Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 45


__ADS_3

Setelah Kania masuk ke Dalam Rumah dan ingin mengambil sapu untuk membersihkan Rumah tiba tiba saja Bu Dewi datang..


"Beresin semua jangan sampai ada kotoran yang tersisa. Inget nggak ada yang gratis di Dunia ini". Ucap Bu Dewi memperlakukan Kania layaknya pembantunya.


"Iyha Bu". Ucap Kania singkat tak ingin memperpanjang perkataan tak ingin mertuanya berkata panjang lebar lagi.


Kini Bu Dewi pergi ke Kamarnya untuk membersihkan diri dan tak ambil pusing mengurus pekerjaan Rumah lagi. Karena sudah ada Kania yang akan melakukan semua pekerjaan Rumah.


"Lhoo kok kamu yang beresin Rumah Kania. Memangnya Ibu kemana.??". Ucap Ayah tiba tiba sampai Rumah karena beberapa hari ini setelah acara pernikahanku Ayah ada tugas kerja di luar kota dan hari ini Ayah sudah pulang.


"Ibu tadi masuk ke Kamar Yah. Kayaknya Ibu mau mandi bersihin badan". Jawab Kania dan lalu menyalami tangan Ayah mertuanya dan mencium punggung tangan Ayahnya dengan takzim.


"Kok bukan Ibu yang beresin Rumah. Malah Kamu yang nglakuin pekerjaan Rumah. Kan kamu lagi hamil nggak bagus nanti kalau kerja sampai kelelahan". Ucap Ayah mertuanya.


"Nggak papa kok Yah. Lagian nggak baik juga kalau Kania hanya berdiam diri saja". Ucap Kania meyakinkan Ayah mertuanya.


"Ya sudah kalau gitu. Beresin Rumah sewajarnya saja yang lain biar Ibu yang ngerjain. Ayag pergi ke Kamar dulu nemuin Ibu kamu". Ucap Ayah.


"Iyha Pak". Sahut Kania.


Ayah pun lalu berjalan menuju Kamarnya dan Kania melanjutkan menyapu Rumah lagi. Karena kalau dia tidak cepat cepat pasti Ibu mertuanya akan memarahinya karena kerja tak becus.


Setelah sampai ke Kamar dan Ayah melepas jas dan juga Hemnya tiba tiba Bu Dewi terkejut dengan kedatangan suaminya itu yang tiba tiba pulang tanpa mengabarinya terlebih dahulu.


"Lhoo. Kok Ayah sudah pulang dan nggak ngabarin Ibu dulu Yah.??". Ucap Bu Dewi menatap suaminya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Kerjaan Ayah yang di luar kota sudah selesai. Ohh iyha Bu, kok Kania ngerjain pekerjaan Rumah. Dia kan lagi hamil kan nggak bagus juga nanti kalau dia bisa kelelahan bagaimana". Ucap Ayah yang khawatir dengan menantunya itu.


"Ya bagus lah Yah. Kalau orang hamil itu harus dibanyakin gerak, biar persalinannya nanti lancar. Kalau di buat diam saja bagaimana nanti kalau persalinan". Gerutu Ibu yang tak terima suaminya juga berpihak kepada menantunya itu.


"Ya sudah kalau begitu Ayah mau mandi dulu. Tadi Ibu sudah bikin sarapan belum, Ayah lapar dari tadi turun dari bandara tak sempat beli sarapan". Tanya suaminya sambil mengambil handuk yang ada digantungan.


"Sudah kok Yah. Ayah mandi dulu aja biar Ibu siapin makanan dan juga minuman untuk ayah". Tawar Ibu kepada ayah..

__ADS_1


"Iyhaa". Ucap Ayah datar.


Bu Dewi langsung bergegas menuju dapur ingin menyiapkan Makanan untuk suaminya..


"Untung saja Kania udah masak. Jadi nggak perlu susah payah masak deh. Emm ngomong ngomong dia masak apa ya". Gerutu Ibu Dewi sambil berjalan menuju dapur. Setelah tibanya di Dapur dia langsung melihat meja makan melihat apa yang Kania masak tadi pagi..


Bu Dewi menyiapkan secangkir gelas susu dan mencicipi sayur asam yang di masak oleh Kania tadi.


"Enak juga rasanya. Bagus dong kalau gitu nggak perlu susah payah masak dan beresin Rumah. Udah ada Kania yang bisa diandalin juga. Hahaha" gerutu Bu Dewi sambil tertawa jahat.


Ketika Ibu sedang menyiapkan makanan untuk suaminya tiba tiba saja ada tamu yang datang.


"Bu.. Ibu Aku pulang". Teriak Deni anak kedua dari Bu Dewi adiknya Riko.


"Iyha Ibu ada di Dapur". Jawab Bu Dewi sambil teriak.


"Tumben anak itu udah pulang. Biasanya sebulan sekali pulangnya". Gerutu Bu Dewi lalu keluar menghampiri anak keduanya itu.


"Duduk dulu beb. Bentar lagi Ibuku juga datang". Ucap Deni kepada siska kekasihnya.


"Lhoo kamu pulang sama siapa Den.?? Kok tumben kamu udah pulang juga. Biasanya sebulan sekali kamu pulang". Cerocos Bu Dewi sambil duduk di depan Deni dan juga Siska.


"Siska Tante". Ucap Siska dan mengulurkan tangannya kepada Bu Dewi. Dia terlihat sopan sekali dan Bu Dewi pun menerima uluran tangan dari Siska.


"Iyha. Saya Ibunya Deni, kamu siapa ya. Teman Deni atau...". Ucap Bu Dewi belum selesai namun di potong oleh Deni.


"Siska ini kekasih Deni Bu. Deni bawa Siska pulang kesini mau kenalin Siska kepada Ibu dan juga Ayah". Ucap Deni spontan.


"O iyha Bu. Ayah udah pulang apa masih di luar kota. Kemarin Ayah kirim pesan katanya dia lagi tugas di Luar Kota". Ucap Deni Bertanya.


"Ayahmu juga baru pulang tadi pagi. Dia lagi mandi tuh". Jawab Bu Dewi.


"Wahh kebetulan sekali pas banget lagi ada di Rumah semua". Ucap Deni.

__ADS_1


Kania setelah membersihkan halaman belakang lalu dia masuk ke dalam Rumah ingin mencuci pakaian kotor yang ada di Kamar mandi.


"Permisi Bu. Kania ganggu". Ucap Kania melewati mereka bertiga yang sedang asyik ngobrol di Ruang tamu.


"Itu siapa Bu. Jangan bilang kalau itu istrinya kak Riko". Ucap Deni penasaran.


"Iyha itu istri kakak Kamu". Ucap Bu Dewi dengan ketus.


"Kok tampilannya sederhana sekali sih Bu. Macam anak Kampung". Ucap Deni agak menghina Kania.


"Maklum lah dia kan anak orang tak punya. Ya jadi begitu lah penampilannya. Seperti yang ibu ceritain kemarin sama Kamu". Ucap Bu Dewi


Siska yang memperhatikan Deni dan Ibunya berbicara membahas istri Kakaknya Deni itu sedikit agak gimana gitu. Dia terlihat nggak suka dengan cara bicaranya Ibu Dewi yang menghina orang yang tak punya.


"Walaupun dia terlihat sederhana tapi dia terlihat cantik dan anggun kok Bu". Timpal Siska tiba tiba menanggapinya.


"Tapi masih cantikan kamu kemana mana lah Beb". Sahut Deni dengan untas sekali.


"Cantik itu relatif Beb. Yang terpenting itu cantik dalamnya bukan luarnya saja" sahut Siska dengan beraninya. Karena dia paling nggak suka kalau ada orang merendahkan orang lain.


"Iyha iyha aku tahu". Ucap Deni manyun.


"Ohh iyha Nak siska ini Udah kerja atau masih kuliah ya. Kalau Ibu boleh tahu". Tanya Bu Dewi penasaran.


"Saya kerja Bu. Ikut bantuin Papah mengurus perusahaannya". Ucap Siska dengan jujur.


Bu Dewi pun terlihat senang dan berbinar sekali mendengar kalau Siska ini anak orang berada. Seperti dugaannya tadi.


"Wahh kamu hebat ya nak Siska, masih muda udah bisa bantu Papahnya ngurus perusahaan. Udah gitu cantik lagi". Ucap Bu Dewi memuji Siska.


"Nggak kok Bu Siska biasa saja sama seperti yang lain". Ucap Siska yang begitu tak suka di puji dan di tinggi tinggikan.


"Bu mana makanan Ayah". Tiba tiba Ayah teriak dari arah Dapur.

__ADS_1


"Astaga Ibu lupa kan tadi Ayah nyuruh nyiapin sarapan". Ucap Bu Dewi sambil menepuk jidatnya.


Bu Dewi pun langsung bergegas berjalan cepat menuju Dapur meninggalkan Deni dan juga Siska.


__ADS_2