
Jadi malam ini yujin akan pergi membantu Akira, karena dari tadi iya telah merasakan kalau Akira sedang dalam masala.
Setelah berpamitan, yujin pun melompat dari jendela kamar Mitsuki lalu berlari menuju tempat Akira berada.
"Sayang sekali malam ini aku tidak bisa pergi, tapi apa informasi iblis itu benar yah?" ujar Mitsuki setelah yujin pergi lalu memikirkan tentang perkataan Furuno.
..........................................
Mengikuti energi yang di kirimkan dari Hoshi no tama yang pernah di berikannya kepada Akira, ia terus berlari tampa henti.
Sampai akhirnya yujin pun melihat Akira yang sedang berhadapang dengan siluman yang ke dua.
Untuk ke dua kalinya yujin tidak dapat membantu dari jarak jauh karena ia lebih dulu ketahuan oleh siluman itu.
"Bagai mana situasinya?" tanya yujun dengan berbisik di dekat akira.
"Kelihatannya?" jawab Akira.
"Dia memiliki aura yang sangat besar, sepertinya kita akan sedikit lama di sini, nah mari mulai"sahut yujin kemudian menyerang siluman itu dengan senjatanya mihasira no uzu no mikoto.
Secara bertubi-tubi yujin dan Akira terus menyerang siluman itu tapi tidak satu pun yang dapat melukai apalagi menggoresnya.
Sampai akhirnya Yuji berhasil di pukul mundur sementara Akira masih mencoba untuk memenggal kepala siluman itu.
"Teknik aura siluman!! tanah pengurung raga" ujar yujin kemudian menghentakkan kedua telapak tangannya tanah.
Dan sepasang tangan muncul dari dalan tanah lalu menangkap siluman itu dan menguncinya di dalam genggamannya.
"Teknik aura siluman!! Api neraka penyiksa pendosa " lanjut yujin yang menarik nafas panjang dan menghembuskan api yang sangat besar ke arah kepalan tangan itu.
Membakar siluman yang ada di dalam kepalan tangan itu.
Selama beberapa saat yujin menyemburkan api dari mulutnya dan ketika berhenti, terlihat siluman itu yang berdiri di atas tangan yang seharusnya mengurung dirinya di dalam.
"Ba-bagai mana bisa!? Di tidak terluka sama sekali bahkan bajunya tidak ada yang rusak" ujar yujin yang kebingungan melihat keadaan dari siluman itu.
"Pantas saja nagumo sangat mewaspadai siluman Inari itu, ternyata dia memiliki kemampuan yang lumayan" bisik siluman itu dengan melihat ke arah yujin.
Lalu iya pun melompat turun kemudian memukul kepalan tangan itu dan seketika berubah menjadi tumpukan pasir.
Sesaat mereka bertiga teridam dan tampa peringatan mereka kembali saling mengadu kemampuan.
Ketika yujin yang melepaskan anak panahnya ke arah siluman itu dari arah belakanya, karena iya sedang sibuk dengan akira.
__ADS_1
Dengan sangat meduah siluman itu menangkap anak panah itu dan mematahkannya menjadi dua.
Meski berhasil mematahkannya, tapi telapak tangannya mengalami luka bakar yang sangat parah.
Karena panah itu adalah senjata yang di buat dari panasnya dewi amaterasu yaitu dewi matahari.
"Aku tidak dapat terus seperti ini, rubah Inari itu harus segera di singkirkan"batin siluman itu sambil menghindari setiap serangan yang mengarah kepadanya.
Lama kelamaan yujin dan Akira hampir kehabisan energi dan terlihat mereka berdua sudah kelelahan.
Sementara siluman itu terlihat santai bahkan ia tidak terlihat kelelahan sedikit pun.
"Aku akhiri ini, teknik sura siluman~" ucapannya terhenti karena
Sayangnya iya tidak sempat mengunakan tekniknya karena nagumo tiba-tiba muncul dan mengambil permata milikinya.
"Kenapa kau tidak menghindar?" bisik nagumo setelah mengambil permata dari dalam tubuh siluman itu.
"Meski aku menghindar pada akhirnya kau akan tetap mengambilnya" jawabnya dengan darah yang terus menetes.
"Kali ini aku sangat senang bisa melawan kalian berdua" lanjutnya dan menghilang.
"Besok malam Kita akan bertemu di hutan pinggir kota" ujar nagumo kemudian pergi meninggalkan yujin dan Akira.
Untuk kedua kalinya mereka melihat hal yang membuat mereka terkejut sekaligus binggung.
Kemudian mereka pun berpisah, dalam perjalanan pulang yujin merasa akan terjadi sesuatu yang tidak ia harapkan besok malam.
Sesampainya di belakang rumah, yujin pun masuk melalui jendela kamar Mitsuki yang masih terbuka.
Ketika sampai tiba-tiba saja lampu kamar menyala dan terlihat Mitsuki yang memegang sapu bersiap memukul.
"Jangan pukul!!" ujar yujin yang terkejut.
"Ku kira pencuri, maaf" sahut Mitsuki lalu menurunkan sapunya.
Dengan wajah yang masih mengantuk Mitsuki kembali mematikan lampu kemudian berbaring di kasurnya, dan tidur.
"Bagai mana apa semuanya lancar?" tanya Mitsuki dengan mata yang tertutup.
"Tidak begitu lancar" jawab yujin lalu melihat ke arah Mitsuki.
"Untuk apa bertanya jika sudah tidur?" lanjutnya yang melihat Mitsuki telah tertidur.
__ADS_1
Keesokan harinya ketika mereka berdua bangun terdengar
Suara anak-anak tertawa dari luar rumah dengan di iringi suara kembang api yang mereka mainkan.
Ketika berada di ruang tamu, Mitsuki melihat Marika yang sedang melihat anak-anak lain bermain dari jendela,
Kemudian ia pun menghampirinya dan bertanya.
"Apa kita juga harus bermain kebang api?" tanya Mitsuki di dekat Telinga adiknya itu.
Dan denga wajah senang Marika tersenyum,
Di luar rumah, Mitsuki pun menyalakan beberapa kembang api dan itu membuat Marika sanga senang.
Tidak alam kemudian dua sahabat nya datang setelah mendengar suara kembang api yang di nyalakan Mitsuki.
"Pagi-pagi seperti ini kalian sudah main kembang api!" ujar katsugi yang berada di dekatnya.
"Kalian mungkin paham jika jadi seorang kakak" jawab Mitsuki yang sedang menyalakan kembang api lagi.
"Sayangnya kami tidak punya adik" sahut Ayumi.
"Tapi hari ini cuacanya cerah" lanjutnya lalu melihat ke arah matahari.
"Jangan menatap matahari terlalu lama bisa-bisa mata mu katarak nanti" sahur katsugi.
Setelah menyalakan semua kembang apinya, Mitsuki pun mengantar Marika untuk masuk ke dalam rumah.
Karena kembang apinya sudah habis dan ia pun kembali menghampiri katsugi dan Ayumi.
"Sambil menunggu malam tiba, lebih baik kita jalan-jalan keliling sekitaran rumah" ujar kanami.
"boleh juga tidak ada salahnya" jawab katsugi.
Lalu mereka pun berjalan santai di sekitaran kompleks rumah, ketika melewati seseorang yang duduk di pinggir jalan dengan kartu-kartu tarot di atas sebuah meja.
Tampa di duga orang itu memanggil mereka bertiga, mendengar panggilan dari orang tersebut mereka pun berhenti.
Dan tampa di minta orang itu meminta Mitsuki untuk mengambul satu atau dua kartu sesuai kata hatinya.
Karena tidak membawa uang Mitsuki pun menolak tawaran orang tersebut tapi orang itu memaksa dan mengatakan bahwa ini gratis.
Mendnegat kata gratis, Mitsuki pun memilih dua kartu lalu memberikannya kepada orang itu.
__ADS_1
"apa kamu ingin tau apa arti dari kartu ini?" tanya orang tersebut.
"Ini menarik" lanjut orang itu dengan sedikit tersenyum, setelag melihat dua kartu yang di pilih Mitsuki.