
"Ya ampun" bisik Mitsuki setelah melihat hal tersebut.
Beberapa saat kemudian ada pemberitahuan bahwa semua murid di minta untuk pulang lebih awal karena takut atas sekolah akan runtuh.
Pemberitahuan tersebut membuat semua siswa berteriak gembira karena dapat pulang lebih awal.
Saat Mitsuki dan Ayumi akan keluar kelas, mereka berdua merasa aneh dengan katsugi yang duduk diam di kursinya.
Dengan wajah yang tak memiliki ekspresi dan tatapan kosong mengarah lurus ke depan.
Dan mereka berdua di buat takut saat katsugi berbalik dengan wajah seperti itu, bergegas mereka berdua langsung berjalan, meninggalkan katsugi yang aneh.
Pada saat berjalan di halaman sekolah, dari arah belakang terdengar teriakan yang memanggil Mitsuki dan Ayumi, ketika mereka berdua berbalik ternayat itu adalah katdugi.
Sekarang katsugi terlihat normal, tak seperti sebelumnya, karena penasaran dengan kelakuan katsugi tadi Mitsuki pun mulai bertanya kepadanya.
Tapi baru saja akan bertanya, katsugi langsung membicarakan hal lain dan itu membuat Mitsuki tidak jadi bertanya.....
Sesampainya di rumah, Mitsuki melihat tak ada siapapun, meski sudah mencari ke seluruh ruma tapi ia tak menemukan yujin dan Marika.
Tak lama kemudian pintu rumah terbuka, dan terlihat yujin yang menggendong Marika masuk kedalam rumah.
Saat melihat mereka, sontak Mitsuki langsung marah karena, melihat Marika yang sedang makan coklat dan permen kapas.
"Berikan itu semua" ucap Mitsuki pada Marika.
"Tidak!" jawab Marika lalu berlari ke kamarnya.
"Awas saja jika kau sakit gigit, aku tidak akan mendengarkanmu lagi" teriak Mitsuki pada Marika yang sudah ada di kamarnya.
"Dan, kenapa kau membelikannya makan manis ha?" lanjut Mitsuki yang kali ini sasarannya adalah yujin.
"Aku juga tak ingin membelikannya tapi dia terus menangis, mendengarnya membuat ku sakit kepala" jawab yujin.
Setelah itu semua, Mitsuki pergi ke belakang rumahnya untuk melihat perkembangan kebunnya dan mengambil beberapa sayuran dari sana.
Saat berada di kebun, dari dalam rumah yujin datang memberitahu kalau ada seseorang yang sedang mengetuk pintu depan.
Kemudian Mitsuki meminta yujin untuk meneruskan mengambil sayurannya, sementara dirinya akan pergi melihat siapa yang mengetuk pintu.
__ADS_1
Ketika di buka terrlihta seorang wanita tua, dengan membawa sebuah keranjang entah apa isinya.
"Firasat ku mengatakan dia ada maunya" batin Mitsuki setelah melihat wanita tua tersebut.
"Jadi bu fumino, ada perlu apa?" lanjut Mitsuki pada wanita yang bernama fumino.
dan fumino adalah wanita tua yang tinggal di seberang rumah Mitsuki, singkatnya dia itu tetangga depan rumah.
Dengan tersenyum bu fumino, memberikan keranjang yang iya bawa lalu meminta Mitsuki untuk ikut kerumahnya.
Dengan menghela napas Mitsuki tersenyum lalu pergi bersama bu fumino ke rumahnya, entah untuk apa.
Sesampainya di dalam rumah, tak terlihat ada siapapun di sana karena bu fumino hidup sendiri, suaminya sudah meninggal dan iya tak memiliki anak, hal itulah yang membuat dirinya selalu mengandalkan Mitsuki.
Dan mereka pun sampai di halaman belakang rumah, lalu bu fumino meminta Mitsuki untuk membantunya merawat kebunnya yang sudah hampir mati.
"Baikalah" jawab Mitsuki yang bersedia membantunya.
"astaga di sini sangat berantakan" bisik Mitsuki yang melihat keadaan di sekitar penuh rumput liar dan karung pupuk yang tergeletak begitu saja.
Setelah bersiap-siap ia pun mulai membersihkan semua rumput liar yang ada di sana dan menumpuk karung pupuk.
Selesai, ia mulai menyiramnya dengan air lalu di berika sedikit pupuk, merasa semua pekerjaannya selesai, Mitsuki berniat untuk pamit.
Tapi bu fumino meminta satu bantuan lagi dari Mitsuki, yaitu memperbaiki genteng rumahnya, karena setiap hujan selalu bocor.
"Baik, akan ku perbaiki" ucap Mitsuki kemudian mengambil tangga untuk naik ke atas.
Sesampainya di atap, terlihat genteng yang sudah terbelah menjadi dua, dan itulah penyebab rumah bu fumino selalu bocor saat hujan.
Setelah di ganti dengan genteng yang baru, Mitsuki bergegas turun dan memberitahu kalau gentengnya sudah di ganti.
Sama seperti sebelumnya, saat Mitsuki akan pulang bu fumino meminta satu lagi pertolongan dari Mitsuki yaitu, mengganti pipa airnya karena ada yang tersumbat.
Meski Mitsuki sudah merasa kelelahan tapi ia harus melakukannya jika bukan dia maka siapa lagi, karena bu fumino sedikit di kucilakan oleh orang-orang.
Dengan alasan dulu, suaminya pernah tersangkut kasus pembunuhan dan itu juga tidak di sengaja, membuatnya harus di penjara cukup lama dan saat keluar beberapa bulan kemudian suami bu fumino meninggal.
Beberapa menit kemudian akhirnya Mitsuki selesai memperbaiki dan mengganti pipa air yang tersumbat.
__ADS_1
Akhirnya ia pun bisa pulang setelah mengerjakan semua hal tadi, setelah berada di rumah yujin langsung menutup hidungnya.
Karena mencium bau pupuk yang sangat menyengat dari Mitsuki.
"Astaga!! Tuan apa kau tidak mandi sebulan?" tanya yujin dengan menutup hidungnya.
"Kau benar aku sangat bau" sahut Mitsuki yang mencium dirinya sendiri.
Kemudian ia bergegas pergi mandi untuk menghilangkan baru pupuk yang menempel di tubuhnya.
Setelah selesai mandi dan melihat hari yang sudah sore, ia pun mulai pergi ke dapur untuk membuat makan malam.
Tapi kali ini, Mitsuki malah terlihat hanya berdiri tak melakukan apapun, ia malah terlihat binggung, tak lama kemudian yujin datang dan bertanya.
"Ada apa?" tanya yujin setelah melihat Mitsuki yang sedang kebingungan.
"Aku bingung mau buat makan malam seperti apa?" jawab Mitsuki.
"Aku punya ide bagus, bagai mana kalau tuan membuta sushi Inari yang sangat banyak" ujar yujin.
"Sudah pergi sana jangan menganggu" jawab Mitsuki yang mulai mengambil sayuran yang tadi di ambil dari kebun belakang.
Beberapa menit kemudian makan malam selesai, saat yujin dan Marika melihat makan malam kali ini, mereka langsung protes karena semuanya sayuran.
Jalan sushi Inari yang harusnya tahu di ganti isinya dengan sayuran, hal itu membuat mereka berdua langsung mengkritik.
"Sudah duduk dan makan saja apa yang ada, jangan pilih-pilih" bentak Mitsuki setelah memukul meja.
Hal tersebut membuat yujin dan Marika langsung duduk lalu mulai makan.
"Astaga! Dia seram juga kalau sedang marah" batin yujin saat sedang makan.
Saat selesai makan dan Mitsuki sedang mencuci piring, dari belakang terdengar Marika yang sedang menangis kesakitan.
Sambil menangis Marika mendekati Mitsuki dan memberitahu kalau giginya sakit, tapi Mitsuki tak mendengarkannya dan fokus dengan cucian.
Tapi semakin lama, suara tangisan Marika semakin keras dan itu membuat Mitsuki berhenti mencuci piring dan mengendong Marika.
Sambil di gendong, Mitsuki membawa Marika berjalan-jalan kecil di dalam rumah, dan beberapa menit kemudian Marika berhenti menangis dan terlihat kalau iya sudah tertidur.
__ADS_1
"Lain kali ingat jangan memberinya makan-makanan manis" ucap Mitsuki pada yujin setelah membaringkan Marika di kamarnya.