
Setelah Kania selesai Makan dan meninggalkan Neneknya karena tidak mau berlarut lagi dalam kesedihanya, Kania pun bergegas untuk berangkat sekolah dan tak lupa berpamitan kepada Neneknya.
"Yaudah Nek tak usah di Bahas lagi ya, Kania pamit mau berangkat sekolah dulu". Kania mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Neneknya dan mencium punggung tanganya.
"Yaudah kalau begitu, hati-hati di Jalan nggak usah kebut-kebutan naik motornya". Ujar Nenek .
"Baik Nek, Kania berangkat Assalamualaikum". Kania pun menaiki motornya dan berlalu melajukan sepedanya.
"Walaikumsalam" Balas salam Neneknya.
15menit berlalu akhirnya Kania pun sampai di Sekolah dan memakirkan sepedanya di Parkiran. Lalu Kania pun bergegas menuju ruang kelasnya karena jam pertama adalah jam pelajaran Bu Karina. Setelah Kania tiba di Kelasnya dia pun duduk di Bangkunya dan melihat bangku Nanda namun kosong dia tidak ada dan kursinya pun kosong tasnya pun tidak ada di Kursinya.
"Ehh.ehhh, Dina Nanada kemana kok bangkunya kosong tasnya pun nggak ada di Kursinya" Tanya Kania dan menunjuk bangku Nanda.
"Ohhh si Nanda dia Tadi WhatsApp aku Katanya dia izin nggak masuk katanya lagi nggak enak Badan." Sahut Dina.
"Perasaan kemarin dia nggak papa dehh kok tiba-tiba bisa nggak enak badan atau jangan-jangan ada sesuatu". Gumam Kania penasaran.
"Ohh iyha Din aku boleh minta nomer WhatsAppnya Nanda nggak." Pinta Kania sambil mengeluarkan ponselnya.
"Ini nomernya Nanda". Dina memberikan ponselnya dan Kania pun mengambil ponsel milik Dina lalu menulis nomer Nanda.
Setelah di simpan di ponselnya akhirnya pun Kania bergegas mengirim pesan kepada Nanda.
(Pagi Nda kok kamu ndak masuk sekolah. Katanya Dina kamu nggak enak badan. Apa bener itu)
Kania mengirim pesannya dan ternyata ceklis 2 menandakan kalau ponsel dia aktif.
(Kamu baik-baik aja kan Nda)
Kania mengirimkan pesan lagi dan langsung centang biru . Nanda sudah membacanya dan di Bawah nomernya ada tulisan mengetik tandanya Nanda tengah menulis pesan...
Drett..
Dretttt...
Ponsel Kania bergetar ada notif pesan dari Nanda.
__ADS_1
(Sebenarnya aku baik-baik aja Kan. Tapi hari ini aku ikut Ibuku ke Pengadilan Agama, karena Ibuku ingin mengugat cerai ayahku)
Deggg....
Kania kaget dengan isi pesan yang Nanda kirimkan.
"Ya allah Kasihan sekali Kamu Nda, ternyata di Luar sana masih ada yang punya masalah lebih berat Dariku" Ucapnya di Dalam hati.
Lalu Kania pun membalas pesan Nanda.
(Kamu yang sabar ya Nda. Semoga akan ada pelangi setelah hujan) Kania mengirimkan pesan dan langsung centang 2 biru.
Nanda pun membalas emoticon peluk dan cium untuk Kania.
Belum sempat Kania membalasnya Bu Karina pun datang dan masuk ke dalam Kelas berlalu duduk di Meja Guru.
"Pagi anak-anak gimana dengan tugas yang Bu Guru kasih kemarin. Udah pada laku belum dagangannya". Tanya Bu Karina kepada muridnya dan jawabannya pun beragam ada yang sudah dan ada yang belum.
"Oke ndak papa kalau ada yang belum laku semua, kira-kira ada nggak yang produknya udah laku semua. Tunjukkan jari kalian yang sudah laku semua" tanya Bu Karina dan memperhatikan anak muridnya.
Kania pun menunjukkan jarinya
"Wahhh hebatt baru kemarin ambil ini udah Habis aja. Ibu kasih nilai kamu A+ karena memenuhi target waktu yang telah di tentukan". Ujar Bu Karina.
Lalu Kania berjalan menuju meja Bu Karina sambil membawa uang hasil dia menjual produknya kemarin.
"Ini Bu uang hasil menjual produknya". Kania menyodorkan uang Rp 138.000 dan Bu Karina menerima uangnya itu.
"Ohh iyha kamu kemarin menjualnya ambil Laba sendiri kan Kania.?" Tanya Bu Karina.
"Ambil kok Bu dan Alhamdulillah Kania mendapatkan Laba Rp 22.000" ujar Kania.
"Hebat Kamu Kania. Selain kalian semua menjualkan produknya kalian juga harus pandai-pandai mengambil laba untuk mencari keuntungan, karena di Pemasaran itu tidak cuma hanya menjual barang saja kita harus pandai-pandai mencari laba juga. Maka dari itu Ibu mengajarkan kalian untuk terjun sendiri ke lapangan agar bisa mempraktekkan tidak hanya teori saja" Ujar Bu Karina dan Kania pun kembali ke Tempat duduknya.
Setelah 2 jam berlalu waktunya istirahat dan Bu Karina meninggalkan Kelas. Kania pun duduk di Dalam Kelas dan makan bekal yang selalu ia bawa . Setelah selesai makan Kania pun memainkan ponselnya tiba-tiba saja ada nomer baru masuk mengirim di pesan.
(Pagi. Masih ingatkah kamu padaku) isi pesan dari nomer baru itu.
__ADS_1
Kania membulatkan matanya dan penasaran dengan nomer baru itu lalu ia bergegas menjawab pesan itu.
(Maaf kamu siapa ya) Kania pun mengirim balasannya dan langsung saja centang 2 biru ternyata si pengirim langsung mengetik pesan.
Drettt..
Drettt...
(Ini Aku Riko teman SMP kamu dulu, masak kamu ndak inget sihh) lalu mengirimkan pesan lagi.
(Nanti sore kita bisa ketemu sebentar nggak)
1 pesan masuk lagi.
Kania pun segera membaca pesan itu dan setelah ia inget siapa yang mengirim pesan itu. Kania pun senyum-senyum sendiri seperti orang yang tengah kasmaran.
(Hmmm gimana ya, soalnya aku sekolah pulangnya masih jam 3 sore nanti) balas Kania yang berlagak jual mahal.
(Sebentar saja aku cuma pingin ngomong sesuatu ke Kamu nanti jam 3 Aku tunggu Kamu di Taman Kota, harus datang ya) balas Riko sambil menyempilkan emoticon senyum dan mengedipkan mata.
Kania pun yang membaca pesan Riko pun senyum-senyum sendiri.
"Dasar cowok Aneh" Sambil tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
Tet..tett..tettt....
Bel berbunyi menandakan waktu jam pelajaran selesai dan waktunya jam pulang sekolah. Kania yang tengah membereskan bukunya dan memasukkan ke tasnya pun segera bergegas untuk keluar dan menuju Parkiran .
Sesampainya di Parkiran dan menaiki motornya Kania pun berfikir dan bimbang apakan dia langsung pulang atau menemui Riko dulu. Ketika dia sedang sibuk dengan kebingungannya ponselnya pun bergetar. Kania pun mengeluarkan ponsel dari sakunya
Drett..
Drettt...
(Aku sudah sampai) tenyata pesan dari Riko.
(Aku tunggu di sebelah Air mancur) Riko mengirimkan 1 pesan lagi. Kania hanya membacanya tanpa membalas pesan dari Riko dan akhirnya Kania segera memasukkan ponselnya di sakunya dan menaiki motornya dan bergegas menuju Taman Kota.
__ADS_1
Kania pun sampai di Parkiran Taman kota dan memakirkan motornya. Setelah selesai memakirkan motornya Kania berhenti sejenak memperhatikan Taman Air Mancur dan benar saya Riko tenggah duduk di sana sambil memainkan ponselnya. Lalu Kania pun mengambil ponsel disakunya dan mengirimkan pesan kepada Riko.
(Aku sampai di parkiran) pesan Kania dan tak lama kemudia ceklisnya berwarna biru Riko langsung membaca pesan dari Kania tersebut. Lalu Riko menghampiri Kania di Parkiran.