
Saat sedang menikmati suasana, tiba-tiba saja sebuah gelombang kejut yang muncul sebanyak enam kali mulai terasa.
Seketika Mitsuki terdiam di kala Ayumi sedang berbicara dengannya, sampai akhirnya Ayumi sedikit memukul pundak Mitsuki.
Dan menanyakan keadaannya, merasa ada yang tidak beres Mitsuki pun mengajak Ayumi untuk segera pulang, tapi Ayumi masih ingin lebih lama berada di sana.
Ternyata gelombang kejut yang muncul beberapa menit lalu, berasal dari enam sosok bertopeng yang berada di tempat yang berbeda.
Jika lokasi mereka bertujuh di lihat dari atas, maka setiap lokasi mereka membentuk sebuah lingkaran sempurna.
Dan wosss.... Ketujuh sosok itu pun memancarkan cahaya ke langit dan menciptakan sebuah pilar cahaya.
Melihat hal tersebut membuat Mitsuki terkejut, beberapa saat kemudian kejutuh pilar cahaya itu menciptakan sebuah kubah.
"A-apa yang terjadi?" tanya Ayumi.
Dalam satu kedipan mata ketujuh pilar cahaya itu menghilang, membuat Mitsuki ke binggung dengan apa yang sedang terjadi.
"Sepertinya kita harus segera pulang" ujar Mitsuki kemudian menarik Ayumi pulang.
Beberapa menit kemudian, saat Mitsuki sampai di rumahnya ia di buat terkejut karena seseorang yang sudah lama menghilang telah kembali.
Yang tambah aneh adalah, Marika yang harusnya perempuan tapi yang ada di depan mata Mitsuki adalah laki-laki.
Juga yujin yang harusnya seekor rubah, ini malah seekor anjing coklat,
"A-apa yang terjadi? Bagai mana ayah...." Mitsuki mulai kebingungan mencerna semua apa yang sedang ia lihat.
"Mitsuhiro! Dari mana saja?" tanya sang ayah yang memanggil Mitsuki dengan nama Mitsuhiro.
"Mitsuhiro! Tolong belikan ibu garam di toserba" sahur sang ibu yang juga memanggil Mitsuki dengan nama Mitsuhiro.
Kemudian yujin yang menjadi seekor anjing coklat berlari ke arahnya , lalu melompat ke pangkuan Mitsuki.
Mitsuki pun berbisik pada yujin mencoba mengajaknya bicara tapi tingkah laku yujin sama seperti anjing pada umumnya.
"Nak! Apa kamu bisa ajak yataro untuk jalan-jalan?" tanya sang ayah.
"Ha? Ya-yataro?"
__ADS_1
Marika yang seingat Mitsuki adalah perempuan tapi yang di depan matanya adalah anak laki-laki dengan warna rambut coklat.
"Maaf, aku akan segera kembali!" lalu Mitsuki pun bergegas keluar rumah untuk menjernihkan pikirannya.
Baru saja keluar Ayumi sudah berada di depan rumah, dan iya terlihat panik karena kedua orang tuanya menghilang.
Namun beberapa saat kemudian telpon Ayumi berbunyi dan yang menelpon adalah sang ibu.
Ayumi langsung terkejut saat mendengar kalau ibunya sedang berada di luar kota karena ada urusan kantor.
Ketika ia bertanya tentang sang ayah, ibu nya menjawab kalau ayah Ayumi telah menghilang sekitar lima belas tahun yang lalu.
Mereka berdua pun semkain di buat kebingungan ketika itazuya dan katsugi datang menghampiri, sikap itazuya berubah menjadi sangat baik dan perhatian pada Mitsuki dan Ayumi.
Sama seperti ayah dan ibunya, Mitsuki juga di panggil Mitsuhiro oleh katsugi dan itazuya, tidak memahami apa yang terjadi Mitsuki pun menarik Ayumi untuk pergi.
Sesampainya di tempat yang sepi, mereka berdua mulai membahas tentang apa yang sebenarnya terjadi, sampai akhirnya Mitsuki teringat dengan tujuh pilar cahaya tadi.
Begitu juga dengan Ayumi, iya memberikan sebuah teori kalau mereka berdua sedang berada di dimensi terbalik dengan dimensi asli mereka.
"Jika seperti itu, kita harus segera mencari cara untuk keluar dari sini" ujar Mitsuki.
Kemudian mereka berdua pun kembali ke rumahnya masing-masing.
Setelah Mitsuki masuk kedalam rumah, dirinya langsung di sambut oleh kedua orang tuanya.
Sang ibu langsung mengajak mereka semua untuk makan malam bersama, suasana yang sangat ingin ia saraka akhirnya terwujud di dunia berbeda dan menjadi orang yang berbeda.
"Apa seperti ini rasanya memiliki keluarga yang utuh?" batin Mitsuki yang bertanya pada dirinya sendiri.............
Kondisi yang berbeda di rasakan Ayumi, iya sedang bersenang-senang karena bisa makan-makanan favoritnya yaitu pusing.
Karena ibu Ayumi melarang dirinya untuk makan terlalu banyak pusing, terlihat banyak sekali kotak pusing yang di habiskan Ayumi.
Setelah kenyang iya pun berjalan menuju ruang keluarga untuk menonto tv.
"Apa seperti ini rasanya tinggal sendirian? Menyenangkan juga" ujar Ayumi.................
Keesokan paginya saat Ayumi sampai di tempat pertemuan, iya melihat Mitsuki yang sudah berada di sana lebih dulu.
__ADS_1
Mereka berdua terlihat saling terdiam, tidak ada yang ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu.
Di dalam hatinya Ayumi tidak ingin kembali karena di sini iya dapat melakukan apa saja yang dirinya inginkan, tidak ada yang akan memarahinya lagi.
Begitu pula dengan Mitsuki, kehidupan dengan keluarga utuh adalah impiannya sejak dulu dan kini di sini ia bisa merasakannya, juga kehangatan dari kedua orang tuanya.
Tanpa berkata apapun, dengan kepala yang tertunduk Ayumi pun berjalan meninggalkan Mitsuki, berselang beberapa menit Mitsuki juga berjalan kembali ke rumah di mana ayah dan ibunya menunggu.
Di dalam rumahnya Ayumi terlihat sedang bersenang-senang sendiri sambil memakan pusing kesukaannya, ekspresi wajahnya menunjukkan kalau iya begitu bahagia.
Karena tidak ada aturan dan omelan dari ayah dan ibunya membuat Ayumi semakin senang akan dua hal tersebut.
Sementara Mitsuki, walau ia terus di panggil sebagai Mitsuhiro tapi di telinga Mitsuki ayah dan ibunya memanggil namanya.
Kehidupan Mitsuki yang awalnya hampa dan kosong, kini telah terpenuhi dengan adanya keluarga yang utuh, wajah yang begitu bahagia di tunjukan oleh Mitsuki.
Sang ayah terus membuat Mitsuki tertawa dengan leluconnya, juga Mitsuki kembali merasakan di marahi oleh sang ibu setelah sekian lama.
"sepertinya aku mulai terbiasa dengan ini semua" batin Mitsuki.....................
Sementara itu di luar rumah, terlihat tujuh sosok bertopeng sedang berdiri memperhatikan rumah Mitsuki dan Ayumi.
"Apa kita akan langsung memulai rencana berikutnya atau kita tunggu tuan agraris?" tanya salah satu dari mereka.
"Tidak! Sekarang tuan agraris sedang melakukan tugasnya, maka kita akan segera memulai skenarionya"
"Aku ragu renaca ini akan dapat membunuhnya"
"Hati manusia sangat lemah, mereka gampang terbuai oleh sesuatu yang mereka inginkan, dan keinginan mereka itu akan menjadi kematian bagi diri mereka sendiri"
Kemudian mereka bertujuh pun menghilang seperti tidak pernah ada..............
"Aku tidak tau kalau memiliki keluarga yang utuh akan sangat menyenangkan seperti ini, yujin! Jika di sini kau bisa bicara apa pendapat mu?" tanya Mitsuki dengan menatap yujin yang seekor anjing..................
"Ternyata tinggal sendirian asik juga, tidak ada yang cerewet sediak waktu" ujar Ayumi kemudian melanjutkan mayanya.
Meski Mitsuki sadar bahwa ini semua hanyalah sebuah kebohongan semata, yang sengaja di buat untuk membunuhnya.
juah Ayumi juga sadar kalau kehidupannya saat ini hanya sebuah rekayasa dan kehidupannya yang asli masih menunggu kepulauannya
__ADS_1