Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 54


__ADS_3

"Begitulah kejadiannya, seharunya taun melihat wajah mereka, tapi jangan khawatir aku tidak melukai mereka" jawab yujin setelah bercerita pada Mitsuki.


"Entah kenapa setiap kali aku melakukan sesuatu pasti kan berujung masalah" sahut Mitsuki kemudian naik ke atas.


Tidak terasa waktu berjalan sangat cepat dan hari pun telah berhati menjadi malam.


Ketika sedang melihat-lihat tv tidak sengaja mereka melihat berita pembantaian satu gedung apartemen dengan keadaan yang sangat mengenaskan.


Beberapa dari mereka, kepalanya sudah terbelah denga otak  sudah tidak ada, sisanya di bagian perut seperti di robek dan semua organnya telah menghilang.


Banyak yang mengatakan ini ulah mahkluk lain tapi para polis tidak mempercayainya dan mengatakan bahwa ini adalah pembunuhan berantai.


Ketika sedang melihat berita tersebut, tiba-tiba saja aura keberadaan iblis yang sama seperti iblis yang menyerang Mitsuki ketika pulang dari pesta sekolah.


Dan dari arah jendela sebuah ekor yang pernah melukai Mitsuki yaitu miliki heizo melesat cepat masuk ke dalam rumah.


Dengan memeluk Marika, Mitsuki menghindari serangan itu.


"Marika, cepat masuk ke kamar mu dan apapun yang terjadi jangan keluar, nanti kita akan pergi liburan, kau mengerti?" ujar Mitsuki dan Marika pun menjawabnya.


Dengan menganggukkan kepala kemudian berlari untuk masuk ke dalam kamarnya.


Lalu mereka berdua pun keluar untuk melihat iblis itu.


"Kita tidak bisa menghadapinya di sini akan ada banyak orang yang dapat melihat kita" bisik yujin.


"jendela rumahku, aku akan memancingnya dan kau tolong ambilkan topeng ku" jawab Mitsuki yang melihat jendela rumahnya rusak lagi, dan ia pun mulai mengeluarkan onigoro-tai tengoku.


Di serangan pertama, Mitsuki hanya mencoba untuk memancingnya saja agar heizo mengikuti dirinya ke tempat yang lebih sepi.


Sementara yujin kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan Mitsuki topengnya dan bergegas menyusul Mitsuki.


Selama mencari tempat yang sepi, dari arah belakang heizo terus menyerangnya tapi tidak ada yang kena sambil mengata-ngatai Mitsuki dengan sebutan pengecut.


Setelah tiba di tempat sepi, Mitsuki pun berhenti mendadak dan kembali menghunus pedangnya ke arah heizo.


Karena terkejut iya pun tidak dapat mengendalikan pergerakan dirinya sendiri dan tangan kiri heizo pun berhasil di potong, karena menghalang serangan Mitsuki.


Tapi tangan itu kembali tumbuh seperti semula.

__ADS_1


"Kali ini aku akan benar-benar melenyapkan mu" ujar heizo yang berada tidak jauh dari Mitsuki.


Beberapa saat kemudian yujin pun datang dengan membawa topengnya dan Mitsuki pun memakai topeng tersebut.


Tidak di duga heizo kembali menyerang dari arah atas dan membuat mereka berdua hampir terkena serangan itu tapi untungnya tidak.


Tidak ingin kalah dengan mudah, Mitsuki pun membalas serangan tadi dan mereka berdua pun saling jual beli serangan.


Beberapa saat kemudian yujin pun bergabung untuk membantu Mitsuki, tapi heizo tidak membiarkan hal itu.


"Teknik darah siluman! Di mensi tak berujung".


Dan mereka berdua pun menghilang tepat di hadapan yujin yang tersisa hanyalah sebuah bola yang melayang.


"A-apa!! Mereka menghilang, tapi apa mereka masuk ke dalam bola ini" ujar yujin setelah melihat Mitsuki dan heizo menghilang.


Sementara itu, Mitsuki dan heizo yang berada di dalam sebuah kota, meski banyak orang tapi mereka tidak ada yang bergerak sama sekali dan ketika Mitsuki menyentuhnya.


Hasilnya adalah tangan, Mitsuki menembus mereka.


"Tempat ini" ujar Mitsuki yang melihat ke sekeliling.


Beberapa menit kemudian, mereka saling menyerang, Mitsuki pun berhasil memukul mundur heizo cukup jauh sampai masuk ke dalam sebuah restoran.


Ketika berlari untuk kembali menyerang heizo, tampa di sengaja  Mitsuki melihat dirinya sendiri bersama dengan sang ibu, Marika, dan sang ayah, tapi ia tidak dapat melihat wajah sang ayah karena sebuah kabut hitam.


Melihat itu ia pun berjala mendekati dirinya sendiri dan berdiri dengan mata yang tertujuh kepada sang ayah.


Tapi ketika tangannya akan menyentuh sang ayah tiba-tiba saja  kabut hitam itu memiliki sebelah mata berwana merah menyala.


Perlahan menutupi sang ayah lalu menghilang, perlahan Mitsuki berjalan mundur ketika melihat hal tersebut.


"A-apa yang baru saja aku lihat?" ujar Mitsuki yang terkejut melihat kejadian baru sana, membuatnya tidak dapat berkata-kata lagi


Sesaat kemudian dari arah atas heizo muncul dan menyerang Mitsuki dengan cepat.


Tapi ia berhasil menghindar di saat-saat terakhir.


Tidak berhenti di situ heizo kembali menyerang Mitsuki secara terus menerus dan menyebabkan beberapa luka harus di alaminya.

__ADS_1


Selama di serang, Mitsuki tidak dapat membalasnya karena heizo tidak memberikan celah bagi Mitsuki untuk membalas serangannya.


"Hos..! Hos..! Hos..! Ini mulai menyulitkan ku" ujar Mitsuki dengan wajah yang berkeringat.


"Sekarang terimalah ajal mu!"


"Teknik darah iblis! Darah rembulan malam" lanjut keizo yang mengunakan kemampuannya.


Seketika waktu berganti dan menjadi malam, terlihat bulan yang tepat berada di atas kepala mereka mulia berubah warna menjadi merah darah.


Dan dari langit sejumlah tengkorak kepala manusia dengan di selimuti aura dari teknik tersebut mengarah ke pada Mitsuki.


Melihat jumlahnya yang sangat banyak dan merasa akan mustahil untuk menghindarinya membuak Mitsuki melakukan cara lain .


Yaitu dengan cara lari tapi ketika semua tengkorak-tengkorak itu mengejar beberapa ada yang menabrak gedung dan kendaraan yang ada di jalan.


Dan ketika lari ke arah gang yang cukup sempit banyak tengkorak yang menabrak tembok gedung.


Melihat jumlahnya tinggal beberapa membuat Mitsuki menebas satu persatu tengkorak yang datang ke arahnya sampai habis.


"Lumayan, tapi apa kau dapat lepas dari yang satu ini" ujar keizo yang melayang di atas Mitsuki lalu menyatukan kedua telapak tangannya.


Dan seluruh tempat itu pun bergetar hebat membuat beberapa bangunan rubuh termasuk yang ada di dekat Mitsuki tapi untungnya ia berhasil pindah ke tepat yang lebih aman.


Ketika guncangan itu berlangsung terlihat lima tengkorak yang sama tapi dengan ukuran yang sangat besar.


Muncul dari depan, belakang, kiri, kanan, dan juga dari atas, membuat Mitsuki tidak bisa kemana-mana.


"Gawat!!" ujar Mitsuki yang mencoba mencari jalan keluar tapi tidak menemukannya.


"Bersiaplah untuk menerima hantaman keras" sabut keizo yang melihat dari atas reruntuhan gedung.


"Baiklah akan ku coba saja!"


"Teknik penakluk iblis!! Tebasan aliran air" lanjut Mitsuki yang mengunakan tekniknya.


Dan Bom!! Ledakan yang sangat besar pun terjadi, melihat itu heizo pun terlihat sangat gembira.


Tapi di tengah kegembiraannya itu tiba-tiba hal yang sangat tidak di duga terjadi.

__ADS_1


__ADS_2