
Setelah berada di bawah, terlihat banyak orang yang berjalan kesana-kemari untuk kepentingannya masing-masing.
Beberapa tempat di datangi Mitsuki seperti restoran, tempat bermain, dan ia pun berhenti di taman belakang.
Duduk-duduk santai di bawah pohon sambil melihat anak-anak yang bermain dan pasangan anak muda dan suami istri sedang bersama.
Hanya bisa melihat, berkedip, dan bernafas membua dirinya menjadi merasa sangat bosan, tidak ada yang dapat di kerjakan.
Di tengah kegabutannya, tiba-tiba saja ledakan kekuatan yang sama kembali terjadi tapi dengan jumlah yang sangat besar dengan di iringi sebuah gempa yang lumayan mengguncang.
Seperti biasa energi itu hanya terjadi sesaat dan syukurnya gempanya juga berhenti setelah ledakannya mulai menghilang.
"Astaga! Itu ledakan yang sangat besar, tapi itu berarti?! Halamannya!!" ujar Mitsuki lalu bergegas pergi untuk meminjam telpon hotel karena hp nya ada di kamar.
Sesaampainya di resepsionis, Mitsuki pun langsung meminjam telpon hotel dan mulai menghubungi telpon rumah.
Sebanyak dua kali ia harus mencobanya karena tidak ada yang mengangkat.
Ketika mencoba untuk yang ke tiga kalinya akhirnya yujin pun mengangkat telponnya.
Tampa basa-basi ia pun langsung menanyakan tentang dua halaman lagi yang masih belum berubah.
"Bagai mana? Apa ada perkembangan?" tanya Mitsuki di meja resepsionis.
"Sementara, sepertinya satu halaman lagi berubah dan kali ini semua kalimatnya berubah" jawab yujin.
"Apa tulisannya?"
"Setiap sisinya memiliki pembuka sendiri, setiap pembuka memiliki pemiliknya sendiri"
"Hanya itu" lanjut yujin setelah membacakannya.
"Satu lagi kalimat yang membuat kita bingung" ujar Mitsuki.
"Tapi tadi kenapa kau lama sekali mengangkat telponnya?" lanjut Mitsuki yang bertanya.
"Tadi aku sedang menjemur baju lalu ada gempa dan jemurannya jatuh, karena semua bajunya kotor lagi aku mencucinya lagi" jawab yujin.
"Ngomong-ngomong Marika apa dia baik-baik saja dengan mu?"
"Dia baik, sekarang dia sedang nonton kartun".
"Baiklah kalau begitu aku tutup telponnya" jawab Mitsuki lalu menutup telponnya.
__ADS_1
Setelah mengetahui isi dari kalimat yang kali ini berubah mitsuki berniat kembali ke kamar, tapi saat pintu lift terbuka, Terlihat Ayumi, katsugi, dan ayahnya sedang berdiri dengan wajah cemas.
wajah yang asalnya terlihat begitu cemas, kembali seperti biasa setelah melihat Mitsuki baik-baik saja.
Pak arikawa bertanya mengapa, Mitsuki pergi tampa memberitahu.
Dan Mitsuki pun menjawab kalau dirinya sudah memberi tau katsugi sebelum pergi keluar.
"benarkan? Oh yah sekarang aku ingat, hahahah" jawab katsugi lalu tertawa sendiri, sementara yang lain melihat ke arahnya dengan datar.
"Ma-maaf" lanjut katsugi.
Sepanjang hari Mitsuki tidak kemana-mana setelah kejadian gempa tadi karena dirinya di larang pak arikawa pergi kemana-mana kecuali.
Bersama katsugi atau Ayumi atau lagi bersamanya jadi dia kembali menggabut di dalam kamar hotel.
Sampai akhirnya malam pun tiba. Di saat Mitsuki dan yang lainnya sedang makan cemilan sambil menonton tv, tiba-tiba pak arikawa datang ke kamar mereka Dengan pakaian yang terlihat rapih.
Melihat itu bukannya memuji katsugi malah menggoda ayahnya yang berpakaian sangat sapih itu.
"Apa ayah akan pergi kencan dengan perempuan? Jika ayah berniat untuk menikah lagi, akan ku buat wanita itu menceraikan ayah" ujar katsugi setelah melihat penampilan ayahnya itu.
"Ayah hanya ingin mengajak kalian makan malam di luar, berhubung hotel ini punya restoran yang lumayan katanya jadi ayah penasaran nah kalian bertiga cepatlah bersiap!!" jawab sang ayah lalu menunggu di luar kamar.
Merasa aneh dengan kursi yang kelima padahal mereka hanya berempat, membuat katsugi menjadi mencurigai ayahnya.
Untuk memastikan iya tidak bertanya tapi menunggu dan melihat apa yang terjadi setelah mereka duduk.
Tidak lama kemudian seseorang perempuan cantik yang terlihat seumur dengan sang ayah datang menghampiri dan duduk di dekatnya.
Melihat itu kecurigaan katsugi pun tidak salah lagi kalau ayahnya sengaja mengajak dirinya untuk di perkenalkan dengan perempuan itu.
Dengan senyumannya perempuan itu menyapa pak arikawa dan menanyakan tentang katsugi, Mitsuki, dan Ayumi.
"Mereka berdua adalah anak-anak ku dan satu lagi sahabat mereka, yang ini namanya katsugi anak ku, yang ini namanya Mitsuki, dan yang ini namanya Ayumi" ujar pak arikawan.
Tidak lama kemudian pelayan datang dengan membawa daftar menu.
Ketika giliran katsugi untuk memesan iya pun memesan sesuatu yang terbilang beda dari yang lain.
"Aku ingin bubur panas dengan ekstrak cabe" ujar katsugi setelah memesan, dengan kedua matanya melihat ke arah perempuan yang terus mengobrol dengan ayahnya itu.
"Dan anak-anak dia adalah teman dekat ayah, tampa sengaja kami bertemu di sini, tadi" lanjut pak arikawa.
__ADS_1
"Hai, Mitsuki, ayumi, dan kat~" ujar perempuan itu yang lupa dengan nama katsugi.
"Katsugi!!" sahut katsugi dengan wajah kecut.
"Oh yah maaf, dan katsugi, nama ku sasaki seichiro, senang bertemu dengan kalian" ujar Sasaki dengan sopan.
"Senang juga bertemu dengan anda" jawab Mitsuki dan Ayumi sambil melepaskan senyum.
Tapi katsugi masih memalingkan wajahnya dari Sasaki dengan ekspresi kecut .
Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang tapi bubur yang di pesan katsugi masih dalam pembuatan.
Setelah menunggu, akhirnya bubur panas dengan ekstrak cabe pun datang, ketika pelayang berjalan mendekatinya.
Dengan sengaja katsugi menghalangi langkah kaki pelayang itu dengan kakinya dan itu membuat pelayang itu tersandung.
membuat iya menumpahkan bubur yang di bawanya ke baju Sasaki, melihat rencananya berhasil membuat katsugi senang meski iya menyembunyikan perasaan tersebut.
Dengan cepat pak arikawa membersihkan bubur yang ada di baju Sasaki.
Wajah menyesal dan permintaan maaf pun di berikan pelayan dan pihak restoran dan mereka berdua akan Menganti bubur yang tadi tumpah.
Tapi katsugi menolak dengan alasan, yang membuat Mitsuki menjadi korbannya.
"Tidak usah! Aku masih bisa makan sepiring berdua dengan Mitsuki" ujar katsugi lalu sedikit menarik piring miliki Mitsuki ke arahnya.
"ha! Ba-baiklah" sahut Mitsuki dengan wajah pasrah.
"Katsugi apa kau mau punya ku juga?" tanya Ayumi dengan menyodorkan piringnya.
"Tentu" jawab katsugi dengan pandangan melihat kerah Sasaki.
Beberapa saat kemudian seusai makan malam, pak arikawa pun merjagak mereka semua untuk jalan-jalan melihat tempat pertandingan untuk besok.
Karena letaknya yang tidak jauh dari hotel, mereka pun memilih untuk berjalan kaki ke sana.
Di jalan sampai tiba di sekita tempat perlombaan, katsugi yang berjalan di belakang bersama Mitsuki terus melihat Sasaki dengan wajah tidak suka.
" Ada permen apel, anak-anak apa kalian ingin itu juga?" tanya Sasaki lalu berjalan bersama pak arikawa untuk membeli permen apel.
Setelah mereka mendapatkan masing-masing permen apel, terlihat katsugi yang tidak menyentuh bahkan melihat permen apel yang di pegangnya.
Lalu hal yang semakin membuat katsugi membenci dan geram dengan Sasaki pun terjadi.
__ADS_1