
"Apa maksud mu"tanya temannya tersebut.
"Rubah inari yang bersamanya itu pemilik mihashira no uzu no mikot, di tambah dia itu pendamping penakluk iblis, jadi aku punya rencana sendiri untuknya" jawab siluman itu dengan membentak temannya.
"Jadi apa kau akan mengambil miliki ku juga?" tanya temannha itu.
"Maafkan aku tapi aku terpaksa melakukannya" jawabnya kemudian menyerangnya.
Dan mereka berdua pun terlibat pertarungannya sengit, Tapi untung di sekitar sana tidak ada orang yang berlalau-lalang.
Sayang sekali, temannya itu tidak Dapat mendingin kemampuan milikinya dan hampir saja terbunuh.
Melihat tidak ada jalan keluar lagi, dirinya pun memilih untuk melarikan diri.
Tapi iya tidak mengejarnya dan memilih untuk membiarkan dia lari.
....................................
Berjama-jam tidak ada banyak yang terjadi dan pada akhirnya malam pun kembali tiba.
Dan malam ini adalah malam terakhir bagi Mitsuki untuk menginap di rumah sakit.
Malam ini katsugi dan Ayumi akan ikut menginap bersama bibi menemani Mitsuki karena sang ibu tidak dapat menemani malam ini di sebabkan Marika yang tidak bisa tidur di rumah sakit.
"Lima hari lagi kita akan menyambut tahun, apa kalian sudah punya rencana?" ujar Mitsuki kemudian bertanya.
"Renaca yah? Aku dengan akan ada festival kembang api di taman" jawab katsugi.
"Oh yah, Mitsuki apa aku boleh melihat bekas luka mu?" tanya Ayumi
Kemudian, mitsuki pun memperlihatkannya bekas luka oprasi tapi tidak terlihat tanda-tanda bekas oprasi melainkan hanya kulit mulus saja yang dapat di lihat.
Lalu pertanyaan pun kembali di lontar kan dan kali ini katsugi yang bertanya.
"Aku tidak meliha apa-apa! Apa jangan-jangan kau tidak di oprasi?"
Dan bibi pun menjelaskan mengapa tidak ada bekas oprasi di tubuh Mitsuki.
Akhirnya katsugi dan kanami pun mengerti mengapa tidak ada bekas oprasi di tubuh temannya itu.
Satu jam kemudian dokter kembali untuk mengecek keadaan Mitsuki.
Tapi kali ini pemeriksaannya tidak berlangsung lama hanya beberapa menit saja dan beberapa jenis obat pun di berikan dokter
__ADS_1
Untuk mempercepat proses menyembuhkan bekas oprasi di dalam, Dan pergi setelah melakukan tugasnya.
Malam ini tidak banyak yang terjadi, biasanya di jam seperti ini Mitsuki selalu berkeliaran di luar.
Tapi malam ini ia haru berbaring di ranjang rumah sakit karena luka dalamnya masih belum kering sempurna.
Karena seperti yang di katakan yujin kalau kemampuan regenerasinya akan berkerja jika luka itu di buat oleh iblis maka sebaliknya jika luka itu di buat manusia atau hewan, maka kelakuan regenerasinya tak akan berkerja.
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat dan malam pun semakin larut, Dan semua orang sudah tertidur.
Entah kebetulan atau memang polari sedang iseng mampir ke rumah Sakit, iya terlihat berjalan-jalan di koridor rumah sakit.
Dan ketika itu iya pun tidak sengaja bertemu den4ga seorang dokter perempuan.
Tampa basa-basi polaris langsung menangkap tangan dari dokter itu dan hal tersebut membuat sang dokter terkejut.
"Halo, dokter manis! Aku sanga tertarik dengan mu, mata mu sungguh indah apa aku boleh meminjamnya, aku bercanda satai saja" tanga polaris yang masih memegang tangan dari dokter itu.
Merasa takut dokter itu pun melepaskan genggaman tangan polaris dengan paksa.
"Wuu!! Kasar, santai manis, apa kau tau sekarang aku sedang lapar, apa aku bisa memberi tau ku kamar jenazah?" lanjut polaris dengan memojokkannya ke dinding.
Semakin takut dokter itu pun berteriak memanggil petugas keamanan.
Dan tiba-tiba sebuah mata berukuran besar muncul di bekangan polaris, mata itu terus melihat kesana-kemari sambil sesekali berkedip.
Tidak lama kemudian bola mata itu pun mengeluarkan tulang belulang dengan serpihan kain putih dan bola mata itu pun menghilang.
"Kasihan sekali, padahal kau itu sangat cantik tapi ya sudah" ujar polaris kemudian kembali berjalan untuk mencari kamar jenazah.
Setelah Mencari-cari kesana-kemari akhirnya iya berhasil menemukan tempat yang sedang iya cari.
Ketika akan membuka pintu sayangnya pintu itu di kunci, tapi itu tidak bisa menghalanginya.
Tapi tiba-tiba tiga petugas keamanan yang sedang berpatroli datang dan melihatnya
Kemudian mereka bertiga pun mendekatinya dan bertanya tapi polaris tidak menjawab mereka.
Merasa ada yang aneh tiga petugas itu meminta polaris untuk ikut dengan mereka bertiga.
Lalu polari pun berbalik dan menatap mereka bertiga.
Dan ia pun membuka kedua telapak tangannya dan terlihat sebuah mata hitam, sontak mereka pun terkejut.
__ADS_1
Ketika akan mencari pertolongan dua di antar mereka bertiga tidak biasa bergerak.
"Ini akibatnya mengganggu urusan orang lain" ujar polaris kemudian meletakan telapak tangannya.
Di wajah dua petugas yang tidak bisa bergerak itu dan merek pun berteriak seperti sedang di kuliti.
Perlahan-lahan tubuh mereka menjadi kurus kering sampai akhirnya hanya menyisakan tulang yang tertutup kulit.
"Mau lari kemana kau?" tanya polaris yang melihat petus satu lagi lari terbirit-birit.
Lalu mata yang sama seperti yang memakan dokter perempuan tadi muncul kemdian beberapa lengan hitam keluar dan menangkap petugas itu .
Dan dengan cepat lengan-lengan itu menariknya masuk ke dalam bola mata itu, tidak lama kemudian keluarlah tulang belulangnya.
"Sayang sekali aku keburu kenyang, kalau begitu aku ingin mencari minuman ah" ujar polaris kemudian berjalan meninggalkan tempat itu.
Beberapa menit berjalan ia pun berhenti di depan kamar Mitsuki.
"Auranya tidak asing bagi ku!! Sepertinya berasal dari dalam kamar ini!" ujar polaris yang akan membuka pintu tersebut.
Untungnya ketika polaris akan membuka pintu itu, tiba-tiba saja suara ayaris terdengan di telinganya bahwa ia harus segera kembali.
Mendengar itu ia pun tidak jadi untuk membuaknya dan ia pun kembali berjalan meninggalkan rumah sakit.
Dengan mengunakan sebuah lingkaran hitam, polaris pun seketika sampai di dekat ayaris.
"Satu ledekan telah terjadi dan kalian masih belum bisa menemukan posisinya" ujar akuma dengan suara yang begitu marah.
"Maaf tapi kami tidak dapat menemukannya" jawab agraris.
"Seperti biasa kalian tidak dapat di andalkan " ujar akuma.
.....................................
Pagi pun tiba semua orang telah bangun dari tidur mereka, dan penemuan empat orang yang menjadi korban polaris pun menggegerkan seluruh rumah sakit.
"ada apa di luar sana?" tanya Mitsuki kepada katsugi yang baru kembali dari kamar mandi.
"Ada kejadian" jawab katsugi.
"Apa kau bisa bicara lebih jelas?"sahut Ayumi yang bertanya.
"Nanti saja aku ceritakannya, lebih baik kita bersiap-siap sebentar lagi mobil ayah ku akan datang menjemput".
__ADS_1
Selsai sarapan, bibi pun mulai bersiap-siap setelah selesai, mereka pun berjalan keluar rumah sakit.
"Kalian antarkan Mitsuki ke mobil, bibi akan mengurus biaya administrasinya dulu" ujar bibi yang membayar tagihan rumah sakit senilai 193 juta termasuk biaya oprasi, obat-obatan dan biaya kamar kelas VIP.