
Tapi di tengah kegembiraannya itu tiba-tiba hal yang sangat tidak di duga terjadi.
Ketika kepulan asap itu hilang, tidak terlihat tubuh Mitsuki yang tergeletak, dan hal itu membuat heizo terkejut.
Sekali lagi dirinya di buat terkejut dengan keberadaan, Mitsuki yang tepat di belakangnya, setelah memasukkan kembali pedang tengoku ke dalam sarungnya.
Tiba-tiba saja cipratan darah keluar dari sekeliling leher heizo dan kepalanya pun terpenggal.
"Ba-bagai mana bisa?" tanya heizo dengan kepala yang mulai menghilang.
"Ingat, air selalu tau kemana harus mengalir" jawab Mitsuki.
Setelah mengalahkan heizo, Mitsuki pun keluar dari dalam dimensi tersebut.
"Apa aku akan duduk seperti ini saja ?" ujar yujin yang duduk di bawah bola itu.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba saja bola itu bersinar lalu Mitsuki pun keluar dan jatuh di atas yujin.
"Aaa!! Cepat bangun dari atas ku!" teriak yujin yang di tindih Mitsuki.
"Ma-maaf" jawab Mitsuki kemudian berdiri.
Setelah semua kejadian itu mereka berdua pun berjalan pulang, sesampainya di depan rumah.
Terlihat keadaan jendela yang cukup memperihatinkan karena di rusak oleh heizo tadi.
Karena sudah larut malam, Mitsuki bersama yujin berjalan naik ke atas untuk tidur.
Ketika akan masuk ke dalam kamar, Mitsuki meminta yujin untuk pergi tidur duluan.
"Kau tidur saja duluan, aku akan kebawah sebentar" ujar Mitsuki kemudian pergi.
Bukannya ke bawah ia malah berjalan menuju kamar Marika yang tepat di sebelah kamarnya.
Setelah membuka pintu terlihat Marika yang sudah tidur di atas kasurnya, melihat itu Mitsuki kembali menutup pintu nya.
Dan kembali ke dalam kamarnya sendiri kemudian tidur.
Keesokan harinya pada jam lima pagi, Mitsuki telah bangun untuk membuatkan sarapan.
Setelah beberapa menit sendirian di dapur akhirnya sarapan pun selesai di buat.
Kemudian Mitsuki pergi mengbil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi karena hari ini, ia akan pergi sekolah karena sudah beberapa hari ia tidak sekolah.
Beberapa menit kemudian,Mitsuki pun keluar dari kamar mandi dan ketika berbalik.
__ADS_1
"Aa! Astaga kenapa kau tiba-tiba berdiri di sana?" teriak Mitsuki yang terkejut oleh yujin yang tiba-tiba ada di depannya.
"Mau kemana jam segini sudah mandi? Apa tidak dingin yah?" jawab yujin yang berbalik bertanya.
Ketika sampai di depan kamar, Mitsuki melarang yujin untuk masuk.
"Cepat keluar! Aku akan mengunakan baju dulu" ujar Mitsuki kemudian menutup pintu kamar.
Lalu iya pun berjalan menuruni tangga dan tampa di sengaja mencium bau yang sangat harum.
Karena penasaran,yujin pun berjalan mengikuti asal aroma tersebut dan sampailah iya di dekat meja makan.
Melihat banyak makanan membuat perut, yujin keroncongan tapi ia takut Mitsuki akan marah.
"Astaga!! Aku tidak dapat menolak godaan nya, mungkin satu suapan boleh" ujar yujin kemudian sedikit memakan setiap makanan yang ada di atas meja.
"Hmmm!! Mungkin satu lagi" lanjut yujin lalu kembali melakukan hal yang sama.
beberapa kali iya melakukan hal yang sama dan membuat beberapa makanan habis dimakan oleh nya.
Sampai akhirnya Mitsuki datang dan melihat makanan untuk sarapan telah di habiskan yujin.
Hal tersebut Mitsuki emosi dan memarahi yujin karena terlalu keras berbicara, Marika terbangun dan berjalan menghampirinya.
"Ya ampun, Tolong jaga dia" ujar Mitsuki yang meminta yujin menjaga Marika karena ia akan kembali memasak.
Beberapa menit kemudian tidak banyak makanan yang di buat karena waktunya yang tidak cukup, jadi Mitsuki membuat seadanya saja Dan mereka mulai sarapan.
Melihat jam yang menunjukan pukul setengah tujuh kurang, membuat Mitsuki sarapan sedikit dan bergegas berangkat sekolah.
Untuk Lebih cepat sampai di sekolah, Mitsuki memilih untuk neiak bus dan berhenti di halte dekat sekolah.
Tidak butuh waktu lama bus pun datang dan ia bergegas naik, di dalam tidak banyak orang hanya ada empat orang termasuk, Mitsuki.
Ketika hampir sampai di sekolah, tiba-tiba saja ia merasakan aura keberadaan dari Furuno, tidak jauh dari nya saat ini.
Sesaat kemudian, ia pun sampai di sekolah dari, depan gerbang terlihat banyak anak-anak yang berkumpul mengelilingi itazuya.
Tidak di sengaja, Mitsuki sedikit mendengar apa yang di katakan itazuya membuatnya menjadi penasaran.
Saat sampai di depan kelas, terlihat katsugi dan Ayumi yang sedang melihat kerumunan tadi.
"Sebenarnya sedang apa mereka?" tanya Mitsuki.
"Oh! Kau tau orang yang baru-baru ini muncul di berita" jawab Ayumi
__ADS_1
"Siapa maksud mu?" ujar Mitsuki yang kembali bertanya.
"Dia yang sudah menyelamatkan banyak orang dari serangan mahkluk aneh belakangan ini dan itazuya mengaku bahwa dia adalah orang tersebut" sahut katsugi.
tidak lama kemudian bel sekolah pun berbunyi dan mereka yang sedang mendengarkan cerita dari itazuya pun kembali masuk ke dalam kelasnya masing-masing.
Ketika sedang belajar, Mitsuki kembali merasakan aura keberadaan Furuno dan kali ini auraa tersebut sangat dekat dengannya
Sesaat ia melihat ke arah jendela untuk memastikan jika ada Furuno atau tidak, tapi tidak kelihatan tanda-tanda Furuno.
Di tengah-tengah pembelajaran tiba-tiba saja sebuah ledakan terjadi di tengah lapangan sekolah.
Dan hal tersebut menarik perhatian semua anak yang sedang belajar.
Dari tengah lapang terlihat Furuno yang berdiri di sana lalu mulai berkata.
"Akan ku buat tempat ini rata dengan tanah" ucap Furuno yang menggema ke seluruh sekolah
Mendengar itu semua teman sekelas Mitsuki bersurak kepada itazuya untuk membuktikan perkataannya dan pergi untuk menghadapi Furuno.
Dengan wajah panik itazuya pun meminta kepada semua orang untuk tetap di dalam kelas sementara ia akan pergi ke luar.
Bukannya pergi keluar iya malah berlari bersembunyi di toilet dengan wajah takut.
Ingin pergi tapi Mitsuki tidak mungkin menunjukkan identitasnya di depan semua orang.
Di satu sisi kini sekolah dan berserta isinya sedang dalam bahaya besar.
Ketika semua perhatikan orang-orang tertuju pada Furuno, Mitsuki perlahan berjalan keluar dari dalam kelasnya, lalu berlalri perlahan ke tempat yang sepi.
"Baiklah sekarang bagai mana aku menghalangi wajah ku?" tanya Mitsuki kepada dirinya sendiri.
Saat mencari sesuatu untuk menutupi wajahnya tidak di sangka yujin datang dengan membawa topengnya.
"Apa tuan mencari ini?" tanya yujin yang nangkring di jendela.
"Kebetulan! sekali bagai mana kau bisa kemari?" jawab Mitsuki yang berbalik bertanya.
"Aku merasakan auranya, jadi aku bergegas untuk kemari, ini cepatlah"
Kemudian Mitsuki pun mengambil topeng tersebut dan memakainya seketika ia di selimuti api biru dan yang asalnya memakai baju seragam berubah menjadi baju ciri khasnya.
"Mari kita hentikan dia" ucap yujin yang terlihat bersemangat.
Sementara Mitsuki, berdiri di dekatnya dengan wajah terkejut dan kedua tangan memegang pedang tengoku.
__ADS_1