
Waktu itu Riko ingin sekali mengajak Bella untuk dinner bersama di Restauran favorit Bella untuk merayakan hari jadinya yang ke 1 tahun. Riko yang berniat ingin melamar Bella untuk menjadi istrinya. Riko pikir untuk apa pacaran lama-lama karena dia juga sudah mendapat pekerjaan tetap dan Bella juga sudah menjadi wanita Karir karena dia telah di percaya Papanya untuk menghandle perusahaan milik Papanya itu.
"Sayang nanti malam kita dinner ya di Restauran favorit kamu. Aku ada kejutan di hari jadi kita yang ke 1 tahun ini". Pinta Riko sambil menatap mata Bella dan memegang kedua tangannya.
"Wow..kejutan.?? Kejutan apa itu sayang". Jawab Bella yang girang sekali karena Riko yang selalu memberikan kejutan spesial untuk dirinya.
"Pokoknya ada dehh. Ntar kalau aku kasih tau sekarang namanya bukan suprise kann.?". Ucap Riko mencolek hidung mancung Bella.
"Okayyy.. Aku akan sabar menunggu sampai nanti deh kalau gitu". Ucap Bella yang agak manyun.
Kini mereka berdua berada di Taman bunga. Riko mengajak Ketemu Bella pada jam istirahatnya dan dia berniat ingin mengajaknya dinner nanti malam. Mereka pun kini bercumbu sambil duduk di Taman bunga dan sambil makan ice cream kesukaan Bella.
"Sebentar lagi jam istrirahatku habis lebih baik kita balik sekarang gimana. Takutnya nanti aku terlambat nggak enak sama atasanku. Gimana nggak papa kan sayang". Ucap Riko.
"Yaudah deh kalau gitu. Tapi nanti malam beneran ya kasih surprisenya". Ucap Bella cemberut karena sebenarnya dia masih ingin lama-lama bersama Riko.
Namun tiba-tiba saja ponsel Bella berdering. Dan Bella pun bergegas mengecek siapa yang menghubunginya. Namun wajah Kania pun tiba-tiba terlihat pucat saat dia melihat siapa yang menelfonnya.
Kring.. Kring.. Kringg..
Ponselnya pun terus saja berdering namun Bella juga tak kunjung menerima panggilan itu.
"Siapa sayang kok ngga diangkat telfonnya". Tanya Riko penasaran.
"Enggak sayang. Enggak dari siapa-siapa kok sayang. Ini..ini .. orang Kantor nelfon. Tapi biarin aja lahh nggak usah di angkat". Ucap Bella gugup lalu buru-buru merijek panggilan itu takut Riko melihat ponselnya dan lalu ia bergegas memasukkan ponselnya lagi ke dalam Tasnya.
Sebenarnya itu adalah telfon dari Reza selingkuhan Bella. Yang akhir-akhir ini mereka menjalin hubungan di belakang Riko.
"Sayang kok malah di rijek siapa tau penting telfonnya sampai bolak balik nelfon gitu". Ucap Riko
"Udah biarin aja. Kan sebentar lagi aku juga mau balik ke Kantor kok . Nanti Aku bisa tanyain lagi pas sampai di Kantor". Ucap Bella terlihat panik namun dia berdusta untuk menutupi perselingkuhannya itu.
"Yaudah kalau gitu lebih baik kita balik sekarang aja sayang. Nanti takutnya ada urusan penting lagi di Kantor." Ujar Riko mengajak Bella Balik.
"Yaudah ayoo balik sekarang. Tapi aku pergi duluan ya soalnya ada barang penting yang harus aku beli". Ucap Bella meyakinkan Riko.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu hati-hati di jalan ya sayang". Ucap Riko sambil melambaikan tangan kepada Bella.
Kini Riko pun pergi dan berlalu menuju ke Kantornya sementara Bella masih saja di dalam mobil memperhatikan Riko benar-benar sudah pergi lalu Bella pun mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Reza selingkuhannya itu.
Drett.. drett.. dree..
Suara telfon tersambung. Reza pun akhirnya mangangkat telfon dari Bella.
(Hallo sayang. Dari mana aja sih di telfon kok gak diangkat malah di matiin) cerocos Reza
(Maaf sayang tadi bayak kerjaan di Kantor ini baru selesai tros langsung nelfon kamu deh. Memangnya ada apa kok telfon berkali-kali) tanya Bella
(Aku mau ajak kamu makan siang nih sayang. Kamu mau Kan sekalian aku ajak kamu shopping dehh) ajak Reza.
(Oke boleh sayang. Lagian aku juga lagi malas nih boring di Kantor terus. Aku jemput kamu aja ya) ucap Bella
(Oke sayang aku tunggu yaa) ucap Rezaa
Bella pun mengakhiri telfonnya lalu menuju kantor tempat kerja Reza dan menjemput Reza untuk makan siang. Bella pun melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata dan akhirnya sampailah di Kantor Tempat Reza bekerja. Reza yang ternyata sudah menunggu Bella di depan Kantornya.
Reza yang melihat Bella pun langsung mengampiri Bella lalu memeluknya dan menuju ke Mobil Bella sambil membukakan Pintu untuk Bella layaknya seorang ratu dan Reza yang meyetir mobilnya.
"Kita jalan sekarang ya tuan Putri". Ucap Reza sambil mencolek pipi glowing milik Bella.
"Oke beb. Aku seneng deh bisa jalan lagi sama Kamu". Ujar Bella memegang tangan Reza yang tengah mengusap lembut pipi Bella itu.
Mereka pun lalu melajukan mobilnya dan menuju ke Restauran yang ada di dalam mall. Reza yang sengaja mengajak Bella untuk shopping. Mereka pun telah sampai di Mall lalu memarkirkan mobilnya dan segera menuju ke Restauran . Mereka berjalan dengan bergandengan tangan.
"Sayang aku belum lapar deh. gimana kalau kita shopping dulu aja". Ajak Bella kepada Reza.
"Baiklah apa sih yang nggak buat kamu sayang". Ucap Reza menuruti keinginan Bella dan mereka lalu menuju ke tempat sepatu dan juga Tas.
Kania tengah sibuk melihat dan memilih tas dan juga sepatu yang cocok untuk dirinya dengan di temani Reza selingkuhannya itu.
****
__ADS_1
Jam telah menunjukkan pukul 15.00. Riko yang telah menyelesaikan tugas-tugasnya di Kantor segera bergegas untuk pergi ke Mall karena dia ingin membelikan Cincin dan juga kado untuk Bella.
Setelah sampai di Mall Riko pun bergegas masuk dan dia ingin membelikan tas untuk Bella karena Bella sangat suka megoleksi Tas. Ketika Riko tengah memilih tas untuk Bella tiba-tiba saja Riko mendengar Suara Bella.
"Sayang. Menurutmu ini cocok nggak buat aku sayang.?" Ucap Bella kepada Reza.
"Apa sihh sayang yang nggak cocok buat kamu. Semua cocok kok, kalau kamu ingin tas ini ambil saja". Ujar Reza yang mendekati Bella sambil melihat tas yang diinginkan oleh Bella.
(Seperti suara Bella tapi kok dia sepertinya dengan cowok lain ya) guman Riko di dalam hatinya. Lalu Riko pun mengikuti arah suara itu berada dan ternyata benar saja itu suara Bella dan lebih parahnya dia dengan cowok lain.
"Bellaaa". Teriak Riko memanggilnya.
"Rikooo". Jawab Bella yang terpanjat melihat kehadiran Riko yang tiba-tiba juga ada di sini. Saking kagetnya Bella menjatuhkan tas yang dia pegang itu.
(Mampus habis lah riwayatku ini) gumam Bella di dalam hatinya.
"Jadi ini kelakuan kamu di belakangku Bella. Bilangnya mau ke Kantor tapi malah asyikan dengan cowok lain". Ucap Riko menghampiri Bella dan menunjuk Bella.
"Riko aku bisa jelasin semua. Ini semua nggak seperti yang kamu pikirkan". Ucap Bella yang gemetar ketakutan karena dia ketahuan oleh Riko.
"Sayang cowok ini siapa". Tanya Reza tiba-tiba.
"Apa lagi yang kamu jelaskan Bella. Kamu dengar sendiri kan cowok ini manggil kamu dengan sebutan sayang. Itu artinya dia kekasihmu kan.". Ucap Riko dengan amarahnya.
"Riko aku mohon aku bisa jelaskan semuanya kamu jangan marah..". Ucap Bella yang belum selesai langsung di potong oleh Riko.
"Aku nggak mau lagi dengar alasan dari mulutmu itu Bella. Mulai sekarang kita putus.!!!". Ucap Riko yang tak menghiraukan orang di sekitarnya apa lagi memperdulikan cowok yang bersama Bella itu.
Riko pun lalu pergi meninggalkan Bella dan tak jadi membeli barang untuknya. Karena Riko sangat kecewa sekali dengan perbuatan yang telah di lakukan oleh Bella itu. Bella yang menangis dan terus berusaha mengejarnya tak di hiraukan sama sekali.
"Riko tunggu aku Bisa jelaskan Riko tunggu". Ucap Bella yang terus saja berteriak dan mengejar Riko. Namun di hentikan langkahnya oleh Reza.
"Hentikan Bella kamu nggak malu di lihat orang banyak seperti ini. Sudah biarkan saja masih ada aku disini untukmu Bella". Ucap Reza..
Flashback end.. itulah ceritanya Riko dengan Bella sampai akhirnya dia putus dan namun masih saja Bella mengejar cintanya Riko dan berusaha mendekatinya lagi walaupun dia sudah menjadi milik Kania.
__ADS_1