Demon Conqueror

Demon Conqueror
Episode 44


__ADS_3

Ketika sedang mendinginkan kepala tiba-tiba ayah katsugi datang dengan wajah yang berkeringat.


Tanpa bertanya atau pun meminta sang ayah langsung mengambil minuman, yang ada di tangan katsugi kemudian meminumnya.


"Hari ini matahari begitu terik, anak-anak bersiap kita akan pulang" ujar ayah katsugi kemudian berjalan menuju mobil.


Kemudian mereka pun kembali pulang, beberapa jam kemudian akhirnya merekapun sampai di rumah.


Di dalam rumah Mitsuki dan yujin langsung bergegas masuk ke dalam kamar dan apa yang mereka pikirkan ternyata benar.


Kalinya yang terdapat pada halaman pertama kembali berubah dan kali ini sebuah teka-teki kembali muncul.


"Anugrah Inari turun memberkati matsuyma, apa artinya?" tanya Mitsuki setelah membacanya.


"Apa ini ada hubungannya dengan cerita istana Matsuyama yang di ceritakan pak minamoto?" lanju Mitsuki.


"Ini semakin membingungkan" jawab yujin.


..........................................


Sementara itu agraris yang sedang berada di alam apartemen sambil menutup semua gordennya sambil berucap dengan nada marah.


"Sudah ku beritahu jangan keluar, kenapa kau tidak mendengarkan ku?" ucap agraris yang merah kepada paradoks.


"Yah maaf, aku bosan duduk diam di sini" jawab paradoks.


"selamat! Berkat mu matahari bersinar lebih terang hari ini" sahut ayaris.


"He, nenek tua diam kau!! L0nte seperti mu mana tau apa-apa?" ucap paradoks kepada aysris.


Karena marah, ayaris pun menampar paradoks, tidak terima paradoks pun membalas ayaris, dan mereka berkelahi.


Menghadapi itu agraris hanya menghela nafas lalu memukul kepala mereka berdua, seketika paradoks dan ayaris pun berhenti berkelahi, mereka duduk di depan agraris dengan kepala menunduk.


Dengan banyak omelan agraris memarahi mereka berdua, sementara polaris hanya duduk melihat sambil menutup telinganya.


Tidak lama kemudian iblis tingkat cembung akhir tiba-tiba muncul sambil bertekuk lutut di hadapannya.


Melihat itu, agraris pun bertanya-tanya mengapa iya tiba-tiba muncul di cuaca seterik ini.


"Tuan!! Kami punya kabar, kalau Ghoul berhasil menemukan lokasinya ledakan kekuatan itu tapi tidak dengan tanda-tanda keberadaannya" ujar seorang iblis tingkat cembung akhir.


"Menarik, jadi benar dengan lokasinya?" tanya agraris.


"Benar!! Istana Matsuyama" jawab iblis tersebut.


"Matsuyama! Sayang seklia kita para iblis tak dapat menginjakkan kaki di sana" sahut polaris.


"Benar sayang sekali, tapi aku punya rencana" jawab agraris dengan tersenyum kecil.


.........................................

__ADS_1


Setelah mengambil kesimpulan bahwa kalau mereka berdua tidak dapat menemukan arti dari kalimat yang kali ini berubah.


Terlepas dari semua itu, Mitsuki memilih untuk mengerjakan pekerjaan kebun yang ada di belakang rumah.


Dengan memakai topi untuk berkebun, sarung tangan, dan sepatu boots.


Mitsuki pun mulia mengerjakan pekerjaannya seperti menyiram sayuran, mencabuti rumput, dan memberikan pupuk kompos.


Ketika ia sedang asik menyirami sayur tiba-tiba seekor kucing nakal tidak sengaja membuta beberapa karung pupuk berukuran kecil, dan empat kotak kayu entah apa isinya tapi terlihat cukup berat jatuh.


"Ya ampun!! Tapi untungnya aku suka kucing" ujar Mitsuki kemudian kembali menyiram.


Setelah menyiram, mencabuti rumput, dan memberikan pupuk, ia pun pergi untuk membereskan kekacauan yang di lakukan oleh kucing tadi.


Satu persatu karung pupuk kompos itu ia pindahkan ke gudang agar tidak ada kucing yang bermain di atasnya.


Dan hal itu membuatnya wajah, rambut putih, dan bajunya kotor oleh pupuk yang ia bawa.


Setelah semuanya selesai di pindahkan, Mitsuki pun lanjut memindahkan empat kota kayu tersebut ke gudang.


"Astaga!! Apa sebenarnya isi kotak ini?" tanya Mitsuki yang berjalan menuju gudang.


Kali ini, ia membutuhkan waktu cukup lama untuk memindahkan keempat kotak kayu itu ke gudang.


Setelah semuanya selesai dari dalam rumah terdengar suara Marika yang memanggil-manggil namanya.


Dengan cepat Mitsuki pun masuk kedalam.


"Air di kran tidak mau keluar" jawab Marika, dengan jari yang menunjukkan ke arah dapur.


"Tidak keluar?" ucap Mitsuki kemudian melihat-lihat apa yang salah dengan kran airnya.


Setelah dilihat secara teliti tidak ada yang salah dengan keran airnya, lalu ia pun berjalan keluar untuk melihat apa ada yang salah dengan pompa airnya.


Dan ternyata pompa airnya tidak dapat menyala meski sudah mencoba untuk di nyalakan.


Merasa harus di priksa ia pun pergi ke gudang untuk mengambil beberapa peralatan dan kembali.


Sebelum memperbaikinya, terlebih dulu yang di lakukan Mitsuki adalah memotong arus listriknya agar ia tidak kesetrum.


Ketiak sudah di bongkar masalah pun ketemu ternyata baling-balingnya macet oleh kotoran yang ada di sela-sela generatornya di tambah sudah berkarat.


Karena terakhir di perbaiki waktu ayah Mitsuki masih ada, itu pun sudah sangat lama.


Lalu ia pun membersikannya kemudian meneteskan oli agar lebih mulus ketika beeputar.


Ketika selesai Mitsuki mencoba untuk membersikan oli yang ada di tangannya tapi oli itu tidak mudah di hilangkan begitu saja dengan air.


Saat akan pergi mandi, terdengar suara yang mengetuk pintu lalu Mitsuki pun pergi untuk melihatnya.


Dan ternyata itu Ayumi dengan membawa sebuah keranjang berisi kue dan buah.

__ADS_1


"Ada apa dengan wajah mu kotor sekali dan kau bau pupuk" ujar Ayumi ketika melihat Mitsuki.


"Ada beberapa pekerjaan di belakang rumah yang harus aku kerjakan, ngomong-ngomong ada apa kemari?" jawab Mitsuki yang bertanya.


"Ini aku bawakan oleh-oleh soalnya ayah ku baru pulang dari Okinawa, ini" jawab Ayumi.


"Apa kau bisa letakkan sendiri di dapur? Soalnya lihat! Tangan ku penuh oli" sahut Mitsuki.


"Baik tidak masalah"  jawab Ayumi,


Kemudian Ayumi pun masuk ke dalam dan meletakkan keranjang yang iya bawa di meja makan lalu kembali pulang.


Di rasa tidak ada pekerjaan lagi, Mitsuki pun pergi untuk membersikan diri.


Beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamar mandi, lalu masuk ke dalan kamarnya.


Setelah mandi dan memakai baju ia  turun dengan handuk yang masih menutupi kepalanya.


Mitsuki pun berjalan menuruni tangga menuju dapur untuk melihat apa yang di berikan Ayumi kepadanya.


Tidak lama kemudian marika datang dan meminta makanan yang ada di dalam keranjang.


Kemudian Mitsuki pun memberikan apa yang di inginkan Marika, setelah itu ia pun menyimpan handuknya dan mulai memasak makan malam.


Beberapa menit memasak akhirnya makan malam pun selesai di buat.


Ketiak Marika sudah duduk di tempatnya, Mitsuki pun memanggil yujin untuk makan malam.


Tidak lama kemudian yujin terlihat berjalan menuruni tangga dalam bentuk manusianya.


Selama makan tidak banyak terjadi sampai akhirnya merekapun selesai makan malam.


Lalu mereka pun duduk di ruang utama sambil menunggu makanan yang baru saja mereka makan di cerna .


............................................


Malam ini paradoks pergi keluar apartemen untuk jalan-jalan.


Ketika melewati sebuah tempat di mana para kupu-kupu malam berkerja melayani pria hidung belang.


"Aroma ini!! Menarik" ujar paradoks yang mencium aroma cairan yang di hasilkan dari hubungan tubuh pria dan wanita.


Karena tertarik oleh aromanya paradoks pun masuk dan melihat banyak orang mabuk, yang sedang berjudi, dan wanita-wanita cantik.


Baru saja masuk paradoks, masuk  sudah di hampiri banyak wanita cantik dan seksi.


Mereka mencoba untuk menggoda paradoks tapi ia hanya mengabaikan mereka semua.


Meski berkali-kali para wanita itu mengajak paradoks untuk berhubungan tapi.


"Apa kalian bisa pergi? Aku hanya ingin melihat-lihat saja" ucap paradoks kepada mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2