Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 56


__ADS_3

"Mari kita hentikan dia" ucap yujin yang terlihat bersemangat.


Sementara Mitsuki, berdiri di dekatnya dengan wajah terkejut dan kedua tangan memegang pedang tengoku.


Bom!! Ledakan pun terjadi dan membuat semua orang menjadi panik, ketika akan keluar tiba-tiba Mitsuki berhenti di depan koridor sekolah.


"Ada apa? Cepatlah jika tidak sekolah ini akan hancur" ujar yujin.


"A-aku merasa gugup di lihat banyak orang" jawab Mitsuki.


"Astaga!! Jangan di pikirkan, begini saja tuan pergilah duluan dan aku akan mencoba mengosongkan sekolah ini" sahut yujin lalu berlari kembali kedalam sekolah.


Setelah menarik nafas panjang ia pun kembali berjalan keluar ketika melihat Mitsuki, Furuno berhenti merusak sesuatu yang ada di sekitarnya.


"Ha! Rupanya kau juga ada di sini" ucap Furuno dengan tersenyum ke arah Mitsuki.


"Dan ini akan mulai menarik" lanjut Furuno lalu mulai mendekati Mitsuki sambil melemparkan beberapa belati ke arahnya.


Meski dirinya berhasil menghindari belati-belati itu, tapi sayangnya Mitsuki terlempar dan menghantam tembok yang ada di belakangnya ketika ia menangkis pukulan Furuno.


Dan kembali berdiri untuk membalas seraga dari Furuno yang membuat langsung terhempas.


Sementara itu, yujin mengunakan tekniknya untuk menindurkan semua orang yang ada di sekolah, lalu memindahkan mereka ke area yang aman dari sekolah.


Setelah melakukan hal tersebut, iya pun kembali untuk membantu Mitsuki.


"Apa kau sudah memindahkan semua orang?" tanya Mitsuki setelah melihat yujin datang.


"Tentu!!" jawab yujin.


"Asal kalian tau saja, Furuno yang kalian kenal sudah tidak ada, sementara aku adalah sisi gelapnya dan kini akan ku akhiri kisah ini, hahah~~"


"Teknik darah iblis! Bunga malaikat maut" lanjut Furuno yang mengunakan tekniknya.


Tiba-tiba saja di bagian bahu sebelah kiri keluar sebuah bunga hinganbana berukuran kecil, tapi dari wajah Mitsuki sepertinya sangat sakit.


Begitu juga dengan yujin tetapi bunga yang sama muncul di bagian bahu kanannya.


"Bunga itu akan menyerap energi kehidupan kalian secara perlahan dan kalian pun kan mati" ujar Furuno setelah mengunakan tekniknya.


"artinya kita harus mengalahkannya dengan cepat, apa kau siap?" bisik Mitsuki yang bertanya kepada yujin.

__ADS_1


"Tentu saja" jawab yujin dengan tiga  senjata mohashira yang ada di dekatnya.


Begitu juga dengan Furuno yang memegang belati di kedua tangannya dan dengan cepat mereka pun saling mengayunkan senjatanya.


Dan dengan adanya kejadian ini, menjadi tontonan geratis bagi mereka yang penasaran dan tidak sayang nyawa.


"Astaga!! Ini sangat sulit dari yang ku bayangkan" ujar Mitsuki setelah melihat kerumunan orang yang sedang menonton dan juga merekam video.


Ketika Mitsuki dan yujin mengambil jarak dengan Furuno, semua orang langsung mengambil gambar mereka,


Merasa jengkel dengan apa yang di lakukan orang-orang tersebut, membuat Furuno meniupkan asap hitam tebal ke arah mereka semua.


Mekis melihat bahaya tapi mereka semua tetap berada di tempat sambil terus merekam kejadian tersebut.


Setelah mereka semua tertutup asap hitam tersebut, dari dalam cahaya merah mulia terlihat meski hanya sebentar


Sampai ketika semua asap itu berhenti mengeluarkan cahayanya dan menghilang, tidak terlihat lagi adanya orang ramai. 


Yang ada hanyalah tumpukan tengkorak dengan baju yang robek.


"dasar manusia, baru kali ini aku melihat mahkluk seperti itu" ujar Furuno


"Terima kasih, aku anggap itu sebagai pujian dan sekarang mari kita bermain tampa adaa gangguan"


"Teknik darah iblis!! Pembatas siang dan malam" lanjut Furuno yang mengeluarkan tekniknya.


Sesaat kemudian sebuah kubah hitam yang menyelimuti satu sekolah muncul dan sebuah perbedaan waktu pun terjadi.


Mitsuki,yujin, dan Furuno yang berada di dalam, sekarang mereka sedang waktu malam sementara di luar kubah masih siang hari.


Dan ketika bertarung, meski pun dari luar hanya menutupi sekolah tapi di dalamnya itu sangat luas bagaikan kubah tersebut tidak memiliki batasan.


Ketika akan menyerang Furuno tiba-tiba saja Mitsuki kehilangan tenaga dan terjatuh, hal itu membuat Furuno menjadi lebih mudah untuk menyerang.


Dan iya pun menendang Mitsuki sampai terlempar cukup jauh ke arah tembok sekolah.


"Sepertinya energi kehidupan mu semakin berkurang, dan dalam beberapa jam lagi kisah ini akan selesai" ujar Furuno setelah menendang Mitsuki.


"Teknik aura siluman!! Kabur rembulan malam" ujar yujin yang menghembuskan kabut yang sangat tebal


"Apa kau pikir menyerang dalam kabur seperti ini akan mudah mengalahkan ku?" Tanya Furuno setelah dirinya di keliling kabut tebal.

__ADS_1


Tapi baru sebenar kabut tersebur muncul, sudah kembali menghila dan terlihat yujin yang memuntahkan darah karena energi kehidupannya yang semakin terkuras habis.


"Kalau begitu akan ku bukan segel mu" ujar yujin yang mulai membuka segela kertas di dalam tubuh Furuno.


Dan Furuno pun teringat dengan kertas penyerap jiwa yang pernah di masukkan yujin ke dalam tubuhnya.


Dengan cepat Furuno  menyerang yujin sampai iya tidak dapat bergerak lagi tapi nasi tela menjadi bubur.


Kertas yang ada di dalam tubuh Furuno  mulai menyerap jiwanya, meski begitu akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk kertas itu menyerap habis jiwanya.


"Dasar rubah kurang ajar, mati saja kau!" lalu mengarahkan belatinya ke arah yujin.


Untungnya ketika belati miliki Furuno akan membunuh yujin dari belakang Mitsuki menyerangnya dan membuat Furuno menjauh dari mereka berdua.


"Kalian pikir hanya dengan kertas kecil ini saja sudah cukup untuk membunuh ku? Sekarang saksikan wujud dari kematian".


Dan aura hitam yang sangat kuat pun keluar dari dalam tubuh Furuno, membuat seluruh kubah di isi dengan aura hitam.


Bahkan membuat agraris dan yang lainnya juga bisa merasakan aura tersebut.


"Aura ini.." ucap polaris.


"Dia lebih dari apa yang kita semua bayangkan selama ini" jawab agraris.


Dan kemudian mereka berempat pun terdiam, tak ada yang berbicara selama merasakan aura dari Furuno.


"Gawat!! Tuan cepat, Kita harus menggagalkan perubahannya" ujar yujin telah kembali berdiri


Dengan cepat mereka berdua menyerang Furuno berharap dapat menggagalkan perubahannya tersebut.


Tapi sayangnya mereka berdua terlambat dan akhirnya Furuno pun menunjukkan bentuk aslinya.


Meski bentuknya tetap manusia tapi ada beberapa hal yang berbeda di antaranha adalah.


Sepasang tanduk seperti rusa tapi tidak terlalu panjang, pola pada kedua bola matanya berbentuk seperti, kalian tau persegi dengan delapan sisi bentuk pola matanya kurang lebih seperti itu.


ekor dengan sisik berwana hitam tapi ukurannya tidak terlalu panjang, dan semua giginya menjadi setajam pedang yang sudah di asah.


begitu pula dengan suaranya, berubah drastis yanh asalnya biasa saja menjadi terdengar agak besar dan juga berat.


"Nah, kita tutup ceritanya sampai di sini" ucap Furuno lalu menjentikkan jarinya.

__ADS_1


__ADS_2