
Melihat aura yang begitu besar, membuat iblis itu bergegas melepaskan itazuya dengan cara melemparkannya.
Dengan cepat seluruh tubuh itazuya tertutup aura hitam melihat apa yanh terjadi pada dirinya sendiri membuat itazuya menjadi panik dan mencoba melepaskan topeng tersebut
Tapi iya malah di hasut oleh topeng tersebut dan dengan mudahnya itazuya mempercayai semua perkataan dari topeng itu.
"Jangan takut, aku hanya akan memberimu kekuatan, coba lihat di sekelilingmu" ucap sang topeng.
Ketika itazuya melihat ke arah Mitsuki dan yang lain, di dalam pengelihatannya iya melihat bahwa mereka semua adalah iblis jahat yang harus di hapuskan.
Tampa iya sadariperlahan tubuhnya mulai di telan oleh topeng itu, sampai akhirnya jubah hitam terlihat menyelimuti itazuya.
"Mereka adalah penjahat dan kau adalah pahlawan sejati bagi semua orang, kau akan selalu di puji dan terkenal di mana-mana" lanjut topeng itu yang semakin menghasut itazuya.
"Yah kau benar! Aku adalah pahlawan, dan semua pujian itu adalah milik ku" jawab itazuya.
Lalu pedang yang di gunakannya berubah menjadi berwarna hitam pekat, dengan cepat iya melesat dan berhasil memenggal kepala iblis kuartal pertama itu.
Setelah membunuh iblis itu, itazuya kemudian bergerak menyerang teman-temannya, tapi tubuhnya menolak untuk menyerang mereka.
"Ingat merekat adalah penjahat!! Hapuskan mereka dan kau akan menjadi pahlawan" bisik topeng itu.
Dan pedang pun di ayunkan, syukurnya Mitsuki berhasil menangkis serangan tersebut.
Lalu menyusuruh mereka semua untuk menjauh dari sana, saat sedang saling mendorong, topeng itu pun berbicara kepada Mitsuki
"Ada apa? Aku merasa kalau kau takut dengan anak ini" tanya topeng itu.
Tidak lama kemudian, yujin melepaskan anak panahnya dan membuat itazuya menjauh dari Mitsuki.
Saat yujin datang menghampiri iya melihat tangan Mitsuki yang sedikit gemetar.
Sesaat kemudian itazuya kembali menyerang membabi buta, tapi yang iya incar adalah Mitsuki.
Dalam pikiran Mitsuki hanya ada semua kejadian ketika itazuya merundungnya, bahkan yang paling parah kejadian saat Mitsuki hampir di lecehkan.
Hal tersebut membuatnya tidak fokus sampai ketika serangan pedang itzuya datang dari arah bawah.
Meski berhasil menghindar di detik-detik terakhir tapi ujung pedang itazuya berhasil membuat topeng yang di gunakan Mitsuki terlepas dan terlempar.
__ADS_1
Membuat baju yang ia pakai menghilang dan kembali ke baju yang tadi ia pakai saat masih di rumah.
Untunya dalam pengelihatan itazuya Mitsuki adalah seorang iblis jadi iya tidak menyadari bahwa itu adalah orang yang hampir di lecehkan olehnya.
Bergegas yujin mengambil topeng yang tergeletak di tanah, dan kembali melepaskan anak panahnya.
"Kita harus mundur" ucap yujin lalu mereka berdua pergi dengan sangat cepat.
Setelah Mitsuki dan yujin pergi, itazuya kembali tersadar dari kendali topeng yang iya pakai, dengan kebingungan itazuya memanggil-manggil nama teman-temannya yang sudah tidak ada di sana..
"Ini lebih dari apa yang ku bayangkan" ucap paradoks yang masih berada di atap gedung bersama Ghoul.
"Sudah ku bilang, tapi aku baru saja mulai tunggu sampai kau melihat apa yang dapat di lakukannya" jawab Ghoul lalu mereka berdua pun menghilang.........
Sesampainya di dalam rumah, Mitsuki langsung duduk dengan wajah yang berkeringat.
Dan tiba-tiba saja ia berteriak keras, membuat yujin begitu terkejut mendengarnya, saat akan bertanya Mitsuki langsung berjalan kekamarnya meninggalkan yujin.
tak lama kemudian dari arah kamar, terdengar suara barang-barang yang di lempar ke lantai,
Bergegas yujin pergi untuk melihatnya, dan iya pun melihat keadaan kamar yang sudah berantakan.
Melihat Mitsuki yang begitu terpuruk, membuat yujin perlahan keluar dari dalam kamar lalu kembali menutup pintunya.
Semua ingatan tentang perundungan yang pernah di alami Mitsuki terus menghantuinya, beberapa kali ia terus berteriak keras dengan air mata yang terus menetes ke lantai.
Beberapa menit berada di dalam kamar, Mitsuki pun keluar dengan membawa kotak pemberian kakek waktu itu.
Yujin yang melihat itu pun bertanya tapi Mitsuki tidak menjawabnya sampai akhirnya ia melemparkan kotak itu bersama pedang tengoku dan topeng rumahnya ke luar.
"A-apa yang tuan lakukan?" tanya yujin.
"Aku akan berhenti, semua yang ku lakukan selalu menyiksa diriku sendiri, sekarang kau boleh keluar" jawab Mitsuki dengan wajah datar dan mata dingin.
"Ta-tapi" sayangnya yujin tidak sempat berkata-kata lagi karena.
"Aku sudah lelah dengan hidup ku sendiri, mereka tidak pernah membiarkan diriku bahagia, bahkan aku hampir saja di lecehkan" teriak Mitsuki di depan yujin.
"Baiklah, tapi jika tuan berbah pikiran aku akan datang" jawab yujin lalu pergi berjalan di derasnya hujan................
__ADS_1
Keesokan harinya, ketika Mitsuki bangun ia langsung membuat sarapan dan membangunkan Marika, setelah itu pergi mandi.
Ketika selesai memakai seragam sekolah, Mitsuki pun pergi membawa Marika bersamanya ke rumah katsugi.
Di sana ia menitipkan Marika bersama pak arikawa, lalu pergi meski pak arikawa meminta Mitsuki untuk menunggu sebenar karena katsugi juga belum berangkat ke sekolah.
Tapi Mitsuki tidak kennegarkannya dan berjalan dengan wajah datar tanpa ekspresi sama sekali.
Sesampainya di kelas, belum ada siapa-siapa kecuali dirinya sendiri, tampa melakukan apa-apa selain duduk dengan wajah murung.
Sampai akhirnya itazuya dan beberapa temannya datang masuk ke dalam kelas, saat mereka melihat Mitsuki, mereka pun langsung menghampirinya.
Awalnya mereka hanya menggoda, karena tidak ada respon mereka pun mulai sedikit bermain kasar.
Beberapa kali mereka memandang meja dan menggoyang-goyangkan kepala Mitsuki .
Masih tidak ada respon, itazuya pun menarik rambut Mitsuki lalu mendorongnya sampai jatuh ke lantai.
"Apa kau sudah tuli ha?" benatk itazuya dengan berteriak.
Karena Mitsuki masih berwajah datar, iya pun kembali menariknya dan melayangkan pukulan di wajah Mitsuki.
Dan terlihat beberapa bekas memar dan merah di wajahnya, dengan cukup kuat itazuya mendorong Mitsuki, membuatnya menghantam dinding.
"Menjauh lah" ucap Mitsuki dengan suara yang cukup pelan.
Meskipun pelan tapi mereka semua masih bisa mendengarnya, tanpa lama-lama mereka mulai melayangkan beberapa pukulan kepada Mitsuki.
Membuat wajahnya memar dan hidungnya mulai mimisan, tak lama kemudian terdengar suara geraman yang cukup keras dari arah belakang.
Saat berbalik terlihat seekor rubah besar berekor tujuh, yang terlihat begitu ganas dengan giginya yang terlihat sangat tajam.
Tidak lain dan tidak bukan dia adalah yujin, perlahan iya berjalan masuk sambil terus menunjukan keganasannya.
Melihat itu mereka langsung melarikan diri, setelah mereka semua pergi yujin kembali menjadi manusia dan bergegas menghampiri Mitsuki.
"Taun, apa kau baik-baik saja?" tanya yujin dengan wajah khawatir.
"Untuk apa kau datang? Kita sudah tidak punya hubungan lagi" jawab Mitsuki lalu berdiri kemudian duduk.
__ADS_1
Dengan wajah sedih yujin pun kembali menjadi rumah dan berlari meninggalkan Mitsuki.