Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 42


__ADS_3

Ketika Bapak duduk di Teras depan Rumah Ibu meyajikan secangkir teh dan meletakkannya di Meja sambil ibu duduk menemani Bapak.


"Pak, Ibu kangen sama Kania. Gimana kalau kita pergi ke Rumah Besan kita sambil nengokin Kania. Lagian Kania sudah beberapa hari tidak datang kesini". Pinta Ibu Fatma kepada Pak sigit suaminya.


"nggak ada salahnya juga kita kesana Bu. Ya sudah kalau gitu Ibu siap siap dulu saja lepas itu kita langsung pergi ke Rumah Besan nengokin Kania Bu. Bapak juga Rindu dengan Kania". jawab Bapak.


"ya sudah kalau begitu Ibu Siap siap dulu ya Pak. Jangan lupa di habisin dulu tehnya". Ucap Ibu Fatma.


"iyha Bapak habisin dulu tehnya kalau sudah habis Bapak juga akan segera siap siap dan ganti baju". Ucap Bapak.


"iyha Pak Ibu siap siap sekarang dulu kalau gitu". Ujar Ibu Fatma.


Ibu pun segera masuk dan bersiap siap untuk ganti baju. Bapak lalu menyeruput secangkir tehnya sampai tandas. Setelah tehnya habis Bapak juga segera bergegas ganti baju dan bersiap siap.


"Pak Ibu sudah siap. Ibu tunggu di Ruang tamu ya". ucap Ibu sambil bebicara sedikit kencang karena Bapak masih ada di dalam Kamar tengah ganti baju.


Setelah tak lama menunggu Bapak pun juga sudah ready dan mereka pun siap berangkat menuju Rumah Besannya untuk menemui Kania anaknya.


"kita berangkat sekarang saja Bu". Pinta Bapak.


"baik Pak. Kita berangkat sekarang Ibu sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan Kania". Sahut Ibunya yang bersemangat sekali ingin segera menemui anaknya itu.


Mereka pun lalu berangkat dengan mengendarai sepeda motor. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya mereka pun sampai di Rumah besannya dan mereka pun bergegas turun dan mengetuk pintu Rumah besannya tersebut.


Tok..tokk...tok...


"assalamualaikum". Ucap Salam Bapak dan Ibu serentak.


"aduh siapa sih yang datang ganggu orang istirahat saja". Ucap Bu Dewi yang ngedumel ada tamu datang dan menuju ke Pintu untuk segera membukanya


"walaikumsalam". Jawab salam Bu Dewi sambil membukakan pintunya.


Setelah melihat besannya datang Bu Dewi nampak biasa saja tanpa mempersilahkan besannya itu masuk terlebih dahulu.


"permisi Bu Besan. Kania ada di Rumah nggak ya.??". Tanya Bu Fatma dengan Ramah sambil tersenyum kepada besannya itu.

__ADS_1


"ohhh nyari Kania ya. Dia nggak ada di Rumah, dia tadi pingsan dan Riko langsung membawanya ke Rumah sakit". tutur Bu Dewi tanpa ada rasa simpati sekali kepada menantunya itu.


"apa.!! Kania di Rumah sakit Bu. Apa yang terjadi dengan anak saya Bu.??" tanya Bu Fatma yang cemas dan khawatir sekali mendengar kabar kalau Kania anaknya masuk Rumah sakit.


"Kania di Rumah sakit mana Bu. biar Kami segera menyusulnya kesana". Sahut Bapak Sigit yang juga khawatir dengan anaknya Kania itu.


Bu Dewi memutar bola matanya malas melihat kedua besannya panik karena Ananknya masuk ke Rumah sakit. Segera dia memberitahukan posisinya sekarang.


"Dia di Rumah sakit Permata. Mungkin kalian butuh waktu 30 menit untuk sampai kesana". Ucap Bu Dewi dengan santainya.


"baiklah kalau begitu. Terima kasih informasinya Bu. Kita pamit dulu ingin menyusul Kania. Permisi Bu". Pamit Bu Fatma kepada Bu Dewi besannya.


"iyha sama sama". Ucap Bu Dewi malas dan lalu masuk ke Rumah dan menutup pintunya


"ayo pak kita jalan sekarang saja Ibu khawatir dengan keadaan Kania Pak". Ucap Ibu yang tak sabaran sekali.


"Ya sudah Ibu naik sekarang dan kita berangkat sekarang saja". Ucap Bapak.


Bapak dan Ibu tanpa lama lama mereka langsung menaiki motornya dan langsung tancap gas menuju Rumah sakit Permata. Setelah kurang lebih 30 menit mereka pun akhirnya sampai di Rumah sakit dan mereka segera bergegas masuk kedalam mencari ruangan Kania di Rawat.


"pasien atas nama Kania di rawat di Ruang UGD pak". Jawab perawat tersebut


"terima kasih sus informasinya". Ucap Ibu Fatma.


Bapak dan Ibu berjalan cepat menuju Ruang UGD dimana Kania di rawat sekarang. Setelah mereka sampai Bapak dan Ibu pun lalu membuka pintu dan masuk di Ruang Kania di Rawat sekarang.


***


Kania dan Riko kini sedang bersiap siap untuk pulang karena Kania tidak perlu di rawat inap. ketika mereka hendak keluar Ruangan mereka berdua kaget dengan kedatangan seseorang dengan tiba tiba dan ternyata orang yang datang tersebut adalah Bapak dan Ibu Kania.


"kania gimana keadaanmu sekarang Nak. Apa yang terjadi dengan kamu. Kenapa kamu bisa masuk ke Rumah sakit.?" berbagai berondongan pertanyaan yang di keluarkan oleh Ibu Fatma Kepada Kania karena dia sangat cemas dan khawatir sekali dengan keadaan anaknya itu.


"Kania nggak papa kok Bu. Kania hanya kecapean saja. Kok Bapak dan Ibu bisa tahu kalau Kania ada di Rumah sakit.??". Tanya Kania bingung karena dia tak mengabari orang tuanya sama sekali.


"tadinya Ibu dan Bapak ke Rumah mertua kamu. mertua kamu bilang kamu ada di Rumah sakit makanya Bapak dan Ibu bergegas datang kesini. Kami khawatir sekali mendengar kabar kalau kamu masuk Rumah sakit". ucap Ibu.

__ADS_1


"lagian kenapa kalian juga nggak ngabarin Bapak sama Ibu kalau kalian ada di Rumah sakit. Tadi Bapak dan Ibu kam bisa langsung datang kesini". Ucap Bapak yang juga khawatir dengan keadaan Kania


"maafin kami Pak Bu. Bukan maksud kami tidak ingin mengabari Bapak dan juga Ibu. Tadi Riko panik Kania pingsan dan Riko langsung membawa Kania kesini. Jadi kami nggak sempat ngabari Bapak dan Ibu". Ucap Riko.


"ya sudah kalau lain kali ada masalah apapun segera kabari Bapak dan ibu". Ucap Bapak.


"iyha Pak. lebih baik kita pulang sekarang saja Pak Bu. Lagian Kania sudah boleh pulang nggak perlu rawat Inap. Biar Kania istirahat di Rumah saja agar lebih nyaman". Ucap Riko


"ya sudah ayo kita pulang sekarang biar ibu bantu mapah Kania ya". Tawar Ibu


"Tak perlu Bu. Kania bisa jalan sendiri kok lagian badan Kania sudah enakan nggak selemas tadi." ujar Kania.


"ya sudah kalau gitu pelan pelan saja jalannya". Ucap Ibu


Mereka pun lalu keluar . Kania berjalan dengan hati hati disamping suaminya yang menjaganya. Ibu dan Bapaknya berjalan di belakang mereka berdua.


"Pak Bu titip Kania dulu ya. Riko mau ambil mobilnya sebentar". Pinta Riko


"iyha Riko biar Ibu dan Bapak yang jaga agak cepat ya kasihan Kania kalau kelamaan berdiri". Ucap Ibu.


"baik Bu". Riko lalu berjalan menuju parkiran mengambil mobilnya.


"kalau begitu Bapak ambil motor sekalian aja ya Bu. Ibu ikut kania dan Riko saja naik mobil biar Bapak naik motor sendiri menuju Rumahnya Besan". Ucap Bapak.


"Bapak nggak keberatankan kalau Bapak naik motor sendiri?". Tanya Ibu


"Nggak papa kok Bapak naik motor sendiri. Ya sudah bapak pergi dulu". Ujar Bapak


"iyha Pak hati hati di jalan". jawab Kania dan Ibu


Tak lama Riko datang dan keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Kania dan juga ibu mertuanya.


"pelan pelan sayang masuknya. Ibu duduk di jok belakang nggak papa kan Bu.??". Tanya Riko.


"nggak papa kok Riko". Sahut Ibu mertuanya

__ADS_1


Setelah mereka semua masuk Riko pun lalu bergegas mengendari mobilnya dengan kecepatan rata rata menuju pulang ke Rumahnya.


__ADS_2