
Bu Dewi Ibunya Riko yang masih kesal karena ulah Riko pun akhirnya masuk membangunkan Ayah Danu Ayahnya Riko.
"Yahh bangun Yah, Riko suruh bangunin kamu katanya mau ngomong penting. Ditunggu Riko di Ruang tamu tuhh, buruan bangun deh Yah". Ucap Ibu membangunkan sambil mengelus pelan lengan suaminya itu
"Hmmmmm. Ngomong apa sih Bu emangnya besuk nggak bisa apa ngantuk ini lagian jam berapa sih sekarang". Ujar Ayah yang masih memejamkan matanya.
"Jam 21.00WIB, buruan sana gih Yah. Riko keburu nungguin tuhh. Ibu juga penasaran mau ngomong apa sih dia itu sampai bangunin orang tidur segala". Ibunya yang masih saja ngedumel.
Ayah pun lalu membuka matanya yang masih ngantuk sambil duduk mengucek matanya dan mengumpulkan semua nyawanya dulu. Setelah matanya mulai terbuka lebar Ayah dan Ibu pun lalu berjalan menuju Ruang tamu. Ayah dan Ibu pun lalu duduk dihadapan Riko yang terhalang sebuah meja.
"Ada apa sih Riko malam-malam begini bagunin Ayah dan Ibu. Sebenarnya apa yang mau kamu omongin memangnya sepenting itu sampai bangunin Ayah dan juga Ibu yang sedang tertidur". Ujar Ayah yang juga ngedumel.
"Iyha nihh Riko mau ngomong apa sih sebenernya. Bikin penasaran aja deh". Timpal Ibunya.
Riko pun masih terdiam mendengarkan ocehan kedua orang tuannya. Lalu kedua orang tuanya pun akhirnya terdiam dan Riko pun lalu membuka suara.
"Sudah ngedumelnya.?!!! Riko mau berbicara serius sama Ayah dan Ibu Riko harap kalian bisa menerima dan mengerti apa yang akan Riko katakan". Ucap Riko dengan lantangnya
"Iyha-iyha cepetan deh Riko mau bicara apa sih jangan terlalu basa basi deh bikin Ibu makin penasaran saja.". Kata Ibunya.
Riko pun mencoba mengatur Nafasnya sampai dadanya mengembang mengempis lalu dia pun akhirnya memberanikan untuk langsung mengatakan apa yang akan dia katakan.
__ADS_1
"Riko menghamili Kania Yah Bu. Dan kedua orang tua Kania meminta besuk Riko kesana bersama Ayah dan juga Ibu untuk melamar Kania dan mengatur tanggal untuk kami menikah". Ujar Riko
"Apaaaaa kamuuu menghamilii orang Riko". Teriak ibunya yang kaget sekali dengan ucapan Riko itu.
"Riko kamu sudah gila ya sampai menghamili orang. Mau di taruh mana muka Ayah dan Ibumu ini kalau tetangga dan orang-orang tau kalau kamu menghamili anak orang Riko". Pekik Ayahnya yang tak kalah kagetnya dengan apa yang Riko ucapkan.
Ibu Dewi pun seperti orang yang terkena serangan jantung karena mendengar berita yang sangat mengejutkan untuk dirinya. Sampai-sampai nafasnya mengembang kempis seperti orang yang habis lari Maraton. Lalu ayah menyuruh Ibu minum agar sedikit lega.
"Ibu minum dulu air putihnya itu". Pinta Bapaknya menunjuk botol air putih yang ada di meja depannya itu.
Ibu pun lalu mengambil air putihnya dan meminumnya hingga tandas tak tersisa. Setelah sedikit tenang Ibunya pun seperti motor yang telah diisi bahan bakarnya dan langsung tancap gas memarahi Riko anaknya itu.
"Bu Riko mencintai Kania Bu. Riko nggak mau kehilangan Kania". Ucap Riko
"Banyak diluaran sana wanita yang cantik dari dia dan juga lebih dari dia. Kenapa harus dia Riko. Pokoknya Ibu nggak mau punya mantu kere dan besan yang kerjanya hanya serabutan seperti itu". Ucap Ibunya merajuk
Riko dan Ayahnya pun hanya mengelengkan kepala mereka karena heran sekali dengan sikap Ibunya yang terlalu hedonis itu.
"Bu kamu tidak dengar apa yang dibilang Riko tadi. Kania sudah hamil Bu apa kamu tega jika kamu tak setuju dengan hubungan mereka berdua kamu mau melihat anakmu Riko kenapa-napa jika keluarga Kania tak terima kalau Riko nggak bertanggung jawab atas kehamilan Kania.". Ucap Ayahnya
"Tapi Yah Ibu nggak mau punya menantu dan besan yang kere. Nggak bisa ngeringanin beban keluarga kita malah menyusahkan kita nantinya kalau Riko menikah dengan wanita itu nanti". Ucap Ibunya yang masih saja memaki Kania.
__ADS_1
"Stop Bu stop dengan sikap Ibu yang seperti ini. Ibu jangan lagi terobsesi menjadi orang kaya. Percuma saja bila Ibu kaya akhirnya sombong. Syukuri sudah apa yang Ibu miliki saat ini, banyak diluaran sana yang lebih susah dari kita. Sudahlah stop Ibu bicara seperti itu lebih baik kita cari solusi yang terbaik untuk masalah anak kita Riko". Ujar Ayah menasehati Ibu.
"Tapi Yahh Ibu ndak suka dengan Kania itu. Ibu lebih setuju Riko dengan anak teman Ibu sudah punya kerjaan yang mapan punya klinik juga pula". Ucap Ibu yang masih saja ngeyel.
Riko yang sedari tadi nahan pusing ditambah pusing lagi dengan ocehan Ibunya yang sedari tadi hanya membahas harta dan harta saja. Kini dia sudah tak tahan lagi dengan ocehan Ibunya itu.
Gubrakkk...
Riko pun memukul meja di depannya itu dan akhirnya membuat Ibunya langsung terdiam.
"Sudahh cukup Bu cukup. Riko dari awal sudah bilang sama Ibu. Riko mencintai Kania Riko nggak mau kehilangan Kania. Stop dengan sikap Ibu yang berusaha menjodohkan Riko dengan anak teman Ibu itu. Riko nggak mau Bu karena Riko sudah memilih Kania untuk menjadi pendamping hidup Riko. Hanya Kania yang Riko mau bukan wanita lain". Ucap Riko menegaskan kepada Ibunya itu.
"Kamu dengar sendiri kan Bu. Biarkan saja Riko memilih mana yang terbaik untuk dirinya sendiri. Tak perlu Ibu menjodohkan Riko. Lihat apa yang terjadi mereka sampai berbuat hal seperti itu pasti karena mereka punya alasan tidak ingin di pisankan pastinya kan". Ujar Bapaknya.
Ibu Dewi pun lalu terdiam merasa dirinya kalah karena 1 lawan 2. Namun di dalam hatinya dia sangat kesal sekali dengan sikap anak dan juga suaminya itu. Karena tak bisa sependapat dengan dirinya.
"Riko tak pernah meminta apa-apa dari kalian Riko hanya minta restu dari Ayah dan juga Ibu. Tolong restuin Riko dengan Kania Yah Bu Riko mohon". Ucap Riko yang begitu tulusnya memohon restu dengan kedua orang tuanya itu.
"Tolong Yah Bu besok ikut Riko datang ke Rumah Kania untuk melamar Kania dan juga membahas hari pernikahan Riko dan juga Kania nanti". Ujar Riko lagi
Ayahnya yang sedari tadi sangat terharu sekali dengan sikap Riko kali ini. Dia sampai memohon kepada Ayah dan Ibunya agar dapat restu untuk mempersunting Kania itu..
__ADS_1