Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 64


__ADS_3

Tapi sayangnya ia terlah lebih dulu menghirupnya kabut itu, tidak lama kemudian efeknya pun mulai berkerja.


Pandangan yang mulai kabur, dan tiba-tiba saja hidung Mitsuki mulia mimisan.


Lalu Mitsuki mulia memuntahkan darah yang sangat pekat,


Dan darah yang terus menetes dari mulutnya, membuat Mitsuki terlihat akan segera mati.


"Teknik penakluk iblis! Tebasan permukaan air" ujar Mitsuki yang mengunakan tekniknya.


Tapi yang terjadi hanyanya setetes air yang keluar dari ujung pedangnya karena kondisi Mitsuki saat ini tidak memungkinkan untuk mengunakan teknik apapun.


Dan sekali lagi Mitsuki harus memuntahkan darah karena ia memaksakan diri untuk mengunakan tekniknya tapi kali ini tidak sebanyak yang sebelumnya.


"Teknik darah iblis! Siulan malaikat maut" ujar iblis itu lalu bersiul.


Siulan yang terdengar merdu tapi dapat menghancurkan apapun seperti beberapa mobil yang tiba-tiba ringsek, kacar yang pecah, ding-ding ikut retak.


Serasa kedua telinganya di tusuk-tusuk menggunakan pedang yang di panaskan terlebih dulu, itulah yang di rasakan Mitsuki saat ini.


Meski sudah menutup kedua telinganya tapi ia masih dapat mendengarkan siulan itu dengan sangat jelas.


Tidak lama kemudian sebuah anak panah melesat dari arah belakang dan menancap tepat di baju kiri iblis itu.


Seketika saja bahunys terbakar hebat akibat dari panah amatersu,


Dan siulan yang di lakukan nya pun terhenti karena bahunya terbakar.


"Siapa?" ujar iblis itu lalu berbalik ke belakang.


"Yo! Sepertinya aku terlambat" sahut yujin yang berdiri di sebuah tiang listrik.


"siluman! Panah amaterasu, tombak tsukoyomi, dan pedang susano-o" ucap iblis itu saat melihat yujin dan tiga Senjaya mihashira no uzu no mikotonya.


"Yah, aku adalah rubah inari pendamping sang penakluk iblis, dan pemilik~" ujar yujin tapi perkataannya berhenti karena iya tiba-tiba saja menghilang.


Membuat iblis itu terkejut melihatnya .


"Pemilik mihashira no uzu no mikoto" lanjut yujin yang tiba-tiba muncul di dekat Mitsuki dengan berpose.


Lalu ia pun membantu Mitsuki untuk berdiri dan mencoba untuk menghilangkan asap beracun itu dari tubuh Mitsuki.


Setelah berusaha keras meski tidak semuanya, setidaknya yujin berhasil menarik keluar asap beracun tersebut.


Dan kondisi Mitsuki pun mulai membaik kini ia kembali dapat melihat dengan jelas.

__ADS_1


Melihat kondisi Mitsuki yang sudah membaik, yujin pun memberikan topeng miliknya.


Seperti biasa setelah memakai topeng itu Mitsuki tertutup api biru dan ia pun memakai baju khususnya setelah api tersebut menghilang.


"Mari kita selesaikan ini" ujar yujin setelah membantu Mitsuki.


"Teknik aura siluman! Genggaman dewa bumi!" dan dari dalam tanah sepasang tangan berapi muncul lalu menggenggam iblis itu.


tidak berhenti di situ yujin kembali menggunakan tekniknya untuk kedua kalinya.


"Teknik aura siluman! bayangan diri sendiri" lanjut yujin dan empat bayangannya muncul, kemudian berdiri di empat sudut mengelilingi lengan yang menjepit iblis itu.


Dan dari keempat bayanganngs tersebut termasuk dirinya sendiri masing-masing menyemburkan api ke arah iblis yang di jepit.


"Tuan sekarang!!" ujar yujin setelag mengunakan tekniknya.


"Teknik penakluk iblis! Tebasan permukaan air" ujar Mitsuki lalu bergerak cepat untuk memenggal kepala iblis itu.


Dan akhirnya Mitsuki pun berhasil menebas kepala iblis itu sebelum semua luka bakarnya sembuh.


Setelah itu Mitsuki dan yujin pun bergegas pergi karena akan ada banyak orang yang datang.


Karena kegaduhan yang mereka berdua lakukan saat melawan iblis itu.


Gadis remaja itu dan adiknya yang masih tidak sadarkan diri dan mereka berdua pun di bawa kerumah sakit.


"Bagai mana aku bisa datang secepat itu ke mari?" tanya Mitsuki setelah melepas topengnya.


"Tidak ada salahnya bukan memiliki kemampuan baru setelah ekor ku tumbuh lagi" jawab yujin.


"tapi terimakasih sudah datang menolong"


"Tidak masalah itu juga adalah tugas ku kalau begitu aku akan kembali" jawab yujin kemudian menghilang dalam sekejap mata bagaikan teman yang di tagih utang.


Setelah yujin pergi, Mitsuki juga Pergi membeli obat merah dan perban lalu masuk ke dalam toilet umum yang ada di sana.


Di dalam toilet, Mitsuki membersihkan lukanya mengunakan sapu tangan yang ada di dalam saku celana.


Yah kalian tau sendiri kan luka yang di buta iblis dengan tingkat atas akan memerlukan waktu yang cukup lama paling tidak lama sekitar lima belas menit.


Selesai membersihkan lukanya, Mitsuki pun kembali ke hotel.


Sesampainya di hotel terlihat pak arikawa yang sedang duduk di lobi dengan wajah kebingungan.


Meski penasaran tapi ia tidak berani menanyakan apa yang sedang di pikirkan olehnya.

__ADS_1


Setibanya di dalam kamar, merasa bajunya bau hanyir, Mitsuki pun memilih Menganti bajunya sebelum tidur.


Setelah Menganti baju, Mitsuki pun mulai berbaring di sofa dekat katsugu dan menutup matanya untuk tidur.......


Keesokan harinya, Mitsuki dan yang lain sedang berjalan menuju tempat perlombaan taekwondo di adakan.


Terlihat banyak orang yang datang untuk menonton atau pun yang mengikuti perlombaannya.


"Baiklah, katsugi semangat oke" ujar sang ayah yang menyemangati katsugi.


"Tapi aku tidak ingin kalian berdua melakukan hal yang sama seperti dulu" jawab katsugi.


"Tenang saja sekarang Mitsuki sudah dewasa tidak mungkin dia ingin melakukannya lagi" ujar sang ayah yang tersenyum ke arah Mitsuki.


"Aku tidak percaya kalau begitu aku pergi dulu" jawab katsugi lalu pergi ke ruangannya.


"Hal aneh apa maksud mu?" tanya Ayumi.


"Jika beruntung kau akan melihat aksi mereka berdua" jawab katsugi lalu melihat ke arah sang ayah dan Mitsuki.


sementara mereka bertiga pergi ke kursi penonton yang sudah di siapkan,


Ketika akan sampai di tempat duduknya, Mitsuki meminta izin untuk pergi ke toilet untuk melihat lukanya.


Setelah mendapatkan izin ia pun bergegas pergi ke toilet ketika di toilet, Mitsuki sedikit mengangkat rambutnya dan terlihat lukanys sudah sembuh kemudian kembali.


Di babak penyisihan katsugi kebagian urutan ke tiga, melawan perwakilan dari kota Sapporo.


Beberapa menit kemudian giliran katsugi pun akhirnya tiba, melihat pendukung dari lawan katsugi yang sangat heboh sementara sang ayah dan Mitsuki terlihat biasa saja membuatnya merasa aneh.


"Mengapa mereka berdua terlihat tenang seperti itu? Tapi baguslah aku jadi tidak malu" batin katsugi dan pertandingan nya pun di mulai.


Babak pertama di menagkat katsugi begitu juga sampai babak terakhir, poinnya di sapu bersih oleh katsugi sementara lawannya tidak mendapatkan poin sama sekali.


Seketika pendukung dari kota Sapporo terdiam tidak berkata-kata lagi.


Dan tiba-tiba saja ayah katsugi meniup terompet dan menyanyikan yelyel untuk katsugi.


Dengan sebuah bendera yang di kibar-kibarkan Mitsuki dan terlihat di bendera itu ada gambar katsugi sedang berpose imut.


Selama di babak penyisihan banyak yang harus tersingkir.


Beberapa jam kemudian babak penyisihan pun telah selesai dan peserta yang masih bertahan tinggal empat orang dan mereka pun lanjut ke babakp semi final.


Sebelum semi final di mulai semua peserta di perbolehkan untuk istirahat setidaknya tiga sampai empat puluh menit.

__ADS_1


__ADS_2