
"Sekarang aku terjebak di tempat ini, apa aku akan bisa pulang?" tanya Mitsuki kepada dirinya sendiri.
Ketika sedang melamun tiba-tiba aroma yang tidak asing, tercium tidak jauh dari tempat Mitsuki sat ini.
Dengan cepat Mitsuki pun berlari kelua lalu menarik tangan gadis itu untuk masuk ke dalam pondok.
"Dia!!" bisik gadis itu setelah berada di dalam pondok.
"Auranya semakin dekat!! Bagai mana ini aku tidak membawa topeng ku, tapi yang paling penting sekarang adalah bagi mana cara untuk bertahan" batin Mitsuki setelah berada di dalam pondok.
Dan tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara dari tujuh rubah putih yang terdengar seperti mrlepaksan nyawa.
Ketika di intip dari jendela benar saja mereka bertujuh telah tewas bersimbah darah.
Melihat rubah-rubah itu mati membuat gadis itu hampir berteriak tapi Mitsuki berhasil membungkamnya.
Tidak lama kemudian suara langkah kaki terdengar mengelilingi pondok sampai akhirnya berhenti.
"Aku minta tetap di dalam jangan keluar kau mengerti" bisik Mitsuki kemudian berjalan perlahan keluar.
Setelah menutup pintu ia pun melihat ke sekelilingnya tapi tidak ada siapa-siapa, perlahan namun pasti ia berjalan lebih maju ke depan.
Untungnya Mitsuki membawa pedangnya dalam bentuk kalung, ia pun melepas kalungnya dan kalung itu kembali menjadi ukuran semula.
Dengan tangan yang bersiap menghunus pedang, Mitsuki bersiap siaga untuk serangan kejutan.
Dan benar saja sebuah bola besi berduri yang di ikat dengan rantai melesat dengan cepat mengarah kepadanya
Untungnya ia berhasil menghindar dan bola besi itu menghantam sebuah pohon sampai pohon tersebut tumbang.
"Akhirnya aku menemukan mu!!" ujar iblis yang keluar dari dalam salju dan dia adalah iblis tingkat cembung awal.
"..............." jawab Mitsuki.
"Tuan paradoks menyuruh ku untuk mengakhiri diri mu" lanjut iblis itu setelah menarik bola besinya.
"Teknik darah iblis!! Senjata berjiwa" lanjut iblis itu yang mengeluarkan jurusnya.
Dan bola besi itu pun mengeluarkan aura yang cukup besar bagi iblis tingkat cembung awal sepertinya.
Lalu iblis itu mulai mengayun-ngayunkan bola besi itu ke arah Mitsuki.
Perbedaan senjata membuat Mitsuki kewalahan, tapi ada sisi baiknya karena senja yang di gunakan iblis itu terbilang berat, dan besar membuat pergerakannya menjadi lambat.
Bisa di katakan kalau dalam kecepatan Mitsuki lah pemenangnya tapi berbeda dengan daya tahan.
__ADS_1
"Rantai-rantai ini terus menghalangi serangan ku apa jangan-jangan rantainya memiliki pikiran sendiri?" bisik Mitsuki yang binggung
Bagai mana bisa rantai yang tidak di gerakan oleh iblis itu bisa bergerak dan mengalih Mitsuki, meski ia telah menyerang dari arah belakang sekali pun.
Dan dugaan Mitsuki benar ujung rantai itu tiba-tiba membalas serangan Mitsuki dengan cepat.
Saking kuatnya serangan rantai itu membuat pedang Mitsuki terlepas dari genggamannya.
"Asal kau tau saja teknik ku dapat membuat senjata apapun menjadi memiliki pikiran sendiri"
Ujar iblis itu dengan wajah menjengkelkan.
"Baiklah sekarang!!" bisik Mitsuki lalu berlari untuk mengambil pedangnya yang tertancap cukup jauh di belakang iblis itu.
Sedikit lagi ketika mitsuki berhasil mengambul pedangnya tiba-tiba bola itu datang ke arahnya.
Tapi untunya Mitsuki berhasil menghindar ke belakang dan membuat hal itu membuat Mitsuki menjadi jauh dari pedangnya
"Tidak ada gunanya melawan, setelah aku berhasil membunuhmu peringkat ku kan menjadi iblis tingkat Kuartal Ketiga menggantikan si penghianat itu" ujar iblis itu yang terlihat senang.
"Sial!! Tidak ada jalan mendekat, senjatanya itu dari ujung ke ujung terus menghalangi ku" bisik Mitsuki yang mencari jalan untuk mengambil pedangnya, yang berada di belakang iblis itu.
Sampai akhirnya Mitsuki melihat sang gadis berjalan mengendap-ngendap menuju pedangnya yang tertancap.
Segala usaha telah iya lakukan untuk mencabut pedang itu tapi hasilnya sangat mengecewakan.
Tidak lama kemudian iblis itu pun menyadari keberadaan gadis tersebut dan hantaman bola besinya yang tidak dapat di hindari.
"Tidak...!!" teriak Mitsuki yang melihat gadis itu di hantam begitu kuat terlempar sangat jauh.
Tampa pikir panjang, Mitsuki pun berlari mencoba mencabut pedangnya.
Tapi tidak semudah itu bola dan rantai besi itu terus menghalangi, untungnya ia berhasil menghindarinya.
Seperti halnya tadi ketika sedikit lagi, Mitsuki berhasil mencabut pedangnya bola besi berduri itu melesat cepat dari arah samping.
Untungnya kali ini Mitsuki berhasil mencabut pedangnya sebelum ia menghindari bola besi itu.
Meski berhasil mengambil pedangnya, sayangnya wajah Mitsuki harus tergores duri yang terdapat pada bola tersebut.
Mitsuki yang menghunus pedang nya membelah bola besi yang datang dari arah depan.
Melihat bola besinya terbelah menjadi dua, membuat iblis itu terkejut sekaligus panik.
"Teknik prnakluk iblis!! Suara pengikat jiwa" lanjut Mitsuki lalu menutup kedua matanya.
__ADS_1
"Dasar bajing4n, akan ku bunuh kau!!" sahut iblis itu yang menyerang Mitsuki menggunakan rantainya.
Bukannya menghindari, Mitsuki malah berdiri diam tidak bergerak dan ketika ranti itu hampir mengenai kepalanya.
Dengan mudahnya, Mitsuki membelokkan serangan tersebut dengan pedangnya, dan dari gesekan antara pedang dan rantai tercipta suara yang begitu nyaring.
Dan suar tersebut membuat iblis itu seketika terdiam tak bergerak, kecuali kedua bola matanya yang dapat bergerak.
"Ini waktunya kau untuk bertemu dewa kematian di sungai sanzu" ujar Mitsuki yang berlari untuk menebas kepala iblis itu.
Sing!!! Kepala iblis itu pun terpenggal dengan mudah.
"Kali ini aku serius" lanjut Mitsuki setelah lalu kembali berlari untuk melihat keadaan sang gadis.
Ketika sampai di tempat gadis itu terlempar, tidak ada tanda-tanda dari sang gadis dan ketika kembali ke pondok anehnya pondok itu menghilang.
Dan juga tujuh mayat rubah putih juga menghilang. Sesaat kemudian, Mitsuki kembali melihat iring-iringan pengantin rubah tapi kali ini.
Pengantin yang ada di dalam tandu terlihat melambaikan tangan seolah-olah ingin di ikuti.
Karena penasaran, Mitsuki pun mencoba mendekatinya setelah mengubah pedangnya menjadi kalung lalu memakainya dan keanehan kembali terjadi.
Semakin di dekati, iring-iringan pengantin rubah itu semakin menjauh sampai akhirnya sebuah cahaya yang sepertinya dari sebuah senter menyinari wajah Mitsuki.
Serta suara yang terus memanggil-manggil namanya terdengan jelas.
"Oi..!! Oi..!! Mitsuki..!!" teriak orang itu yang ternyata adalah katsugi bersama yujin.
"Akhirnya kami bisa menemukan mu dan ini berkat hidung mu bagus itu" ujar katsugi memuji yujin.
" Ayo semua orang sudah mengkhawatirkan mu" lanjut katsugi kemudian menarik Mitsuki untuk pulang.
Ketika kembali melihat ke belakang dari ke jauhan terlihat dari kejauhan iring-iringan pengantin rubah itu berdiri bersama.
Lalu memberikan sebuah penghormatan seolah-olah seperti mengucapkan terimakasih.
Setelah memberi penghormatan tujuh lelaki yang membawa tandu berubah menjadi rubah putih sedangkan pengantinnya membuka topeng rubah yang menutupi wajahnya.
Ternyata pengantin itu adalah gadis yang pernah menyelamatkan Mitsuki bersama tujuh rubah putih yang di kira sudah mati.
Menyaksikan hal tersebut, Mitsuki hanya bisa tersenyum dan berbisik.
"Mahkluk yang baik hati, terimakasih" Bisik Mitsuki.
Lalu mereka pun menghilang di Tenga hutan seperti tidak perna ada.
__ADS_1