
Di saat-saat Akira akan kalah.
"Tidak ku sangka kau berhasil membunuh salah sau dari kami padahal kau itu perempuan" ujar silumna itu.
"Dan sepertinya kita kedatangan tamu tak di undang" lanjut siluman itu kemudian melemparkan senjatanya ke arah tempat yujin bersembunyi.
Untungnya yujin berhasil menghindar sebelum benda itu mengenainya,
Dan kali ini ia harus menampakkan dirinya.
Melihat yujin yang berjalan mendekat, siluman itu pun terdiam dengan wajah seolah-olah mengenal yujin.
"Oh, hahahah, Yujin!! Si rubah Inari Sang pendamping panklu iblis, apa kau sudah memiliki tuan baru?" ujar siluman itu setelag tertawa.
"Hohoho, rupa-rupanya aku terkenal juga" sahut yujin yang terlihat senang.
Ketika yujin sedang berbincang dengan siluman itu tiba-tiba saja Akira melancarkan serangannya berhubung siluman itu tidak memegang senjata.
Dan apa yang di lakukan Akira ternyata berhasil memenggal kepala siluman itu.
"Lah" yujin yang terdiam dengan wajah datar melihat hal tersebut.
Tapi kepala dan tubuh iblis itu malah menjadi asap bukannya mejadi debu dan yujin yang melihat hal itu langsung memahami apa yang terjadi.
"Gawat" ucap yujin yang mulai waspada.
"Tidak sia-sia kau terpilih menjadi pendamping penakluk iblis, dalam sekejap kau langsung tau terik ku" sahut siluman itu yang berdiri di atap rumah Kemudian melompat ke bawah.
"Sejak awal kita sudah berada dalam ilusinya karena, itulah dia berani melemparkan senajat meski resikonya akan di serang secara mendadak" bisik yujin kepada Akira.
"Jadi bagai mana?" tanya Akira dengan berbisik.
"Kita harus menemukan dan menghancurkan pemicu dari teknik ini agar ilusinya menghilang" jawab yujin.
"Teknik aura siluman!! kehampaan tampa ujung" sahut siluman itu yang mengunkna tekniknya.
Dan sebuah cahaya yang menyilaukan pun muncul.
"Gawat!! Akira tutup mata mu" ujar yujin yang menutup matanya.
Tapi Akira tidak keburu menutup matanya dan dalam pengelihatannya iya berada di sebuah tempat kosong.
Tidak ada hewan, manusia, tumbuhan, atau pun angin yang berhembus.
Yang ada hanyalah kehampaan yang tak terbatas di depan matanya.
Setelah cahaya itu menghilang yujin pun kembali membuka kedua matanya dan melihat Akira yang sudah terjebak dalam teknik siluman itu.
__ADS_1
"Tidak ada cara untuk membangunkan Akira kecuali mengalahkan silumna itu" ujar yujin.
Dan tiga lingkaran muncul di dekat yujin, dari sana keluar tiga senjata yang berbeda, terdiri dari pedang, panah, dan tombak emas berukiran indah.
"Sudah alam aku tidak menggunakan benda ini" lanjut yujin lalu menyerang siluman itu.
"Hmmm, rupanya kau pemilik tiga senjata mihasira no uzu no mikoto" sahut siluman itu setelah melihat tugas senjata itu terbang mengelilingi yujin.
"Yah begitulah" jawab yujin.
Tapi siluman itu tidak mau kalah iya juga mengeluarkan senjatanya dalam bentuk tiga cakar yang cukup panjang dan juga besar.
Meski memakai tiga senjata yang berbeda, yujin kelihatan tidak mengalami kesulitan dalam mengendalikannya.
"Mau berapa banyak senjata yang kau gunakan tetap saja kau tidak bisa membunu ku" ujar siluman itu lalu berhasil di tebas yujin.
Sama seperti sebelumnya itu hanyalah ilusi dan siluman itu kembali muncul di dekat Akira yang tidak sadarkan diri, mencoba untuk menyerangnya.
Tapi yujin berhasil memanah siluman itu dan sekali lagi itu hanyalha ilusi.
Lama-kelamaan yujin menjadi muak dengan ilusi ini dan ia mencoba untuk mencari pemicunya.
"Dia pikir hanya dia saja yang bisa?"bisik yujin yang sedang merencanakan sesuatu.
Karena sibuk mencari pemicunya sampai tidak sadar kalo siluman itu mengayunkan cakarnya kearah dirinya.
Bukannya berbuat sesuatu yujin malah menunjukan senyum tipisnya dan sesuatu yang mengejutkan pun terjadi. Tubuh yujin berubah menjadi asap.
"Apa!! Ilusi!?" ujar siluman itu yang terkejut dengan ilusi yang di lakukan yujin.
"Kau pikir kau saja yang bisa menggunakan ilusi ini? Tapi sayangnya ilusi mu akan berakhir saat ini" sahut yujin kemudian mengarahkan anak panahnya ke atas.
Bagaikan kaca yang pecah pemicu ilusi miliki siluman itu hancur.
"Jadi kau menemukannya!"
"Aku baru menyadarinya saat melihat bulan yang ada di atas, padahal ketika aku dalam perjalanan ke mari tidak ada bulan yang muncul tapi setelah berada di sini tiba-tiba saja bulannya muncul itu aneh bukan" jawab yujin.
"Baiklah tidak ada gunanya melawan, akhiri ini" ujar siluman itu lalu melepaskan teknik yang terdapat pada Akira.
"Nah!! Nak lakukan apa yang harus kau lakukan" lanjut siluman itu lalu duduk di jalan.
Dalam kebingungan Akira pun mengakhiri hidup siluman itu ketika akan pergi, siluman itu memberitahu kalau.
"Ingat ini kalian harus berhati-hati, terutama untuk mu nak meski kau di bantu yujin, tapi akan sangat sulit mengalahkan pimpinan kami" ujar siluman itu dan berubah menjadi butiran debu.
Akira pun bertanya kepada yujin apa yang sebenarnya sedang terjadi, Dalam perjalanan pulang yujin menceritakan apa-apa saja yang terjadi, saat Akira tak sadarkan diri.
__ADS_1
...............................
Sementara itu di sebuah atap gedung terlihat agraris yang sedang duduk di kursi dengan di temani secangkir teh hangat.
Ia terus memandang ke arah kota sampai akhirnya, seseorang muncul di belakangnya.
"untuk apa kau menemui ku?" tanya agraris yang mengetahui ada seseorang di belakangnya.
"Agraris!! Aku menawarkan satu kesepakatan kepada mu" jawab orang itu.
Lalu agraris pun berbalik dan tenrya itu adalah pimpinan dari siluman rubah padang rumput.
"Kesepakatan!! Kalau begitu silahkan duduk mari kita bicarakan sambil minum teh" ujar agraris.
"Jadi apa kesepakatan yang kau tawarkan dengan ku?" lanjut agraris yang bertanya.
Dan siluman itu pun menjelaskan alasa dan keuntungan yang di dapatkan agraris.
Setelah mendengar penjelasan dari siluman itu, agraris pun memberitahukan pendapatnya.
"Boleh!! kalau begitu ambil ini" ujar agraris yang memberikan sebuah jam pasir berukuran kecil.
"Ingat dalam waktu tiga hari kau harus meberiakn barangnya kepada ku kau mengerti?" timbal agrasi.
Kemudian siluman itu pun mengambil jam yang di berikan agraris lalu pergi meninggalkannya.
"Sepertinya keluarga narukami hampir berhasil, sampai-sampai dia menemui ku" ujar agrasi setelah siluman itu pergi.
Kemudian melanjutkan minum tehnya. Tidak alam kemudian dua pengganggu datang mengacaukan suasana.
"Sedang apa kau disini?" tanya ayaris.
"astaga!!" batin agraris.
"Oh tidak, maaf-maaf yah" sahut polaris yang tidak sengaja menumpahkan cangkir teh miliki agraris.
"Aaaaa, kalian berdua, kemari akan ku bunuh kalian" teriak agraris lalu ia mengejar mereka berdua, berlarian di atas gedung.
.........................................
Di rumah sakit bibi membawa adiknya itu ke kamar Mitsuki.
Sesampainya di dalam kamar, bibi meminta adiknya itu untuk memikirkan tentang anaknya yang sedang berjuang untuk bertahan hidup.
Lalu bibi keluar bersama pak arikawa , untuk membiarkannya memiliki waktu berdua dengan
Mitsuki
__ADS_1
"Ibu macam apa ku ini? Aku telah gagal menjadi seorang ibu, maafkan ibumu ini nak" ujar sang ibu sambil menangis di dekat Mitsuki yang sedang berbaring tak sadarkan diri.