Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 34


__ADS_3

Kini mereka pun duduk di pelaminan setelah mereka berdua melaksankan ijab Qabul dengan di himpit oleh kedua orang tuanya masing-masing.


Acara sungkem kini pun segera di mulai. Kania dan Riko akan melaksanakan sungkem kepada kedua orang tuanya dan juga mertuanya. Pertama mereka sungkem kepada orang tua Kania dan baru lah kepada orang tua Riko.


"Bapak Ibu Kania minta restu kepada Bapak dan juga Ibu. Restui lah pernikahan kami Pak Bu Agar pernikahan Kania dan Riko menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah".  Ucap Kania meminta Restu kepada Orang tuannya sambil meneteskan air mata begitu pun dengan kedua orang tuanya yang tak bisa membendung air matanya.


"Bapak Ibu ,,Riko juga minta restu kepada Bapak dan Ibu. Restui dan Ijinkan Riko mengantikan tugas Bapak untuk membimbing Kania menjadi istri yang baik Pak Bu". Ucap Riko


"Kami berdua merestui pernikahan kalian Nak. Jadilah istri yang patuh kepada suamimu dan kamu Riko tolong jagalah Kania sebaik mungkin bimbinglah Kania menjadi yang lebih baik. Dan jika nanti ada suatu hal yang membuatmu marah kepada Kania jangan kau lukai hati dan juga fisiknya tolong cintai Kania seperti kami mencintainya". Ujar Bapak Sigit kepada Riko sambil meneteskan Air matanya.


"Baik Pak akan saya jaga dan lindungi Kania sebaik mungkin Pak". Jawab Riko.


Kini giliran mereka meminta restu kepada orang tua Riko. Bu Dewi dan juga Ayah Danu.


"Ayah Ibu Riko dan juga Kania meminta restu kepada Ayah dan Ibu . Restui dan ridhoi lah pernikahan Kami agar pernikahan Kami menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah".  Ucap Riko.


"Ayah Ibu. Kania minta Restu kepada Ayah dan juga Ibu. Semoga Kania bisa menjadi istri yang baik untuk mas Riko. Tolong Restui lah penikahan kami Yah Bu". Ujar Kania dengan air mata yang berlinang.


"Ayah merestui dan meridhoi pernikah kalian Riko dan juga kamu Kania. Bimbinglah istrimu dengan baik dan juga jadilah istri yang patuh kepada suamimu Kania . Ayah hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kalian berdua". Ucap Ayah yang tulus sekali sampai Ayah pun menangis.


"Ibu juga merestui pernikahan kalian berdua". Ujar Ibu sesingkat mungkin. 


"Terima kasih Ayah Ibu". Ujar Kania dan Riko.


Ibu Dewi pun nampak sekali masih menahan kekesalannya di saat pernikahan anaknya berlangsung pun dia hanya diam saja. Kini Riko dan Kania pun berdiri di Pelaminan untuk menyalami para tamu undangan yang mengucapkan selamat kepada mereka.

__ADS_1


Namun tak di sangka saat Kania dan Riko menyalami tamu undangan yang memberi ucapan selamat kepadanya tiba-tiba saja ada seorang wanita yang datang dan langsung memeluk Riko.


"Riko selamat ya. Kok kamu nggak ngabari aku sih kalau kamu udah nikah sam cewek ini". Ucap wanita itu yang melihat sinis ke arah Kania.


"Kamu apa-apaan sih Bella tiba-tiba datang langsung meluk orang kamu nggak lihat kalau di sampingku ini istriku dan banyak orang yang melihat tingkahmu itu". Ucap Riko marah dan langsung saja melepaskan pelukan Bella.


Bella itu adalah mantan pacar Riko yang masih saja mengejar-ngejar Riko namun sayangnya Riko tak pernah lagi menghiraukannya. Kania yang melihat tingkah Bella kepada Riko nampak sekali kecewa dan bingung dengan sikap Bella karena Kania tak mengetahui tentang Bella sebelumnya selama dia bersama Riko.


"Emm.. dia siapa mas". Tanya Kania yang mencoba nampak baik-baik saja tapi sebenarnya dia menahan kesal.


"Perkenalkan saya Bella mantan pacar Riko". Ucap Bella yang tiba-tiba saja memberi tahu Kania.


"Bella lebih Baik kamu turun sekarang dan duduk bersama tamu undangan yang lain. Kalau nggak lebih baik kamu pergi sekarang". Pinta Riko yang sudah tak tahan dengan sikap Bella.


Sedangkan Kania hanya memperhatikan tingkah Riko dan juga Bella itu sedari tadi.


"Bella jaga sikap dan ucapanmu. Jangan sekali-kali Kamu menunjuk Kania seperti itu. Lebih baik kamu pergi sekarang atau nggak aku akan panggil petugas keamanan untuk menyeret kamu sekarang juga. Turun sekarang atau pergi.!!". Ucap Riko sambil mengancam Bella.


"Ok sebelum Aku pergi ijinkan Aku memberi ucapan selamat untuk istrimu ini". Pinta Bella yang kesal dengan perlakuan Riko.


"Lihat saja nanti akan ku rebut kembali Riko dan dia akan menjadi milikku lagi. Kamu akan menyesal telah mengambil apa yang seharusnya jadi milikku". Bisik Bella dan mengancam Kania.


Kania hanya diam saja dengan ancaman Bella terhadapnya. Sebenarnya dia tak habis pikir dengan sikap Bella itu. Namun Kania mencoba menenangkan dirinya dan berusaha nampak baik-baik saja dia tak ingin Riko tahu kalau Bella mengancamnya.


"Riko Aku turun dulu ya. Aku masih merindukanmu Riko". Ucap Bella yang masih saja nekat berbicara seperti itu.

__ADS_1


"Aku sudah milik Kania Bella. Turun kamu sekarang". Pinta Riko 


Akhirnya Bella pun turun dan Riko menatap Kania dan mencoba menjelaskan semua apa yang telah terjadi.


"Kamu baik-baik saja kan Sayang. Kamu jangan termakan sama omongan Bella sebenarnya aku dan...". Riko yang belum selesai bicara namun Kania memotong pembicaraannya.


"Sudah lah Mas nggak usah di Bahas lagi Aku mengerti. Aku nggak ingin merusak momen bahagia kita". Ucap Kania datar..


"Baiklah Sayang nanti aku akan tetap jelaskan semuanya agar kamu tidak salah paham". Ucap Riko yang merasa sangat bersalah sekali.


Kini semua orang dan para tamu undangan tengah asyik mengobrol dan menikmati hidangan yang telah di sajikan. Kania dan Riko kini tengah menemani saudara dan juga para tamu undangan menikmati hidangan tersebut.


"Silahkan Pak Ibu besan di cicipi hidangannya.". Tawar Ibu Fatma kepada besannya itu.


"Iyha nanti kalau saya ingin mencicipi saya akan coba. Maklum lah saya nggak terbiasa makan makanan yang seperti itu". Ujar Bu Dewi yang tak menghiraukan perasaan besannya itu padahal belum genap satu hari menjadi besannya tapi omongan Bu Dewi sudah menyakiti hati Ibu Fatma.


"Iyha Bu Fatma kita cicipi hidangannya. Maklum istri saya lagi radang tenggorokan jadi agak sensi. Maaf atas tutur katanya ya Bu". Ucap Ayah Danu mencoba menghentikan ucapan istrinya itu karena takutnya istrinya akan mengacaukan suasana.


"Iyha Pak nggak papa kok. Ya sudah di cicipi Pak saya lanjut dulu menemui tamu undangan yang lain". Kata Bu Fatma lalu meninggalkan besannya itu.


Setelah Bu Fatma pergi Ayah Danu pun mendekati Istrinya.


"Bu tolong jaga sikap dan ucapan Kamu. Takutnya Ibu Kania tersinggung dengan ucapan Ibu tadi". Ujar suaminya menasehati.


"Udahlah Yah. Biarkan saja lagian juga bener kan apa yang Ibu ucapkan". Ucap Ibu yang masa bodoh.

__ADS_1


"Percuma ngomong sama Ibu seperti ngomong sama batu". Kata Ayah tajam.


Ayah pun lalu berlalu meninggalkan istrinya yang masih saja mematung dan menikmati hidangan yang telah di sajikan bersama Bapaknya Kania sambil mengobrol.


__ADS_2