
Setelah melakukan penghormatan terakhir Mitsuki dan yang lainnya pun duduk bersama para Pelayat yang lain.
"Apa kau bisa menurunkan ku?" tanya yujin kepada kepala keluarga.
"Jika kau ingin merubah wujud mu kau bisa mengunakan toilet ini" jawabnya yang menunjukkan sebuah toilet.
Kemudian yujin pun masuk ke dalam dan kembali sebagai manusia tapi kali ini yujin memakai wajah yang berbeda dengan yang sering iya pakai.
Dengan wajah yang berduka, yujin pun berjalan dan berhenti di depan peti mati Akira.
Sekejap iya menatap kedua mata Akira yang tertutup kemudian memberikan penghormatan terakhirnya.
Dan meletakkan sebuah bunga berwarna putih di dekat kedua tangan Akira.
"Siapa dia?" tanya Ayumi yang melihat yujin di depan peti Akira dengan wajah sedih.
"Aku tidak tau!" jawab katsugi.
"Dia mungkin pacarnya" sahut Mitsuki.
Mendengar itu mereka berdua pun terkejut.
"Bagai mana kau tau?" tanya katsugi.
"Coba saja lihat tatapannya begitu kehilangan dia pasti sangat terpukul melihat Akira pergi untuk selamanya" jawab Mitsuki.
Setelah memberikan penghormatan terakhirnya, yujin pun duduk di dekat Mitsuki.
"Apa kau butuh tisu?" tanya Mitsuki yang memberikan beberapa tisu kepada yujin.
Tapi yujin menolaknya dengan cara tidak mengambil tisu yang di berikan Mitsuki.
tidak lama kemudian petugas pemakaman datang dan memberitahukan kepada kepala keluarga narukami bawah makamnya telah siap.
Kemudian mereka pun menutup peti mati Akira dan memasukannya kedalam mobil dengan di temani ayah dan ibunya.
Mereka semua pun berangkat ke pemakaman beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di tempat pengistirahatan terakhir akira di sebelah makam kakaknya.
Setelah peti matinya sudah di masukan kedalam tiba-tiba saja ibu Akira kembali menangis sambil berkata.
"Dia masih hidup anak ku cuman tertidur saja, cepat angkat lagi petinya!!" teriak sang ibu dengan tangisan histerisnya.
"Apa yang kalian tunggu cepat angkat lagi petinya, ayah kau lihatkan akibatnya kedua anak ku telah tiada karena tradisi konyol mu itu " lanjut ibu Akira kemudian memarahi ayahnya yaitu kepala keluarga narukami.
__ADS_1
Mendengar itu semua orang bertanya-tanya tentang apa yang di baru saja di katakan ibunya Akira.
Mendapati sang istri sudah kehilangan kendalinya ayah akira pun mencoba menenangkannya tapi semakin malam tangisan ibu akira semakin menjadi-jadi
Ketika makam Akira telah tertutup tanah sang ibu pun jatuh pingsan lalu mereka pun membawa ibu Akira ke dalam mobil untuk istirahat.
Kini keluarga narukami telah kehilangan kedua penerusnya dan mereka hanya tinggal menunggu kehancuran yang menunggu di masa depan.
Setelah pemakaman selesai semua orang pulang ke rumah masing-masing, tapi Mitsuki meminta katsugi dan yang lainnya untuk pulang lebih dulu, lalu ia masuk ke dalam sebuah toko.
Sementara yujin masih berada di dekat makam Akira bersama kepala keluarga.
Tampa mengucapkan sepatah kata pun yujin kembali kebentuk rubahnya dan berjalan pergi meninggalkan area pemakaman.
"Perasaan apa ini? Aku tidak dapat berhenti merasa sedih" tanya yujin kepada dirinya sendiri sambil berjalan pulang.
"Apa aku mulai menyukainya? Jika iya aku ingin sekali mengungkapkan perasaan ku kepadanya" lanjut yujin lalu berhenti berjalan.
Dan kembali berlari ke arah pemakaman, ketiak sampai di depan makam Akira yujin pun kembali menjad manusia lalu berteriak bahwa ia mencintai Akira .
Sambil meneteskan air mata ia terus mengulang perkataannya .
"Aku menyesal tidak mengatakan hal ini lebih awal, saat aku pertama kali melihat mau perasaan itu mulai muncul" ujar yujin setelah berteriak "aku mencintai mu" bebrapa kali.
Dan ternyata orang itu adalah Mitsuki dengan membawa kantong kresek kecil di tangan kirinya.
"Sudahlah!! Mungkin Akira sudah mendengar ungkapan perasaan mu kepadanya jangan buat dia sedih dengan terus mengingatnya, sekarang mari kita pulang" ujar Mitsuki.
Lalu yujin pun berdiri kemudian berjalan pulang mengikuti Mitsuki.
Karena jarak rumah yang sangat jauh jadi mereka pun harus naik bus, selama menunggu di halte, terlihat yajin yang perlahan bisa terlpeas dari kesedihannya.
Beberapa menit kemudian bus yang mereka tunggu pun datang.
Selama perjalanan pulang, sesekali Mitsuki mengajak yujin mengobrol agar iya tidak terlalu memikirkan akira.
Dan apa yang di lakukan Mitsuki pun membuahkan hasil keceriaan dan tingkah laku yujin kembali seperti biasanya.
Sesampainya di depan rumah yujin pun kembali menjadi rubah lalu mereka berdua masuk ke dalam.
"Aku pulang" ucap Mitsuki setelah berada di dalam rumah.
"Selamat datang, akhirnya kamu pulang, ibu sudah menyiapkan makanan mari kita makan bersaman sekalian ibu ingin berbiaca bersama mu" jawab sang ibu.
__ADS_1
"Tentu! Aku akan Menganti baju ku dulu".
Kemudian Mitsuki pun masuk ke dalam kamarnya dan kembali setelah Menganti bajunya.
Ketika Mitsuki sibuk menyantap makanannya sang ibu pun mulai mengatakan apa yanh ingin iya katakan.
"Begini besok ibu akan kembali meninggalkan kalian, karan ada masalah yang tidak bisa ibu kerjakan di rumah dengan terpaksa ibu akan kembali ke sana" ujar sang ibu yang sesekali mengusap makanan yang ada di pipi Marika.
"Aku tidak masalah, itu akan hak ibu untuk memutuskan pergi atau tidak yang penting ibu baik-baik saja di sana" jawab Mitsuki lalu melanjutkan makannya.
Mendengar jawaban dari Mitsuki sang ibu pun mengucapkan terimakasihnya kemudian pergi kekamar untuk mengemas pakaian.
"Marika apa kau sudah makannya?" tanya Mitsuki.
Dan Marika menganggukkan kepalanya kemudian Mitsuki pun membereskan meja makan lalu ia pun langsung mencuci piring yang selesai di gunakan.
Ketika susah selesai, Mitsuki pun mengambil beberapa potong sushi Inari dan membawanya ke kamarnya.
"Sudah jangan murung lagi, ini" ujar Mitsuki lalu meletakkan piring berisi sushi Inari di dekat yujin.
"Siapa juga yang murung aku hanya melamun" jawab yujin kemudian memaka sushinya.
"Baik tersera kau saja tapi untuk nanti malam jika perasaan mu masih menganggu mu kau tidak usah ikut".
"Apa yang taun kataka? Aku tidak apa-apa kok" jawab yujin.
"Yah aku mengerti".
...Tidak banya yang terjadi setelah mereka pulang dari pemakaman Akira....
...Sampai akhirnya malam pun tiba, sebelum Mitsuki dan yujin akan pergi keluar pertama mereka harus memastikan kalau sang ibu dan Marika telah tidur. ...
Ketika Mitsuki mengintip di kamar yataro terlihat kalau adiknya itu telah tertidur pula.
Dan saat mengintip ke kamar sang ibu terlihaya sang ibu juga telah tertidur.
Sesudah memastikan kalau mereka berdua sudah tidur, Mitsuki dan yujin pun bergegas pergi untuk melakukan rutinitasnya.
Seperti biasa untuk menemukan iblis mereka harus pergi ke tempat-tempat yang sepi.
Akhirnya bau dari iblis tingkat kuartal pertama pun tercium tidak jauh dari lokasi mereka berdua.
Sebelum bertindak mereka berdua memantau keadaan setikar dari belakang pohon, dirasa sudah aman merekapun langsung menghampiri iblis yang sedang memakan korbannya.
__ADS_1