
Keesokan harinya pun Kania masih berangkat Sekolah karena dia masih ingin melanjutkan sekolahnya itu. Hari ini pelajaran pertama adalah olahraga.
Semua murid pun kini tengah berada di lapangan dan menunggu Gurunya datang.
"Pagi anak-anak semua, jadwal untuk hari ini adalah tentang lari jarak pendek. Untuk itu nanti kalian semua harus berlari mengelililingi komplek sekolahan dan Bapak juga akan memberi waktu seberapa lama kalian berlari.". Ujar Guru olahraga memandu.
"Baik Pak" sahut beberapa muridnya.
"Kalian semua boleh pemanasan dulu. Biar nanti kalau buat lari otot-otot kalian nggak cidera". Sahut Guru olahraga
Kania pun tampak biasa saja dan tidak menghiraukan kandungannya. Karena dia menutupi tentang kehamilannya itu. Kania pun juga melakukan olahraga dengan semestinya.
Setelah mereka semua selesai pemanasan. Mereka semua pun bersiap untuk segera melakukan tugas hari ini yaitu mengelililingi komplek sekolah.
"Kita melakukannya secara bergantian. 5 orang 5 orang dulu. Dan kalian harus berlari sekuat tenaga kalian. Bapak akan menghitung seberapa cepat kalian itu menempuh jarak dari sini sampai balik kesini lagi, paham semua". Tanya Gurunya.
"Paham Pak". Sahut muridnya.
Kini 5 anak pun telah bersiap untuk berlari. Dan setelah kurang lebih 15menit pun mereka sampai. Dan kini giliran Kania, Nanda dan juga ketiga temannya.
"Bersedia siappp...yakkkkkkk"." Ucap Gurunya
Mereka berlima pun akhirnya berlari dengan sekuat tenanganya. Dan setelah 15 menit kemudia mereka pun sampai di titik Start tadi.
Dan Kania pun sampai berhasil melaksanakan tugasnya ini. Tiba-tiba Kania merasa badannya lemas dan matanya kabur melihat sekelilingnya, selang beberapa menit ketika hendak rehat Kania pun malah terjatuh
Gubrakkkkk...
"Ehhh kenapa itu. si Kania pingsan cepat tolongin dia". Ucap temannya.
"Cepat bawa dia ke UKS saja". Pinta gurunya.
"Baik Pak". Ucap temannya
Akhirnya Kania pun di angkat beberapa temannya menuju UKS. Setelah sampai Kania pun lalu direbahkan di ranjang yang ada di UKS itu.
"Kania bangun Kania". Ucap Nanda sambil mengoleskan minyak kayu putih di sekitar hidungnya.
Setelah beberapa menit akhirnya Kania pun tersadar dan mulai membuka matanya.
"Dimana Aku". Tanya Kania patah-patah.
"Kamu di UKS Kania, tadi kamu pingsan waktu kamu tadi selesai lari. Lalu dibawa kesini dehhh". Jawab Nanda.
Kania memegangi perutnya karena merasa perutnya sedikit sakit dan badannya masih lemas sekali.
"Perutmu kenapa Kania sakit ya, pasti kamu belum makan tadi makanya kamu pingsan dehh". Ucap Nanda.
__ADS_1
"Mungkin seperti itu" jawab Kania
"Kamu mau makan, aku beliin di Kantin sebentarnya". Tawar Nanda.
"Bolehh" jawab Kania lemas.
Nanda pun berlalu ke Kantin dan meninggalkan Kania seorang diri.
"Perutku rasanya sakit sekali. Atau jangan-jangan janinku kenapa-napa.". Ujar Kania bingung.
"Sudahlah mungkin ini hanya aku kelelahan saja karena habis lari". Pikir Kania
Nanda pun tiba dan membawa sebungkus nasi dan teh panas untuk Kania.
"Ini Kan kamu makan dulu dehh. Biar perutmu nggak sakit lagi".
"Makasih ya Nda kamu baik banget dehh" ucap Kania sambil menerima yang dibawakan oleh Nanda.
"Sama-sama udah dulu gihhh". Sahutnya
Kania pun memakannya dengan sangat lahap sekali seperti orang yang belum makan seharian aja.
"Ya ampun Kan pelan-pelan aja kalii. Rupanya kamu kelaparan dehh sampai makanya seperti itu". Ucap Nanda geleng-geleng melihat Kania makan dengan lahapnya.
"Hehehehe. Nanggung Nda udah mau habis" ucap Kania sambil mengunyah makanannya.
Kania pun juga heran dengan tingkahnya sendiri. Sekarang dia makannya seperti orang rakus dan bawaannya selalu lapar. Setelah Kania selesai makan dan tengah meminum tehnya tiba-tiba saja Kania ngerasa aneh sama perutnya lagi.
Hueekkkkk...
Hueekkkkkkkk....
Kania pun berlari menuju Kamar Mandi.
"Kania kamu kenapa kok tiba-tiba malah muntah kek gini. Ada yang aneh ya sama makanannya". Ucap Nanda yang panik dengan Kania. Lalu mengikutinya..
Kania pun akhirnya keluar dari Kamar mandi dan mengelap mulutnya dengan tangannya.
"Kamu kenapa sih Kania, kamu sakit". Tanya Nanda panikk.
"Nggak aku nggak papa kok Nda. Kayaknya cuma masuk angin aja dehh". Ucap Kania
"Yaudah kalau gitu kamu istirahat di UKS aja dulu biar badannya agak enakan". Pinta Nanda.
Kania pun akhrinya kembali lagi ke UKS dan berbaring di atas Ranjang lagi.
"Aku kasih minyak angin dulu ya Kan perutmu biar enakan". Ujar Nanda
__ADS_1
Nanda pun mengambil minyak angin ketika Nanda hendak mengoleskan minyak angin ke perut Kania, tapi Kania lalu menahannya.
"Udah nggak usah Nda. Nggak papa biar aku sendiri aja yang mengolesinya" ucap Kania dan meminta minyak angin itu.
"Yaudah ini minyak anginnya kalau gitu". Ucap Nanda dan memberikan minyak anginnya.
Tett..
Tettttt...
Suara bel berbunyi waktu pergantian jam pelajaran selanjutnya.
"Aku ke Kelas dulu ya udah bel tuu. Kamu disini aja kan badanmu masih lemas". Ucap Nanda.
"Iyha. Tolong bilangin sama gurunya juga ya kalau aku ijin sakit lagi di UKS". Pinta Kania
"Pasti aku nanti bilangin ke Gurunya". Ujar Nanda.
"Makasih ya Nda udah bantuin Aku". Ucap Kania.
"Sama-sama, yaudah aku ke Kelas dulu. Kamu istirahat dulu aja gihh. Nanti Aku balik kesini lagi". Ucap Nanda.
Akhirnya Kania pun sendiri di dalam UKS. Kania pun dikacaukan dengan pikirannya sendiri.
"Mana mungkin Aku terus seperti ini. Mana bisa aku tetap sekolah sedangkan saja kondisiku seperti ini . Nggak seperti dulu waktu belum hamil." Gumamnya
"Apa iyha aku nggak lanjutin sekolah aja. Tapi bagaimana nanti jadinya. Aku belum siap jujur kepada Bapak dan Ibu." Ujarnya.
Kania pun kini tengah dilema sekali dengan keadaanya yang sekarang. Dia masih bingung dengan keputusan mana yang akan dia ambil. Bagaimana pun perutnya akan semakin membesar.
"Percuma juga aku lanjutin sekolah lagian belum sempat lulus saja pasti anak ini akan segera lahir". Gumamnya
Kania pun frustasi dan mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya.
Setelah 2 jam berlalu Nanda pun datang karena jam istirahat sudah tiba. Dan membawakan makan siang lagi untuk Kania.
"Gimana keadaanmu Kan. Udah membaik". Tanya Nanda.
"Alhamdulilahh udah agak mendingan. Ohh iyha kamu bawa apa itu". Ucap Kania sambil melirik ke arah plastik yang Nanda bawa.
"Ihhh kamu tau aja sihh aku bawa sesuatu. Ini aku bawa makan siang untuk kamu pasti kamu lapar kan.". Ucap Nanda sambil menyodorkan tentengannya..
"Lapar sih. Kan tadi pagi malah aku muntahin semua. Jadi lapar lagi lah perutnya". Ucap Kania sambil tersenyum ke arah Nanda.
"Yaudah nin dimakan gihhh". Ucap Nanda lalu menyodorkan makanannya.
"Makasih. Ohh iyha kamu udah makan belum". Tawar Kania sambil menerima makanannya.
__ADS_1
"Udahh tadi kamu makan aja. Aku udah kenyang". Ucap Nanda lalu berlalu duduk di kursi di samping Ranjang Kania.
Akhirnya Kania pun memakannya dengan lahap namun kali ini untung saja Kania tak memuntahkan makanannya. Mungkin tadi pagi dia muntah karena morning sicknes efek kehamilannya itu. Nanda pun tersenyum sambil menguasi Kania yang tengah makan. Karena Hanya Nanda yang selalu ada disamping Kania saat ia berada di sekolahannya.