Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 46


__ADS_3

"maaf Yah. Tadi Ibu nemuin si Deni dia pulang sama Siska ". Ucap Bu Dewi sambil mengambilkan nasi dan juga secangkir susu untuk Ayah.


"Siska siapa Bu.?? Tumben dia pulang biasanya sebulan sekali pulangnya. Emangnya dia boleh ambil cuti bukannya dia baru beberapa bulan lagi kerja". Tanya Ayah lalu meminum secangkir susu yang di buatkan oleh istrinya.


"Siska itu kekasihnya Deni. Katanya dia pulang lebih cepat karena dia ingin ngenalin Siska kepada kita. Mungkin Deni serius deh Yah sama Siska". Ucap Bu Dewi dengan semangatnya.


"Baru juga lagi kerja beberapa bulan udah bawa pulang cewek. Emangnya nanti kalau dia nikah istrinya mau di kasih makan apa". Ucap Ayah yang sedikit tak setuju jika Deni ingin ke jenjang yang lebih serius.


"Aduh Ayah ini dengerin Ibu dulu kalau lagi ngomong. Ayah tau nggak Siska itu anak orang kaya. Papahnya punya perusahaan lho Yah". Ucap Ibu .


"Iyha kah.?? Suruh tuh Deni sarapan sama Ayah. Ajak sekalian ceweknya sarapan bareng". Pinta Ayah.


"Ya sudah Ibu ajak mereka dulu ya Yah". Sahut Ibu dengan semangat 45 dan berlalu meninggalkan suaminya untuk memanggil Deni dan juga Siska.


"Deni Siska kita sarapan dulu yuk. Itu Ayah kamu ngajak sarapan bersama". Tawar Ibu kepada Deni dan Siska.


"Ok Bu. Ibu duluan aja nanti kita nyusul". Jawab Deni.


"Ok Ibu tunggu di meja makan sama Ayah ya. Jangan lama lama keburu Ayahmu nunggu". Ucap Ibu.


"Iyha iyha Bu". Jawab Deni.


"Yuk Beb kita sarapan dulu aja. Kasihan Ayah nanti kelamaan nunggu kita". Ajak Deni kepada kekasihnya itu.


"Tapi beb. Aku malu". Jawab Siska yang merasa sungkan sekali.


"Udah nggak papa ngapain malu lagian kan sebentar lagi mereka akan menjadi orang tuamu juga jadi nggak usah malu malu. Ayo kita kesana". Ajak Deni sambil menarik tangan Siska agar mau diajak sarapan bersama.


Akhirnya Siska terpaksa mengikuti kemauan Deni untuk sarapan bersama keluarganya.


"Ayoo sini sarapan dulu". Ucap Bu Dewi sambil melambaikan tangannya dan mempersilahkan Deni dan Siska duduk untuk sarapan bersama.


Bu Dewi antusias sekali mengambilkan makanan untuk Deni dan Siska. Dia mengambilkan makanan untuk mereka berdua dengan ramah sekali. Beda sekali perlakuannya dengan Kania yang kini telah resmi menjadi menantunya.

__ADS_1


"O iyha Bu Kania mana. Ajak sekalian dia sarapan bersama, pasti dia sudah lapar dari tadi dia beresin Rumah". Ucap Ayahnya yang peduli dengan menantunya itu.


"Nanti kalau dia sudah lapar juga cari makan sendiri". Jawab Bu Dewi yang tiba tiba raut wajahnya jadi murung karena suaminya selalu bersikap baik dengan menantunya itu.


"Apa salahnya kalau makan sekarang. Lagian kan biar tambah ramai kalau pada ngumpul. Biar tambah akrab dan lebih dekat lagi agar tak ada rasa sungkan lagi". Ujar Ayah.


Bu Dewi pun nampak malas mendengar celotehan suaminya dan memutar bola matanya terlihat malas sekali.


"Deni kamu panggil Kakak iparmu suruh sarapan bareng". Pinta Ayah menyuruh Deni memanggil Kania.


"Baik Yah. Deni panggil dulu". Sahut Deni lalu dia pergi mencari kakak iparnya di Kamar mandi.


Dan benar saja Kania berada di Kamar mandi tengah mencuci pakaian kotor yang menumpuk banyak sekali. Deni yang melihat Kakak iparnya mencuci pakaian kotor yang banyak sekali terlihat begitu kasihan. Deni pun lalu memanggil Kakak iparnya itu.


"Kak, di panggil Ayah untuk sarapan bareng". Ucap Deni mengajak Kakak iparnya.


"Iyha . Kalian makan dulu saja, nanti kalau sudah selesai nyucinya pasti Aku pergi sarapan kok". Sahut Kania dengan tersenyum ramah.


"Udah tinggalin aja cuciannya. Kakak pergi makan dulu kasihan sama kandungan Kakak dia juga butuh asupan makanan kan. Udah buruan keburu Ayah nungguin tuh". Ujar Deni lalu meninggalkan Kania begitu saja.


Kania lalu membersihkan tangannya dan mengelap tangan basahnya ke handuk dan bergegas pergi menuju Dapur. Takut yang lain menunggu.


"Sini duduk sarapan dulu. Kamu pasti belum sarapan kan. Karena sibuk beresin Rumah". Ucap Ayah dan menyuruh Kania untuk duduk bersama mereka.


Kania duduk dengan penuh rasa ragu karena Ibu mertuanya menatap ke arahnya dengan tatapan tak suka. Namun Kania tetap duduk dengan perasaan agak takut karena atas perintah Ayah mertuanya.


"Ii.iyhaa Yah". Ucap Kania gugup dan lalu duduk tepat sekali di depan Ibu mertuanya.


Kania hanya menundukkan kepalanya karena merasa takut melihat Ibu mertuanya itu yang sedari tadi mengamati gerak gerik Kania sehinggak merasa sungkan untuk mengambil makanan di meja makan. 


"Ayo makan. Ambil yang banyak kan kamu lagi hamil. Harus makan yang banyak biar bayi yang ada dikandungan kamu kenyang". Pinta Ayah mertuanya.


"Iyha Yah. Kania makan kok". Ucap Kania sambil mengambil secentong nasi di tambah sayur asam dan juga lauk yang dia masak tadi pagi.

__ADS_1


Kini mereka semua makan dengan lahapnya dan Mereka semua terlihat menyukai masakan Kania.


(Alhamdulillah mereka makan masakanku dengan lahap. Sayur dan juga lauknya pun juga kemakan semua. Jadi nggak sia sia aku masak buat mereka) ucap Kania di dalam hatinya. Kania pun lalu melanjutkan makannya.


Setelah mereka selesai makan. Bu Dewi mengajak Deni, Siska dan Ayah ke Ruang tamu untuk saling ngobrol dan meninggalkan meja makan begitu saja. Membiarkan Kania membereskan piring kotor sendirian.


"Ayo Yah, Deni, siska kita ngobrol di Ruang tamu saja agar lebih nyaman ngobrolnya". Ajak Bu Dewi.


"Ya sudah kita ke Ruang tamu saja". Sahut Ayah.


Ayah dan Ibu pun berjalan duluan menuju Ruang tamu sedangkan Kania masih sibuk membereskan piring kotor yang ada di meja makan.


"Sini Kak biar aku bantuin beresin piringnya". Ucap Siska tiba tiba menumpuk piring kotor yang tadi mereka buat makan.


"Ehh nggak usah biar Kakak saja. Kamu ke Ruang tamu aja. Takut Ayah, Ibu dan Deni nungguin kamu". Ucap Kania .


"Nggak papa kok Kak. Kakak duduk aja biar aku yang cuci piringnya. Kasihan Kakak kan lagi hamil nggak baik kalau kecapekan nanti". Ucap Siska yang ingin membantunya dengan tulus.


Ketika Siska lagi mencuci piring tiba tiba Deni menghampirinya.


"Beb kok kamu malah disini sih. Itu Ayah dan Ibu nungguin kamu lho ingin ngobrol sama kamu". Ucap Deni 


"Iyha Beb bentar aku lagi bantuin kakak cuci piring kasihan dia lagi hamil. Nanti dia kecapekan". Sahut Siska.


"Udah kamu tinggal saja. Biar Kakak yang lanjutin cuci piringnya. Kasihan Ayah sama Ibu nungguin kelamaan nantinya". Ujar Kania lalu meminta piring yang di pegang oleh Siska.


"Maaf ya Kak aku tinggal dulu. Sorry belum beres cuci piringnya". Ucap Siska yang tulus sekali membantu Kania.


"Iyha nggak papa. Sudah kamu ke sana aja". Ucap Kania.


"Ya sudah aku tinggal ya Kak". Ucap Siska lalu pergi menuju ruang tamu menghampiri Ayah dan Ibu Riko.


Kania mengeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Udah cantik baik lagi. Semoga nasib kamu nanti nggak seperti nasibku dan semoga Ibu memperlakukan kamu dengan baik. Seperti yang di lakukan sekarang nampaknya Ibu juga sangat menyukaimu". Ucap Kania lirih


__ADS_2