Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 76


__ADS_3

Perlahan tangan Ayumi mulai mendekati topeng yang di gunakan mituksi sampai akhirnya.


Yujin memukul leher Ayumi dan membuat pingsan, bergegas yujin memindahkan mereka berdua ke rumah masing-masing.


.......................................................


Sementara itu, agraris yang sedang berada di depan peti akuma terlihat sedang kebingungan, untuk menjawab semua pertanyaannya, iya pun memberanikan diri untuk bertanya.


Baru saja akan bertanya, akuma langsung memberikan jawaban dari pertanyaan yang ingin di tanyakan agraris.


"Kau benar,Menarik bukan! Apa kau tidak menyadari kesamaannya?" jawab akuma yang berbalik bertanya.


"Saya belum memahami semua ini, bagai mana anda melakukannya dan sebenarnya apa hubungannya?" ujar agraris yang kembali bertanya.


"Pada akhirnya aku akan membuat semua menjadi jelas, ini hanyalah masalah waktu" jawab akuma.


Di tempat yang berbeda, Ghoul yang sedang menemui itazuya memberitahunya, agar sedikit lebih hati-hati saat berhadapan dengan Mitsuki.


Dan ia pun menawari itazuya untuk membuat kontrak dengannya, agar iya mendapatkan kekuatan yang lebih besar dan menjadi semakin populer.


Tanpa bertanya dan berpikir panjang lagi, itazuya pun menyetujui penawaran tersebut, sebagai ikatan kontraknya Ghoul hanya meminta satu hal yaitu.


"Aku ingin kau menyetubuhi salah satu dari teman laki-laki yang kau kenal, setela itu ambil spermanya dan berikan pada ku", ujar Ghoul yang memberikan persyaratan aneh.


"Apa tidak ada yang lain?" tanya itazuya yang sedikit keberatan dengan syarat tersebut.


"Jika kau keberatan aku tidak masalah tapi popularitasmu akan hancur" jawab Ghoul.


Mendengar hel tersebut membuat itazuya tak ingin ketenarannya hancur, dan iya pun menyetujui Syarat yang di ajukan Ghoul.


"Dan sebagai gantinya" ujar Ghoul kemudian menjentikkan jari.


Lalu dua topeng dengan ekspresi senang dan marah muncul, Ghoul meminta itazuya untuk memilih salah satu dari dua topeng tersebut.


dan mengembalikan topeng yang sedang di pakainya saat ini, tidak memerlukan waktu lama itazuya pun memilih topeng dengan ekspresi wajah marah.


Kemudian topeng yang sedang ia pakai pun di kembalikan, saat Ghoul akan pergi itazuya memberitahu kalau dirinya ingin melihat wajahnya.

__ADS_1


Ghoul yang mendengar itu pun berhenti dan menjawab pertanyaan itazuya, tapi tidak memberitahu wajah aslinya.


"Jika aku memberitahu mu maka cerita ini takkan menarik lagi" jawab Ghoul lalu menghilang di hadapan itazuya.


....................................................


Di dalam kamar yang  yujin sedang menunggu Mitsuki sadarkan diri, mundar-mandir, kesana-kesini, bulak-balik, tapi Mitsuki masih belum sadar juga.


Dan iya pun duduk sambil memikirkan apa yang terjadi dengan Mitsuki tadi, saat sedang berpikir tanpa sengaja yujin malah ketiduran.


Sampai akhirnya pagi pun tiba, setelah bangun dari tidurnya yujin merasa lehernya sakit karena tidur dalam posisi duduk.


Ketika berada di bawah, iya melihat Mitsuki yang ada di dapur menyiapkan sarapan, bergegas yujin berjalan mendekati Mitsuki dan menanyakan keadaannya


Dan Mitsuki hanya menjawab kalau lehernya sediki.


"Apa taun tidak ingin kejadian tadi malam?" tanya yujin setelah duduk.


"Tidak aku hanya ingat saat aku terkena serangan dari iblis dan bangun-bangun aku sudah ada di kamar" jawab Mitsuki lalu memberikan sarapan untuk yujin.


"dia tak mengingat kejadian setelahnya, apa yang sebenarnya terjadi?" batin yujin sambil mengunyah sarapannya.


Seperti biasa katsugi dan Ayumi sudah menunggunya di depan rumah, saat sedang berjalan bersama Ayumu menceritakan kejadian tadi mala yang menimpah dirinya.


Mendengarkan perkataan Ayumi membuat Mitsuki bingung sendiri karena ia tidak ingat pernah hilang kendali seperti yang baru saja di katakan Ayumi.


Sesampainya di sekolah, terlihat teman-teman sekelasnya sedang memakai kaos olahraga karena nanti akan ada pelajaran olahraga.


Untungnya pada saat Mitsuki akan membantu seragamnya, di dalan ruangan gati laki-laki tidak ada siapapun, bergegas ia Menganti bajunya sebelum ada yang datang.


Setelah selesai dan langsung kembali kekelas,


"Kenapa hari ini tidak hujan saja" bisik Mitsuki dan ucapannya itu tak sengaja terdengar oleh Ayumi.


"Apa yang di maksudnya?" bisik Ayumi yang bertanya pada katsugi.


"Mitsuki itu orangnya pintar dalam pelajaran payah dalam olehraga, berenang tidak bisa, main bola tidak bisa, main volly tidak bisa, dan atletik tidak bisa" jelas katsugi.

__ADS_1


"Sebenarnya dia itu tidak rabun dan kacamata yang selalu dia pakai itu bukan kacamata mines" lanjut penjelas dari katsugi.


Beberapa menit kemudian bel pun berbunyi dan tak lama kemudian suara pertiwi terdengar dari arah lapangan sekolah, ternyata yang meniup piriwit tersebut adalah pak minamoto yang sudah menunggu di lapangan.


Bergegas semua murid pergi ke lapangan, baru saja Mitsuki sampai ia sudah di perhatikan oleh itazuya dari kejauhan sampai akhirnya salah satu dari teman itazuya ada yang menepuk pundaknya.


Mitsuki yang melihat teman-temannya yang lain sedang melakukan permainan seperti sepak bola, volly, dan basket, duduk di pinggir lapangan sendirian.


Terlihat dari wajahnha ia begitu bosan sampai beberapa kali menguap, ketika Mitsuki sedang membersihkan kacamatanya, tiba-tiba sebuah bola di lemparkan dan mendarat di wajah Mitsuki.


Membuat Mitsuki menjatuhkan kacamatanya tanpa melihat ke arah orang yang melemparinya bola, Mitsuki mengambil kacamatanya yang jatuh dan beranjak pindah tempat.


Setelah berada di tempat yang baru ia melihat katsugi sedang bertengkar dengan anak yang melempari Mitsuki bola, dengan dikerumuni banyak anak lain.


"Maaf-maaf, permisi" ucap Mitsuki yang berjalan melewati anak-anak yang lain kemudian menarik katsugi membawanya pergi.


"Kenapa kau malah membawa ku pergi? Dia harus di beri pelajaran" tanya katsugi.


"Biarkan saja jangan di pedulikan, aku saja tidak memperdulikannya" jawab Mitsuki yang jongkok di pinggir lapangan.


"Aku heran, apa kau tidak punya batas kesabaran yah?" ujar katsugi yang kembali bertanya.


"bukannya aku tidak punya batas kesabaran tapi hanya tidak memperdulikan sikap mereka saja" jawab Mitsuki dengan kedua mata melihat teman-temannya.


"Hu~~~, yasudah" lalu katsugi juga jongkok di dekat Mitsuki dan mereka berdua pun menggabut bersama.


Beberapa menit kemudian, Mitsuki kerasa bahwa dirinya harus ke toilet, setelah memberitahu katsugi kalau dirinya akan ke toilet sebentar, Mitsuki pun bergegas pergi.


Tampa ia sadari beberapa orang terlihat mengikutinya, merasa ada yang mengikuti Mitsuki pun berbalik tapi mereka langsung bersembunyi, melihat tidak ada siapa-siapa Mitsuki pun melanjutkan langkah kakinya.


Saat Mitsuki di dalam toilet, terlihat itazuya dan teman-temannya berdiri di luar.


"Apa kau yakin?" tanya kagumi dengan menatap itzuya.


Tapi itazuya tidak menjawab pertanyaan dari kagumi, iya terlihat terdiam sembari memikirkan persyaratan yang di berikan Ghoul untuk menjalin kontrak dengannya waktu itu.


"Mana sapu tangannya?" tanya itazuya yang menanyakan sapu tangan.

__ADS_1


"Ini, aku sudah menyemprotkan obat bius di sapu tangan itu jadi hati-hati jangan sampai kau menghirupnya" jawab kagumi setelah memberikan sapu tangan yang sudah di semprot obat bius.


"Baiklah, mari kita lakukan" ucap itazuya kemudian masuk ke dalam.


__ADS_2