Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 47


__ADS_3

2 bulan telah berlalu. Kini usia Kandungan Kania menginjak 6 bulan dan hari ini adalah jadwal dia memeriksakan kandungannya dan dia ingin melakukan USG kandungannya.


Sore ini Kania menunggu suaminya pulang. Kania segera untuk mandi dan juga bersiap siap sambil menunggu Suaminya pulang dari Kantor. 


"Akhirnya kelar juga beresin Rumahnya. Badanku terasa agak lelah sekali hari ini, emmm.. lebih baik aku segera mandi aja sambil nunggu Mas Riko pulang sebentar lagi". Gerutu Kania lalu ia berlalu untuk mandi.


Ketika Kania lagi mandi Riko pulang dan mencari Kania di dalam Rumah namun tak nampak istrinya. Riko pun berlalu menuju dapur namun tak ada juga Kania nampak disana dia pun lalu menuju ke Kamarnya.


"Rupanya lagi mandi. Pantas saja dicariin nggak ada". Ucap Riko.


Riko pun lalu melepaskan Hemnya dan merebahkan badanya di atas Ranjang.


"Kerasa lelah sekali hari ini". Gerutu Riko bermonolog.


Kania pun selesai mandi dan keluar dari Kamar mandi ternyata suaminya sudah pulang .


"Mas, baru pulang ya. Mau aku bikinin minuman Kopi atau teh.??" Tanya Kania yang masih membalutkan badannya dengan handuk lalu menuju almari untuk mengambil baju dan mengenakannya.


"Entar aja lah sayang. Mas hari ini lelah ingin rebahan sebentar dulu". Jawab Riko.


"Ya sudah kalau gitu. Mas nggak lupa kan hari ini ada jadwal Aku priksa kandungan. Dan aku berniat untuk USG ingin tau perkembangan bayi kita gimana Mas menurut kamu". Tanya Kania meminta pendapat kepada suaminya.


"Aku setuju aja sayang. Aku juga penasaran sekali ingin tahu jenis kelamin anak kita. Semoga aja anak kita nanti cewek ya sayang ya". Ucap Riko .


Riko sangat ingin sekali memiliki anak perempuan. Karena dia tak memiliki saudara perempuan. Dan dia mengharapkan sekali kalau anak pertamanya nanti perempuan. Seperti halnya yang di dambakan oleh Ayahnya yang ingin sekali memiliki anak perempuan namun sayang anak kedua sama dengan jenis kelaminku laki laki.


"Cewek cowok sama aja lah Mas yang terpenting dia keluar nanti dalam keadaan sehat tanpa kurang apapun. Amin". Ujar Kania 


"Aminn.. itu yang terpenting lah sayang. Dia lahir dengan selamat dan sehat". Ucap Riko sambil mengelus elus lembut perut istrinya. 


Namun Riko tertawa bahagia ketika mengelus perut Kania. Tiba tiba saja bayi yang ada di perut Kania menendang nendang.


"Sayang lihat deh. Dedek bayinya nendangnya keceng banget deh". Ucap Riko tersenyum bahagia sekali.


"Dia tuh tahu kalau yang ngelus lembut itu Ayahnya. Saking bahagianya dia sampai nendangnya kenceng". Ucap Kania tersenyum melihat tingkah lucu suaminya itu.


"Hahahah.. lihat deh sayang, kira kira ini kaki apa tangan ya yang nendang". Tanya suaminya penasaran.


"Ya nggak tau lah Mas. Mungkin itu kaki kalau nggak tangan". Ucap Kania.

__ADS_1


"Mungkin.. kalau gitu Aku mandi dulu ya sayang. Mas udah nggak sabar pingin tahu perkembangan anak kita". Ucap Riko.


"Ya sudah sana buruan gih". Sahut Kania..


10 menit telah berlalu Riko pun selesai mandi dan langsung memakai baju serta bersiap untuk pergi periksa kandungan istrinya. 


"Ayo sayang kita berangkat sekarang keburu maghrib". Ajak Riko


"Ayo mas". Sahut Kania.


Mereka lalu keluar dari kamar dan berjalan menuju garasi untuk mengambil kendaraan yang akan di pakai mereka untuk periksa.


Ternyata Bu Dewi tengah duduk di Sofa ruang tamu sambil memainkan ponselnya.


"Riko mau kemana kamu udah sore mau keluar Rumah". Tanya Ibunya yang menghentikan langkah Riko dan Kania.


"Kita mau pergi periksa kandungan Kania Bu". Jawab Riko lalu melanjutkan jalanya menuju garasi . Serta Kania mengikuti Riko di belakangnya.


"Inget naik motor aja jangan naik mobil. Udah tau kan kalau BBM naik.". Teriak Bu Dewi melarang Riko untuk menaiki mobil.


"Tau". Ucap Riko singkat dan ketus.


"Udah nggak usah dengerin omongan Ibu. Lagian kita kan perjalanannya lumayan jauh. Kita naik mobil aja". Jawab Riko.


"Tapi Mas. Aku lebih suka naik motor ketimbang mobil, aku nggak tahan kalau naik mobil". Ucap Kania.


"Ya sudah kalau gitu kita naik motor aja". Ucap Riko.


Riko lalu mengeluarkan motornya dan Kania membonceng di belakang. Mereka kini berangkat menuju ke Rumah sakit untuk cek kandungan dan USG .


Setelah kurang lebih 30 menit akhrinya mereka sampai dan Kania mengambil nomor antrian dan menunggu gilirannya di panggil.


"Atas nama Ibu Kania silahkan pergi ke Ruang KIA". Ucap salah satu perawat.


Kania akhirnya masuk diikuti oleh Riko suaminya.


"Silahkan duduk Bu. Apa ada keluhan akhir akhir ini" . Ucap Dokter kandungan tersebut.


"Tidak dok, tapi saya ingin USG bisa kan dok.??". Tanya Kania.

__ADS_1


"Bisa. Kita bisa lakukan USG sekarang kalau Bu Kania mau". Jawab Dokter kandungan tersebut. Kebetulan dokternya cewek.


"Baik Dok. Kita lakukan sekarang saja". Ucap Kania yang tak sabar.


"Silahkan Ibu baring dulu". Pinta Dokter tersebut.


"Kita lihat posisi bayinya dulu ya Bu. Ini posisinya di usia 6 bulan bayinya belum mapan masih berputar. Air ketubannya pun juga jernih". Kata Bu Dokter.


"Kalau boleh tau jenis kelaminnya apa ya Dok". Tanya Riko tiba tiba.


"Kita lihat dulu ya Pak. Soalnya di usia 6 bulan terkadang belum begitu kelihatan" ucap Dokter kandungan itu.


Riko hanya menganggukkan kepalanya sambil memperhatikan layar USG.


"Ini jenis kelaminya belum kelihatan Pak. Soalnya usia kandungannya masih agak kecil mungkin kalau di usia 7 bulan ke atas baru kelihatan". Jawab Bu Dokter.


"Ya sudah nggak papa dok. Tapi yang lain normal kan Dok.??" Tanya Kania.


"Yang lain sih normal Bu. Tapi ini berat badannya hanya 1600gram. Di usia 6 bulan seharusnya bisa lebih. Pola makannya tolong di perhatikan lagi ya Pak Bu. Takutnya nanti di saat bayinya lahir berat badannya nggak sesuai". Tutur Dokter itu.


Riko sangat heran sekali dengan penuturan Dokter. Karena dia rasa pola makan Kania juga terjamin dan di Rumah tak pernah kekurangan makanan. Mana bisa berat badan calon bayinya sedikit.


"Trus apa yang harus saya lakukan Dok agar berat badanya bisa normal.??" Tanya Kania kepada Dokter itu.


"Ibu harus jaga pola makan yang teratur, Ibu bisa makan ice cream yang manis manis dan juga susu Ibu Hamil agar bisa mengoyak berat badan anak Ibu" ucap Bu Dokter.


"Baik Dok saya akan lakukan seperti apa yang Dokter katakan". Jawab Kania sedangkan Riko terdiam keheranan dengan apa yang di katakan Dokter kandungan itu.


"Ya sudah saya kasih Resep untuk mengambil vitamin buat kandungan Ibu dulu ya". Ucap Dokter kandungan.


"Baik Bu". Sahut Kania dan Riko barengan.


Dokter kandungan itu menulis resep dan lalu memberikannya kepada Kania untuk mengambilnya di bagian Farmasi.


"Ini ya Bu resep untuk mengambil vitaminnya. Jangan lupa di minum sesuai aturannya agar kandungan Ibu tetap terjaga dan selalu kuat". Ucap Bu Dokter.


"Baik Dok terima Kasih sebelumnya. Saya permisi dulu mau ngambil vitaminnya". Ucap Riko.


"Iyha sama sama". Jawab Dokter kandungan itu.

__ADS_1


Kania dan Riko berjalan menuju Farmasi. Kania nampak lemas sekali seperti kepikiran dan ketakutan dengan apa yang di katakan oleh Dokter tadi bahwa berat Badan anaknya belum sesuai.


__ADS_2