Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 27


__ADS_3

Riko dan orangtuaya pun sampai di Rumah dan mereka pun turun dari Mobil lalu bergegas untuk segera masuk ke dalam Rumah. Ibu dewi yang tak sabaran ingin masuk ke Dalam dan rebahan ke Kamarnya sambil menikmati dingin dan sejuknya AC di Rumahnya.


"Minggir-minggir Ibu sudah nggak tahan lagi nahan gerahnya". Ucap Ibu sambil jalan terburu-buru.


"Ibu ini kenapa sih kayak habis olahraga aja. Ayah saja biasa aja nggak ngerasa kegerahan". Ujar Ayah heran dengan tingkah istrinya.


"Itukan Ayah beda dengan Ibu . Paham kan.!". Ujar Ibu tak mau mengalah.


Riko sebenarnya risih dengan sikap dan juga sifat ibunya itu yang selalu saja bersikap hedon dan terkadang sering menjudge orang


Sehingga membuat Riko tak menyukai Ibunya.


"Sedapnya bisa ngerasin sejuk.". Ujar Ibu yang langsung duduk di sofa Ruag tamu dan menghidupkan AC sambil menyenderkan badannya di Sofa.


"Ibu ini kenapa sih. Janganlah bersikap seperti itu lah Bu.". Ucap Riko mencoba menasehati Ibunya.


"Gitu gimana sih Riko Ibu dari tadi diam aja lho nggak buat onar sama sekali di Rumahnya Kania". Ucap Ibunya.


"Iyha memang bener Ibu nggak bikin onar. Tapi tolong lah Bu jangan bersikap seperti itu lagi. Seakan-akan Ibu itu nggak suka datang ke Rumahnya Kania. Ucap Riko menjelaskan maksudnya.


Ibu pun lalu kesal dengan ucapan Riko yang menurutnya selalu menyalahkan dirinya terus.


"Aduhh Riko Ibu suruh gimana lagi Ibu memang nggak tahan lama-lama di Rumahnya Kania itu. Rumah kok kayak gubuk di pinggir sawah. Panas bikin gerah lagi" ucap Ibu menyengirkan Bibirnya.


"Sikap Ibu yang seperti ini yang seharusnya Ibu rubah. Ibu itu sering menghina orang, jangan lah seperti itu Bu. Nggak baik". Ujar Riko menasehati Ibunya.


"Sudahlah Riko kamu itu nggak berhak nasehati Ibu . Ibu tau mana yang baik dan mana yang buruk. Paham.!!" Kata Ibu yang keras kepala.


"Mending Ibu ke Kamar aja malas lama-lama bicara sama kamu". Ujarnya lagi 


Ibu pun lalu berlalu menuju Kamarnya. Riko pun masih tetap duduk di Sofa dia bingung sekali menghadapi sifat Ibunya itu susah sekali di Nasehati. Riko pun lalu menuju ke Kamarnya dan ingin istirahat karena dia ngerasa lelah sekali hari ini.

__ADS_1


***


Pagi ini Kania berniat untuk pergi ke Sekolah karena dia tak bisa melanjutkan sekolahnya lagi karena usia kehamilannya yang semakin bertambah dan dia berpikir lebih baik dia mengundurkan diri karena keinginannya sendiri daripada dia dikeluarkan oleh gurunya yang hanya membuat dirinya semakin kecewa.


"Kania kamu mau pergi kemana kok tumben mau keluar Rumah" tanya Ibunya.


"Ini Bu Kania mau pergi ke Sekolah. Kania kan udah nggak bisa lagi nglanjutin sekolah karena keadaan Kania saat ini. Yaudah Kania mau pergi ke Sekolah lebih baik Kania mengundurkan diri sendiri aja Bu. Daripada nanti wali kelas Kania datang ke Rumah.". Ujar Kania.


"Ya sudah kalau itu keputusan kamu. Hati-hati di jalan inget Kamu lagi ngandung". Ucap Ibu memperingati Kania.


"Iyha Bu pasti itu. Yaudah Kania berangkat sekolah dulu. Assalamualaikum". Pamit Kania.


"Walaikumsalam". Jawab salam Ibunya 


Lalu Kania pun berangkat sekolah mengendarai motornya dengan berhati-hati . Waktu yang di tempuh Kania untuk menuju sekolahnya hanya membutuhkan waktu -+ 15 menit saja.


***


Kania pun sampai di Sekolah dan memakirkan motornya di Tempat Parkir lalu menuju ruang guru untuk menemui Pak Alan wali kelasnya.


Tokk..


Tokk..


"Permisi". Ujar Kania di Depan pintu Ruang guru.


"Ya masuk ada yang bisa di bantu". Ujar salah satu Guru yang ada di Dalam Ruang tersebut.


"Saya mau menemui Pak Alan Bu. Pak Alannya ada Bu." Tanya Kania.


"Ada. Pak Alannya lagi pergi ke Ruang Kepala sekolah. Di tunggu saja sambil duduk di Kursi dulu". Ujar Bu Guru tersebut.

__ADS_1


"Baik Bu". Kata Kania.


Kania pun lalu duduk dan menunggu Pak Alan sampai kembali ke Ruang Guru. Setelah Kania sedikit lama menunggu Pak Alan pun akhirnya datang dan lalu menyapa Kania.


"Kania kamu sudah masuk sekolah lagi".  Tanya Pak Alan.


"Sudah Pak. Ini saya juga mau berbicara suatu hal yang penting sama Pak Alan". Ucap Kania to the point.


"Ya sudah lebih baik kita ngomong di Dalam Ruangan Saya saja agar lebih nyaman bicaranya". Ajak Pak Alan.


"Baik Pak". Jawab Kania.


Lalu Kania pun mengikuti Pak Alan menuju Ruangannya dan sampai lah mereka berduan di Ruangan Pak Alan. Lalu Pak Alan" mempersilahkan Kania untuk duduk di Depan Pak Alan yang dipisahkan oleh sebuah meja.


"O iyha Kania kok sudah beberapa hari ini Kania nggak pernah masuk sekolah lagi memangnya Kania kenapa.?? Sakit atau apa kok sampai nggak ada keterangan sama sekali". Tanya Pak Alan yang penasaran dengan keadaan Kania.


"Sebelumnya saya minta maaf Pak Alan . Saya sudah beberapa hari ini nggak masuk tanpa keterangan sama sekali. Ini yang ini saya bicarakan juga dengan Bapak". Ujar Kania yang agak gugup.


"Memangnya kenapa.?? Ada masalah apa.?? Sebaiknya Kania ngomong saja sama Bapak ada kendala apa yang membuat Kania tidak pernah masuk beberapa hari ini". Ucap Pak Alan yang masih penasaran.


"Maafkan saya Pak. Saya nggak bisa melanjutkan sekolah lagi dan datangan sayan kesini saya ingin mengundurkan diri menjadi siswa di sekolah ini Pak". Ucap Kania yang tetap saja merasa gugup karena takut membicarakan kondisinya saat ini.


Pak Alan pun sangat kaget sekali dengan ucapan Kania barusan yang tiba-tiba saja ingin mengundurkan diri menjadi siswa di sekolah itu.


"Lho.lho.lho.. memangnya kenapa kok sampai keluar dari sini. Memangnya ada masalah apa. Apa ada yang membuli kamu atau gimana". Tanya Pak Alan


"Nggak kok Pak nggak ada yang membuli Kania. Saya ingin mengundurkan diri dari sekolahan ini karena saya tak bisa melanjutkan sekolah lagi karena saya sekarang sudah mengandung Pak. Makanya saya nggak pernah masuk sekolah dan hari ini saya kesini untuk pamit dengan Bapak karena saya tak bisa lagi melanjutkan sekolah.". Ujar Kania sejujurnya 


Pak Alan kaget sekali mendengar berita yang Kania ucapkan saat ini.


"Lho kok kamu sampai berbuat seperti itu memangny kenapa. Kok kamu bisa sampai salah jalan begitu". Tanya Pak Alan lagi.

__ADS_1


"Ceritanya panjang Pak tapi saya mohon sama Bapak jangan bilang sama teman yang lainnya kalau saat ini Kania sedang hamil Pak. Takutnya Kania bisa mencoreng nama baik sekolah ini karena perbuatan saya kalau misal temen-temen tau kalau Kania sedang hamil . Kania mohon Pak, jangan bilang sama teman- teman yang lainnya ya". Ucap Kania memohon ke pada Pak Alan.


Pak Alan hanya mengelengkan kepalanya karena dia heran dengan permintaan Kania saat ini. Namun Pak Alan tetap Akan menuruti permintaan Kania itu..


__ADS_2