Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 30


__ADS_3

Pagi ini Pak Kadus datang ke Rumah memberitahu bahwa hari ini Kania dan juga calon suaminya harus pergi ke Balai Desa untuk melaksanakan Rapak.


Tokk..


Tokkk..


Tookkkk..


"Permisi, asalamualaikum". Salam Pak Kadus sambil mengetuk pintu.


Ibunya sedang berada di Dapur mendengar suara orang mengetuk pintu pun bergegas ke Depan untuk melihat siapa yang datang pagi-pagi begini.


"Walaikumsalam iyha sebentar". Ucap Ibu menjawab salam untuk tamu di Depan. 


"Ehh Pak Kadus ada apa ya Pak kok pagi-pagi kesini apa berkasnya kemarin belum lengkap". Tanya Ibu.


"Ohh tidak kok Bu berkasnya kemarin sudah lengkap. Kedatangan saya kemari ingin memberitahu kan bahwa hari ini Kania dan juga calon suaminya harus pergi ke Balai Desa untuk melaksanakan Rapak jam 09.00 nanti". Pinta Pak Kadus.


"Baik Pak nanti saya beri tahu Anak saya untuk pergi ke Balai Desa bersama calon suaminya". Ucap Ibunya


"Baik Bu. Kalau begitu saya permisi dulu. Assalamualaikum". Ucap Pak Kadus.


"Iyha Pak. Walaikumsalam". Jawab Salam Ibu.


Ibu lalu bergegas menuju Kamar Kania untuk memberi tahu kalau Kania dan juga Riko di suruh pergi ke Balai Desa.


Tokk..


Tokk..


Tokkk..


"Kania buka pintunya sebentar Ibu mau ngomong". Pinta Ibunya di ambang pintu sambil mengetuk pintu.


"Iyha Bu sebentar Kania baru pakai baju habis mandi". Sahut nya di dalam Kamar.


"Buruan Ibu tunggu". Jawab Ibu.


Setelah beberapa saat Kania pun membuka pintu. Dan Ibu masih setia berdiri di ambang pintu tersebut.


"Iyha Bu ada apa. Ibu mau bilang apa". Tanya Kania 


"Ini tadi Pak Kadus datang katanya hari ini jam 09.00 kamu dan juga Riko di Suruh datang ke Balai Desa, katanya kamu di suruh Rapak". Ujar Ibu menjelaskan.


"Harus sekarang ya Bu. Soalnya ini Riko katanya mau kerja dulu." Jawab Kania


"Ya iyha lahh Kania. Ya sudah kamu telfon aja Riko suruh ambil cuti kan pernikahan kalian sebentar lagi masak masih kerja aja ngaak ambil cuti". Ujar Ibu memberi saran.


"Ya sudah kalau gitu Kania telfon Riko dulu. Mau ngasih tau dulu kalau di suruh Rapak". Ujar Kania.


"Ya sudah kalau begitu Ibi lanjutin dulu masaknya" ucap Ibu.


Kania pun masuk lagi ke Kamar dan mengambil ponselnya lalu dia segera mencoba menghubungi Riko. Dia harap Riko belum berangkat kerja.


Drett..


Drettt..


Drettt...

__ADS_1


Suara telfon tersambung dan Riko pun akhirnya menerima telfon dari Kania.


(Hallo. Iyha ada apa sayang kok tumben pagi-pagi nelfon) 


Tanya Riko di sebrang telfon selulernya.


(Ini kamu sekarang masih di Rumah atau sudah berangkat kerja) 


Tanya Kania


(Ya sudah di kerjaan lah sayang. Memangnya kenapa.?? Ada hal penting atau gimana.??)


Tanya Riko


(Hari ini jam 09.00 kita di suruh pergi ke Balai Desa untuk Rapak. Mending kamu ambil cuti aja dehh. Kan pernikahan kita sebentar lagi dari pada Kamu harus minta ijin bolak balik lebih Baik Kamu ambil cuti dulu aja)


Kata Kania 


(Ya sudah kalau gitu Aku bilang ke atasanku dulu kalau Aku mau ambil Cuti. Setelah urusan sini selesai Aku segera ke Rumahmu) ujar Riko.


(Ya sudah kalau gitu. Aku matiin dulu telfonnya mau bantu Ibu beresin Rumah dulu)


Pamit Kania


(Ya sudah kalau gitu semangat ya sayangku)


Ucap Riko menggoda Kania.


(Ishh apain sihh)


Tut..


Tuutt...


Kania pun lalu mengakhiri telfonnya karena dia masih agak risih dengan sikap Riko yang membuat dirinya tersipu malu.


**


Di Koperasi Riko pun lalu memberesi barangnya dan bersiap untuk segera menumui atasannya karena dia ingin mengambil cuti hari ini. Riko pun lalu menuju Ruangan atasan dan dia pun segera mengetuk pintunya.


Tokk..


Tokk..


Tokk..


"Permisi Pak". Ujar Riko


"Ya silahkan masuk". Sahut atasannya yanh sedang duduk di Dalam Ruangan.


Riko pun lalu membuka pintunya dan masuk ke dalam Ruangan.


Ceklekk..


"Permisi Pak boleh saya menganggu waktunya sebentar". Ijin Riko yang masih berdiri di hadapan Atasanya.


"Ya silahkan Duduk". Ujar Atasannya yang agak dingin sikapnya.


Riko yang sudah di persilahkan duduk oleh Atasannya itu dia pun langsung duduk di hadapannya.

__ADS_1


"Begini Pak tanggal 30 Desember saya akan menikah. Dan hari ini saya dapat kabar katanya di suruh datang Ke Balai Desa untuk Rapak. Kalau Bapak mengijinkan boleh kah saya minta cuti hari ini sampai acara pernikahan saya nanti Pak". Pinta Riko kepada atasannya itu.


"Kok dadakan sekali. Dan Kamu nggak bilang sebelumnya sama saya". Ujar Atasannya sambil menatap tajam wajah Riko.


"Maaf sebelumnya Pak. Memang acaranya mendadak kemarin saya baru saya melamar calon istri saya dan orang tuannya menyuruh Kami menikah akhir bulan nanti Pak.". Kata Riko menjelaskan.


"Ya sudah kalau begitu. Kamu boleh curi per Hari ini sampai pernikahan kamu di laksanakan". Jawab Atasannya itu memberi cuti kepada Riko.


"Terima Kasih banyak Pak atas ijin cuti nya". Ucap Riko sumringah. 


"Ya sama-sama semoga urusannya lancar sampai hari H nanti". Ucap Atasannya.


"Iyha Pak terima Kasih. Saya permisi ijin pulang dulu Pak". Pamit Riko.


Riko pun lalu menuju Parkiran dan mengendarai motornya menuju Rumah Kania. Karena sebentar lagi pukul 09.00 dan dia harus segera kesana.


Setelah beberapa menit dia menempuh perjalanannya dia pun sampai ke Rumah Kania.


Tokk..


Tokk..


Tokkk..


"Assalamualaikum". Ucap Salam Riko


"Walaikumsalam ehh Nak Riko sudah datang. Masuk duduk dulu. Ibu panggil Kania dulu mungkin dia lagi di Kamar tengah siap-siap". Kata Ibu.


"Iyhaa Bu".


Riko pun lalu masuk dan duduk di Ruang tamu menunggu Kania. Sedangkan Ibu memanggil Kania ke Kamarnya. 


"Ini Nak Riko di minum dulu tehnya sambil nunggu Kania. Katanya dia lagi ganti baju sebentar lagi juga selesai kok". Ucap Ibu sambil membawakan minuman untuk Riko.


"Terima Kasih Bu. Nggak usah repot-repot seharusnya". Ucap Riko.


"Cuma Air minum aja nggak repot kok. Di minum dulu teh nya. Ibu mau pergi ke Dapur dulu mau beresin dapur soalnya baru selesai masak". Pamit Ibunya.


"Iyhaa Bu". Sahut Riko


Ibu Fatma pun lalu pergi menuju dapur dan selang beberapa menit Kania pun datang dan duduk di samping Riko dengan mengenakan gamis warna biru muda dan memakai jilbab yang senada dengan gamisnya itu. Tampak cantik dan elegan.


"Kamu cantik sekali hari ini sayang". Ujar Riko terpesona melihat penampilan Kania.


"Cuma hari ini biasanya nggak gitu maksud Kamu". Ucap Kania malah mengoda Riko.


"Ya setiap hari lah. Tapi kali ini Kamu nampak cantik dan elegan". Ucap Riko sambil memperhatika  Penampilan Kania itu.


"Udah ahh nggak usah gombal. Mending kita langsung jalan aja udah jam segini soalnya takutnya nanti terlambat". Ajak Kania


"Ya sudah kalau gitu. Ibu kemana pamit dulu gih sama Ibu takutnya nanti nyariin". Pinta Riko.


"Di Dapur ya sudah kita ke Dapur pamitan sama Ibu dulu aja". Ajak Kania.


Mereka pun lalu menuju Dapur dan mencari Ibunya.


"Bu kita berangkat dulu ya. Saya Bawa Kania dulu". Ujar Riko sambil mengulurkan tangannya kepada Ibu.


"Iyha Nak Riko. Hati-hati ya naik motornya". Ucap Ibu sambil mengelap tangannya yang basah dan menyalami uluran tangan Riko.

__ADS_1


"Kita pamit dulu Bu". Pamit Kania dan juga menyalami Ibunya. Lalu mereka pun berangkat menuju Balai Desa.


__ADS_2