
Sebelum semi final di mulai semua peserta di perbolehkan untuk istirahat setidaknya tiga sampai empat puluh menit.
"Nah itu baru anak ku, kerja bagus" ujar sang ayah yang terlihat ikut senang atas pencapaian katsugi.
"Tapi sepertinya akan sulit untuk menjadi juara, coba lihat itu bukankah dia perwakilan dari hokkaido? Jika di lihat-lihat niat untuk menangnya sangat besar" sahut Mitsuki.
"Kau benar" jawab katsugi.
"Peringkat ke dua pun tidak masalah yang penting kau sudah berusaha" sahut sang ayah.
Setelah tiga puluh menit kemudian, para peserta pun di minta untuk kembali ke tempat mereka masing-masing.
Dan semi final pun di mula pada babak pertama yang bertanding terlebih dahulu adalah katsugi melawan perwakilan dari kota Kyoto.
Pada awal pertandingan katsugi berhasil di jatuhkannys, karena kakinya kepeleset tapi ia berhasil membalikkan keadaan dan akhirnya menang.
Saat giliran perwakilan kota Hokkaido melawan perwakilan kota Osaka, baru saja mulai pihak Hokkaido berhasil menjatuhkan lawannya.
Sampai akhirnya pihak Hokkaido menang tampa ada perlawanan yang berarti dari Osaka.
Dan babak final pun akan segera di mulai dan istirahat yang di berikan cukup lama yaitu sekitar dua jam lebih sedikit.
Ketika di ruangannya terlihat katsugi yang sedang duduk mengistirahatkan diri sambil di kipasi oleh Mitsuki dan sang ayah yang sedang memberinya masukan.
Ayumi yang memegang sebuah botol minum dengan sebuah sedotan di dalamnya, beberapa kali iys menyodorkan keraha katsugi untuk fi minum olehnya
"Jangan khawatir kami bertigs akan membawa mu menuju kemenangan" ujar sang ayah yang memakai topi dan peluit, seolah-olah seperti pelatih begitu juga dengan Mitsuki dan Ayumi.
"Yah! Pada akhirnya mereka pun melakukannya" bisik katsugu yang melihat kelakuan mereka berdua.
"Tapi sedikit masukan, sepanjang pertandingannya tadi ku pikir lawan mu itu selalu menunggu lawannya untuk menyerang terlebih dulu" ujar Mitsuki.
"Jadi?".
"Itu artinya dia memanfaatkan kekuatan lawan dan mencari celah untuk menjatuhkannya, sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja".
"Apa maksud mu?"
"Di lihat jadi caranya memandang lawan dan dari gerakkan kaki kirinya seperti orang yang menyembunyikan amarah dan rasa sakit"
"Jadi rencananya......~~" lanjut Mitsuki lalu membisikkan rencananya kepada katsugi.
__ADS_1
"Boleh juga! Tidak sia-sia aku mengajak mu ke mari" jawab katsugi setelah mendengarkan rencana Mitsuki.
"Dan katsugi berjuanglah" sahut sang ayah yang mengusap kepala katsugi.
Setelah diskusi, waktu istirahat pun selesai dan wasit memanggil mereka berdua untuk kembali ke arena.
Di kursi pelatih yang ada di pinggir arena pak arikawa, Mitsuki dan ayumi duduk menyaksikan babak final yang sedang berlangsung.
Di babak pertama, katsugi berhasil di jatuhkan tapi ia berhasil membalasnya di babak ke dua.
Hal yang sama terus terjadi sampai ronde ke tiga karena nilanya sama yaitu dua:dua, wasit pun memutuskan untuk menambah rondenya menjadi sepuluh ronde.
Setelah rondenya di tambah hal yang sama terus terjadi sampai akhirnya nilai mereka kembali sama.
Dan pada saat babak terakhir akan di mulai Mitsuki tiba-tiba melambaikan kedua tangannya dan meminta waktu istirahat lima menit, Dan hal itu di perbolehlan oleh juri.
"Ada apa?" tanya katsugi.
"Aku sudah tau mengapa dia terlihat aneh sejak mulai pertandingan" jawab Mitsuki lalu menunjukan sesuai yang ada di ponselnya.
"Apa ini?" ujar katsugi yang kembali bertanya.
"...Juga dia itu memiliki masalah keluarga, karena ayahnya menjodohkan paksa drinya dengan anak investor yang berpengaruh dalam perusahaan milik ayahnya karena masalah uang..."
"...menurut ku sekarang dia sedang tidak fokus karena memikirkan masalahnya dan ini adalah kesempatan mu incar kakinya oke" ujar Mitsuki yang berbicara panjang lebar.
"Baiklah aku mengerti" jawab katsugi kemudian kembali ke arena.
Ketika katsugi berjalan kembali tiba-tiba saja jam tangan yang pernha di berkan sang ayah berbunyi.
Pak airkawa yang mendengar suara dari jam tangan katsugi langsung, menarik katsugi kembali, dan bertanya apa dirinya merasakan sesuatu.
Dan katsugi pun hanya menggelengkan kepalanya, karena iya tidak merasakan sesuatu yang aneh.
Pertandingan ronde terakhir pun di mulia, antara katsugi dan lawannya siapa yang akan menang? Kita lanjut part 2.
Yah enggaklah part-part apaan, nah kembali ke cerita, mereka berdua saling memandangi satu sama lain.
Tidak ada yang menyerang lebih dulu, Sampai akhirnya lawannya mulia menyerang, dengan cepat katsugi mengincar kaki kirinya.
Tapi hal tersebut gagal ksrena iya langsung kembali menjauh dan membatalkan sernsgannya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, giliran katsugi menyerang, tanpa ia sadari lawannya itu menghindar dan menyerang katsugi.
Saat akan di jatuhkan, katsugi langsung mencapai leher lawannya itu dan dengan mengunakan kedua tangannya ia langsung membalikkannya.
Hal tersebut membuat katsugi berhasil menjatuhkan lawannys itu, dan kemenangan pun berhasil di raih. oleh katsugi.
Melihat anaknya menang membuat sang ayah langsung naik ke atas arena dan memeluk katsuki sambil menciumnya beberapa kali.
Beberapa saat kemudian jam tangan yang di Paksi katsuki kembali berbunyi, melihat ada yang aneh sang ayah kembali bertanya apa dirinya merasakan ada yang sakit.
Untuk kedua kalinya katsugi menggelengkan kepalanya, karena tidak merasakan sesuatu.
Dan sebuah piala yang cukup besar dan berkilau pun di berikan kepada katsugi, hal tersebut langsung di abadikan oleh ayah katsugi, dan mereka pun mulai berfoto bersama.
"Anak-anak kalian, pulang saja duluan ke hotel, ayah mua pergi dulu sementara" ujar pak arikawa lalu pergi dengan tergesa-gesa.
Bergegas pak arikawa masuk kedalam mobil dan langsung menginjak pedal gasnya ke suatu tempat.
Beberapa menit kemudian, mobil pak arikawa berhenti di suatu tempat yaitu rumah sakit.
Saat masuk kedalam pak arikawa bertanya tentang ruangan dokter Hiromi, setelah menemukan tempat Rungan dokter yang ia cari.
Pak arikawa langsung masuk kedalam, syukunya dokter Hiromi ada di sana, ternyata mereka berdua sudah saling mengenal.
"Pak arikawa! Lawan anda tidak kemari" ucap dokter Hiromi saat melihat pak arikawa.
"Saya punya hal yang harus di bicarakan dengan dokter" jawab pak arikawa lalu masuk kedalam dan mulia menceritakan semuanya.
"Hmmm, syukurnya anda langsung menyadarinya, karena ini keturunan jadi kita hanya dapat menundanya saja" jawab dokter Hiromi setelah mendengar semuanya dari pak arikawa, lalu menjelaskan tentang apa yang menjadi kekhawatiran pak arikawa.
Memang, selama ini ada bukti jika serangan jantung bisa ditunda atau dicegah secara agresif. Caranya dengan mengendalikan tekanan darah dan kolesterol penderita.
Ingat hanya ditunda atau di cegah bukan berarti sembuh.
Namun, jika serangan jantung sudah terjadi dan otot jantung ikut mati, sel-sel yang sudah rusak tidak dapat ditumbuhkan kembali.
Demikian juga saat ada gangguan atau masalah di katup jantung karena katup menyempit, bocor, atau tidak bisa menutup dengan sempurna.
Setelah mendengar penjelasan dari dokter, pak arikawa pun kembali untuk menemui katsugi.
Lalu pak arikawa pun mengucapkan terimakasihnya dan beranjak pergi dari rumah sakit kembali ke hotel.
__ADS_1