Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 35


__ADS_3

"Ini menarik" lanjut orang itu dengan sedikit tersenyum, setelag melihat dua kartu yang di pilih Mitsuki.


Dan Mitsuki menganggukkan kepalanya, begitu juga dengan katsugi dan ayumi yang terlihat penasaran.


"Di masa depan semua pertanyaan dalam hidup mu akan terungkap, tapi untuk itu sesuatu harus di korban kan" ujar sang peramal itu kemudian melihat kartu yang kedu.


"Akan ada sebuah penghianat besar yang terjadi meski penghiatab itu bukan kendali dari orang itu, karena iya hanya di kendalikan saja" lanjutnya yang membacakan kartu ke dua.


Setelah mendengar ramalan masa depannya, Mitsuki pun mengucapkan terimakasih kemudian pergi.


Meski sudah mendengar masa depannya tapi Mitsuki tidak terlalu memikirkannya karena ia tidak terlalu percaya kepada peramal dan pesulap.


Dan dengan mudah Mitsuki melupakan apa yang di katakan peramal tadi.


Setelah berjalan selama lebih dari empat puluh menit mereka bertiga pun kembali dan duduk di kursi yang ada di depan rumah Mitsuki.


Tidak lama kemudian orang tua Ayumi datang dan meminta Ayumi itu untuk ikut dengan mereka sebentar.


"Mau kemana mereka?" tanya katsugi setelah Ayumi pergi bersama orang tuanya.


"Entah" jawab Mitsuki.


Sesaat kemudian ayah katsugi datang menghampiri mereka berdua dan berkata.


"apa kalian tidak sibuk?" tanya ayah katsugi.


Dan mereka berdua pun menggelengkan kepala.


"Bagus, lebih baik kita memasang kembang api itu" lanjut ayah katsugi dengan tangan yang menunjuk kearah tumpukan kembang api.


"Ya ampun ayah bukankah ini masih terlalu awal untuk memasang kembang api" jawab katsugi yang seolah-olah menolak ajakan ayahnya itu.


"Apa maksud mu? Ini sudah jam setengah empat, jangan jadi anak pemalas cepat ikut saja"


Dan katsugi pun mengalah lalu ikut membantu ayahnya bersama Mitsuki.


Hanya butuh waktu satu jam lebih sedikit, mereka bertiga pun selesai mempersiapkan kembang apinya.


Dikira sudah selesai terkaya tugas untuk mereka berdua masih belum selesai, kalu ini mereka di suruh untuk


Memindahkan sebuah meja panjang ke depan rumah, di tambah dua buah kursi yang panjangnya sama dengan meja yang baru saja mereka pindahkan.


"Untu apa semua ini" tanya Mitsuki setelah memindahkan meja dan kursinya.


"Nanti malam kita akan makan malam bersama" sahut katsugi yang berdiri di dekatnya


"Aaa!! Astaga pinggang ku" teriak ayah katsugi dari arah halaman rumah.

__ADS_1


Mendengar itu mereka pun berlari untuk melihatnya dan terlihat sang ayah yang kesakitan sambil memegangi pinggangnya dengan wajah kesakitan.


"Ada apa?" tanya katsugi.


"Sepertinya ayah sudah tua, pinggang ayah saki,t sepertinya sudah seharunya ayah punya menantu atau lebi baik cucu" jawab sang ayah sambil terus memegangi pinggangnya.


Mendengar itu katsugi menjawabnya dengan muka datar sementara Mitsuki tertawa tidak karuan.


Lalu mereka pun membantu ayah katsugi masuk ke dalam rumah untuk istirahat sebentar.


Setelah kembali dari dalam rumah, Mitsuki pun pamit untuk pulang karena hari sudah sore dan dia belum mandi dari pagi.


Ketika sampai di rumah, mitsuki pun langsung mengambil handuk lalu pergi mandi.


Di saat ia sedang mandi, terdengar suara ketukan pintu.


"Mitsuki! apa kau bisa sekalian memandikan adik mu?" tanya sang ibu .


"Iya sebentar aku masih sibuk!" jawab Mitsuki dari dalam kamar mandi.


Beberapa menit kemudian pintu pun di buka dan Marika pun masuk ke dalam kamar mandi.


Meski masih memakai handuk ia harus tetap memandikan Marika karena sang ibu sibuk menyiapkan sesuatu di bawah.


"Ayolah, apa kau tidak bisa diam?" tanya Mitsuki yang kesulitan untuk memandikan Marika karena iya tidak bisa diam.


karena Marika tidak bisa diam dan membuat seluruh badan Mitsuki kembali di penuhi sabun.


Ketika membuka pintu ia melihat yujin yang berdiri di depan pintu.


"Ingat Sabun mu ada di dekat cermin, jangan pakai sabun ku lagi" ujar Mitsuki lalu membawa marika untuk memakai baju.


Sementara yujin masuk ke dalam untuk mandi.


Sesudah memakaikan baju untuk yataro, Mitsuki pun membuka lemari bajunya dan melihat sebuah baju Kuromontsuki (sejenis kimono polos tampa motif untuk laki-laki)


Tergantung rapih di dalam lemari tapi Mitsuki tidak memakainya dan memilih untuk memakai pakaian biasa.


Setelah merapihkan diri ia pun turun kebawah, sesampai nya di bawah sang ibu pun bertanya kepadanya.


"Bagai mana apa kamu suka?" tanya sang ibu.


"Apa ibu yang membelikan ku Kuromontsuki itu?" jawab Mitsuki yang berbalik bertanya.


"Benar!! Sesekali kamu harus bersenang-senang bersama teman-teman mu, jadi setelah makan malam bersama pakailah" jawab sang ibu kemudian membawa beberapa makan keluar.


Ternayat di luar sudah berkumpul ayah katsugi dan kedua orang tua Ayumi duduk di kursi yang tadi pagi mereka siapkan.

__ADS_1


Juga banyak makanan yang terhidang di atas meja, Kemudian Mitsuki pun duduk di antara Ayumi dan katsugi


"Apa pinggang ayah sudah sembuh?" tanya Mitsuki.


"Kau tau penyakit ayah ku itu cepat datang cepat pergi jadi jangan terlalu memikirkannya" jawab katsugi.


......................................


Sementara mereka bersenang-senang, yujin yang selesai mandi  langsung bergegas pergi menemui Akira.


Karena malam ini adalah malam penentuan antara keluarga narukami dan siluman rubah padang rumput.


Ketika sedang menuju ke hutan pinggir kota, yujin pun melihat Akira yang sedang mengarah ke sana juga.


Lalu ia menyusulnya dan bertanya apa iya membawa permata milikinya.


"apa kau membawa permata ku?" tanya yujin sambil berlari di dekat Akira.


"Yah aku membawanya" jawab Akira yang berhenti karena mereka sudah sampai.


Dan ternyata nagumo sudah berada lebih dulu dari pada mereka berdua.


Lalu yujin pun berubah menjadi manusia dan memperingatkan Akira karena nagumo rubah berekor sembilan jadi hampir tidak mungkin mereka dapat mengalahkannya dengan mudah.


Kemudian nagumo pun melihat ke arah mereka berdua dengan wajah yang begitu marah iya berkata.


"Akan ku akhiri kisah keluarga narukami malam ini" ujar nagumo.


"Jika aku berakhir maka kau juga akan berakhir" sahur Akira.


"Dari dulu kalian memang menyebalkan" jawab nagumi dan sebuah bongkahan kristal muncul lalu mengeluarkan sebua pedang.


kemudian iya pun mengambil pedang itu dan langsung menyerang Akira sementara yujin tidak di hiraukannya.


Meski begitu yujin harus tetap membantu, sesekali Akira yang akan terkena serangan berhasil di tangkis olah yujin.


"sudah ku duga, dia mahir menggunakan mihasira no uzu no mikoto" batin nagumo pada saat setiap serangannya tangkis oleh yujin.


"Teknik aura siluman!! air pelebur jiwa" ujar nagumo yang menyemburkan sebuah cairan dari mulutnya.


"Teknik aura siluman!! tanah penghalang langit" sahur yujin lalu


menghentakkan kedua tangannya tanah.


Dan sebuah dinding besar pun muncul dari dalam tanah,  menghalangi air yang di semburkan nagumo.


"ini cairan asam" ujar Akira yang menyadarinya ketika melihat hewan dan tumbuhan melepuh saat terkena air itu, begitu pula dengan dinding tanahnya.

__ADS_1


"Penghalang ini tidak akan bertahan lama, Akira bersiaplah untuk menghindar" sahut yujin.


Dan benar saja sedikit demi sedikit penghalang itu terkikis dan ketika cairan itu tembus mereka berdua pun langsung melompat untuk menghindarinya.


__ADS_2