
Pukul 4.30 Kania bangun dan ingin melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu. Dia yang memandang suaminya masih terlelap tidur membiarkan suaminya saja tanpa membangunkan dan mengganggu suaminya.
"Mungkin Mas Riko masih capek. Biarin dia tidur dulu aja. Aku mau sholat Subuh terlebih dahulu". Ujar Kania dengan suara lirih.
Kania pun beranjak dari Ranjangnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat Subuh. Kania tak lupa selalu mendoakan suaminya, orang tua dan juga mertuanya agar selalu sehat, panjang umur dan di berikan rejeki yang halal, berkah dan barokah. Dan tak lupa dia berdoa agar suaminya bisa mempercayainya lagi dan sikapnya bisa seperti dulu. Yang selalu menyayangi dan selalu hangat kepadanya. Tidak seperti sekarang yang terasa dingin, bahkan Kania merasa asing oleh suaminya sendiri saat ini.
"Emmm. Masak apa yang hari ini". Ucap Kania sambil membuka kulkas dan melihat stop sayuran yang di simpan di dalam.
Setelah selesai sholat Kania tak lupa untuk segera melakukan pekerjaan setiap harinya. Masak dan juga membereskan pekerjaan Rumah yang lain.
"Pukul Berapa ini". Ucap Riko kelabakan panik sambil menatap jam dinding yang ada di kamarnya. Dia hari ini ada meeting di kantor dan Riko harus berangkat lebih awal dari jam biasanya.
"Haaaa. Sudah pukul 5 lebih, aku harus segera mandi takut terlambat". Ucap Riko membuka selimutnya dan bergegas menuju Kamar mandi dengan terburu buru.
Klunting..
(Riko hari ini kamu kerja bareng aku aja ya. Aku jemput kamu di Rumahmu sekarang).
Isi pesan WhatsApp masuk dari Bella . Namun Riko belum sempat membacanya. Karena di saat Bella mengirim pesan Riko sudah ada di kamar mandi.
Setelah 10 menit berlalu Riko pun keluar dan bergegas menuju almari mencari baju yang akan dia kenakan untuk ngantor hari ini. Setelah selesai berpakaian Riko meraih benda pipihnya yang ia taruh di atas meja dekat Ranjang tidurnya.
"Pesan dari siapa pagi pagi begini.??" Gerutu Riko sambil membuka aplikasi warna hijau di dalam ponselnya.
"Bella.?? On the way kesini. Gimana nanti kalau Kania tahu kalau Bella jemput aku". Ucap Riko mengerutu sambil panik karena takut Kania curiga.
Tak di sangka ternyata Riko memang tak bisa berkelak dengan rasa di hatinya. Dia masih tetap mencintai Kania dan memperdulikan istrinya juga. Tetapi dia telah salah jalan saat ini.
__ADS_1
"Halahhh masa bodoh . Kenapa juga aku mikirin dia. Kenapa dia bisa seperti itu nggak bisa seperti dia.". Ucap Riko mengerutu sendiri.
(Ok aku tunggu di Rumah. Tapi agak cepat. Aku ada meeting pagi ini, aku harus berangkat lebih awal di banding hari biasanya) balas Riko dan langsung saja centang biru . Bella langsung membaca balasan pesan dari Riko.
(Ok Riko. Aku udah hampir sampai) balas Bella yang ternyata udah mau sampai Rumah.
***
"Alhamdulillah kelar juga masaknya. Aku panggil mas Riko dulu aja untuk sarapan. Mungkin dia sudah bangun. Aku panggil aja Mas Riko ke Kamar". Ucap Kania lalu dia berjalan menuju ke Kamar.
Ternyata Kania terkejut melihat Suaminya yanb kini sudah rapi dan siap untuk berangkat kerja.
"Kamu udah siap ternyata Mas. Sarapan dulu yuk. Aku udah selesai masaknya baru aja dan udah aku siapkan di meja makan. Sarapan dulu yuk mas". Ajak Kania kepada Riko suaminya.
Namun Riko langsung mengambil tas kerjanya sambil berkata.
"Tak perlu. Aku buru buru, kamu makan sendiri aja. Aku mau berangkat sekarang". Ucap Riko lalu berlalu begitu saja tanpa menyalami Kania terlebih dahulu.
Dan ternyata Bella sudah sampai di Depan Rumah. Pas sekali ketika Riko keluar Rumah dan Kania terkejut sekali melihat pemandangan pagi hari ini.
"Lho Mas. Kok ada Bella, emangnya kamu berangkat sama dia mas". Ucap Kania yang berhenti begitu saja.
"Kalau iyha memangnya kenapa". Ucap Riko dengan ketusnya. Tak menghiraukan perasaan Istrinya sama sekali.
Kania langsung meneteskan air matanya ketika Riko mengatakan jika dia berangkat dengan Bella.
"Kamu tega sekali Mas. Apa kamu nggak mikirin perasaanku". Ucap Kania sambil meneteskan air matanya. Padahal semalaman dia menangis dan baru berhenti menangis namun kini di buat menangis lagi oleh suaminya.
__ADS_1
"Aku tega.???. Tros apa bedanya dengan kamu!!". Pekik Riko sambil menatap tajam Ke arah Kania.
Bella yang masih berada di dalam mobil sambil membuka cendela pintu mobilnya separuh. Tersenyum puas melihat kejadian pagi ini.
"Dengan cara bagaimana lagi aku harus lakukan Mas. Sumpah demi Allah aku nggak seperti yang kamu pikirkan..itu semua hanya jebakan dia Mas. Percaya sama aku. Aku mohon mas. Kali ini saja". Ucap Kania dengan bibir bergetar karena tangisannya pecah saat itu juga.
"Buktikan saja kalau kamu memang tak berbohong. Aku nggak ada banyak waktu untuk meladeni hal yang tak penting seperti ini". Ucap Riko dengan kejamnya lalu berjalan ke arah mobil Bella dan naik ke dalam mobilnya.
Kania hanya menangis melihat tingkah suaminya saat ini. Yang benar benar tak mempercayai dan memperdulikannya lagi.
Plokk..plokk..plokk..suara tepuk tangan dari belakangnya. Yaitu dari Bu Dewi mertuanya.
"Bagus sekali drama kamu. Pantas jadi pemain sinetron tuh. Percuma saja kamu nangis darah. Riko nggak akan percaya sama kamu dan sebentar lagi aku pastikan dia akan benar benar menceraikanmu dan balik lalu menikah dengan Bella.hahahaha". Ucap Bu Dewi dengan semangatnya.
"Bu apa salah Kania sam Ibu . Sampai Ibu berbicara seperti itu dengan Kania. Tolong Bu jangan biarkan Kania dengan mas Riko bercerai. Kasihan bayi yang ada dikandungan Kania. Kalau dia terlahir tanpa seorang Bapak". Ucap Kania memohon.
"Kamu itu nggak cocok bersanding dengan Riko. Yang pantas itu Bella, dia wanita karir tajir pula. Sedangkan kamu, jauh sekali dengan kriteria menantu idaman" ucap Bu Dewi menghina Kania.
"Bu Kania mohon Bu. Bantu Kania agar mas Riko percaya lagi dengan Kania Bu. Aku mohon". Ucap Kania dengan penuh Iba sambil memohon kepada Mertuanya.
"Nggak akan. Kalau kamu nggak terima dengan ini semua. Kamu bisa angkat kaki dari Rumah ini sekarang juga.". Ucap Bu dewi dengan menujuk Ke arah jalan lalu Bu Dewi pun masuk ke dalam Rumah begitu saja.
"Bu Kania mohon Bu. Bantu Kania Bu". Ucapnya dengan menagis deras sekali sambil terduduk lemas
Kania bimbang sekali kali. Dia tak tahan dengan sikap Ibu mertuanya dan juga suaminya yang tiba tiba berubah begitu saja. Namun dia nggak mungkin kembali ke Rumah ibunya tanpa Riko menemaninya.
"Aku harus cari bukti dan bisa mengungkapkan kebenaran ini semua. Aku yakin ini semua pasti ada orang yang ingin menjebakku agar mas Riko bersikap acuh tak acuh kepadaku". Ucap Kania yang muali berpikir jernih.
__ADS_1
"Ini semua mama lakukan untuk mu Nak. Kamu bantu mamah. Agar kebenaran segera terungkap". Lirih Kania di dalam hatinya.
Kania pun bangkit dan langsung masuk ke dalam Rumah untuk melakukan pekerjaannya lagi yang telah tertunda.