
"Aku sudah bingung lagi" ucap Mitsuki yang sedang malas-malasan di atas mejanya.
"Soal apa?" tanya katsugi yang ada di dekatnya.
"Belakang ini banyak hal yang tidak terduga terjadi, entah kenapa Ayumi menjadi agak aneh akhir-akhir ini" jelas Mitsuki.
"Yah~~ mungkin dia sedang menyukai seseorang" sahut katsugi.
Dan tak lama kemudian bel kembali berbunyi, semua murid pun mulai masuk ke dalam kelasnya masing-masing, untuk mengikuti pembelajaran selanjutnya.
Beberapa menit kemudian, sebuah ledakan energi yang begitu besar terjadi tapi ledakan yang kali ini dua kali lebih besar dari sebelumnya.
Membuat gempa yang cukup besar dan beberapa jendela sekolah ada yang pecah, syukurnya hal tersebut hanya berlangsung beberapa detik saja.
Setelah semuanya kembali tenang, pembelajaran pun kembali di lanjutkan.............
Ketika jam pulang tiba, Mitsuki bergegas pulang ke rumahnya tampa memperdulikan Ayumi yang sedang menunggunya sambil melambaikan tangan,
Ia melintas begitu saja di dekat Ayumi.
"Dia bukan tidak peka tapi sudah lama dia memahami perasaanmu" ujar katsugi yang berdiri di dekat Ayumi.
"Dari mana kau tau?" tanya Ayumi.
"Seiring berjalannya waktu kau akan memahami cara Mitsuki membalas perasaanmu" jawab katsugi lalu mulai berjalan meninggalkan Ayumi...........
Sesampainya di rumah, yujin langsung menunjukan halaman yang terkahir dan kali ini semua kalimatnya langsung berubah sekaligus.
Dan kali ini yang tertulis di sana adalah.
"Sang malaikat jatuh, menyimpan bencana dan keputusasaan, tangan kegelapan akan membuka malaikat jatuh, dengan begitu akhir dunia sudah di pastikan"
"Gambar istana matsuyama, gambar enam kunci, dan gambar sebuah kotak hitam, apa maksud semua ini?" tanya Mitsuki setelah membaca kalimat yang telah berubah.
"Aku tidak tau, yang pasti kakek tua itu ingin kita memecahkan teka-teki yang iya berikan" jawab yujin..........
Beberapa jam kemudian sang surya pun telah terbenam di barat, dan sang rembulan yang bersinar indah pun mulai menampakkan dirinya.
Ketika sedang makan malam, sebuah notifikasi dari live streaming youtube chanel itazuya muncul, karena penasaran Mitsuki pun membukanya.
Dan terlihat itazuya yang sedang menyerang orang-orang bshkan iya menyerang temannya sendiri yang sedang merekam, membuat live streamingnya terhenti.
"Gawat!" ucap yujin.
"Marika! Aku akan pergi ke luar sebentar, jaga rumah baik-baik, kalau mengantuk tidurlah" ujar Mitsuki pada masika.
Dan Marika pun hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa dirinya memahami apa yang di sampaikan Mitsuki.
__ADS_1
Setelah mengambil topengnya lalu memakainya di luar, Mitsuki dan yujin bergegas mengikuti jejak aura dari topeng yang di gunakan itazuya.
Beberapa menit kemudian mereka menemukan itazuya yang sedang berada teman pinggir kota.
Baru saja iya melihat kedatangan mitsuki dan yujin, itazuya langsung menyerang mereka berdu tapi untungnya mereka berhasil menghindar.
Tak lama kemudian tiga iblis yang kemarin malam kembali muncul, mereka bertiga terlihat berdiri di belakang itazuya.
"Tuan! Cobalah untuk tidak memikirkan rasa takutmu itu" ujar yujin kemudian memancing tiga iblis itu untuk bertarung dengannya.
Dalam hitungan yang bersamaan, Mitsuki da itazuya bergerak menghunuskan pedangnya satu sama lain, benturan antara pedang mereka menciptakan sebuah percikkan kecil.
Kali ini Mitsuki sedikit dapat mengatasi rasa takutnya terhadap itazuya.
Tidak di sangka Mitsuki dapat menjatuhkan itazuya dan saat ada kesempatan ia pun bergegas akan melepaskan topeng itu dari itazuya.
Tapi dengan cepat itazuya menghilang dari harapannya dan muncul di belakang Mitsuki lalu menusuknya.
"Kena kau!" bergegas Mitsuki berbalik dan membuat pedang itazuya terlepas dari genggamannya, dengan cepat tangannya mencoba menarik topeng itu dari wajah itazuya.
Tapi tidak semudah yang di bayangkan, topeng tersebut sangat susah untuk di lepas seperti sudah di pakaikan perekat.
"Apa kau sudah lupa?" tanya topeng itu pada Mitsuki.
"Jika kau melepasku maka jiwa anak ini juga akan ikut terlepas dan akan menjadi jiwa pendendam, kecuali dia sendiri yang melepaskan ku" lanjut topeng itu.
Mendengar hal tersebut membuat Mitsuki berhenti dan memilih untuk mengambil jarak dengan itazuya.
"Apa maksud perkataan mu?" tanya topeng itu.
"Yujin sekarang!" teriak Mitsuki.
"Teknik aura siluman! rantai pengikat jiwa"
Dan beberapa rantai muncul lalu mengikat itazuya sangat kuat, kemudian yujin pun mulai menarik jiwa itazuya secara perhalan.
Jiwa itzuya yang berhasil di keluarkan itu pun langsung di ikat dengan beberapa lantai lain, agar jiwanya tidak melarikan diri.
Apa yang mereka lakukan berhasil membuat topeng itu kehilangan dudukannya dan terlepas dari wajah itazuya.
ketika akan di ambil, topeng itu telah menghilang kembali kepada pemilik aslinya yaitu Ghoul.
Setelah berhasil melepaskan topeng itu dari itazuya, mereka pun mulai memasukan kembali jiwa itazuya.
Tapi saat sudah di masukkan, tidak ada respon dari itazuya, karena takut jika terjadi apa-apa Mitsuki pun meminta yujin untuk memeriksanya.
"Oh~ ini hanya butuh sedikit kejutan" ujar yujin kemudian sedikit menyentuhkan ujung pedang susanoo dengan tubuh itazuya.
__ADS_1
Bumm... Itazuya pun kembali bernafas, topeng yang di pakainya menghilang iya pun mulai marah karena Mitsuki sudah menghancurkan seluruh popularitasnya selama ini.
Mitsuki hanya dapat terdiam tak melawan atau pun membalas semua caci-maki dari itazuya kepadanya.
Yujin yang sudah emosi ingin meluapkan amarahnya tapi Mitsuki menghentikan yujin untuk melakukannya.
"Aku bersumpah akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri" kemudian itazuya pun pergi meninggalkan mereka.
"Jangan mimpi!!" teriak yujin setelah itazuya pergi jauh.
"Dasar manusia tidak tau diri" lanjut yujin kemudian berjalan pulang lebih dulu.
"Tunggu! Bagai kana dnega iblisnya?" tanya Mitsuki.
"Tenang saja mereka hanya ilusi saa kok" jawab yujin.......................
.........................................................
Sementara itu di tempat akuma, terlihat para iblis bulan sabit akhir sedang bertekuk lutut di depan akuma.
Luapan sura yang begitu kental dan juga gelap terus keluar dari dalam peti yang mengurungnya.
Sampai akhirnya, terlihat segel pengikatnya mulai retak sedikit demi-sedikit sampai akhirnya saat hampir pecah.
Tiba-tiba saja segelnya kembali seperti semula, bahkan menjadi semakin kokoh dari sebelumnya.
"Astaga! Rupanya kau baru bangun" ucap akuma.
"Akuma!! Rupanya si kakek tua masih terkurung" jawab seorang pria dewasa yang berjalan dari arah belakang peti.
"Kau!" salam sekejap mata agraris berada di delan pria tersebut dan menatapnya dengan penuh kebencian.
"Wow-Wow, santai kawan, aku hanya ingin mengunjungi kalian" ujar pria dengan penampilan rapih dan dengan kedua kata yang menutup.
"Kali ini apa yang kau inginkan dari ku?" tanya akuma dengan nada suara yang rendah.
"Aku hanya ingin memberitahu kalau aku akan segera melengserkan posisimu, setelah ibu ada di tangan ku dan Pandora menjadi milik ku, kau bukan apa-apa di banding semut kecil" jawab pria tersebut lalu menghilang.
Polaris, ayaris, dan agraris pun bertanya kepada akuma tentang pria yang baru saja datang merusak suasana itu.
Dan akuma pun memberitahu kalau orang tadi adalah seorang iblis yang tidak termasuk dalam delapan tingkatan manapun.
Awalnya dia hanya iblis biasa tapi iya memberanikan diri untuk mencuri mata raja azir dari akuma, membuat akuma menjadi buta tapi keren tubuh manusianya iya jadi bisa melihat.
Dan alasan kenapa akuma berbicara dengan nada rendah terhadap iblis tadi adalah jika ia marah maka mata azir milik akuma akan di hancurkan.
Atau yang paling para akuma akan di bunuh dengan mudah, melihat kondisi akuma saat ini dan kekuatan mata azir yang tidak terbayangkan.
__ADS_1
Membuat akuma sedikit berhati-hati dengannya.
"Dan namanya adalah"