Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 15


__ADS_3

2 Tahun telah berlalu waktu pun terus berjalan. Kania kini sudah naik di Kelas 3. Sesuai dengan rencana Riko untuk megenalkan Kania dengan orangtuanya.


Hari ini adalah Hari minggu Kania libur sekolah dan hari ini Riko pun libur kerja.


"Bu hari ini Riko akan ajak pacar Riko kesini, namanya Kania dia masih sekolah sebentar lagi dia akan lulus" Ujar Riko .


Hari ini adalah pertama kalinya Riko mengenalkan Kania pada Ibunya.


"Boleh kan Bu Riko ajak Kania main ke Rumah" Tanya Riko lagi.


"Boleh, Ibu juga penasaran juga sama pacarmu itu" kata Bu dewi.


Nama Ibunya Riko adalah Bu dewi..


Riko pun sumringah sekali karena Ibunya mengijinkan Riko membawa Kania ke Rumah. Sepertinya Ibunya udah ngasih lampu hijau aja buat Riko.


Riko pun lalu menghubungi Kania kalau dia mau ajak Kania ke Rumahnya. Riko pun bergegas menelfon Kania. Riko pun bergegas mencari nomor Kania dan langsung memencet icon telfon berwarna hijau.


"Halloo, assalamualikum" ucap Riko


"Walaikumsalam"jawab Kania.


"Sayang kamu siap-siap ya, hari ini aku jemput kamu dan mau ngenalin kamu sama Ibuku" pinta Riko.


"Emmm, hari ini juga.?" Sahut Kania terkejut


"Iyha sayang hari ini, kamu siap-siap gih sebentar lagi aku segera jemput kamu" pintanya.


"Ehh nggak usah di Jemput sampai Rumah ya. Nanti aku tunggu kamu di dekat Toko itu aja" Kata Kania, Riko pun mengiyakannya dan mematikan telfon Kania lalu siap berangkat nunggu Kania di dekat Toko yang Kania Pinta.


Setelah menjemput Kania, mereka pun akhirnya sampai Di Rumah Riko. Kania pun turun dari motornya dan Riko mengajak Kania masuk ke Dalam Rumah dan Ibunya Riko duduk di kursi Ruang tamu.


"Assalamualaikum Bu" salam Kania sambil menyalami dan mencium punggung tangan Bu Dewi.


"Walaikumsalam" jawab Bu Dewi dan menyalami Kania Balik dan lalu mempersilahkan Kania untuk duduk di sofa dekatnya.

__ADS_1


Riko pun lalu mengenalkan Kania dengan Ibunya dan Kania pun saling berjabat tangan dan berkenalan.


"Kamu masih sekolah Kania" tanya Bu Dewi.


"Masihhh Bu, masih kelas 3". Jawab Kania sedikit gugup.


"Ohh iyha Bapak Ibu kamu kerja apa" tanya Bu Dewi yang mulai mengintrogasi Kania..


"Bapak kerja serabutan kalau Ibu di Rumah nggak jadi Ibu Rumah tangga" jawab Kania apa adanya.


Setelah mendengar jawaban Kania itu. Bu Dewi sikapnya agak berubah dia pikir Kania itu anak orang yang berada nyatanya hanya seorang anak yang sederhana saja.


"Ya udah di lanjut dulu sama Riko saya ada urusan mendadak" ujar Bu Dewi.


Kania ngerasa sikapnya Ibunya Riko sedikit dingin dengannya. Ibunya seperti tidak menyukai dirinya.


"Udah nggak usah di pikirin. Ibuku emang begitu kalau bicara nggak usah di masukin ke Hati yaa" Ujar Riko.


"Iyha nggak papa kok" Kania sedikit mengulas senyum di Bibirnya.


Riko yang menyadari sikap Ibunya yang agak dingin ke Kania mencoba memberi Kania pengertian takutnya Kania tersinggung dengan sikap Ibunya itu.


Ketika Kania hendak bersiap untuk pulang tiba-tiba Bu Dewi pun juga pulang dan masuk ke dalam Rumah lalu Kania pun bergegas untuk segera pamitan sama Ibunya Riko.


"Bu Kania ijin mau pulang dulu" Kata Kania sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Ibunya Riko.


"Iyha silahkan" ujar Bu Dewi sedikit malas dan lalu pun menerima uluran tangan dari Kania dan menyalaminya.


"Yaudah Bu Riko mau mengantar Kania pulang dulu". Pamit Riko


"Hmmmmmm". Ujar Bu Dewi singkat.


Akhirnya Kania dan Riko pun berlalu dari Rumah Riko dan menuju Rumah Kania selang beberapa menit mereka pun sampai di Rumah Kania. Dan ternyata kedua orangtuanya duduk di Teras dan melihat Kania dan Riko tiba sambil memperhatikan mereka berdua.


"Ada orangtuaku disana kamu langsung balik atau mau mampir dulu" tanya Kania.

__ADS_1


"Kania ajak temanmu itu kemari" pinta Bapaknya.


Belum menjawab pertanyaan dari Kania Bapaknya udah menyuruh Riko untuk mampir. Namun Kania sedikit takut kalau Riko menuruti Bapaknya. Bapaknya akan memarahi Riko karena orangtuanya belum mengijinkan Kania pacaran.


Akhirnya Kania pun pasrah dan mengajak Riko untuk mampir menemui orangtuanya itu.


"Sini kalian berdua duduk" pinta Bapak.


Lalu mereka berdua pun duduk dan sam-sama terdiam.


"Apa bener kalian berdua ini pacaran. Ohh iyha saya mau tanya sama Kamu siapa nama Kamu.??" Tanya Bapak dan menunjuk Riko.


"Riko Pak nama saya" jawab Riko sambil menundukkan kepalanya dan Kania pun terdiam mendengarkan mereka berdua.


"Kamu tau kan Kania itu masih sekolah dan Kamu sendiri pasti juga masih sekolah kan"


Bapak belum selesai bicara Riko memotong pembicaraanya.


"Saya sudah kerja Pak" Riko menjawab sambil memotong Bapaknya Kania bicara.


"Kamu sudah kerja dan kamu tau kan Kania itu masih sekolah. Seharunya kamu cari wanita yang sudah bekerja juga jangan Kania yang masih sekolah Kamu ganggu" Ucap Bapak yang sedikit Naik pitam.


"Tapi saya mencintai Kania Pak" ucap Riko yang sedikit gugul dan takut kalau Bapaknya Kania akan marah dengan penuturannya.


"Cinta kamu bilang.? Kalian itu masih kecil belum pantasnya kalian seperti itu dan kamu tau kan Kania itu masih sekolah dan harus fokus sama sekolahnya dulu". Ucap Bapaknya marah .


Ibu pun lalu menenangkan Bapak dan mengajak Bapak untuk masuk ke Dalam takutnya Bapak terlarut dalam emosinya dan tak bisa mengendalikan dirinya.


Kania pun terduduk sambil menangis meratapi nasibnya hari ini. Dia di Rumah Riko tak disambut baik dengan Ibunya Riko setelah sampai pulang ke Rumahnya pun malah Bapaknya tak mengijinkan kalau dirinya pacaran.


"Kamu jangan nangis lagi Kania. Aku benar-benar mencintai dan menyayangimu. Akan aku lakukan apapun untuk bisa mendapatkan Kamu Kania" Riko mengusap air mata Kania dan mencoba meyakinkan Kania.


"Kamu tau sendiri kan sikap Ibumu tadi gimana sama Aku dan Bapakku pun juga begitu sama Kamu. Orangtua Kita sama saja tak merestui Kita" ucap Kania menangis sesenggukan.


"Kamu yang tenang Kania kita harus tetap bersama dan Kita harus menunjukkan kepada orangtua kita kalau kita itu saling mencintai". Ucap Riko dan Kania pun berhenti menangis.

__ADS_1


Riko pun akhirnya berpamitan pulang dan Kania pun bergegas masuk menuju ke Kamarnya sambil menangis dan kedua orangtuanya pun melihat Kania seperti itu membiarkan Kania begitu saja.


Riko pun kesal dengan sikap Ibunya dan sikap kedua orangtua Kania lalu Riko pun tidak langsung pulang ke Rumah melainkan pergi ke Rumah temannya dan mengajak Temannya itu mabuk karena Riko kini sangat frustasi sekali karena tak dapat restu dari orangtuanya Kania.


__ADS_2