
"Apa yang terjadi?" tanya ayumi pada Mitsuki yang ada tepat di depannya.
"Jangan bicara keras-keras" jawab Mitsuki dengan berbisik.
Lalu mereka berdua pun mengintip untuk melihat situasi di luar, terlihat banyak orang-orang yang terkapar tak bernyawa dengan bersimbah darah.
Kemudian mereka berdua pun kembali ke bawah meja, tak lama kemudian suara beberapa langkah kaki terdengar sangat jelas
Perlahan suara tersebut semakin mendekati mereka.
"Gawat!! Ayumi cepat keluar!!" teriak Mitsuki lalu keluar dari bawa meja kasir bersama Ayumi.
Terlambat sepersekian detik mereka akan hancur seperti meja itu yang hancur karena di karate, dan terlihat tiga sosok iblis tingkat bukan baru.
Lalu salah satu dari mereka mengibaskan tangannya pada awalnya tak terjadi apa-apa, sampai akhirnya Mitsuki menarik Ayumi untuk menunduk.
Dommm.. Bekas tebasan yang sangat besar terlihat di dinding, melihat tak ada cara lain Mitsuki pun memberitahu Ayumi kalau dirinya akan mengalihkan perhatian tiga iblis itu sementara Ayumi hasud segera lari melalui jalan belakang.
"Apa kau sudah gila?" jawab Ayumi yang tidak setuju dengan Mitsuki.
"dengarkan aku, di saat seperti ini hanya akan ada satu yang selamat, sekarang pergi!" jawab Mitsuki yang berteriak pada ayumi karena para iblis itu akan kembali menyerang.
Sekali lagi iblis tadi kembali mengayunkan tangan tapi kali ini serangannya mengarah ke arah Ayumi.
"Tidak!!!, arghhh..." tangan kiri Mitsuki pun terpotong karena mendorong Ayumi dari serangan tersebut.
Melihat itu Ayumi berniat untuk membantu tapi Mitsuki menyuruhnya untuk pergi dengan membentaknya, tapi Ayumi masih gak ingin pergi, iya terus memaksa untuk bersama Mitsuki.
Beberapa saat kemudian mereka bertiga mulai menyerang secara bersamaan ke arah Ayumi, tapi semua serangannya berhasil di halangi oleh Mitsuki.
"Kenapa aku tidak pergi?" tanya Mitsuki yang berdiri di depan Ayumi, dengan darah yang terus bercucuran ke lantai.
.................................
"Tidak......!!!" teriak Ayumi dengan wajah panik bercampur tegang kemudian iya menoleh ke sebelah.
Dan terlihat Mitsuki yang sedang melihat-lihat suasana di sekelilinganya.
"Mitsuki!" ucap ayumi dengan mendekatkan wajah di depan wajah Mitsuki
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Mitsuki yang merasa aneh dengan Ayumi
"Apa kau mimpi buruk?" lanjut Mitsuki yang kembali bertanya.
"Syukurlah itu hanya mimpi tapi bagaimana dengan lombanya?" jawab Ayumi yang berbalik bertanya.
"Soal itu sudah ada pemenangnya, tapi tadi kau tertidur cukup pulas apa lebih baik kita pulang saja?".
Saat Ayumi akan membayar, tiba-tiba iya panik saa melihta tidak ada uang di dalam dompet Ayumi, karena iya lupa membawa uang tambahan.
Dengan berbelit-belit Ayumi memberitau kalau iya tidak punya uang, mendengar itu Mitsuki pun berdiri dan berjalan ke meja kasir.
Di sana ia sedang menanyakan total semua yang mereka berdua pesan dan membayarnya menggunakan kartu kredit.
Karena tidak enak dengan Mitsuki, ayumi memberitahunya kalau iya akan Menganti uang Mitsuki, tapi Mitsuki memberitahu kalau ia tidak ingin uangnya di ganti.
"Tidak usah, seharunya aku berterimakasih padamu sudah mengajak ku ke sini" ujar Mitsuki yang berjalan di dekat Ayumi.
"Ha?" mendengarnya membuat Ayumi bingung dengan apa yang di katakan Mitsuki.
"Sudah lama sekali aku tidak pergi bersama seseorang selain katsugi, sesaat aku merasa tidak kesepian lagi" lanjut Mitsuki dengan pandangan yang menatap bulan di langit.........
Dan Mitsuki beralasan kalau dirinya ada kelas tambahan, lalu pergi ke atas untuk mandi, setelah selesai mandi Mitsuki pun mulai menyiapkan makan malam.
saat selesai membuat makan malam Mitsuki tidak ikut makan dengan karena ia masih kenyang, sementara yujin dan marika makan malam, ia duduk di sofa menunggu mereka berdua selesai.
beberapa menit kemudian, yujin datang dengan mengendong Marika bersamanya menghampiri Mitsuki, setelah yujin menurunkan Marika iya pun kembali menunjukan sebuah pil hitam.
"Tadaaaaa" ucap yujin dengan menunjukkan pil tersebut di depan wajah Mitsuki.
"Apa ini?" tanya Mitsuki setelah mengambil pil itu.
"Sekarang tuan harus mulai membentuk inti jiwa, saat ini inti jiwa tuan berada di penyempurna bumi" jelas yujin.
"Sekarang minum" lanjut yujin lalu memberikan Mitsuki segelas air.
Karena pil yang di berikan kali ini berukuran kecil jadi sangat mudah pada saat melewati tenggorokan.
Kemudian Mitsuki di minta untuk duduk di lantai dengan melipat kedua kakinya, lalu ia pun memejamkan matanya.
__ADS_1
Dengan di pandu oleh yujin agar Mitsuki dapat tenang dan fokus pada pelatihannya kali ini.
"Bayangkan ada sebuah kuncup bunga teratai, nah coba tuan salurkan energi ke kuncup bunga itu, bayangkan perlahan kuncup Bunganya mulai mekar seiring energi yang tuan berikan"
saat itu terlihat sebuah simbol kuncup bunga yang melambangkan inti jiwa Mitsuki muncul di dahinya, sama seperti yang di katakan yujin barusan simbol kuncup bunga itu perlahan mulai mekar.
Saat sedikit lagi akan mekar sempurna, tiba-tiba yujin berteriak karena terlalu bersemangat melihat perubahan inti jiwa Mitsuki.
Apa yang di lakukan yujin membuat Mitsuki gagal fokus dan pembentukan inti jiwanya gagal.
"Maaf aku tadi terlalu bersemangat" ujar yujin dengan wajah bersalah.
Kemudian Mitsuki pun kembali mencobanys untuk kedua kalinya, sama seperti sebelumnya perlahan, simbol kuncup bunga itu mekar.
Tapi tiba-tiba suara benda jatuh pun terdengar begitu keras dari arah dapur, membuat Mitsuki kembali gagal fokus dan pembentukan inti jiwa terhenti dan harus mengulang dari awal.
Ketika ia melihat ke arah dapur, ternyata suara itu di buat oleh yujin karena tidak sengaja menyenggol panci pada saat iya akan mengambil sushi insri yang ada di dalam lemari.
"Hehehe" senyum yujin saat melihat Mitsuki sedang memperhatikannya.
"Apa? Teruskan saja aku sedang ingin makan sesuatu" lanjut yujin.
Untuk ke tiga kalinya Mitsuki kembali mencoba tapi sama seperti sebelumnya gangguan kembali muncul dan lagi-lagi yujin yang tidak sengaja melakukannya.
Berulang kali Mitsuki mencoba dan terus mencoba tapi gangguan yang sama terus terjadi, karena kesal ia pun berhenti melakukan pembentukan inti jiwanya.
"Yah maaf, akhir-akhir ini aku sangat ceroboh" cakap yujin.
"Tapi malam ini sangat damai, dari tadi aku tidak merasakan aura dari iblis apapun" jawab Mitsuki sambil memejamkan kedua matanya.
"Tuan benar, malam ini begitu tenang dan ini membuat ku mengantuk" .
...........................................................
Sementara itu, terlihat Ghoul yang sedang berdiri membelakangi itazuya, Ghoul pun menanyakan tentang persyaratan kontaknya kepada iazuya.
Dan itazuya pun memberitahu kalau dirinya tidak berhasil untuk melakukannya.
"Jangan terburu-buru, bawa jika kau sudah mendapatkannya" cakap Ghoul lalu berjalan meninggalkan itazuya.
__ADS_1
"Dengan itu aku akan mendapatkan wadah baru" bisik Ghoul.