?" jawab Mitsuki yang berbalik bertanya.

__ADS_1


"Nanti malam hari ulang tahun sekolah kita jadi sekolah akan mengadakan pesta untuk merayakannya, apa kau akan pergi bersama kami?" jawab katsugi yang berbalik bertanya.


"Itu tergantung, jika aku bisa pergi"


"Baiklah!! Ingat jika kau akan pergi hubungi aku" sahur katsugi kemudian menutup telponnya.


Kemudian Mitsuki pun berjalan keluar kamar, setelah pintu kamar di tutup, beberapa saat kemudian.


Yujin pun terbangun dengan wajah seperti menahan Sakir yang rasa sakit.


Sampai akhirnya iya pun kembali menjadi rubah, perlahan yujin keluar dari dalam selimut.


Dan terlihat sebuah ekor yang perlahan tumbuh di antara ekor-ekor yang lain.


Akhirnya semua rasa sakit yang di rasakan yujin terbayar dengan tumbuhnya ekor yang ke-7 nya.


Dengan tumbuhnya ekor itu maka sakit yang dirinya rasakan pun berakhir dan kini umur yujin genap tujuh ratus tahun.


Lalu iya pun berjalan kelua kamar untuk menunjukan kalau ekornya telah tumbuh kepada Mitsuki.


Sesampainya di depan Mitsuki, yujin pun mengibas-ngibaskan ekornya tepat di depan wajah Mitsuki.


"Apa yang sedang aku lakukan?" tanya Mitsuki dengan wajah penasaran.


"Coba lihat ekor yang ke-7 sudah tumbuh, indah bukan" jawab yujin dengan wajah gembira.


"Baguslah!! Kalua begitu aku akan menghubungi mereka" sahur Mitsuki kemudian berjalan mengambil hpnya untuk memberitahu katsugi dan Ayumi


Setelah memberitahu, katsugi dan Ayumi, Mitsuki pun berjalan ke kamarnya dengan di ikuti yujin.


Perlahan ia membuka kunci lemari pakaian dan mengambil sebuah setelan jas hitam yang menggantung di dalam lemari tersebut.


"Apa ini masih pas yah? Terakhir kali di pakai waktu acara pesta sekolah tiga tahun lalu, yah sudahlah" ujar Mitsuki kemudian kembali memasukan jas tersebut kedalam lemari.


Tidak lama kemudian Marika datang dan memberitahu kalau, katsugi dan Ayumi datang ke rumah.


Mendengar hal tersebut, Mitsuki pun bergegas turun untuk menemui mereka berdua.


Ketika sampai dan menanyakan ada keperluan apa mereka berdua datang ke rumahnya.


"Kan nanti malam kita akan pergi pesta dan di saat itu lah penampilan harus yang paling sempurna" ujar Ayumi.


"Jadi?" jawab Mitsuki dan katsugi secara bersamaan.


"Jadi kita akan pergi untuk merubah gaya rambut"

__ADS_1


"Tidak terimakasih" sahut Mitsuki dan katsugi yang menolak ajakan kanami.


__ADS_2