
Dan benar saja sedikit demi sedikit penghalang itu terkikis dan ketika cairan itu tembus mereka berdua pun langsung melompat untuk menghindarinya.
Melihat mereka berhasil menghindar, nagumo pun berhenti menyembuhkan cairan asamnya dan kembali menyerang.
Beberapa luka harus di rasakan Akira meski tidak terlaku serius begitu juga yujin tapi ia masih dapat menyembuhkan luka itu.
"Manusia itu tidak praktis, kalian harus menunggu beberapa hari hanya untuk menyembuhkan luka sekecil itu" ujar nagumo dengan menunjuk ke arah Akira mengunakan pedangnya.
"Mari kita lihat sejauh mana kau bisa bertahan" lanjut nagumo yang kembali menyerang.
.........................................
Di lain tempat, ketika mereka semua selesai makan malak bersama, para orang tua pun meminta anak-anak mereka untuk bersiap pergi ke festival tahun baru.
Awalnya mereka menolak tapi setelah di paksa akhirnya mereka bertiga pun mengalah dan memilih untuk bersiap-siap.
Beberapa menit kemudian mereka bertiga kembali dan terlihat ayumi yang memakai baju kimono berwarna merah muda bermotif bunga dan,
sedangkan Mitsuki dan katsugi Kuromontsuki hitam pulos.
Setelah berpamitan mereka pun berjalan menuju festival, sepanjang jalan banyak orang dan anak-anak yang memakai baju sama seperti mereka bertiga.
"Sebenarnya aku tidak ingin memakai baju seperti ini" ujar Mitsuki yang berjalan di tengah.
"Memang nya kenapa?" sahut Ayumi yang bertanya.
"Ini sangat mencolok bagi ku" jawab Mitsuki.
"Nah kita sudah sampai" timbal katsugi ketika mereka sampai di festival.
Banyak pedagang dan orang-orang yang datang ke festival.
Ketika berjalan-jalan di dalam festival mereka bertiga pun berhenti untuk memberi permen apel.
Setelah mendapatkan permennya mereka bertiga pun kembali berjalan menikmati festival yang semakin meriah.
........................................
Akira dan yujin yang sudah kelelahan menghadapi nagumo.
Dan tiga senjata yang di keluarga yujin menghilang karena energi yang di miliki yujin hampir habis.
"Aku akan menyelesaikan ini" ujar nagumo lalu terlihat sebuah jam pasir yang pernah di berikan agraris dan dua permata yang iya ambil dari teman-temannya.
ketiga benda itu berpancar dan kekuatan yang sangat besar sampai-sampai Mitsuki, akuma, agraris, polaris, ayaris, dan paradoks dapa merasakannya.
....................................
"Dasar bodoh" ucap agraris setelah merasakan aura besar tersebut.
__ADS_1
...................................
Perlahan ketiga benda itu bersatu dan ledakan kekuatan bersa melebihi ledakan yang sebelumnya pun terpancar setelah menyatunya ketika benda tersebut.
Dan terlihat jam pasir itu memiliki dua warna yang berbeda.
"Gawat!! Cepat kita harus mundur" ujar yujin kemudian membawa Akira bersamanya untuk bersembunyi.
Di belakang sebuah pohon besar, yujin pun meminta Akira untuk mengambilkan permata miliki nya.
Kemudian Akira pun memberikan permata itu dan yujin pun mengambilnya lalu meminta Akira untuk menunjukan luka-lukanya.
"Tahan sedikit" ujar yujin kemudian mendekatkan permata itu pada wajah Akira yang terluka.
Seketika saja luka itu pun sembuh ketika terkena cahaya dari permata itu, satu persatu luka-luka yang di alami Akira kembali sembuh seperti semula.
"Tidak ada gunanya bersembunyi pada akhirnya kalian akan mati" ujar nagumo.
"Kita tidak dapat menghadapinya dengan kekuatan sebesar itu" ujar yujin.
"Jangan khawatir aku punya rencana" jawab Akira kemudian menjelaskan renacanya kepada yujin .
Melihat Akira yang yakin dengan rencananya, yujin pun mengikutinya keluar untuk kembali menghadapi nagumo.
Terlihat nagumo yang terus menerima kekuatan dari jam pasir yang berada di atas kepalanya itu.
"Jangan terlalu yakin" jawab yujin lalu kembali memasukan permata itu kedalam tubuhnya Dan tiga senjat mihashira no uzu no mikoto kembali muncul.
"Nah majulah kalian".
Meski nagumo tidak berpindah dari tepatnya berdiri tapi iya masih bisa, menghindari setiap serangan yang mengarah kepadanya.
"Yujin sekarang!!" teriak akhir yang meminta yujin untuk melakukan sesuai rencana
"Teknik aura siluman!! pilar penopang langit" ujar yujin lalu beberapa pilar yang memiliki tinggi yang berbeda pun muncul dari dalam tanah mengelilingi nagumo.
"Teknik pengurung siluman!! rantai pengikat" sahut Akira lalu dari pilar-pilar itu mengeluarkan banyak rantai berduri.
Dan semua rantai itu berhasil mengikat nagumo dengan kuat.
Melihat ada kesempatan mereka berdua pun kembali menyerang dari dua arah dan kali ini yang mereka incar adalah lehernya.
Sedikit lagi mereka berhasil mengenai leher nagumo, tiba-tiba saja rantai yang mengikat nagumo terputus.
Dan itu membuat nagumo berhasil memotong tangan kiri Akira sedang akan yujin harus kehilangan kemudian tangannya meski tangan itu kembali tumbuh.
Lalu semua rantai dan pilar itu hancur seperti istana pasir yang tersapu ombak.
"Kerja sama yang hebat tapi itu tidak akan cukup untuk mengalahkan ku"ujar nagumo lalu mengambil pedang Akira yang tergeletak dan menghancurkannya berkeping-keping.
__ADS_1
Melihat nagumo yang berjalan mendekat, yujin pun berdiri di depan Akira untuk menghalangi nagumo.
"Jangan mengahalngi" ujar nagumo lalu mengibaskan tangannya.
Dan yujin terhempas lalu menghantam sebuah pohon, kemudian salah satu dari mihashira no uzu no mikoto yaitu tombak tsukoyomi
melesat dan menancap tepat di dada yujin sampai tembus ke belakang pohon, membuatnya terjebak.
"Sudah diam kau di situ" ujar nagumo setelah membuat yujin diam tidak berdaya.
"Sayang sekali keluarga narukami harus kehilangan penerus terlahir mereka" lanjut nagumo kemudian mengayunkan pedangnya ke arah Akira.
Tapi anak panah yujin berhasil membuat pedang nagumo terlepas dari genggamannya.
"Akira!! Cepat bangun!! Uhuk.. Uhuk.." teriak yujin lalu memuntakan darah.
Dengan wajah datar nagumo melihat ke arah yujin lalu mengangkat Akira dengan cara di cekiki.
Tidak di sengaja angumo melihat tangan akira yang memegang sebuah kertas dengan gambar pedang.
Melihat itu nagumo pun menjatuhkan Akira kemudian menjauh darinya.
Dengan sempoyongan Akira pun berdiri lalu melemparkan kertas itu ke tanah.
dan tiba-tiba saja dari kertas itu sebuah cahaya yang sangat terang pun muncul.
Dan perlahan sebuah pedang keluar dari dalam cahaya terang itu, betapa terkejutnya nagumo ketika melihat pedang Totsuka no Tsurugi.
"Aku mohon Totsuka" ujar Akira lalu mengambil pedang itu.
"To-Totsuka no Tsurugi!! Ba-bagai mana mungkin? Senjata dewa itu ada di sini!!" ujar yujin yang melihat kemunculan Totsuka no Tsurugi.
(Di luar nalar cok (author))
"Kau pikir pedang mainan itu dapat mengalahkan ku" ujar nagumo yang memperbesar kekuatan yang iya serap dari jam pasir itu.
Dengan cepat iya kembali mengambil pedangnya lalu menyerang Akira.
Ketika pedang nagumo bersentuhan sedang pedang Totsuka seketika pedang itu hancur lebur tidak bersisa.
Untuk ke dua kalinya nagumo kembali menjauh dari Akira.
"Sepertinya kita akan mati bersama" ujar nagumo.
Tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu yang aneh dengan kekuatan yang di serapnya, bukannya merasa lebih kuat nagumo malah merasa semkain kehilangan kekuatannya.
Menyadariakan hal tersebut, ia pun memaksakan menarik kekuatan dari jam pasir itu.
Tapi Akira sepertinya tidak mempermasalahkannya karena ia sudah mengetahui maksud dari nagumo.
__ADS_1