
Waktu telah menandakan pukul 15.00WIB. Kania pun telah mengakhiri pembelajarannya hari ini dan bergegas menuju Parkiran dan mengambil motornya dan setelah keluar dari gerbang Riko pun sudah standbay di sana.
"Dah lama nunggunya" tanya Kania yang berhenti tepat di dekat motornya.
"Lumayan udah setahun nunggu disini" jawab Riko sambil senyum memandangi wajah Kania.
"Lumutan dong dah setahun nunggu" ucap Kania sambil tertawa mendengarkan jawaban Riko.
"Udah lahh ayo kita jalan" Ajak Kania.
Mereka pun mulai melajukan motornya dan menuju warung Bakso dan setelah beberapa menit pun mereka sampai di Warung Bakso.
Mereka pun memarkirkan motornya dan bergegas masuk kedalam dan memesan Bakso pada pelayan tersebut.
"Selamat sore mas mau pesan apa?" Tanya pelayan
"Bakso 2 porsi sama minumnya es jeruk ya" jawab Riko.
"Baik mas silahkan duduk dulu dan ditunggu pesanannya" ucap pelayan tersebut.
Setelah beberapa menit pesanannya pun datang mereka berdua pun langsung menyantap Baksonya. Setelah habis mereka berdua pun bergegas untuk pulang.
"Kita langsung pulang aja ya. Takutnya kemalaman lagi" Pinta Kania.
"Yaudah ayoo" Ujar Riko..
Mereka pun mulai menaiki motornya masing-masing dan seperti kemarin Riko mengantarkan Kania sampai ke Rumahnya karena ingin memastikan Kania pulang dengan selamat.
Setelah sampai di Depan Rumah Riko pun berpamitan kepada Kania karena Riko belum berani untuk mampir ke Rumahnya Kania hanya sampai jalan depan Rumahnya saja Riko mengantar Kania.
"Aku pamit pulang dulu ya, jangan lupa istirahat" ujar Riko
"Hati-hati di Jalan" jawab Kania sambil melambaikan tangannya ke arah Riko.
__ADS_1
Riko pun akhirnya melajukan Motornya dan menuju pulang ke Rumah.
Dan di Dalam Rumah ternyata sudah ada orangtuanya yang menunggu Kania.
"Lhoo ini kan sepeda Bapak, apa mereka ada di Dalam ya" Ucap Kania sambil memarkirkan motornya di sebelah motor Bapaknya.
Lalu Kania pun masuk ke Dalam sambil mengucapkan salam dan kedua orangtuanya pun membalas salam dari Kania.
"Jam berapa ini Kania. Maghrib baru pulang kamu dari mana saja" Tanya Bapak sambil menatap tajam ke arah Kania.
"Kamu sekarang mulai kurang ajar ya Kania. Bukannya sekolah yang bener malah pacaran inget Kania Bapak susah-susah biayain kamu sekolah". Ucap Bapak dengan nada tinggi .
Kania pun hanya terdiam dan tak menghiraukan Bapaknya bicara karena Kania masih kesal dengan kedua orangtuanya itu.
"Kania sudah Besar Pak. Jadi cukup nyeramahin Kania lagi. Memangnya Bapak dan Ibu pernah beri Kania kebahagiaan, jadi jangan salahkan Kania Pak Buk kalau Kania nyari kebahagiaan dengan cara Kania sendiri" ucap Kania yang membuat orangtuanya semakin kesal.
"Kamu itu sebenarnya maunya apa sih Kania. Kamu ingin sekolah udah Bapak Ibu usahakan sampai kamu bisa sekolah. Tapi malah kamu seenaknya seperti ini" ucap Ibunya yang tak tahan lagi.
"Kania hanya ingin di mengerti Pak Buk nggak lebih. Kania hanya butuh kasih sayang. Apa Bapak Ibu pernah ngasih kasih sayang buat Kania. Jangankan Kasih sayang waktu aja Bapak dan Ibu tak pernah ada buat Kania". Ucap Kania .
Kania yang selama ini selalu diam dan mencoba sabar dengan keadaannya karena jauh dari kedua orangtuanya sekarang berubah menjadi gadis yang Bar-bar karena kurangnya pengawasan dari orangtuanya.
"Baru saja kemarin Bapak ngakuin kesalahan Bapak pada Kania tapi kenapa sekarang Bapak berubah jadi seperti ini lagi. Atau karena Kania bukan anak Kandung Bapak jadi Bapak seenaknya sama Kania" ucap Kania Bar-bar.
Bapaknya heran dengan perkataan Kania yang mulai berani dengan Bapaknya itu tidak seperti dulu lagi yang hanya diam dan diam.
"Lihat Buk bagaimana sikap Kania sekarang. Dulu Ibu yang minta agar Kania tetap sekolah tapi apa dia malah seenaknya sendiri" ucap Bapak menyalahkan Ibu.
"Sudah lah Pak Bu jangan menyalahkan satu sama lain dan biarkan Kania bahagia dengan cara Kania sendiri" Ucap Kania lalu pun berlalu meninggalkan orangtuanya dan masuk ke Kamarnya.
Orangtuanya pun tercengang melihat sikap Kania yang berubah seperti ini.
"Kalian berdua jangan sepenuhnya menyalahkan Kania. Kalian berdua harusnya bisa mikir Kania bisa seperti itu karena apa. Karena kalian jarang ada waktu buat Kania dan Kania kurang perhatian dari orangtuanya" ucap Nenek menasehati anaknya itu.
__ADS_1
"Kania kenapa sih Bu kok berubah seperti ini dan laki-laki yang ngantar Kania pulang tadi apa bener pacarnya Kania" tanya fatma kepada Nenek.
"Sudah 2 hari ini Kania selalu diantar laki-laki itu" ujar Neneknya.
Bu Fatma yang merasa takut dengan Kania kalau saja nanti Kania salah pergaulan.
"Bu tolong awasi juga Kania jangan sampai Kania salah jalan Nantinya" pinta Bu fatma kepada Nenek.
"Seharusnya itu adalah tugas kamu Fatma, kamu yang harus jaga dan juga ngawasi Kania" bentak Nenek.
Bu Fatma pun merasa sangat takut jika Kania pacaran . Dia tak sempat memikirkan sejauh ini, yang ia tahu Kania sekolah dan belajar dengan Baik tapi malah sedikit mlenceng jalannya.
"Maafkan Kania Pak Buk yang nggak bisa jadi yang terbaik untuk kalian" ujarnya di dalam hati.
Kania yang merasa kurang kasih sayang dari orangtuanya itu. Merasa sangat beruntung kali ini karena kedatangan Riko membuat hari-harinya semakin nyaman. Riko yang begitu menyayangi Kania membuat Kania merasakan kasih sayang karena dia lama tidak merasakan kasih sayang orangtuanya itu yang sering meninggalkan Kania bersama Kakek dan Neneknya.
"Biarkan saja Kania mau berbuat apa Bu. Kita percaya saja kalau dia tidak akan salah pergaulan nantinya" ucap Bapak
"Tapi Pak Ibu belum mengizinkan Kania itu pacaran dulu sebelum Kania lulus sekolahnya" Jawab Ibu sedikit ngotot.
"Mau gimana lagi Kania sudah terlanjur pacaran. Percuma juga kita larang, usia seumur Kania jika kita larang semakin dia nanti menjadi-jadi. Toh bener kata Nenek Kania kurang kasih sayang dari Kita" ucap Bapak mengakuinya.
Ibu pun terdiam dan mulai memikirkan apa yang dikatakan Bapak itu ada benarnya juga.
Memang semenjak Ibunya itu menikah dengan suaminya yang sekarang dan dia mempunyai 2 anak Kania dan juga Reno dia lebih sering meninggalkan Kania bersama Neneknya . Karena pekerjaannya suaminya itu di Semarang semenjak Kania SD dan Kania tidak mau pindah sekolah dengan alasan sudah nyaman dengan teman-temanya.
"Kita pamit pulang dulu Bu" ujar Fatma dan Sigit kepada Nenek dan menyalami dan juga mencium punggung tangan Nenek.
"Nggak bilang sama anakmu dulu" ujar Nenek mengingatkan.
"Percuma Kania lagi marah nggak mungkin mau juga nanti buka pintunya . Nitip uang sakunya Kania sekalian Bu". Ujar Fatma
Dan memberikan selembar uang kertas berwarna Biru.
__ADS_1
Kania selalu di Jatah uang saku Rp50.000 setiap minggunya makanya terkadang Kania bantu Bu Ratna membungkus tempe jualannya untuk tambah uang saku dia.