
Setelah mengetahui arti dari kalimatnya, Mitsuki dan yujin kembali ke bawah.
Sementara yujin kembali melanjutkan sarapannya, Mitsuki pergi untuk bersiap pergi ke sekolah.
Saat selesai ia kembali dan mulai sarapan bersama Marika, beberapa menit kemudia Mitsuki akhirnya selesai sarapan.
Kemudian ia pun berpamitan pada yujin dan Marika, lalu berangkat ke sekolah, tak lama kemudian katsuhi dan ayumi datang dari arah belakang menyusul Mitsuki.
Melihat sikap Mitsuki yang sudah kembali seperti biasa, membuat katsugi mulai menanyakan tentang keadaan Mitsuki.
Dengan wajah bingung harus membuat alasan apa, ia hanya tertawa dengan terbata-bata.
Saat mereka akan melewati sebuah persimpangan, tiba-tiba saja sesuatu melintas di depan mereka dengan cepat.
Dengan wajah terkejut mereka bertiga terdiam sesaat, lalu sebuah luka goresan mulai muncul di wajah Mitsuki.
Yah meski tidak besar tapi berdarah, tak lama kemudian itazuya dengan di ikuti beberapa temannya yang membawa kamera melintas di depan mereka.
"Apa mereka tidak akan pergi sekolah? dan astaga wajah mu terluka!" tanya Ayumi lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
"Ha!?" lalu Mitsuki mulai meraba wajahnya dan apa yang di katakan Ayumi benar, saat Mitsuki melihat sedikit darah yang ada di salah satu jarinya
"Biarkan saja dia kan pahlawan" jawab katsugi.
Tak lama kemudian Ayumi berhasil menemukan benda yang iya cari dari dalam tasnya, yaitu sebuah plester untuk menutupi luka gores pada wajah Mitsuki.
"Ini pakai, agak tidak infeksi" ucap Ayumi yang menyodorkan plester tersebut.
"Ti-tidak usah, ini hanya luka kecik kok" jawab Mitsuki yang terlihat canggung dengan Ayumi.
Lalu katsugi berjalan dan berdiri di dekat Ayumi, denga tersenyum mencurigakan iya pun mulai membisikkan sesuatu di telinga ayumi.
Saat katsugi selesai berbisik dan tak lama kemudian sikap Ayumi terhadap Mitsuki langsung berubah, iya menjadi sedikit menjadi perempuan yang ganas.
Perlahan Ayumi mendekat, sementara Mitsuki terus berjalan mundur, semakin dekat semkain Mitsuki terpojok di tembok.
"A-apa?" tanya Mitsuki dengan wajah yang mulai berkeringat.
Katsugi yang melihat hanya bisa menahan tawanya di belakang.
__ADS_1
Dan Mitsuki di buat semkain panik saat Ayumi langsung menarik kerah bajunya, seketika wajah Mitsuki memera karena.
Melihat dua gunung yang tidak semestinya dilihat olehnya, wajahnya semkain memerah lagi saat Ayumi kembali menarik kerah bajunya semakin dengan dengan dirinya.
"Pakai ini" ucap Ayumi lalu menempelkan plesternya dan sikapnya kembali normal.
Beberapa saat setelah kejadian barusan, Mitsuki terdiam tak berkedip, karena masih terkejut dengan apa yang terjadi.
"Dia hebatkan" ucap katsugi setelah menepuk pundak Mitsuki dan berjalan mendahului bersama Ayumi.
"Apa yang tadi terjadi?" tanya Mitsuki pada dirinya sendiri.......
Setibanya di dalam kelas, seperti biasanya jika tidak ada itazuya dan kawan-kawannya maka ada anak perempuan yang menggantikannya.
Beberapa dari mereka ada yang mengatai Mitsuki karena hari ini ia tak memakai kacamata karena Mitsuki lupa menyimpannya di mana.
(Aithor bilike "4su-4su gk pake kamata salah, pake kacamata salah, karakter njg" )
Berhubung saat itu katsugi dan Ayumi sedang di panggil ke ruang guru entah untuk apa, Selama mereka berdua pergi.
Maka selama itulah Mitsuki terus di kata-katai oleh para anak perempuan, bahkan mereka seperti sangat mrmbandang rendah Mitsuki.
Beberapa saat kemudian pak minamoto datang bersama katsugi dam Ayumi, seketika kelas langsung tenang dan kondusif.
Selama pelajaran berlangsung pak minamoto terlihat sedikit aneh, iya seperti dengan mencari sesuatu tapi tidak tau apa.
Sampai akhirnya salah satu dari mereka semua bertanya dan pak minamoto pun menjawab.
"Ada yang hilang di kelas ini tapi apa? Seperti sunyi, tenang, dan kali ini bapak tidak. sakit kepala saat masuk ke ini" jawab pak minamoto.
Beberapa saat kemudian pak monamoto pun menyadari siapa yang tidak ada, yaitu itazuya dan kawan-kawannya.
Dan pak minamoto pun mulai bersantai di kelas setelah memberikan materi dan beberapa soal, dengan kaki yang di letakkan di meja dan mata yang terpejam, iya terlihat begitu tenang.
Sepuluh menit kemudian, tiba-tiba saja sekolah terada bergetar sedikit, merasakan getaran tersebut semua orang yang ada di dalam kelas terdiam dengan saling menatap satu sama lain.
Dan dari halaman sekolah, sebuah ledakan terdengar, lalu semua orang pun bergegas ke arah jendela untuk melihatnya.
Itu ternyata itazuya yang sedang menghadapi salah satu dari empat iblis bulan sabit akhir, dan iblis satu ini bisa membuat tingkat bulan sabit akhir lain ketar-ketir.
__ADS_1
Yah siapa lagi kalau bukan agraris si op no debat ini sedang melawan itazuya.
"Lah" ucap Mitsuki setelah melihat agraris.
Meski serangan yang di lancarkan itazuya agak kaku tapi serangan itu berhasil membuat agraris ketar-ketar.
Setiap serangannya berhasil membuat agraris terluka cukup parah, melihat pertarungan itu membuat beberapa orang ada yang menyemangati itazuya dan sisanya hanya diam menonton.
Dari atap sekolah, Ghoul terlihat sedang tertawa terbahak-bahak melihat agraris yang sedang ketar-ketir seperti itu.
"Tidak ku sangka membuat tiruan agraris adalah ide yang bagus" ucap Ghoul setelah tertawa.
Lalu tak lama kemudian, saat itazuya akan memenggal kepala dari tiruan agraris itu, hal yang aneh terjadi.
Pedang yang sedikit lagi akan mengenai lehernya tiba-tiba berhenti tak dapat di gerakan sama sekali.
"Apa! Gawat" ucap Ghoul yang terkejut setelah merasakan sesuatu.
Dan ternyata tiruan agraris itu sedang di kendalikan oleh agraris yang asli dari jarak jauh, karena iya tidak terima dengan rencana Ghoul yang mempermainkan dirinya.
"Awas kau!!" teriak agraris lalu melompat menyerang Ghoul yang ads di atap sekolah.
"Gawat" dengan cepat Ghoul menghindari serangan itu.
Dan terlihat atap sekolah yang hancur karena pukulan dari agraris, sekali lagi serangan yang sama kembali di lakukan.
Meksi pun agraris yang asli mengendalikan tiruannya dari jarak jauh tapi kekuatan serangannya sangat kuat bahkan hampir sama dengan yang asli,
Dan daya hancurnya juga sangat besar.
"Ku bunuh kau, dasar berengsek" sebagian atap sekolah ada yang hancur, tapi untungnya Ghoul langsung pergi dari area sekolah meski begitu agraris masih mengejarnya.
Dan iyazuya juga pergi untuk menyusul mereka berdua bersama kawan-kawannga yang membawa kamera.
Setelah kejadia barusan, pelajaran kembali di teruskan pada saat Mitsuki melihat katsugi, ia merasa ada yang tidak besar dengan sahabatnya itu.
Ekspresi wajah begitu datar bahkan tak terlihat ada ekspresi sama sekali, datar sedatar-datarnya, ketika Mitsuki memanggilnya.
Katsugi pun berbalik, seketika Mitsuki menjadi takut pad saat melihat wajah katsugi yang tidak memiliki ekspresi dan dengan tatapan kosongnya.
__ADS_1
"Ya ampun" bisik Mitsuki setelah melihat hal tersebut.