
Tapi Akira sepertinya tidak mempermasalahkannya karena ia sudah mengetahui maksud dari nagumo.
Dengan semua tenaga yujin mencabut tomba yang menancap itu meski banyak darah yang harus ia keluarkan, tapi ia berhasil mencabut tombak tersebut.
Kemudian berjalan menghampiri Akira dengan luka yang hampir sembuh.
"Apa yang dia maskdu?" tanya yujin setelah berdiri di dekat Akira.
"Pedang ini menyerap energi kehidupan ku dan kali ini kau jangan ikut campur" jawab Akira.
Saat yujin kembali bertanya tapi Akira tidak menjawabnya karena iya kembali menyerang nagumo.
Dan Akira berhasil melukainya tapi kemampuan regenerasi nagumo tidak dapat menyembuhkan luka yang di sebabkan oleh pedang Totsuka.
Tidak berhenti di situ mereka terus saling melukai satu sama lain.
Sementara suara orang-orang di kota yang sedang menghitung mundur waktu pergantian tahun.
"10" banyak ledakan kecil yang terjadi di sekeliling mereka akibat bentrokan antara dua kekuatan yang berbeda.
"9" telinga dan pergelangan tangan nagumo terpotong.
"8" mata kanan Akira terluka dan tidak dapat di gunakan.
"7" meski begitu mereka masih belum mengalah.
"6" yujin tidak dapat membantu karena Akira melarangnya.
"5" jual beli serangan di antara mereka berdua semkain sengit.
"4" mata yang bergetar menyaksikan Akira berjuang mati-matian mulai mengeluarkan air mata.
"3" mereka berdua saling menjauh untuk melakukan serangan terakhir.
"2" dan melesat dengan kekuatan penuh, sayangnya nagumo kehilangan seluruh kekuatannya, karena di serap habis oleh jam pasir itu. Meski begitu iya berhasil memberikan luka yang cukup bagi akira.
"1" akhirnya mereka berdua pun tumbang, tidak ada yang menang daa kalah.
Bom!!! Bom!!! Bom!!! Suara kembang api pun terdengar mengiringi selesainya pertarungan antara Akira dan nagumo.
Melihat Akira yang tergeletak tidak berdaya yujin pun langsung bergegas menghampirinya.
"Kenapa kau melarang ku untuk membantu mu?" tanya yujin dan beberapa tetes air matanya mengenai wajah Akira.
__ADS_1
"Sepertinya aku tidak akan bisa melihat mu menangis untuk ke dua kalinya" jawab Akira lalu tersenyum.
"Bilang kepada keluarga ku, terimakasih telah merawat ku dari kecil dan aku menyayangi mereka".
"Jangan bicara yang tidak-tidak, aku akan segera menyembuhkan luka mu" ujar yujin yang kembali mengeluarkan permatanya.
Tapi Akira mengambil permata itu lalu melemparkannya.
"Sudahlah aku sudah mengantuk dan kakak ku sudah menunggu ku, selamat malam dan selamat tahun baru" jawab Akira lalu menutup matanya.
Melihat Akira yang menutup matanya membuat yujin panik dan mencoba untuk membangunkannya.
Tapi sayang apa yang ia lakukan tidak ada gunanya karena Akira telah tiada sebagai gadis tangguh.
"Astaga!!" ujar yujin yang terus meneteskan air mata.
Sesaat kemudian hujan pun turun, menyembunyikan air mata yang terus keluar tidak terbendung.
Dengan begitu terpukul akan kepergian Akira, yujin pun menggendong mayat Akira berjalan meninggalkan nagumo yang telah menjadi debu di bawah hujan yang deras.
Sepanjang jalan banyak orang yang bertanya dan mencoba menawarkan bantuan mereka tapi yujin menolaknya dengan cara tidak menjawab.
Sesampainya di depan gerbang kediaman keluarga narukami, yujin pun membuka pintu gerbang tersebut dan melihat seluruh
Kemudian kepala keluarga narukami pun berjalan menghampiri yujin dan meletakan telapak tangannya di atas pundak yujin lalu berkata.
"Terimakasih untuk bantuan mu" ujarnya lalu beberapa anggota keluarga pun bergegas mengambil mayat Akira.
Lalu meletakannya di depan rumah, terdengar suara tangisan yang sangat menyayat hati dari kedua orang tua Akira.
Sang kakek yaitu kepala keluarga pun juga meneteskan air mata lalu meminta yujin untuk pulang dan kembali besok saat pemakaman di mulai.
Meski ia sudah cukup jauh dari kediaman narukami suara kesedihan masih terdengar jelas di kedua telinganya.
Setibanya di rumah, yujin yang masih terpukul oleh kematian Akira hanya bisa terdiam tidak berbicara atau pun bergerak ia hanya menatapi bulan yang bersinar tertutup awan.
Lalu Mitsuki pun kembali setelah pulang dari festival dengan pakaian yang basah kuyup.
Ketika masuk kedalam kamarnya ia pun melihat yujin yang terlihat sedang murung di jendela.
"Ada apa dengan mu? apa semuanya berjalan lenacar?" tanya Mitsuki yang tidak tahu apa-apa.
Tapi yujin tidak menjawabnya Karena tidak mengetahui apapun Mitsuki pun memilih untuk pergi tidur setelah Menganti bajunya.
__ADS_1
Sementara yujin iya masih membuka matanya sampai akhirnya pagi pun tiba.
Ketika Mitsuki bangun dari tidurnya ia melihat yujin yang masih duduk di jendela.
"Apa kau tidak tidur semalaman?" tanya Mitsuki yang terkejut melihat yujin masih duduk di jendela.
Untuk kedua kalinya yujin tidak menjawab pertanyaan Mitsuki, merasa ada yang aneh Mitsuki pun memilih untuk kembali
Bertanya ketika yujin telah siap menceritakan apa yang terjadi.
Ketiak berada di bawah tiba-tiba seseorang mengetuk pintu saat di buka ternyata Ayumi dan katsugi dengan pakaian serba hitam.
"Apa kalian akan pergi ke pemakaman seseorang?" tanya Mitsuki.
"Apa kau belum tau kalau Akira meninggal" jawab katsugi.
Mendengar itu Mitsuki pun memahami kenapa yujin menjadi aneh, kemudian ia pun bergegas pergi mandi untuk pergi ke pemakaman.
Sesudah mandi dan ketika memakai baju Mitsuki pun mengaja yujin untuk pergi ke pemakaman Akira.
Ketiak kembali ke bawah setelah bersiap-siap sang ibu pun menitipkan salam berduka kepada keluarga yang di tinggalkan, setelah mengetahui kepergian Akira dari katsugi.
Lalu mereka pun bergegas ke masuk ke dalam mobil katsugi, di dalam pak arikawa menanyakan penyebab meninggalnya Akira tapi mereka bertiga tidak ada yang mengetahuinya.
Ketika sampai di kediaman narukami, pak arikawa pun keluar dari mobil dan bertanya kepada pelayan yang ada di sana, tengang rumah duka yang di datangi keluarga nasukami.
Dan pelayan itu pun memberitahu nama dan tempat rumah dukanya.
Kemudian pak arikawa kembali menginjak pedal gas setelah mengetahui lokasi rumah dukanya.
Beberapa menit berkendara akhirnya mereka sampai di depan rumah duka, kemudian mereka semua turun dari mobil dan masuk ke dalam.
Terlihat semua anggota keluarga berdiri ketika melihat mereka datang, beberapa dari mereka masih ada yang menangis.
"Kami turut berduka cita" ucap pak arikawa dan mereka berempat pun memberikan penghormatan terakhir kepada Akira.
Terlihat foto Akira yang terpajang di atas peti mati nya dan beberapa karangan bunga menghiasi tempat pengistirahatkan terakhir Akira.
Sayangnya yujin tidak di perbolehkan masuk kedalam karena hewan tidak dapat masuk ke dalam.
Ketika petugas rumah duka akan membawa yujin keluar untungnya kepala keluarga datang dan membuat alasan kalau yujin adalah hewan peliharaan Akira.
Mendengar itu petugas itu pun memberikan yujin kepada kepala keluarga dan iya pun di bawa masuk ke dalam.
__ADS_1
Setelah melakukan penghormatan terakhir Mitsuki dan yang lainnya pun duduk bersama para pelayat yang lain.