Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 49


__ADS_3

Seperti biasa. Setiap pagi pukul 7 Riko berangkat ke Kantor. Kania di Rumah bersama Ibu mertuanya. Karena Ayah mertuanya Kerja dan Adik Iparnya juga sudah balik kerja ke luar kota setelah dia pulang kemarin bersama Siska kekasihnya.


"Sayang aku berangkat kerja dulu ya". Pamit Riko kepada istrinya 


"Iyha mas hati hati di jalan". Jawab Kania lalu menyalami tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya.


Riko pun berangkat dengan menaiki motornya setelah tak nampak lagi. Kania lalu masuk ke dalam Rumah lalu bersiap untuk segera beres beres rumah seperti biasanya 


(Bu Bella tunggu Ibu di Restoran Delima. Bella on the way menuju kesana. Tapi kali ini Bella nggak bisa jemput Ibu, takut misi kita berantakan) 


Isi pesan WhatsApp dari Bella dan lalu di baca oleh Bu Dewi.


"Restoran Delima.?? Yayaya aku tahu tempatnya. Lebih baik Aku siap siap sekarang". Ucap Bu Dewi setelah membaca pesan dari Bella lalu bergegas turun dari Ranjang dan pergi mandi untuk segera pergi.


Setelah selesai mandi Bu Dewi lalu bersiap dan langsung berangkat menuju Restoran Delima dengan menaiki sepeda motornya. Tanpa lama lama dan tanpa berpamita sepata kata pun kepada Kania menantunya dia langsung pergi begitu saja.


"Tumben pagi pagi gini Ibu keluar Rumah naik sepeda motor lagi. Mau kemana ya Ibu kok nggak pamitan". Ujar Kania bermonolog.


"Ahhh sudah lah mungkin ada urusan penting". Ucapnya lagi.


Kania lalu melanjutkan beres beres Rumahnya dan sambil menyambi cuci baju di Mesin cuci.


Setelah beberapa menit Bu Dewi berjalan dengan menaiki motornya . Akhirnya dia sampai di Restoran Delima sesuai apa yang Bella katakan. Bu Dewi langsung memakirkan motornya lalu segera masuk ke dalam mencari meja yang kosong sambil menunggu Bella datang.


"Bella". Panggil Ibu ketika dia melihat Bella sampai di Restoran Delima 


Namun anehnya Bella datang dengan seorang pria yang berada di Belakangnya. Pria itu berjalan mengekor di belakangnya Bella.

__ADS_1


"Siapa pria yang bersama Bella itu". Batin Bu Dewi di dalam hatinya.


Bella langsung nyamperin Bu Dewi sambil cipika cipiki dengan Bu Dewi.


"Maaf ya Bu . Nunggunya kelamaan ya.??" Ucap Bella dan langsung duduk bersama Bu Dewi dan di ikuti dengan pria asing tersebut.


"Bella pria ini siapa". Tanya Bu Dewi yang tak tahan dengan rasa keponya. Langsung saja dia menanyakan kepada Bella.


"Ini orang bayaran Aku Bu yang akan membantu kita menjalankan misiku agar berhasil nantinya". Ucap Bella.


"Orang bayaran.??" Ucap Bu Dewi dengan ekspresi heran dan bingung. Entah apa yang akan Bella rencanakan.


"Iyha Bu Betul. Bella punya rencana yang sudah Bella pikirkan dengan matang sekali dan kali ini Bella yakin kita akan berhasil". Ucap Bella dengan angkuhnya sambil tersenyum puas.


"Maksud Kamu rencana apa yang akan kamu lakukan. Ibu jadi penasaran apa sih Rencana kamu Bel.??" Tanya Bu Dewi dengan Rasa keponya yang sudah di puncak ubun ubun.


"Gini Bu. Kita nanti ajak pria ini datang ke Rumah Ibu pas di saat Riko mau pulang dari Kantor. Kita jebak si Kania biar dia terlihat berduaan dengan pria ini. Ibu tau kan kalau Riko itu paling benci yang namanya selingkuh. Kita buat saja seolah olah Kania selingkuh dengan pria ini di Rumah Ibu. Tros ibu pura pura keluar Rumah jadi kan dia di Rumah sendirian nahh baru Masnya ini segera bertindak melakukan rencanannya. Gimana Bu Ide Bella.?? Ibu setuju kan.??". Ucap Bella dengan panjang lebar menjelaskan rencana jahatnya itu kepada Bu Dewi.


Bella merasa puas sekali kali ini Bu Dewi mendukungnya 100 persen jadi dia bisa menjalankan misinya dengan mudah sekali.


"Yaudah Ibu pesan makan dulu aja. Pilih mana yang Ibu suka sembarang Ibu". Ucap Bella dengan rasa senang dan bahagia sekali.


Bu Dewi langsung saja memesan makanan yang ia sukai. Kebetulan juga dia juga sudah lapar karena belum sempat dia sarapan pagi.


Setelah mereka bertiga selesai sarapan. Mereka akan pulang ke Rumah masing masing dulu. 


"Ibu udah selesai makannya Bel. Kalau begitu kita pulag dulu aja. Nanti sekitaran jam set 3 baru kamu antar masnya ini ke Rumah Ibu dan biar nanti Ibu alasan untuk pergi ke Rumah temen Ibu biar Kania tidak curiga". Ucap Bu Dewi.

__ADS_1


"Ok Bu. Semoga rencana kita berjalan dengan lancar. Pasti Riko bakalan marah besar sama perempuan itu dan nanti Bella akan deketin Riko lagi sampai Riko menjadi milik Bella. Hahahah". Ucap Bella dengan tertawa puas.


"Pasti dong Bella. Kamu akan menjadi calon menantu idaman Ibu banget". Jawab Bu Dewi.


"Ya sudah kalau gitu kita balik sekarang dulu aja Bu. Biar Ibu bisa rehat dulu di Rumah. Nanti kalau Bella sudah on the way. Bella nanti chat Ibu. Ok." Ucap Bella.


"Ya sudah. Ibu pulang dulu galau begitu. Sampai jumpa nanti ya Bella". Ucap Bu Dewi 


"Baik Bu. Hati hati di jalan ya". Pamit Bella sambil mencium pipi kanan kiri Bu Dewi.


Mereka pun pulang. Setelah beberapa menit menempuh perjalanan Bu Dewi pun sampai di Rumah dan langsung turun dari motornya lalu masuk ke dalam Rumah.


"Kania". Panggil Ibu Dewi sambil teriak 


"Kemana sih anak ini. Udah jam segini kok belum ada makanan sama sekali". Gerutu Bu Dewi ketika sampai dalam Rumah dan langsung menuju ke Dapur.


Kania yang tengah cuci baju pun terpanjat mendengar suara Ibu mertuanya dan langsung menuju ke arah Ibu mertuanya di Dapur.


"Iyha Bu. Ada apa panggil Kania". Ucap Kania yang berjalan terburu buru menuju Ibu mertuanya dengan nafas yang ngos ngosan.


"Kamu itu ngapain sih . Udah jam berapa ini kok belum ada makanan sam sekali. Kamu di Rumah ngapain aja .? Tidur.!!". Ucap Bu Dewi mengomeli Kania.


"Maaf Bu . Kania baru nyuci baju. Belum sempat masak makanan". Ucap Kania sambil gugup. Karena takut Ibu Mertuanya mengomelinya lagi.


"Kamu ini ya . Nggak bisa di andalin sama sekali tau nggak.!! Ditinggal sebentar aja Rumah jadi terbengkalai, udah pergi sana lanjutin cuci baju". Ucap Bu Dewi memarahi Ibu mertuanya.


"Baik Bu. Maaf sebelumnya". Jawab Kania dengan gugup lalu pergi ke kamar mandi melanjutkan cucian bajunya tadi.

__ADS_1


Kania menangis tersedu ketika sampai di Kamar Mandi. Mendengar perkataan Ibu mertuanya tadi yang tak pernah puas dengan apa yang Kania lakukan. Bahkan dia hamil rela kerja beresih Rumah sendiria namun tak pernah terlihat dan pernah di hargai sedikit pun oleh Ibu mertuanya.


(Ya allah, kuatkan hati hambamu ini menghadapi takdir yang engkau berikan kepada ku ya Allah. Aku ikhlas menjalani takdirmu Tuhan. Bukan aku mengeluh tapi aku hanya sedikit capek dengan apa yang aku rasakan saat ini) ucap Kania di dalam hatinya dengan menangis tersedu sambil melanjutkan cucian bajunya tadi.


__ADS_2