Derita Gadis Yang Lara

Derita Gadis Yang Lara
BAB 16


__ADS_3

Riko pulang ke Rumah pun dengan keadaan jalan bersempoyongan karena terlalu banyak minum miras lalu ia pun tertidur di Sofa Ruang Tamu sampai Pagi hari pun tiba.


"Astaga apa yang di Lakukan anak ini, ishhhh bau apa ini" Ujar Ibunya sambil menutup hidungnya yang tak tahan sama bau miras dari mulutnya Riko.


Ibunya pun bergegas pergi ke belankang dan tiba-tiba..


Byurrr...


Ibunya pun menuangkan air segayung ke mukanya Riko , Riko pun gelagapan dan terbangun dari tidurnya.


"Banjir..banjir..banjir.." teriak Riko sambil mengusap mukanya yang terkena siraman air.


"Banjir kepalamu peyang. Jam berapa ini Riko memangnya kamu itu nggak kerja, dari mana kamu semalaman pulang tiba-tiba tidur di Sofa dan baumu seperti ini. Kamu mabuk Riko" Ibunya ngomel.


Riko yang tiba-tiba teringat dengan Kania dan kejadian kemarin Riko pun teringat juga dengan sikap Ibunya ke Kania dan langsung saja Riko memarahi Ibunya.


"Bu Ibu itu sebenarnya kenapa kemarin Kania datang bukannya Ibu bersikap baik dengan Kania tapi malah Ibu bersikap dingin dan pergi meninggalkan Kania" Teriak Riko ke Ibunya.


"Riko Riko kamu itu gimana sih seharusnya kamu itu cari pacar itu yang kaya bukan seperti Kania yang hanya seorang anak yang orangtuanya kerja serabutan seperti itu. Kita ini udah hidup seperti ini Riko seharusnya kamu itu cari pacar ataupun calon istri yang bisa mengangkat derajat keluarga kita." Ucap Bu Dewi.


Ternyata itulah alasan kenapa sikap Ibunya ke Kania itu dingin sekali. Bu Dewi ingin Riko mencari pacar dari anak orang yang berada.


Dan ternyata kemarin itu Bu Dewi pergi ke Rumah temannya dulu yang sekarang hidupnya sukses dan ternyata dia juga mempunyai anak perempuan yang bekerja menjadi seorang Bidan . Bu Dewi punya niat untuk menjodohkan Riko dengan Anak temannya itu. Daripada Riko pacaran sama Kania yang masih sekolah di tambah lagi dia anak orang yang sederhana.


"Itu anak Kamu ya jeng. Cantik sekali dan juga berseragam seperti seorang dokter. Dia kerja sebagai dokter ya jeng?" Tanya Bu Dewi yang penasaran sambil memperhatikan anak temannya itu.


"Dia itu seorang bidan jeng dan dia juga sudah punyak tempat praktek sendiri" ujar Bu Sari.


Matanya Bu Dewi pun berbinar sambil memikirkan sesuatu ingin menjodohkan dia dengan Riko . Sampai-sampai Bu Dewi pun melamun memikirkan itu. Dan Bu Dewi pun dikejutkan oleh Bu Sari.


"Ehh jeng kok malah ngelamun sih" Tanya Bu Sari sambil menyenggol tangan Bu Dewi.


Sampai membuat Bu Dewi tersadar dari lamunannya..

__ADS_1


"Nggak papa kok jeng" ucap Bu Dewi gugup..


Ternyata itu yang sempat terjadi kemarin saat Bu Dewi pergi meninggalkan Kania. 


"Udahlah Riko kamu putusin aja Kania. Lagian Kania itu masih sekolah. Tenang saja Riko Ibu sudah carikan kamu wanita yang mapan dan cantik tak kalah dengan si Kania itu". Ucap Bu Dewi yang telah merencanakan sesuatu.


"Nggak, Riko nggak mau Riko hanya mencintai Kania darimana pun Kania berasal walaupun dia anak orang tak berada Riko tetap akan mempertahankan Kania". Jawab Riko sambil berlalu meninggalkan Ibunya.


"Dasar anak nggak bisa diatur". Cerca Bu Dewi.


Riko pun bergegas untuk segera untuk mandi dan bersiap berangkat kerja. Karena walaupun dia agak malas orangnya dia tidak pernah absen kerja kalau tidak ada halangan yang penting dan mendesak.


Riko pun berniat nanti selepas pulang kerja dia akan menemui Kania dan menunggunya di Depan sekolahnya waktu pulang sekolah nanti.


Kania pun bergegas untuk bersiap berangkat sekolah dan mulai memanasi motornya dan bergegas melajukan motornya. 


15 menit kemudian pun akhirnya dia sampai dan bergegas memakirkan motornya dan berjalan menuju ke Ruang kelasnya. Kania hari ini tak bersemangat sama sekali karena masalah kemarin yang selalu menjadi beban pikiran Kania saat ini. Kania pun masuk sampai di Kelasnya dan duduk di Bangkunya.


"Kania tumben hari ini tak ada semangatnya ada apa" Tanya Nanda .


"Kemarin aku main ke Rumahnya Riko." Kata Kania yang belum selesai bicara..


"Haaaa serius kamu Kan. Wahhhh rupanya sudah dapat lampu hijau nihhh" ucap Nanda dengan PD nya..


"Ishhh kamu ini makanya kalau orang ngomong itu dengerin dulu sampai selesai jangan main potong aja" ucap Kania.


"Ibunya Riko itu kelihatannya nggak suka dehh sama Aku dan Bapakku juga waktu Riko nganterin aku pulang juga nglarang Riko untuk deketin Aku. Tapi kita berdua saling mencintai tapi malah orangtua kita tak merestui" ucap Kania lagi yang membuatnya hampir menangis tapi dia tahan air matanya.


"Ya ampun kok gitu amat sih Kania kamu yang sabar ya. Kalau kalian berjodoh nggak mungkin kalian berpisah kok" ujar Nanda sambil mengelus punggung Kania dan membuat Kania sedikit tenang.


Jam pelajaran pun telah usai waktunya pulang dan Kania pun membereskan alat tulisnya dan segera bergegas untuk menuju parkiran dan pulang ke Rumah karena dia masih saja terlihat suntuk.


"Kania" panggil Riko 

__ADS_1


Yang sudah menunggu Kania dari tadi pulang kerja dan ketika melihat Kania dia langsung memanggilnya dan Kania pun menoleh ke arahnya dan bergegas nyamperin Riko.


"Riko kok Kamu disini dan nggak ngabari Aku dulu lagi" tanya Kania yang terkejut melihatnya.


"Aku kangen sama Kamu Kania aku nggak ingin pisah sama Kamu" ucap Riko memelas.


"Tapi mau gimana lagi Riko orangtua kita nggak ngrestuin hubungan kita" ucap Kania yang meneteskan airmatanya.


"Udah kita nggak usah pikirin ayo ikut aku sekarang" pinta Riko.


"Kemana" Kania pun bingung dengan sikap Riko.


"Udah ayoo ikut aja". Riko memaksa.


Lalu pun Kania mengikuti Riko dari belakang. Dan setelah beberapa menit mereka sampai di sebuah kos-kosan temannya. Kania pun heran kenapa Riko mengajak Kania ke sini dan di Dalam kos-kosannya pun terlihat sepi.


Tok..


Tok..


Tokk....


"Bro keluar bro dah sampai nihh gue". Riko mengetuk pintu.


"Iyha bentar" temannya pun lalu keluar


"Lhoo kita mau ngapain kesini". Tanya Kania yang penasaran dan sedikit takut karena Riko mengajaknya ke Kos an temannya itu.


"Kamu tenang sayang setelah ini nggak bakalan ada yang misahkan kita" jawab Riko sambil menggenggam eram tangan Kania dan bergegas masuk ke Kos an temannya itu.


"Tapi Kita mau ngapain. Aku takut". Ujar Kania yang ragu untuk masuk ke Dalam.


"Percayalah padaku Sayang setelah ini kita akan selalu bersama". Ucap Riko lalu merangkul Kania dan masuk ke dalam Kos temannya itu. Kania pun lalu mengikut Riko begitu saja.

__ADS_1


Aduhhhh mau ngapain yaa mereka berdua sampai masuk ke Kos-kosan......


Lanjut ke Bab selanjutnya yukk...


__ADS_2